My Husband Superstar

My Husband Superstar
Part 41


__ADS_3

"Assalamualaikum" ucap Nathan menyelonong masuk begitu saja di apartemen kakaknya.


Membuat Daren yang baru saja akan membuka pintu terhempas kebelakang. "Dasar anak nakal, untung adik ipar gue, lu." gerutunya dan ikut duduk di mana istri dan adik iparnya duduk.


Dan dugaan Nathan benar, belum juga semenit duduk ia sudah mendapatkan pertanyaan dari kakaknya itu.


"Kemarin malam kemana? sama siapa?" tanya Fany berkacak pinggang dengan nada mengintimidasi.


Darem hanya terkekeh, ternyata istrinya posesif juga sama orang yang dia sayang, tunggu sayang? lalu apa gadis itu tidak sayang padanya? kenapa Ia tidak pernah mendapatkan pertanyaan seperti itu dari istrinya? ah sungguh kecewa Daren mendapati kenyataan itu.


"Ak...Aku kemarin di kamar nona Keysa, tapi sumpah demi Allah kak, aku nggak ngapai-ngapain, aku hanya merawat dia, kerena dia sakit." Nathan menjelaskan semuanya tanpa ada yang di tutup-tutupi darinya, eh ralat, ia tidak mengatakan bahwa semalam ia bermalam bersama Keysa walau ia tidak ngapa-nagapain.


"Punya hubungan apa lu dengannya?"


"Kami nggak punya hubungan apa-apa kak, hanya sekedar rekan kerja." jawabnya.


"Ingat, jangan sampai lu ngerusak anak orang, dan juga nona Keysa itu berbeda dengan kita." ucap Fany memperingatkan, ia tidak ingin adiknya mendapat masalah, apa lagi harus jatuh cinta pada orang yang tidak bisa di milikinya hanya karena sebuah status yang sangat berbeda.


"Tidak ada yang berbeda di mata Allah, semua mahluknya sama di mata-NYA, yang membedakan hanya agamanya, bukan statusnya." ucap Nathan.


"Hem, lu benar." Fany hanya bisa mengangguk, yang di katakan Nathan ada benarnya.


"Bukankah kalian juga beda status?" ucap Nathan yang baru teringat tentang status kakaknya dengan kakak iparnya yang sama persis dengannya.


"Itu...,Than aku lapar." rengeknya mengalihkan pembicaraan, bisa berabe jika ia harus mengatakan yang sebenarnya kenapa mereka bisa menikah.


"Tunggu ya, kita pesan makanan dulu." ucap Daren dengan sigap mengambil ponselnya di atas meja, ya mereka belum sarapan, dan ia juga tidak membiarkan Fany memasak, entahlah apa yang ada di dalam pikirannya.


Gadis itu merebut ponsel suaminya. "Nggak usah pesan-pesan, lebih baik Nathan saja yang masak." ucapnya melirik Nathan.


"Tapi Fany !"


"Nggak papa kak, aku biasa masak kok, tunggu ya kakakku yang cantik." ucap Nathan dan berlalu kedapur.


"Kenapa nyuruh Nathan, kasihan dia, sudah bekerja, libur harus masak juga." gerutu Daren.


"Itu hukuman buatnya kak." jawab Fany santai.


"Hmm, baiklah terserah kamu saja." Daren bangkit dari duduknya.


"Mau kemana sih." Fany menarik tangan suaminya agar kembali duduk.

__ADS_1


Daren kembali duduk di samping istri bawelnya. "Kenapa hmm?"


Gadis itu menggeser duduknya menghadap suaminya. "Kak, nona Keysa itu seperti apa? apa dia orangnya baik? atau sebaliknya?"


"Jangan panggil dia Nona aku tidak suka." dari sekian banyaknya pertanyaan, Daren hanya memprotes kata nona yang keluar dari mulut istrinya.


"Dari yang aku lihat, orangnya sedikit manja, terus kalau dia menginginkan sesuatu, maka ia akan berhenti setelah mendapatkannya, dan tentang baiknya, aku tidak bisa menilai itu karena aku tidak dekat dengannya. Dan yang harus kamu tahu, kamu tidak boleh menilai seseorang dari orang lain, belum tentu orang lain berkata jujur tentangnya." ucap Daren.


"Hem, kak Daren benar." ucap Fany menatap manik hitam suaminya.


Jantung Fany berdebar tak karuan melihat mata itu, mata yang selalu membuatnya jatuh cinta.


Wajah Daren semakin dekat, membuatnya menutup mata, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. dan....


"Kak sarapannya sudah siap." teriak Nathan dari arah dapur membuat keduanya tersadar.


"Iya tunggu." sahut Fany berlari ke arah dapur, mencoba menghindari suaminya, malu ? tentu saja ia malu.


Daren meninju sofa dan mengacak-acak rambutnya. "Aahh, kenapa mencium istri saja susahnya minta ampun." gerutunya.


"Dasar anak nakal, jika saja kamu tidak berteriak aku sudah menciumnya." gerutunya sembari berjalan ke meja makan dengan wajah di tekuk.


Daren yang masih kesal karena gagal mencium istrinya. Fany yang merasa malu karena berharap suaminya menciumnya.


...****************...


Hari-hari telah berlalu, proses syuting kembali normal, Daren dan Keysa kembali bekerja setelah resing beberapa hari karena kesehatan.


Keysa yang baru saja sampai di lokasi syuting tidak sengaja melihat Nathan memapah seorang wanita mesuk ke sebuah ruang istirahat.


Kecewa? cemburu? tentu saja Kaysa cemburu melihat pria yang ia suka memeluk wanita lain masuk kedalam ruang istirahat.


Tidak ingin menduga-duga, gadis itu mengikuti Nathan masuk ke dalam ruang istirahat, bersembunyi di balik pintu memperhatikan gerak-gerik keduanya.


Ya Nathan tidak menutup pintu dengan rapat, entah apa rencananya tidak ada yang tahu.


Nathan mengambil sebuah obat dan juga segelas air, lau ia memberikannya pada wanita itu.


Setelah memastikan bahwa wanita itu meminum obatnya, pria itu pamit. "Istirahatlah, gue harus kerja." ucapnya dan melangkah, membelakangi wanita itu.


Namun di luar dugaan, wanita itu menarik tangannya hingga ia hilang keseimbangan, untung saja tangan kekarnya mampu menopang tubuhnya agar tak terjatuh di atas tubuh waniat itu.

__ADS_1


"Astagfirullah." ucap Nathan mengalihkan pandangannya ke arah lain, tidak ingin menikmati tubuh seksi wanita di hadapannya.


"Temani aku" ucap wanita itu dengan suara mengoda dan masih memegang erat tangan Nathan.


Keysa yang sudah tidak tahan melihat hal menjijikkan itu segera menghampiri keduanya, dengan kasar ia menarik tangan Nathan agar terlepas dari genggaman tangan wanita itu.


"Apa yang kamu lakukan?" bentak Keysa.


"Aku merawat wanita ini." tunjuk Nathan pada wanita yang terduduk lemas di atas tempat tidur.


"Hah, merawat? dia itu tidak sakit dan hanya pura-pura." ucap Keysa menatap sinis wanita itu.


"Dia itu sakit Keysa, dan kenapa kamu harus marah?" tanya


"Aku ini pacarmu jadi wajar jika aku marah." ucap Keysa sekali lagi melirik wanita yang tidak tahu malu yang ingin memanfaatkan kebaikan Nathan.


Mendengar perdebatan sepasang manusia di hadapannya, wanita itu segera pergi, ia tidak ingin beberurusan dengan Keysa.


"Lihat, dia itu tidak sakit dia hanya ingin mengodamu?" ucapnya menunjuk wanita yang baru saja keluar dari ruangan ia tempati dengan segar bugar.


"Baiklah, soal itu aku berterimakasih karena kamu menyelamatkanku dari masalah, tapi tentang pacaran, biar aku perjelas kita tidak PACARAN!" ucap Nathan menekankan kata pacaran.


Keysa yang mendapat penolakan tanpa sadar berteriak. "Lalu apa maksudnya saat di kamar itu." teriaknya.


-


-


-


-


-


TBC


Hay kakak cantik yang imut-imut, gimana? masih semangat nggak nungguin kisah cinta mereka? atau sudah bosan? Author berharap nga ya🥰.


Semangatku adalah komentar dan vote kalian.


Oh iya, yg mau memberikan bunga⚘ untuk neng Fany silahkan😁. Yang mau memberikan kopi☕ untuk babang Daren juga silahkan.😊🙏

__ADS_1


__ADS_2