My Girlfriend Is Vampire

My Girlfriend Is Vampire
Kembali Ke Kastil


__ADS_3

Pertarungan dua wanita dalam satu klan itu pun tidak dapat terhindarkan lagi. Ara, Jia dan para mahluk abadi lainnya serta Hunter menghampiri Lucas yang berdiri menyaksikan pertarungan mereka.


Diam bukan berarti Lucas tidak peduli, Dark Lephrica itu ingin melihat sehebat apa kekuatan yang wanita itu miliki dan dari kasta apa dia sebenarnya. Sementara itu kecemasan terlihat pada Jia, Ara dan para mahluk abadi saat mengetahui jika yang bertarung melawan Viona adalah Yoo Sooyong


"YA TUHAN...," pekik Jia dan suara kerasnya memaksa Lucas untuk menoleh padanya."Eeehhh, maaf...," gadis itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan segera membungkuk, ia terkejut Lucas tiba-tiba saja menatapnya.


"Siapa wanita itu?" tanya Lucas penasaran.


"Yoo Soyoong, putri dari selir Raja. Kakak tiri, Viona dan kakaknya," jawab Ara menyahuti.


"Sejak lama wanita itu dan Ibunya ingin menyingkirkan mereka berdua karena mereka tidak ingin jika salah satu dari mereka menjadi penerus, Lord Ruthven. Segala macam cara mereka halalkan untuk bisa menyingkirkan, Viona dan kakaknya namun tidak ada satupun dari semua usaha yang mereka lakukan berhasil."


"Viona, dan Ellena eonni selalu selamat dari semua kejahatan yang mereka rencanakan. Yoo Sooyong, dan Ibunya adalah dalang dibalik kematian Ratu. Viona, yang tidak terima Ibunya dibunuh memutuskan untuk balas dendam dengan melenyapkan selir, Yoo."


"Sooyong, menjadi sangat murka dan dia menantang Viona untuk bertarung sampai mati. Dan selama tiga hari tiga malam mereka bertarung tanpa henti,namun sayangnya tidak ada yang menang dan kalah dalam pertarungan itu."


"Mereka berdua sama-sama terluka parah, namun berkat kekuatan Viero, Viona bisa sembuh dan pulih lebih cepat. Dan sejak saat itu, Sooyong memutuskan untuk menjadi sekutu Dark Shadow agar bisa membalas kematian Ibunya dan melenyapkan Viona serta kakaknya," tutur Ara panjang lebar.


Brakkkk!!!


Mata Lucas terbelalak melihat tubuh Viona dan Sooyong sama-sama terpental karna pukulan masing-masing. Sepasang sayap hitam muncul dibalik punggungnya, Lucas terbang dan menyambar tubuh Viona sebelum menghantam pohon.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Lucas memastikan. Viona menggeleng. "Mundurlah, biar aku yang menyelesaikan pertarungan ini."


"KENAPA KALIAN SEMUA DIAM SAJA? MAJU DAN HABISI MEREKA SEMUA." teriak Sooyong pada pasukan vampirnya.


"Bantu mereka, wanita ini biar aku yang mengurusnya." ucap Lucas yang kemudian dibalas anggukan oleh Viona.


"Jadi kau ingin menantangku? Aku tidak tau seberapa besar kekuatan yang kau miliki. Tapi baiklah, aku akan melayanimu."


Lucas bergerak mundur saat wanita itu melayangkan serangannya. Lucas membiarkan wanita itu menyerangnya dan dia hanya berusaha untuk menghindarinya. Lephrica tampan itu ingin melihat lebih dulu sampai dimana kekuatan Sooyong.


Lucas menyeringai, ternyata kemampuannya masih jauh dibawah dirinya yang artinya Lucas tidak perlu menggunakan kekuatannya untuk menghadapi kakak tiri Stella tersebut.


Sementara itu, para hunter begitu kegirangan karna banyak sekali vampire yang bisa mereka lenyapkan malam ini.


"KKKYYYYAAAA!! BANYAK SEKALI MAHLUK PENGHISAP DARAH DI SINI. AKU SUKA, AKU SUKA." teriak Kai begitu kegirangan "Akhirnya aku bisa berolah raga lagi." Imbuhnya.

__ADS_1


"Mahluk-mahluk ini begitu cantik tapi sayangnya mereka adalah para mahluk penghisap darah, jika bukan pasti aku sudah mengajak mereka semua bercinta di sini." ujar Carl ditengah pertarungannya.


"Cih, dasar Hunter mesu*. Ditengah pertarungan seperti ini masih saja memikirkan hal-hal kotor seperti itu." ucap Ara mencibir. Gadis itu ngeri sendiri dan menatap Carl horor. "Fokus saja pada musuh-musuhmu." imbuhnya.


"Kekekek. Jangan bilang jika kau cemburu, Nona," sahut sambil mengedipkan matanya, Ara memutar matanya jengah.


"Dalam mimpimu." jawabnya ketus.


Lagi-lagi Carl terkekeh, entah kenapa melihat Ara kesal seperti itu memberikan hiburan tersendiri untuknya. Dan entah sejak kapan Carl telah jatuh hati pada gadis galak tersebut. Stella yang melihat perdebatan mereka berdua hanya bisa mendengus geli seraya menggelengkan kepala.


Dengan penuh semangat, para mahluk abadi yang bekerja sama dengan para Hunter bergerak bersama-sama, bersatu untuk menghabisi para mahluk penghisap darah. Mereka saling bekerja sama dan menghabisi mereka semua tanpa ampun.


Sementara itu, pertarungan antara Lucas dan Sooyong berlangsung semakin sengit, meskipun sudah terdesak, namun wanita itu masih enggan untuk menyerah dan mengaku kalah pada Lucas.


Brakkk!!


Sekali lagi tubuh Sooyong terhempas dan menabrak pohon. "Uhuk, uhuk.." Sooyong terbatuk dan langsung muntah darah. Sesak seketika mendera dadanya."Si..sial, ternyata dia sangat kuat."


"Dia bukan lawanmu, sebaiknya kita pergi sebelum kau mati ditangannya." di saat bersamaan sosok wanita yang sangat Lucas kenal tiba-tiba muncul dan membawa Sooyong pergi meninggalkan pertarungan. Keduanya menghilang dibalik kabut hitam.


"Kamilla, datang untuk menyelamatkannya," ucap Lucas tanpa menatap lawan bicaranya.


Viona mendengus panjang. "Dasar pengecut, ya sudah sebaiknya sekarang kita pulang saja. Aku sudah sangat lelah, pertarungan kali ini menguras sebagian energiku. Dan bisakah malam ini aku ikut pulang ke kastilmu saja? Lucas, aku ingin dipeluk sepanjang malam," rengek Viona sambil mengayunkan lengan Lucas.


Lucas mengacak lembut rambut Viona lalu merangkul bahunya. "Baiklah,"


"Yyyeeeee." Gadis itu bersorak kegirangan mendengar jawaban Lucas. Dan Lucas hanya bisa mendengus geli dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah kekanakan kekasihnya.


.


.


Selama perjalanan menuju kediaman keluarga Jung. Carl tidak henti-hentinya mengganggu dan menggoda Ara hingga sumpah serapah berkali-kali lolos dari bibir gadis itu.


Sementara itu, Jia dan Antolin memilih berjalan paling belakang agar mereka berdua bisa bermesraan tanpa ada gangguan. Viona dan Lucas berjalan sambil bergandengan tangan, mereka saling berbincang meskipun didominasi oleh Viona karena Lucas hanya sesekali menyahuti.


Lain halnya dengan tiga pasangan itu, Kai satu-satunya wanita jadi-jadian diantara mereka terlihat paling ribet dan membuat Tao sedikit kocar-kacir.

__ADS_1


"Yakkk!! hitam, berhentilah menyusahkanku." keluh Tao sambil menyentak tangan Kai dari bahunya.


Kai sedari tadi nempel terus pada Tao, sejak wujudnya berubah menjadi wanita satu minggu yang lalu. Kai menjadi sangat melankolis dan manja, sifatnya sangat berbanding balik sebelum dia menjadi wanita karna buah berry liar yang dia makan saat dihutan.


"Aku bilang lepaskan." dengan kasar Tao menyentak tangan Kai yang memeluk lengannya.


"Huuaaaa!! Hiks, kau jahat sekali padaku, Tao. Hiks, aku kan jadi sedih."


"Oh... Cup cup cup, jangan menangis lagi. Sini sama, Oppa saja." Chen menarik lengan Kai dan mencoba menenangkannya.


Melihat wujud Kai saat ini membuat Chen merasa tertarik padanya, entah kenapa ia selalu berdebar setiap kali berada di dekat wanita jadi-jadian itu. Tidak ada perlawanan, Kai membiarkan dirinya dipeluk oleh Chen Sementara yang lain hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah mereka berdua.


-


-


Malam sudah semakin larut namun Ellena masih belum juga bisa menutup matanya. Terlalu banyak hal yang mengganggu pikirannya, terutama tentang Viona. Ellena tidak habis pikir dengan orang-orang dari dunia Seiz yang begitu berambisi untuk memiliki kekuatan Viero Viona.


Dari ambang pintu yang menghubungkan balkon dan kamarnya, terlihat Yohan berdiri menatap punggung sang istri. Laki-laki itu menghela nafas dan menghampiri Ellena.


"Ini sudah larut malam kenapa tidak tidur dan malah berdiri di sini? Apa yang sedang kau pikirkan, Sayang?" Yohan menarik bahu Ellena dan menyandarkan kepala wanita itu di bahunya. "Apa ini ada hubungannya dengan, Viona?"


Ellena mengangguk. "Aku sudah kehilangan Ibu dan calon anak kita, Han. Aku tidak ingin kehilangan, Viona juga. Dia adalah satu-satunya adik yang aku miliki dan aku sangat menyayanginya."


"Aku sangat memahami perasaanmu, Sayang. Tapi kau juga harus memikirkan dirimu juga, bagaimana jika kau sampai sakit? Kita masih bisa mengandalkan, Lucas dan yang lainnya. Aku yakin mereka pasti bisa melindungi, Viona. Apalagi hanya dia satu-satunya orang yang bisa mengimbangi kekuatan yang dimiliki Renous. Sepeti yang telah L katakan sebelumnya. Hanya padanya kita bisa bergantung atas keselamatan, Viona." ujar Yohan panjang lebar.


"Tetap saja aku tidak bisa merasa tenang, Suamiku. Kita tidak mungkin melimpahkan semua masalah Viona padanya, kita juga harus memikirkan cara untuk mengatasi hal ini." Yohan mengangguk.


Jari-jarinya meraih dagu Ellena dan mencium singkat bibirnya. "Sudah malam, sebaiknya kita masuk." Ajak Yohan pada sang istri. Ellena tersenyum lalu mengangguk.


.


.


.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2