
Bukanlah rahasia baru jika Kai sangat tidak menyukai Milla. Tatapan tidak bersahabat Kai tunjukkan pada rekan satu timnya itu. Sepasang bola mata hitamnya menatap Milla penuh kebencian, entah masalah apa yang Kai miliki pada wanita itu sampai-sampai dia menjadi begitu membencinya.
"Batu hitam, kenapa kau menatapku seperti itu?" sinis Milla melihat sorot tajam mata Kai yang menatapnya penuh kebencian.
"Kamilla Song, aku harap saat mereka kembali suatu saat nanti kau tidak membuat ulah lagi. Jika kau berani macam-macam aku tidak akan segan-segan membuat perhitungan denganmu, Vlad."
Degg!!
Milla tersentak kaget mendengar kata terakhir yang keluar dari mulut Kai. Wanita itu sedikit terhuyung melihat Kai menghampirinya dengan tatapan penuh kebencian. "Vlad? A-apa maksudmu, Kai?" Kai menyeringai meremehkan. Selain ular betina, ternyata Milla adalah seorang Ratu drama.
"Cih! Jangan pura-pura lagi, Kamilla Song. Kau mungkin bisa mengelabuhi semua orang termasuk Lucas Hyung, tapi tidak dengan diriku. Aku tau siapa kau sebenarnya dan mahluk seperti apa kau ini. Jika kau berfikir selama ini kau aman, maka jawabannya salah. Aku diam bukan berarti aku membiarkanmu, aku hanya menunggu waktu dan saat yang tepat untuk membuka topengmu didepan semua orang."
Gyutt!!
Milla mengepalkan kedua tangannya, iris matanya yang sebelumnya berwarna hitam berubah menjadi merah dengan sepasang taring dan kuku-kuku runcing yang tajam.
Kulitnya menjadi pucat seperti mayat hidup, dan Vlad sendiri merupakan hasil persilangan antara Drakula dan Wolf. Kekuatan Vlad terletak pada kuku-kuku tajamnya ,selain itu Vlad juga dapat menyamarkan dirinya agar tidak terlihat.
Musuh utamanya dalah Vampire dan juga Lephrica. Dan tujuan Kamila bergabung bersama tim pemburu Vampire demi dua tujuan yang berbeda, menghabisi para Vampire dan mendapatkan keturan dari Dark Lephrica.
Gila memang, mengingat jika Lephrica adalah musuh utamanya namun karena obsesinya pada Lucas yang terlalu besar.. Milla rela menghianati kaumnya dan mengejar cinta Lucas, namun sayangnya di saat dia hampir mendapatkannya. Milla sendiri malah melepaskannya dengan berselingkuh dengan laki-laki dari Klan Wolf.
"Aku tau dengan rencana busukmu itu, jika memang ada yang harus mati. Orang itu bukan putri Lord Ruthven ,tapi dirimu. Aku yakin, Lucas hyung tidak akan membiarkannya apalagi membiarkanmu sampai menyentuhnya."
"Cihh! Percaya diri sekali kau ini, Kim hitam. Gadis sialan itu adalah seorang Vampire dan Lucas seorang Hunter, cepat atau lambat. Dia akan menbunun gadis itu dan berpaling padaku." ujar Milla percaya diri.
"Kita lihat saja." Jawab Kai dan berlalu begitu saja.
-
__ADS_1
-
Di siang hari yang tidak terlalu terik karna matahari menyembunyikan sebagian sinarnya diantara awan-awan putih tebal di atas sana, terlihat seorang gadis manis berparas barbie bersurai coklat panjang yang tampak berkilau indah.
Gadis itu duduk di tepi danau dengan sebuah mahkota bunga yang membuatnya semakin terlihat sempurna. Gaun putih yang membalut tubuhnya membuat Viona terlihat bak seorang Dewi.
Semilir angin menyapanya melalui sentuhan lembutnya pada kulit juga rambut panjangnya yang terus melambai. Perasaannya begitu senang dan tidak dapat digambarkan dengan kata-kata.
Suasana yang tenang dan jauh dari kebisingan kota membuat gadis itu betah berlama-lama disana. Dan tidak jauh dari tempatnya duduk terlihat seorang pria yang sekujur tubuhnya terbalut pakaian serba hitam berdiri sambil menyandarkan punggungnya pada pohon Sakura yang bunganya terus berguguran.
Pria itu melipat kedua tangannya dan meletakkan didepan dada memperlihatkan otot-otot lengannya yang tidak tertutup apapun karna pakaian lengan terbuka yang dia pakai.
Mata kirinya tidak lepas sedikit pun dari sosok cantik yang sedang bermain air di tepi danau dengan kupu-kupu cantik yang terbang mengelilinginya.
"Aaahhh!!"
"Viona?"
"Apa yang terjadi?" tanya Lucas sambil menahan tubuh Viona yang hampir saja kehilangan keseimbangannya.
"Salah satu dari kupu-kupu itu tiba-tiba menggigit leherku dan berusaha menghisap darahku." Ujarnya.
"Apa?"
Lucas terkejut lalu mengalihkan pandangannya pada kumpulan kupu-kupu cantik itu yang entah sejak kapan sayapnya berubah menjadi hitam pekat dan bermata merah menyalah. Lucas mendengus seraya memutar matanya jengah.
Rupanya mereka bukanlah kupu-kupu yang sesungguhnya melainkan para mahluk penghisap darah yang sedang menyamar. "Ck, mahluk-mahluk menjijikkan ini."
Lucas mengeluarkan sesuatu dari balik waistcoat hitam lengan terbuka yang menjadi luaran tanktopnya dan mengarahkan pada kupu-kupu itu yang kini kembali pada sosok aslinya. 'Dhampir' jenis Vampire yang tidak takut pada sinar matahari. Lucas menarik lengan Viona untuk berdiri dibelakangnya
__ADS_1
"Tetaplah di sini, aku akan menyelesaikan ini dengan cepat."
Lucas bertarung melawan para Dhampir yang jumlahnya lebih dari 10. Hunter tampan itu tidak memberikan sedikir pun kesempatan pada mahluk-mahluk tersebut untuk menyerangnya, dan tidak sampai sepuluh menit. Lucas berhasil melenyapkan mahluk-mahluk tersebut tanpa tersisa.
"Lu, kau terluka?" Viona meraih tangan kiri Lucas dan menghapus darah segar yang mengalir dari lengan kiri atasnya.
Gadis itu menutup rapat-rapat matanya saat mencium aroma darah Lucas yang begitu memabukkan. Viona tidak tau dengan apa yang terjadi padanya, bagaimana bisa dia tiba-tiba merasa haus saat melihat darah milik Lucas. Ini sangat aneh dan tidak pernah terjadi sebelumnya.
Viona merobek ujung gaunnya kemudian mengikatkan pada lengan kiri Lucas yang terluka. "Begini kan lebih baik." ucapnya tersenyum. Gadis itu beranjak tapi tiba-tiba...
"Viona, kau kenapa?" kaget Lucas menahan tubuh gadis itu.
"Aku merasa sangat pusing." Punggung Viona menabrak dada bidang Lucas karna rasa pusing yang sangat luar biasa yang tiba-tiba menderanya.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Lucas memastikan.
Viona menggeleng. "Entahlah, tiba-tiba saja kepalaku pusing. Mungkin karna efek sinar matahari, bisakah kita kembali kekastil sekarang?" Lucas tidak memberikan jawaban apa-apa, sebagai gantinya Lucas mengangkat tubuh Viona bridal style. "Aahh!! Lucas, apa yang kau lakukan?" panik gadis itu terkejut.
"Aku tidak ingin kau sampai menyusahkanku karena berjalan terlalu lama. Jika kau merasa lelah, bersandarlah.. aku tidak akan keberatan." ujar Lucas.
Meskipun sempat merasa ragu, akhirnya Viona mengalungkan kedua tangannya pada leher Lucas dan menyandarkan kepalanya pada dada bidang pemuda itu.
Nyaman.... itulah yang Viona rasakan saat ini. Bahkan dia tidak tau jika dia benar-benar telah jatuh cinta pada Lucas atau tidak. Viona selalu merasa nyaman saat berada didekat pemuda itu, bahkan ia selalu merasa cemas saat Lucas terluka. Kadang dia berfikir akan sangat menyenangkan jika menjadi kekasih pemuda sedingin Lucas, tapi apakah semua itu sudah bisa dikatakan jatuh cinta??
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG.