My Girlfriend Is Vampire

My Girlfriend Is Vampire
Akan Lebih Menjagamu


__ADS_3

Lucas menutup matanya dan mendesah berat. Entah sejak kapan ingatan masa lalunya kembali. Apa yang baru saja dia lihat adalah ingatan dirinya di kehidupan sebelumnya. Ternyata takdirnya dan Viona memang telah terikat dan ditentukan sejak lama.


Dirinya di kehidupan lalu adalah seorang Hunter dan Viona adalah Vampir. Luhan dan Vivian, apa yang tidak bisa mereka wujudkan di masa lalu mungkin akan terwujud di kehidupan ini melalui reinkarnasi mereka yang tak lain dan tak bukan adalah Lucas dan Viona.


Kedua mata itu terbuka perlahan dan memperlihatkan sepasang mutiara abu-abu yang menawan. Tatapannya begitu teduh dan menenangkan jiwa, kemudian ia bangkit dan merubah posisinya. Tepukkan lembut pada bahunya memaksa Lucas untuk menoleh.


"Kenapa belum tidur?" tanya Viona sambil menatap laki-laki dihadapannya.


Alih-alih sebuah jawaban, Lucas malah menarik lengan Viona dan membawa gadis itu ke dalam pelukannya. "Aku pasti akan menjaga dan melindungimu. Apa yang tidak bisa kau wujudkan di masa lalu akan aku wujudkan di kehidupanmu saat ini. Aku akan membawamu melihat pantai dan kita akan bersama hingga di ujung waktu kita bernafas."


Viona tak memberikan jawaban apapun. Dia sungguh merasa bingung dengan apa yang Lucas katakan. Tapi dia tidak mau ambil pusing. Mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan Lucas. "Aku tidak tau apa maksudmu, tapi aku bahagia mendengar kata-katamu."


"Aku mencintaimu, Viona Jung, sangat-sangat mencintaimu."


"Nado,"


-


-


"Eeeuunggg!!!"


Lengkungan panjang keluar dari bibir seorang Vampire wanita saat Carl mencumbu dan memagut bibirnya dengan ganas. Vampire wanita itu tidak dapat menolak hasratnya kemudian melawan Hunter tampan tersebut yang dengan tiba-tiba menciumnya.


Salah satu tangan Carl melingkari pinggang Vampire wanita tersebut sedangkan tangan lain menekan bagian tangkuknya untuk semakin memperdalam ciumannya. Entah setan apa yang merasuki diri Carl sampai-sampai melakukan hal mesu* ditengah perburuan, Vampire yang seharusnya dia habisi malah dia cumbu dengan mesra.


"Hunter mesum itu!"


Sementara itu. Ara tidak bisa menahan rasa geramnya saat melihat kegilaan yang tengah Carl lakukan. Voltaire cantik itu beranjak dari tempatnya setelah menghabisi dua Vampire di hadapannya, tanpa ragu sedikit pun Ara langsung menghujamkan belatinya pada jantung Vampire yang tengah Carl cumbu itu dan membuat sosoknya seketika menjadi abu. Dan tindakan yang Ara lakukan membuat Carl terkejut setengah mati sekaligus kesal.


"YAAAKKK!"


"Apa?" potong Ara sebelum Carl melanjutkan ucapannya. Hunter tampan itu pun menggeleng dengan wajah polos tanpa dosanya "Sebaiknya fokus pada musuh-musuhmu, bukan malah mencumbu mereka." Amuk Ara membuat sebelah alis Carl terangkat.


"Why? Hei, jangan bilang jika kau cemburu dan ingin aku cumbu juga?"


"Dalam mimpimu," sinis Ara seraya beranjak dari hadapan Carl sampai cengkraman dan tarikan pada pergelangan tangannya menghentikan langkahnya. Tubuh Ara tertarik ke depan sampai akhirnya?? '


CHU!!


Sebuah benda lunak dan basah mendarat dengan mulus pada bibirnya membuat kedua mata Ara membelalak saking kagetnya. Dia tidak percaya bila Carl akan menciumnya dengan tiba-tiba.


"Kkkkyyyaaaa!! Mereka mesum."


Teriakkan histeris Kai segera menyadarkan Ara. Gadis itu buru-buru mendorong tubuh Carl sehingga ciuman sepihak itu terlepas. Dengan kasar Ara mendorong dan menampar keras pipi kanan Carl.


"Sialan, itu adalah ciuman pertamaku. Bagaimana bisa ciuman pertamaku diambil oleh laki-laki mesu* sepertimu." Amuk Ara seraya mengusap bibirnya dengan kasar. Dengan hati dongkol Ara meninggalkan Hunter tampan itu.

__ADS_1


"Benarkah? Jika begitu aku akan mengambil ciuman keduamu, ketigamu sampai seterusnya, ARA KIM."


"Dasar sinting." Sinis Ara dan segera kembali ketengah pertarungan.


Perburuan malam ini mereka lakukan tanpa Lucas dan Viona, pasangan Vampire dan Lephrica itu berada jauh dari mereka. Lucas membawa Viona bersembunyi di suatu tempat untuk sementara waktu, bukan tanpa alasan.


Lucas hanya takut jika hal serupa akan kembali menimpa Viona. Kini bukan hanya Vampire dan semua sekutu Dark Shadow yang mengincarnya namun orang-orang dari dunia Seiz pun melakukan hal yang sana. Bahkan Lucas tidak tau apa yang akan terjadi pada gadisnya itu jika dia terlambat satu detik saja.


"Huaaaa!!! Bagaimana ini? Kenapa mahluk-mahluk menjijikkan ini malah mengeroyokku." Histeris Kai panik.


"Yakkk!! Kamjong, sebenarnya apa yang terjadi padamu? Kenapa kau menjadi lembek begini?" heran Tao melihat perubahan pada sikap dan kepribadian Kai.


Sejak fisiknya menjelma mejadi seorang wanita sejak satu setengah bulan yang lalu. Sosok Kai menjadi begitu lembek dan begitu sensitif. Aneh dan sangat menggelikan memang, namun itulah yang terjadi padanya sekarang.


"Diamlah, Panda. Dari pada kau terus mengoceh tidak jelas lebih baik lindungi aku saja." Sahut Kai menimpali.


"Tenanglah Kamjong-ah, tidak perlu merasa berkecil hati karna aku di sini ada untuk melindungimu." ujar Chen yang endah dari mana munculnya secara tiba-tiba sudah ada dihadapan Kai.


"Huaaaaa!! Terimakasih, Chen," girang Kai dan segera memeluk Chen.


Chen tersenyum dan membalas pelukan Chen. "Sama-sama." jawabnya.


Doeng.....


Jia, Ara dan Antolin menjadi cengo sendiri melihat sikap Chen pada Kai yang menjadi begitu manis. Entah kenapa ketiganya memiliki firasat buruk akan hal itu. "Jangan bilang jika si mesu* itu sudah jatuh cinta pada wanita jadi-jadian itu." Seru Ara sedikit merinding.


"Memikirkannya saja sudah membuatku merinding. Amit-amit tujuh turunan jika hal itu benar-benar terjadi." imbuh Jia menimpali.


Demi koleksi panci Dio, Jia tidak akan pernah sudi jika saudaranya itu sampai jatuh cinta pada Kai yang jelas-jelas adalah seorang pria.


Setelah melewati pertarungan panjang dan sangat melelahkan, akhirnya para Hunter dan mahluk abadi dapat menyelesaikan perburuannya malam ini dengan mulus.


Mereka kembali ke kastil milik keluarga Jung, mereka begitu lelah dan ingin segera beristirahat. Ara dan Jia meninggalkan para pria kemudian menghampiri Ellena yang sedang duduk sendiri sambil menikmati secangkir teh panas.


"Eonni, kenapa belum tidur?" tegur Ara seraya mendaratkan pantatnya pada sofa samping Ellena.


"Aku belum mengantuk." jawabnya.


"Lalu di mana, Yohan Hyung?"


"Dia belum kembali. Yohan, menjalankan misinya dari ayah bersama, L. Sudah lewat tengah malam, sebaiknya kalian berdua istirahat gih."


"Bai, Eonni. Kebetulan aku juga lelah dan sangat mengantuk." jawab Ara menimpali."Eonni, kami ke kamar dulu ya." Ellena mengangguk.


Jia baru saja akan menutup matanya jika saja tidak ada seseorang yang membuka pintu kamarnya dari luar


Glukk!!'

__ADS_1


Susah payah Jia menelan salivanya melihat Antolin menghampirinya sambil tersenyum miring. Perasaan Jia menjadi tidak enak melihat seringai di bibir kekasihnya. Jia memicingkan matanya melihat sesuatu yang Antolin genggam di salah satu tangannya.


"Sayangku, apakah kau sudah siap melanjutkan yang malam itu sempat tertunda?"


"A-apa maksudmu?"


"Jangan pura-pura tidak mengerti, Jia Park. Aku yakin kau sudah siap untuk bertempur denganku malam ini. Lihatlah, aku sudah membawakanmu alat pengamannya." Antolin menunjukkan sesuatu yang dia bawah pada Jia dan membuat matanya membelalak.


"ALAT PENGAMAN! KKKKYYYYAAA! EONNI, ARA-YA, HELP ME."


Jia menjerit histeris. Gadis itu segera beranjak dan berlari meninggalkan kamarnya dengan tunggang langgang, membuat Antolin mendesah dan harus menelan pil pahit kegagalan.


"Huft, gagal lagi, gagal lagi."


-


-


"Hei, kau tidak apa-apa?" tegur Viona pada seorang anak perempuan berusia lima tahun yang tampak berbinar melihat kecantikan gadis Vampire itu miliki juga suara indahnya.


"Kakak begitu cantik dan suara kakak juga sangat indah." ujarnya.


Matanya terlihat berbinar-binar. Sepertinya anak kecil itu sudah melupakan rasa takut yang menderanya beberapa menit lalu, bahkan anak itu melupakan rasa sakit pada lututnya yang tadinya terasa begitu perih karna mengeluarkan darah.


Hampir saja anak itu menjadi santapan empuk para Vampire kelaparan jika saja Viona tidak datang dan menolongnya tepat waktu. Sosoknya yang hangat dan parasnya yang cantik serta suaranya yang begitu lembut membuat tangis anak itu yang semula pecah berhenti seketika.


Viona merasa heran dengan adanya anak kecil di malam hari seperti ini tanpa pengawasan orang dewasa Lalu apakah anak kecil ini adalah korban dari keegoisan manusia?


Setelah mengantarkan anak itu pulang kerumahnya. Viona pun bergegas kembali ke kastil milik Lucas. Ia tidak ingin membuat Lucas marah dan juga mencemaskan dirinya karna berani menyelinap keluar tanpa sepengetahuan darinya.


Meskipun Lucas sudah memperingatkannya untuk tidak berkeliaran di sekitar kastil seorang diri, terutama di kawasan hutan. Viona seakan tuli, ia tidak peduli dan malah melakukan hal sebaliknya. Gadis itu merasa jenuh karna berada di dalam kastil sepanjang hari tanpa melakukan apapun selain diam dan bermain di taman mawar milik Lucas.


Sepertinya gadis itu membutuhkan udara segar untuk mendinginkan kepalanya. Ia mulai merasa muak dengan keadaan hidupnya, sekali saja... hanya sekali saja Stella ingin merasakan bagaimana rasanya hidup tenang dan damai tanpa ada rasa takut yang mengiringi pada setiap langkahnya.


Sejak kecil dirinya sudah menjadi incaran banyak mahluk yang menginginkan keabadian dalam dirinya, bukan keinginan Viona untuk memiliki keabadian Viero, namun dia juga tidak bisa menolaknya saat takdir sendiri yang telah memilihnya.


Dan berada di luar kastil merupakan keputusan yang benar. Ya, keputusan yang benar jika saja sepasang mutiara abu-abunya tidak melihat pemandangan di langit sana yang membuat matanya terbelalak sempurna.


Itu.....


Bulan purnama....


Astaga! Itu artinya semua mahluk abadi di dunia ini keluar dari sarangnya dan melakukan perburuan besar-besaran dan mungkin para sekutu Dark Shadow akan keluar dari sarangnya untuk memburunya. Terdengar menggelikan memang, karna Vampire memburu bangsanya sendiri. Tapi memang itulah yang terjadi.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2