
Awan hitam bergerak perlahan. Di iringi semilir angin malam. Bulan terlihat memancarkan sinarnya setelah menyembunyikan diri di balik awan hitam. Bisikan-bisikan lembut terdengar bersamaan dengan auman Srigala di tengah gelapnya malam. Membuat suasana suram malam ini terasa semakin mencekam.
Wanita itu bersandar di kusen jendela sementara kedua tangannya di lipat di depan dada. Sesekali tangan kanannya bergerak untuk mengusap lengannya yang tertutup kain gaunnya. Seolah dia bisa mendapatkan kehangatan dari molekul yang saling bergesekan.
Tatapan matanya menerawang jauh, kosong memandang langit malam. Perbincangannya dengan L sore ini terus mengganggu fikirannya. Wanita itu 'Ellena' terlihat gelisah.
"Sayang, apa yang sedang kau fikirkan?" tegur seseorang dari arah belakang.
Tepukan ringan pada bahunya membuyarkan lamunan Ellena dalam sekejap. Sontak ia menoleh dan sosok pria berdiri dihadapannya. Pria itu menarik lengan Ellena dan membawa wanita itu ke dalam pelukkannya. Yohan tidak tau apa yang sedang di fikirkan oleh wanitanya sampai-sampai dia terlihat begitu gelisah.
"Ada apa sebenarnya? Kenapa kau terlihat begitu gelisah?" tanya Yohan.
Akhirnya Ellena pun menceritakan yang sebenarnya pada suaminya. Apa yang membuatnya merasa begitu cemas dan gelisah juga perbincangannya dengan L sore tadi.
"Lalu apa yang kau takutkan, Sayang? Jika yang dikatakan oleh L memang benar, itu artinya kita tidak perlu mencarinya lagi,"
Kemudian Ellena beranjak dan meninggalkan Yohan beberapa langkah dibelakangnya. Suaminya itu tidak akan mengerti. "Yang kau katakan itu memang benar, Suamiku. Tapi semua tidaklah sesederhana yang kau pikirkan."
"Bagaimana jika L sampai salah mengenali orang? Bagaimana jika pemuda itu bukanlah seorang Dark Lephrica? Lalu bagaimana kita harus mengatakan tentang garis takdirnya yang terhubung dengan, Viona? Apa kita harus mengatakan padanya secara terang-terangan? Tidak, suamiku. Aku tidak ingin di anggap kurang waras karena hal itu."
Kali ini Yohan tidak berkomentar apapun. Pria itu memilih untuk diam. Kemudian dia beranjak dan menghampiri Ellena, mengingatkan jika ada hal yang jauh lebih penting yang harus mereka lakukan dari pada memikirkan sesuatu yang masih abu-abu.
"Sebaiknya jangan memikirkan hal itu dulu karena ada hal yang jauh lebih penting dari pada ini. Malam ini adalah malam bulan purnama, dan aku yakin mereka pasti akan kembali bergerak untuk menemukan Viona." Ucap Yohan mengingatkan.
"Kau benar. Ayo kita pergi."
__ADS_1
-
-
Bulan Purnama....
Bagi pencinta cerita Vampir, Wolf dan sejenisnya, pasti tau apa makna dari bulan purnama. Namun sebagian orang menganggap jika cerita tentang mereka adalah hal tabuh yang belum pasti kebenarannya meskipun tak sedikit pula yang mempercayai.
Berbeda dengan Vampir lainnya yang saling berlomba-lomba untuk mendapatkan kekuatan dan hidup yang kekal saat purnama tiba dengan meminum darah manusia. Viona justru tidak tertarik untuk melakukannya. Dia malah sangat membenci datangnya bulan purnama karna baginya itu adalah sebuah musibah.
"Aku sangat benci, Bulan Purnama." Viona mengumpat dengan pandangan lurus ke langit membuat orang yang berdiri disampingnya menoleh seketika.
"Why?"
Viona mengambil nafas panjang dan menghelanya. Dan gadis yang berdiri disampingnya langsung melemparkan tatapan horornya pada Viona. "Ck! Kenapa kau menatapku seperti itu?"
"Kau tidak akan mengerti, karena kau seorang Voltaire."
Voltaire sendiri adalah salah satu mahluk abadi yang memiliki kekuatasan supranaturan cukup tinggi. Mereka adalah mahluk yang setia pada klannya dan juga pemimpin yang menjadi panutannya. Voltaire diberikan kepercayaan oleh Lord Ruthven untuk menjaga dan melindungi putrinya.
Dalam tubuh Viona mengalir Viero. Darah yang memiliki kekuatan abadi yang maha dahsyat Dan itulah kenapa dia selalu di buru dan diincar oleh mahluk yang bersekutu dengan Dark Shadow.
"Malam ini kekuatanmu akan di uji, Jadi bersiaplah." Ucap Viona dan pergi begitu saja.
"Apa maksudmu di uji? Viona Jung, tunggu aku..."
__ADS_1
-
-
Malam ini adalah malam yang paling dinanti-nantikan oleh Dark Shadow dan sekutunya. Semua mahluk berlomba-lomba untuk mendapatkan keabadian dan hidup yang kekal. Darah gadis perawan adalah kuncinya dan malam ini adalah puncaknya.
"Aarrrkkhh..."
Suara jerit kesakitan seorang gadis menggema di sebuah kastil tua yang menjadi sarang utama Dark Shadow dan para sekutunya. Kastil itu terletak di tengah-tengah hutan belantara yang tidak pernah terjamah manusia. Saat energi negatif menyerap semua darah dalam tubuhnya, tubuh gadis itu pun roboh seketika dan menjadi tulang belulang.
"Aku ingin malam ini juga kalian bisa menemukan pemilik kebadian itu dan bawa dia kehadapanku,"
"Baik, Yang Mulia."
Keluatan gelap akan bertahta dan berkuasa. Dengan bangkitnya kekuatan gelap maka dunia berada dalam masalah besar. Populasi manusia akan terancam punah dan iblis akan melahap cahaya dan menggantinya dengan kegelapan yang mencekam.
Maka dari itu kekuatan baru sangat dibutuhkan. Kekuatan yang sangat besar dari seluruh kekuatan yang pernah ada. Dengan bersatunya dua jiwa suci akan melahirkan sebuah kekuatan baru. Kekuatan yang di penuhi cahaya, kekuatan yang akan membebaskan dunia dari kegelapan. Dan babak baru itu pun baru saja di mulai.
-
-
-
-
__ADS_1
BERSAMBUNG.