
Jangan berfikir bila acara pernikahan para mahluk abadi akan sama dengan acara pernikahan manusia biasa. Para mahluk abadi tidak membutuhkan banyak tamu undangan, hiasan mewah atau berbagai macam hidangan di acara mereka. Cukup orang-orang terdekat mereka saja serta dua/tiga hidangan serta darah segar sebagai penghias meja yang berada di beberapa sudut ruangan.
Seperti saat ini. Jauh di dalam hutan belantara. Lebih tepatnya di Istana milik Raja vampir Lord Ruthven. Pernikahan antara vampir dan Dark Lephrica tengah berlangsung. Meskipun dari luar terlihat seperti tidak terjadi apa pun, namun hal berbeda akan jelas terlihat saat berada di dalam istana.
Tiada ada iring-iringan musik, berbagai kue yang menggugah selera serta acara dansa. Meskipun berbeda dari pernikahan manusia biasa, namun sang mempelai wanita tetap menggunakan gaun pengantin mewah nan elegan seperti yang di pakai kebanyakan pengantin pada umumnya.
Tidak ada canda tawa meskipun raut kebahagiaan terlihat jelas dari berbagai pihak, yang ada hanya ekspresi kekaguman bahwa Putri bungsu pemimpin mereka telah menemukan pasangan hidupnya atau yang akan di kenal dengan sebutan sepasang Viero abadi.
"Apa kalian melihat, Viona Lucas menghampiri kedua sahabat istrinya, Ara dan Jia guna menanyakan keberadaan Viona. Karna tidak ada yang tau di mana gadis itu berada. Lucas memutuskan untuk mencari gadis itu di luar istana.
Acara utama telah selesai sejak satu jam yang lalu. Semua orang terlihat menikmati acara yang masih berlangsung itu. Tidak banyak orang luar yang datang ke acara sakral tersebut, hanya orang-orang yang memiliki kedudukan penting dalam pemerintahan sang raja.
Tak ketinggalan semua orang-orang terdekat Lucas dan Viona juga turut hadir di sana. Mata kiri Lucas sedikit memicing saat melihat kilauan coklat yang tertimpa cahaya bulan yang berdiri dalam posisi memunggungi. Dari postur dan gaun yang melekat di tubuhnya, Lucas jelas mengenali sosok itu. Dia adalah pengantinnya.
Rahangnya sedikit mengeras saat melihat ada sosok lain yang menemani gadis itu di luar sana. Sosoknya begitu asing dan ini pertama kalinya Lucas melihat laki-laki itu.
Baru saja Lucas akan menghampiri mereka berdua dan memberi pelajaran pada laki-laki itu saat merasakan tepukan pelan pada bahunya, kemudian di susul dengan kedatangan L dan Yohan yang kini berdiri berhadapan dengan Lucas
"Tidak perlu marah, laki-laki itu tidak mungkin mengambil Viona darimu." ujar L meyakinkan.
"Kau bisa menjamin apa jika dia tidak mungkin mengambil pengantinku?" tanya Lucas dengan nada dingin.
"Aku berani menjaminnya, dan jika dia memang berani melakukannya. Dengan tanganku sendiri dia akan aku lenyapkan." kata Yohan menyahuti.
"Biarkan mereka menyelesaikan permasalahannya. Sebaiknya kau kembali ke dalam. Para petinggi ingin sekali bertemu denganmu." Ujar L
Cih, rasanya Lucas tidak ingin mempercayai omongan L dan Yohan Namun ia mengenal mereka cukup baik, L terutama. Kata-kata L selalu bisa di percaya dan untuk itulah Lucas akan mempercayainya kembali untuk kali ini dan Lucas tidak akan mengampuni mereka berdua jika laki-laki itu sampai berani mengambil Viona darinya.
"Matanya tidak bisa berbohong, aku tau jika laki-laki itu memiliki rasa pada istriku." ucap Lucas seraya menatap tajam pada Viona dan laki-laki asing itu.
__ADS_1
"Itu memang benar. Sammy, memang masih mencintai Viona dan itu adalah fakta. Tetapi dia tidak akan pernah mengambilnya darimu. Dia sudah memiliki calon istri di istananya." jelas Yohan meyakinkan.
"Cih, benar-benar menjengkelkan."
"Ayolah, Lu. Jangan bersikap egois, setidaknya biarkan sahabat lama itu berkumpul kembali meskipun hanya sesaat saja." Ujar L seraya menepuk bahu Lucas.
Lucas menyentak kasar tangan L dan pergi begitu saja. L hanya bisa mendesah seraya menggelengkan kepalanya. "Dasar kekanakan."
.
.
Sammy hanya bisa menatap gamang pada sosok gadis yang dulu pernah menjadi teman dekatnya yang kini berdiri tepat di hadapannya. Rasanya Sammy sulit sekali untuk percaya bila Viona telah menemukan tambatan hatinya dan membuatnya kehilangan sosok itu begitu cepat.
Ada rasa sakit yang menghimpit hatinya melihat kebahagiaan yang terlukis jelas di raut wajah Viona. Yang membuatnya ingin berteriak meluapkan semua rasa sesak di dadanya dan meneriakkan pada dunia bila cintanya untuk dia tidak pernah berubah.
"Aku tidak mungkin lupa." sahutnya parau.
Sammy menghela nafas. Pikirannya menerawang pada beberapa kenangan mereka di masa lalu yang entah salah siapa. Dulu mereka bersahabat baik dan begitu intim, di mana ada Viona pasti disitu ada Sammy dan begitu pun sebaliknya. Tidak, bukan hanya mereka berdua namun ada seorang lagi, dan dia seorang manusia.
Melisa, tentu Viona dan Sammy mengingat nama itu. Nama manusia yang dulu pernah berteman baik dengan mereka berdua. Viona sangat menyukai dan menyayangi gadis itu namun tidak dengan Sammy, mengingat jika gadis itu adalah manusia.
Namun Sammy tidak mau mempermasalahkannya dan menerima keberadaannya meskipun sedikit terpaksa. Dan semua karna Viona yang begitu menyayangi teman manusianya itu.
Sampai akhirnya tragedi mengerikan itu terjadi. Di mana saat Melisa menjadi santapan para mahluk yang satu klan dengannya 'Vampir' saat itu Viona hanyalah Vampir kecil yang tidak memiliki kemampuan ataupun kuasa untuk melawan mereka selain menjerit dan menangis meskipun kedudukannya seorang Putri.
Sedangkan Sammy hanya menatap sinis pemandangan mengerikan itu, karna sejak awal Sammy sudah tau jika pertemannya dengan manusia sangatlah tabu.
Viona menjauhi Sammy sejak saat itu karna yang membunuh Melisa adalah vampir dari ras Sammy, dan parahnya lagi laki-laki itu tidak berusaha untuk menghentikan mereka dan hanya diam membiarkan gadis malang itu terbunuh dengan tragis di tangan rasnya.
__ADS_1
Sejak hari itu Viona menjadi begitu membenci darah. Dia meninggalkan kerajaan vampir dan pergi ke dunia manusia. Alasan utamanya adalah untuk melupakan segalanya, Viona meninggalkan Sammy tanpa ada salam perpisahan apalagi kata selamat tinggal.
Dan hari itu adalah pertemuan terakhir mereka, Viona sangat sulit di lacak jejaknya. Berkali-kali Sammy mendatangi dunia manusia hanya untuk bertemu Viona namun semua usahanya tidak pernah ada hasilnya. Karna Viona tak pernah mau bertemu dengannya.
Tentu saja Sammy sangat terkejut saat mengetahui bila gadis itu telah menemukan tambatan hatinya, diam-diam dia merasa iri karna Lucas-lah yang dapat memenangkan hatinya dan menjadi pasangan abadi Viona, bukan dirinya.
"Aku akan menikahi, Ami." ucap Sammy sambil menatap dalam manik abu-abu Viona.
Sammy berharap ada ketidakrelaan yang tersirat dari manik abu-abu itu namun sepertinya tidak ada, atau mungkin Sammy yang terlalu berharap?
"Oh, benarkah? Aku ucapkan selamat untuk pernikahan kalian. Ami, adalah gadis yang baik jadi jangan coba-coba untuk menyakitinya karna bagaimana pun juga dia temanku," jawab Viona datar.
Sammy menatap Viona miris karna reaksi vampir cantik itu yang begitu mengecewakan dirinya. Sammy merasa sedih. Sammy maju dua langkah lebih dekat untuk memeluk Viona, mendekap tubuh dingin itu dengan erat.
"Maafkan aku, Viona, jika dulu aku pernah mengecewakanmu. Aku membiarkanmu kehilangan gadis manusia itu. Aku sungguh-sungguh menyesal untuk kesalahanku itu." Sammy menutup matanya, meresapi semua kenangannya dengan Viona di masa lalu.
Viona tidak memberikan jawaban apa-apa namun dia membalas pelukan Sammy sebagai tanda jika dia telah memaafkan vampir muda itu
"Aku harap kau sudi menghadiri pernikahanku dengan, Ami. Masuklah, sepertinya suamimu itu tidak begitu menyukai kebersamaan kita." ujar Sammy tersenyum.
"Kau harus hidup dengan bahagia, Sam. Lupakan aku dan cintai Ami dengan sepenuh hati." Viona tersenyum seraya mengusap rambut coklat Sammy, hal yang dulu selalu dia lakukan sebelum tragedi mengerikan itu terjadi
"Pasti." Sammy tersenyum seraya menggenggam lembut jari-jari lentik milik Viona yang terasa dingin. "Kau juga, kau harus hidup dengan bahagia." Sambung Sammy dan berangsur menjauh hingga sosoknya tidak lagi tertangkap mata abu-abu Viona.
.
.
BERSAMBUNG.
__ADS_1