My Girlfriend Is Vampire

My Girlfriend Is Vampire
Musuh Lama


__ADS_3

Gemersik daun-daun yang berguguran warnai heningnya malam, suara yang dihasilkan bernaung sejenak di indera pendengaran. Membawa perasaan damai pada setiap orang, tak terkecuali sosok tampan yang tengah menikmati semilir angin malam dengan berpayungkan sinar bulan yang lebih terang malam ini.


Laki-laki itu tengah berdiri di balkon kamarnya. Lensa matanya menerawang, jutaan manik-manik langit memainkan cahayanya yang benderang.


Berdiri dalam diam, menikmati indahnya suasana. Rasanya sudah lama sekali tidak seperti ini dikarenakan pekerjaannya sebagai seorang pemburu vampir yang menyita banyak waktunya. Meskipun hanya sekali, ia membutuhkan waktu untuk beristirahat.


Sreggg!!!


Laki-laki itu 'Lucas' menajamkan pendengarannya saat merasakan ada sebuah pergerakan mencurigakan yang bergerak menuju kastilnya. Dengan gerakan secepat cahaya Lucas berpindah tempat dan kini ia sudah berada di luar kastil megahnya.


Lucas menyapukan pandangannya ke segala penjuru arah dan menemukan sekelebat bayangan hitam bergerak dengan cepat ke arahnya, tapi sayangnya sosok itu masih belum menunjukkan seperti apa wujud yang sebenarnya.


"KELUARLAH DAN TUNJUKKAN DIRIMU PENGECUT," teriak Lucas dengan suara meninggi.


Lephrica itu menyapukan kembali pandangannya tapi sosok hitam yang dia lihat tiba-tiba saja menghilang. "Brengsek, kau ingin bermain-main denganku rupanya." ujarnya menyeringai.


Merasa dipermainkan oleh lawannya tidak membuat Lucas tinggal diam. Sebuah bola cahaya berwarna merah kehitaman muncul dari telapak tangan kirinya yang kemudian dia lemparkan pada sebuah batu besar yang berjarak sejauh sepuluh meter dari posisinya.


BLAM'


Dan batu itu pun hancur seketika menjadi beberapa bagian. Sosok pria yang sangat Lucas kenal berdiri beberapa meter dihadapannya dengan seringai tajam, meremehkan.


"Apa kabar, Dark Lephrica? Kita bertemu lagi." ucap sosok itu masih dengan seringai yang sama.


"Wurdulac, aku sudah menduganya."


Lucas menatap sosok bersayap hitam mirip sayap kelelawar dengan sebuah tanduk pada kepalanya itu, tajam.


Wurdulac, adalah mahluk penghuni neraka yang menjadi salah satu musuh terbesar Dark Lephrica selain Black Shadow dan Vlad. Sejak zaman nenek moyang mereka. Wurdulac selalu ingin bisa mengalahkan Dark Lephrica, tapi sayangnya keinginannya itu tidak pernah terwujud, bahkan hingga detik ini.


Dan kedatangan Wurdulac kali ini tentu saja untuk membunuh satu-satunya Lephrica yang tersisa yang tak lain dan tak bukan adalah Lucas.


Mahluk bertanduk itu memamerkan deretan gigi putihnya didepan Lucas. "Lama tidak bertemu kau mengalami banyak perubahan, Lucas Xiao. Aku turut prihatin dengan apa yang menimpa mata kananmu itu. Apakah mata kananmu itu menjadi cacat karna ulah musuh-musuhmu? Bagaimana jika kita membuat kesepakatan saja? Aku akan membantumu membalas dendammu itu, hahahhaha." ujar mahluk itu meremehkan, dan Lucas hanya menyikapinya dengan datar.


Sepertinya mahluk penghuni neraka itu sudah salah paham dengan keadaan mata kanan Lucas yang selalu tertutup benda hitam bertali itu. Dia beranggapan jika mata kanan Lucas telah mengalami kecacatan akibat ulah musuh-musuhnya.


Wurdulac tidak pernah tau bila mata di balik eyepacht itu menyimpan kekuatan yang maha dahsyat, kekuatan yang mampu menghancurkan apa saja dalam sejekap mata dan merubahnya menjadi gumpalan abu. Lucas hanya menunjukkan smrik tipisnya menyikapi ucapan Wurdulac.


"Kau masih saja seperti dulu. Sombong dan terlalu percaya diri. Dan apa kau yakin bila mata ini benar-benar cacat seperti dugaanmu? Tapi bagaimana bila mata ini yang nantinya akan mengantarkannu pada ajal kematian yang sudah menunggumu?" ujar Lucas dengan tenang.


"Hahahhha," bukannya merasa takut. Mahluk itu justru tertawa keras. Karna ia menganggap bila ucapan Lucas hanyalah gertakan saja. "Kau masih membutuhkan waktu 1000 tahun untuk mengalahkanku, Lucas Xiao. Karena Wurdulac ini bukanlah tandinganmu."


Lucas menyeringai tajam. "Benarkah? Tapi aku rasa kekuatan Viero mampu untuk menghancurkanmu." ujar Lucas dingin.


"Kekuatan satu Viero saja tidak ada artinya bagiku. Karna Wurdulac ini tidaklah terkalahkan,"


"Tapi bagaimana jika sepasang Viero abadi?" sahut seseorang dari belakang Darco yang kemudian bergabung dengan Lucas.

__ADS_1


"Pemilik keabadian?" Wurdulac berseru pelan melihat kemunculan Viona di sana, ia benar-benar terkejut dengan kedatangan wanita itu. "Untuk apa kau di sini? Sepertinya kita tidak pernah memiliki masalah sebelumnya?"


"Itu memang benar, tapi sayangnya aku harus tetap terlibat dalam pertarungan kali ini karna yang akan kau hadapi adalah suamiku." sahutnya menimpali. "Lu, tidak ada gunanya kita biarkan mahluk seperti dia hidup terlalu lama di dunia. Kita bungkam saja mulut sombongnya itu,"


"Hm, kau benar." jawabnya yang entah sejak kapan sudah merubah dirinya menjadi setengah Dark Lephrica.


Pertarungan sengit antara para mahluk abadi baru saja dimulai. Kekuatan besar mereka saling beradu dan bertabrakan hingga menciptakan percikan-percikan yang kemudian membakar apapun yang berada disekitar mereka.


Tanpa perlu lagi melepaskan sarung tangannya dan benda hitam pada mata kanannya, Lucas mampu menciptakan sebuah badai besar. Viona segera mengambil perannya dan menyegel tubuh Wurdulac di dalam badai itu dengan bloodstone miliknya.


Mereka saling bekerja sama untuk melumpuhkan iblis tersebut, cukup sulit. Mengingat jika yang mereka hadapi kali ini bukanlah Wurdulac dengan kekuatan rendah, melainkan dewa iblis yang berasal dari neraka. Tapi dengan bersatunya kekuatan sepasang Viero abadi, tidak akan sulit bagi pasangan itu untuk mengalahkannya.


BLAMM!!


Tubuh Wurdulac terbebas dari segel Stella setelah sosok lain muncul dan turut melibatkan diri dalam pertarungan sengit itu.


"Maaf aku datang terlambat." ucap orang itu yang ternyata adalah seorang wanita. "Aku akan mengurus gadis ini, kau bisa melanjutkan pertarunganmu dengan Lephrica sialan itu."


"Baiklah, Emilia."


"Aku ingin melihat, seberapa hebat kekuatan pemilik keabadian." ujar Lia dengan senyum meremehkan.


"Baiklah, aku terima tantanganmu,"


Lia langsung melayangkan serangannya pada Viona yang segera dihindari oleh wanita itu. Viona mencoba mengukur seberapa besar kekuatan Lia melalui serangannya, wanita itu menyeringai tipis.


"Hanya Wurdulac rendahan ternyata." katanya meremehkan.


Viona terus menghindari serangan Lia yang bertubi-tubi, semua serangannya meleset dan tidak ada satu pun yang berhasil menyentuh tubuhnya. Beberapa batu besar hancur dan pohon-pohon mulai tumbang. Tenaga Lia mulai terkuras habis.


"Baiklah, kini giliranku." seru Viona seraya melesat kearah Lia, wanita itu terkejut dengan serangan dadakan dari pemilik keabadian.


Ia tidak bisa menghindar lagi, tubuh Lia seketika melebur menjadi abu oleh kekuatan Viona. Hanya tinggal Darco yang tersisa.


Dan tanpa di sadari, pertarungan itu berlangsung hampir satu malam. Fajar telah tiba namun pertarungan mereka masih belum juga usai. Meskipun hampir semalaman terlibat dalam pertarungan sengit, baik Lucas maupun Viona masih tetap terlihat baik-baik saja.


Tenaga mereka seperti tidak ada habis-habisanya. Kini Lucas memiliki kekuatan yang tidak terbatas, dengan hadirnya seorang pemilik keabadian maka tersempurnakanlah kekuatan Lucas.


Blamm!!


Tubuh Darco menghantam pohon dengan cukup keras setelah mendapatkan serangan dadakan dari Viona. Darah segar menyembur dari mulutnya. Belum sempat Darco berdiri dengan benar, sebuah bola cahaya berwarna merah menghantam tubuhnya, darah kembali menyembur dari mulutnya.


Dengan kecepatan secepat cahaya, Viona mendorong tubuh Wurdulac hingga punggungnya bertabrakan dengan sebuah pohon besar. Kuku-kukunya yang tajam mencengkram leher mahluk itu hingga cairan hitam pekat mengalir dari setiap lukanya.


"AAARRRKKHHH," mahluk itu terus menggeram merasakan sakit dan panas yang luar biasa pada tubuhnya.


Tidak ada nada sombong meremehkan keluar dari bibirnya. Viona dan Lucas benar-benar membungkam mulut mahluk itu hingga dia tidak dapat bersuara selain geraman kesakitan. Benar-benar pasangan suami-istri yang tidak mengenal kata ampun, bringas dan sadis.

__ADS_1


Tidak ingin kalah dari istrinya, Lucas segera menyelesaikan pertarungan itu. Sebuah amulet kini berada didalam genggamannya, Lucas memberi kode pada Viona untuk mundur.


"Katakan permintaan terakhirmu, mahluk penghuni neraka." ucap Lucas dengan seringai tajamnya.


"Ka..kau sungguh-sungguh iblis, Lucas Xiao. A...aku tidak akan mengampunimu, aku pasti akan-"


Crasss!!


Pedang Lucas melayang memisahkan kepala dari tubuhnya, dan Lucas menghabisi Darco sebelum laki-laki itu menyelesaikan kalimatnya. Kepalanya menggelinding menuju kaki Viona dengan wajah menghadap keatas.


"Wurdulac adalah mahluk abadi yang kekal, dia tidak akan pernah binasa meskipun kalian membunuhnya." ujarnya,


"Arrrkkhh, terlalu berisik kau mahluk jelek." Dengan kesal Viona membalikkan posisi wajah mahluk itu dengan kakinya kemudian menginjaknya hingga setengah dari kepalanya tertanam di dalam tanah. "Lalu, apa selanjutnya, Lu?" tanya Viona pada suaminya.


"Merubah tubuhnya menjadi abu sebelum ada yang menemukannya dan membangkitkannya kembali."


Tidak ingin ada yang menemukan jasad mahluk itu lalu membangkitkannya kembali, Lucas memutuskan untuk membakarnya dengan kobaran api hitam yang muncul dari telapak tangannya . Dan hanya dalam hitungan detik saja, tubuh itu melebur menjadi debu.


Tubuh Lucas terhuyung kebelakang karna terjangan Viona, wanita itu menenggelamkan wajahnya pada dada bidang suaminya saat melihat kobaran api yang tidak seperti kobaran apa pada umumnya.


"Semuanya sudah selesai, kaja masuk." suara datar Lucas segera menginterupsi Viona untuk melepaskan pelukannya. Wanita itu menarik dirinya dari dekapan suaminya kemudian mengangguk.


"Baiklah."


.


.


Cahaya yang berasal dari kekuatan sepasang Viero abadi melesat jauh hingga menembus langit malam. Cahayanya begitu terang hingga terlihat sampai kepelosok bumi bagaikan terdalam. Membuat malam yang gelap seketika menjadi siang.


Cahaya itu mengguncang istana Dark Shadow yang berada di dalam kegelapan. Dan cahaya yang menyebar sampai membuat tubuh beberapa mahluk penghisap darah dan mahluk kegelapan lainnya terpental sebelum akhirnya melebur menjadi gumpalan abu yang tidak berguna.


Orang-orang berhamburan keluar dan bertanya-tanya tentang cahaya apa itu sebenarnya? Sungguh fenomena alam yang langkah, pikir mereka. Tapi tidak bagi Ellena, L dan Yohan. Karna mereka bertiga sudah tau dari mana cahaya itu berasal. Dan inilah kekuatan yang di maksud oleh L dan Lord Ruthven selama ini, kekuatan yang mampu mengakhiri kekuasaan Dark Shodow dan menghentikan terror yang diciptakan oleh para sekutunya.


Di samping itu, mereka tetap harus waspada dengan segala kemungkinan terburuk yang pasti terjadi karna musuh utama mereka telah berhasil di bangkitkan. "Eonni, sebenarnya cahaya apa ini? Kenapa ada cahaya yang seperti ini?" seru Ara yang baru saja tiba bersama Carl, Leo, Jia, Chen serta ketiga hunter.


"Persiapkan diri kalian untuk kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Black Shadow telah terbangkitkan, dalam waktu dekat mungkin akan terjadi sebuah perang besar." ujar L menyahuti.


"Black Shadow? Bukankah dia telah berhasil dikalahkan oleh Yang Mulia Lord Ruthven dan ayah Lucas dan tubuhnya disegel dalam sebuah peti mati yang dikunci dengan paku perak. Jadi, bagaimana bisa dia bangkit lagi?" tanya Jia penuh kebingungan.


"Itu memang benar. Tapi para sekutunya berhasil mematahkan mantra itu dan membangkitkan Dark Shadow dengan mengorbankan sedikitnya 100 darah perawan yang terlahir di saat bulan purnama. Saat ini kekuatannya masih belum kembali jadi ini adalah kesempatan bagi kita untuk menghabisinya. Karna jika kekuatannya telah kembali, pasti kita akan kesulitan untuk mengalahkan dia."


"Lalu bagaimana dengan kekuatan, Viero?" seru Ara menyela ucapan L. "Apa kekuatan mereka tidak bisa mengimbangi kekuatan iblis itu? Dan bukankah kekuatan itu seharusnya telah tercipta sejak Viona membagi keabadiannya dengan Dark Lephrica?"


"Tentu saja mampu," sahut Ellena menimpali."Karna hanya kekuatan mereka yang mampu mengimbangi kekuatan Dark Shadow. Apalagi, Lucas, telah berhasil membuka segel yang selama ini membelenggu kekuatannya. Dan hanya menunggu waktunya saja. Ini masih tengah malam, sebaiknya segera masuk dan kembali ke kamar masing-masing." nasehat Ellena pada mereka semua. Mereka mengangguk dan pergi ke kamar masing-masing.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG.


__ADS_2