My Husband Superstar

My Husband Superstar
Part 39


__ADS_3

"Assalamualaikum"


Gadis itu menjawab salam sembari membukakan pintu untuk tamunya. Ia terperanjat kaget saat melihat siapa yang datang.


"Bo...bos, ngapain kesini? Kok ngak ngabarin sih?" tanyanya gugup, bagaimana tidak, gadis itu belum meminta izin pada suaminya apa ia bisa menerima tamu di apartemennya tidak.


"Kami ingin menjenguk Daren." jawab bosnya.


"Ah, masuklah, tapi kak Darennya lagi kerumah sakit." ucap Fany mempersilahkan bos dan teman-temannya masuk.


"Tidak papa kami bisa menunggunya." jawabnya.


Bukannya senang di kunjungi bos dan teman-teamnnya, gadis itu malah gelisah, takut suaminya datang di waktu yang tidak tepat, apa lagi saat melihat teman-temannya sedang aktif mengelilingi rumah dan menyentuh barang suaminya yang ia saja tidak pernah sentuh.


"Matilah aku jika kak Daren tahu." batinnya


Namun apa boleh buat ia tidak bisa apa-apa, mau menegur atau marah juga tidak masuk akal karena mereka adalah tamu.


"Kalian mau minum apa?" tanya gadis itu.


"Apa saja." jawab mereka bersamaan dan masih sibuk dengan kegiatan masing-masing.


Kirana, gadis itu berteriak histeris mengelilingi ruang tamu mencium dan memeluk satu persatu foto-foto Daren.


"Ah demi apa gue bisa masuk kerumah idola gue, bisa melihat poster besar yang terlihat nyata." ucapnya terus berdecak kagum melihat foto-foto Daren.


Namun bukan itu yang membuat Fany frustasi, akan tetapi yang membuatnya frustasi saat melihat Rina temannya sedang bermain PS (PlayStation). Oh tidak itu salah satu benda kesayangan suaminya, bagaimana jika suaminya tahu ada seseorang yang menyentuhnya.


"Mati aku jika kak Daren tahu, bisa-bisa aku di makan hidup-hidup setelah mereka pergi." Batin Fany.


Sementara bosnya hanya duduk di ruang tamu bersama Nara. Tunggu Nara? gadis itu sekarang tidak bersama bos, lalu di mana dia?


Fany mencari kemana-mana di setiap sudut ruangan namun belum juga ia melihatnya, dan hanya satu tempat lagi yang belum Fany periksa, yaitu kamar suaminya.


Gadis itu bergegas masuk kedalam kamar suaminya dan benar saja Nara ada di dalam.


"Ngapain lu masuk ke kamar kak Daren?" tegurnya, ia tidak bisa lagi menahan untuk tidak bicara, secara sikap temannya itu sudah keterlaluan masuk kedalam kamar suaminya tanpa meminta izin.


"Gue hanya ingin melihat-lihat." jawabnya tanpa rasa bersalah sedikitpun, dan melangkahkan kakinya keluar dari kamar Fany.


"Apa mungkin mereka nggak tidur satu kamar? secara gue nggak lihat barang Fany satupun di dalam kamar kak Daren? dan apa itu tadi, ah jika saja Dia nggak datang gue sudah mendapat informasi." batin Nara.


***


"Yon." panggil seorang pria.


"Iya kak, ada apa?" tanyanya.


"Istri gue lagi ngapain?" tanya pria itu menyadarkan punggungnya ke sandaran kursi sembari menutup mata, mencari kenyamanan untuk istirahat.


Bukannya menjawab Deon mengembangkan senyumnya.


"Hah ? istri?" tanyanya pura-pura bodoh.


"Iya istri gue bodoh !" kesal Daren.


"Lah kapan kak Daren punya istri?" sontak pertanyaannya mengundang tendangan dari jok belakang.

__ADS_1


"Lu mau mati ya !" bentak Daren.


"Kagak bos, belum nikah gue, masa Ia meninggal sebelum ngerasain surga dunia kayak bos." godanya.


"Sekali lagi lu ngebual, gue lempar lu ke jalan !" ancam Daren. "Istri gue FANY lagi ngapain?" lanjutnya menekankan kata Fany.


"Oh istri kak Daren, Fany ya?" Deon belum nyerah menggoda bosnya.


"Iya lah, lu kira siapa?" kesalnya.


"Gue kira adik elu, kan bisa gitu gue dekat sama di-"


Plak


Belum juga selesai ngomong Ia sudah kena gampar duluan Dari bosnya.


"Jangan ngasal Lu." suara Daren kini bukan lagi terdengar kesel, tetapi terkesan penuh amarah.


"Mati gue, keknya gue bangunin singa lagi tidur deh. Gila, baru gitu aja udah ngamuk, giman kalau dia tahu pak Radit suka sama istrinya?" batin Deon.


"Hmm, kak Fany kedatangan tamu kak." jawab Deon, kini ia tidak berani lagi mengoda bosnya.


"Siapa?" tanyanya datar.


"Teman-temannya kak."


"Ngapa nggak bilang dari tadi? tambah kecepatan gue ingin cepat-cepat pulang !" perintahnya.


"Baik kak."


"Assalamualaikum." ucapnya sembari membuka pintu.


Fany yang mendengar suara suaminya, langsung menghampirinya dengan perasaan was-was, takut suaminya itu marah.


Fany menjawab salam suaminya dan mencium punggung tangannya, ya Fany bertekad merubah dirinya untuk lebih menghormati suaminya.


"Ud...udah pulang kak?" tanyanya gugup.


"Iya sayang." jawab Daren mengelus lembut puncak kepala Fany.


Daebak, sungguh di luar dugaan perlakuan Daren pada Fany.


Bosnya yang melihat kedatangan Daren segera menghampirinya beserta teman-teman yang lainnya.


"Bagaimana keadaan Anda?" tanya bosnya sopan.


"Alhamdulillah baik pak, silahkan duduk !" ucapnya.


Daren mengamit pinggang istrinya dengan mesra dan ikut duduk di sofa bergabung dengan yang lainnya.


Mereka berbincang cukup lama, dan tak lupa pria itu terus saja memanjakan istrinya dengan perhatian-perhatian kecil dan itu membuat Nara sangat geram.


Namun bukannya tenang, Fany semakin was-was, ia takut semua perlakuan Daren hanyalah sandiwara, dan pria itu akan memakannya hidup-hidup setelah tamunya pergi, melihat senyum suaminya saja sudah membuatnya merinding.


"Ah ia sekalian saja kalian makan siang disini, aku sudah memesan makanan." ucap Daren.


"Ah baik banget sih kak Daren." ucap Kirana.

__ADS_1


"Tapi kak, aku sudah masak banyak untuk makan siang." ucap Fany.


"Nga papa sayang, aku akan tetap makan masakan kamu kok, makanan yang aku pesan hanya untuk mereka." ucap Daren sekali lagi mengecup kening Fany di depan teman-temannya, dan itu sunggu membuat Fany malu untuk kesekian kalinya, dan tidak bisa di pungkiri wajahnya sudah merona merah.


Fany menyiapkan makanan untuk suaminya, sementara yang lain memakan makanan yang telah di pesan Daren. Gadis itu memberikan piring yang telah berisi nasi dan juga lauk pada suaminya, tapi bukannya mengambil, pria itu hanya tersenyum.


"Ayo di ambil kak" pinta Fany.


"Suapin yang, tangan aku kan sakit." ucapnya manja.


"Oh ya Allah, kenapa kak Daren bersikap manis padaku, aku mohon kuatkan hatiku agar tidak terlalu dalam mencintainya, 7 bulan lagi kami akan berpisah." batin Fany.


"Yang." panggilnya.


"Ah iya." mau tidak mau Fany menyuapi suaminya di depan teman-temannya.


"Hem, jiwa jomblo gue meronta-ronta" celetuk Kirana.


"Kak Daren benaran cinta sama Fany?" tanya Nara.


"Deg" jantung Fany seakan berhenti berdetak mendegar pertanyaan Nara.


Daren menatap jenggah gadis yang baru saja melayangkan pertanyaan yang tak tahu malu itu. Bahkan teman-teman Fany yang lainnya ikut menatap Nara, mereka tidak menyangka Nara akan menanyakan itu pada Daren.


Sementara Fany hanya bisa menundukkan kepalanya.


"Menurutmu...



Tatapan babang Daren tajam benar🤨



-


-


-


-


-


-


TBC


Terima kasih para Reader karena bersedia mengikuti cerita author.


jangan lupa meninggalkan jejak dengan cara like, komen, dan votenya. Oh iya jangan lupa tambahkan sebagai cerita favorit para readers agar mendapatkan notifikasi setiap up.


Hay kakak-kakak tercinta, author potato juga ikut lomba You Are A WRITER season 5 loh.


Jika kakak-kakak tercinta suka dengan cerita author, jangan lupa dukung author dengan cara jangan biarkan vote nya kendor ya🙏😊.


Like dan komen kalian adalah semangatku😍🙏🥰🤭.

__ADS_1


__ADS_2