My Husband Superstar

My Husband Superstar
Part 34


__ADS_3

Tanpa memakai masker ataupun kaca mata, Keysa benar-benar nekad mencari pria yang di cintainya di ruangan para kru. Tapi bukannya menemukan Nathan ia malah mendengar kata-kata yang begitu menyakiti hatinya.


"Sumpah demi apa, semakin hari asisten pak Radit semakin tampan." ucap salah satu wanita di dalam ruangan itu.


"Bukan hanya tampan loh, dia juga taat agama." timpal wanita satunya.


"Tau nggak, gue jadi iri sama Nathan, selama dia bekerja di tim kita, banyak wanita yang mengejarnya." ucap salah satu laki-laki yang juga ikut berkumpul di ruangan itu.


"Eh tau nggak, bahkan nona Keysa juga ngejar-ngejar Nathan loh." lanjut wanita satunya lagi.


"Iya gue juga sempat dengar berita itu." timpal wanita satunya.


"Emang Nathan mau sama nona Keysa." ucap seorang wanita dengan nada sinis.


"Lah kenapa tidak? nona Keysa itu selain cantik juga kaya, mana ada pria yang akan menolaknya." bela wanita satunya lagi.


"Lo nggak tau aja kelakuan dia." lagi-lagi wanita penata busana itu berkata sinis, kelihatan sekali bahwa dia tidak suka dengan Keysa.


"Dia itu menang cantik dan kaya doang, dia itu nggak ada bakat aktingnya sama sekali, mungkin dia di terima sama pak Radit karena kekuasaan orang tuanya." timpal wanita satunya lagi.


"Hust nga baik ngomongin orang tau, dosa !" temannya memperingatkan.


"Udah kepalang, apa lagi yang lo tau?" ucap teman lainnya.


"Tau nggak, pernah sekali ya, gue di marah-marahin sama dia gara-gara dress yang akan di pakainya itu kesempitan, padahal berat badannya yang naik."


"Wah parah baget tuh, mentang-mentang dia kaya."


Keysa yang mendengar obrolan para kru di dalam ruangan itu, hanya bisa menangis, ternyata usahanya selama ini tidak pernah di hargai oleh orang-orang dan hanya menganggapnya bisa masuk ke dalam dunia hiburan karena bantuan orang tuanya.


Brak !!!


Gadis itu tidak sengaja menyengol pot bunga di dekat pintu, dan membuat para kru di dalam ruangan itu keluar.


"Eh Nathan kirain siapa." ucap salah satu wanita yang keluar saat mendengar suara pot terjatuh.


"Maaf saya tidak sengaja menjatuhkan pot nya." ucap Nathan masih mendekap gadis seumuran kakaknya dan menyembunyikan wajah gadis itu di dada bidangnya.


Ya sedari tadi Nathan berdiri di belakang Keysa dan juga mendegar semua obrolan rekan kerjanya. Pria itu dengan sigap menarik gadis itu kedalam pelukannya saat pot bunga itu terjatuh, Ia tidak bisa melihat seorang wanita menangis. Apa lagi gadis itu adalah gadis yang selama ini memberinya perhatian walau ia cuekin.

__ADS_1


"Santai aja Than, di lanjut lagi aja pacarannya." ucap seorang pria menepuk pundak pria itu.


Nathan melepaskan pelukannya setelah semua orang pegi, pria itu melepas kemeja putihnya dan menyisakan kaos polos putih pada tubuhnya, ia menutupi kepala gadis itu dengan kemejanya agar tidak ada yang mengenali gadis itu, ia tidak ingin gadis itu malu.


Berbeda dengan Keysa yang terus memeluk tubuh atletis Nathan, dan itu membuat Pria itu kesusahan berjalan.


"Maaf." ucap Nathan setelah sampai di depan kamar hotel Keysa.


"Untuk apa?" tanya Keysa mendongakkan kepalanya agar bisa melihat wajah tampan pria yang di cintainya.


"Maaf karena memelukmu tadi, aku hanya tidak ingin kau malu di depan para kru." ucap Nathan, pria itu merasa bersalah pada Keysa karena berani memeluk gadis itu padahal mereka bukan mukhrim.


"Kamu tidak salah, dan terimakasih karena sudah menolongku." lirih gadis itu.


"Apakah ini mimpi? Nathan memelukku dan berkata lembut padaku?" batin Keysa yang begitu bahagia, ini baru pertama kalinya pria itu mengajaknya bicara, selain kata terimakasih yang keluar dari mulutnya saat Keysa mengantarkan makanan untuknya.


"Masuklah ! tidak baik anak gadis berkeliaran di malam hari jika tidak ada kepentingan." perintah Nathan.


"Apa aku salah jika terlahir dari anak orang yang berada? Aku sudah berusaha sekeras mungkin untuk masuk di proyek ini, aku akui waktu pemotretan berat badanku sedikit naik sehingga dress itu sedikit sempit di tubuhku, tapi aku sudah berusaha mati-matian untuk diet, hanya makan buah-buahan dan juga sayur, itu pun dalam jumlah tertentu, aku belai-belain berlari atau pun jalan kaki. Namun tetap saja berat badanku naik." lirih Gadis itu mengadu pada pria yang di cintainya, dan lagi-lagi, butiran-butiran halus membasahi pipinya.


"Jangan dengarkan apa yang orang lain katakan, lakukan apa yang membuatmu nyaman, jika kau terus mendengarkan ocehan orang, kau tidak akan sukses dan kepercayaan dirimu akan hilang." nasehat Nathan.


"Masuklah !" ulang Nathan.


"Baru kali aku menemukan pria sepertinya, dia begitu menghargai seorang wanita, bahkan air mataku saja tidak di hapusnya." lirih Keysa dengan senyuman mengembang, seketika kesedihannya menguap begitu saja jika mengingat perlakuan Nathan padanya.


...****************...


Di sebuah restoran yang tidak terlalu mewah tapi menyimpan begitu banyak kenangan selama 10 tahun. Sepasang manusia tengah makan malam untuk merayakan hari ke 10 tahun persahabatan mereka.


"Ini hadiah untukmu !" Daren memberikan satu buah kotak beludru berwarna merah pada Elina.


Elina menerima pemberian Daren dan membukanya. "Wah cantik sekali." pujinya. "Tapi ini terlalu mahal, aku tidak mengiginkannya." Elina kembali menutup kotak beludru tersebut dan mengembalikannya pada Daren.


"Itu hanya sebuah kalung." ucap Daren dingin.


"Ah baiklah aku akan menerimanya."


Pria itu berdiri dengan senyuman mengambang. "Biar aku yang memakaikannya."

__ADS_1


"Tidak usah, aku bisa sendiri." sergah Elina dan langsung memasang kalung itu di lehernya. "Selesai." Ucap Elina mengembangkan senyumnya.


Lain halnya dengan Daren yang terlihat kecewa karena bukan dia yang memasangkan kalung itu.


"Belakangan ini kamu banyak berubah ya." Elina memecah keheningan di tengah aktivitas makannya.


"Tentu saja." sahut Daren, kini pria itu besar kepala, akhirnya Elina membahas juga tentang perubahannya selama sebulan lebih ini.


"Belakangan ini kamu lebih dewasa dari sebelumnya." ucap Elina sembari mengunyah makannya.


"Setiap orang pasti berubah, sama halnya denganku, tidak selamanya aku bersikap ke kanak-kanakan terus." ucap Daren masih dengan senyumnya, ia merasa rencananya selama ini berhasil.


"Sepertinya ada wanita yang membuatmu berubah." ucap Elina sekali-kali melirik Daren yang terus tersenyum.


"Kau benar." jawab Daren antusias.


"Pasti wanita itu adalah Fany." tebak Elina.


"Kau salah." bantah Daren, raut wajah yang tadinya ceria kini kembali murung, Ia mengira Elina sudah mulai punya rasa padanya.


"Aku sudah mengenalmu bertahun-tahun,


-


-


-


-


-


TBC


Terima kasih para Reader karena bersedia mengikuti cerita author.


jangan lupa meninggalkan jejak dengan cara like, komen, dan votenya. Oh iya jangan lupa tambahkan sebagai cerita favorit para readers agar mendapatkan notifikasi setiap up.


Hay kakak-kakak tercinta, author potato juga ikut lomba You Are A WRITER season 5 loh.

__ADS_1


Jika kakak-kakak tercinta suka dengan cerita author, jangan lupa dukung author dengan cara jangan biarkan vote nya kendor ya🙏😊.


Like dan komen kalian adalah semangatku😍🙏🥰🤭


__ADS_2