
"Maksud kak Daren apa sih?" Fany mengerutkan keningnya merasa aneh dengan perkataan suaminya.
"Kamu suka kan sama aku?" tanya Daren dengan seringai licik di wajahnya, dan jangan lupakan senyuman menyebalkannya.
"Hah !"
"Kamu jatuh cintakan sama aku?" ucap Daren lagi.
"Apaan sih !" gadis itu mengalihkan pandangannya ke luar jendela, menyembunyikan wajahnya yang mungkin sudah memerah, Ia berfikir apa segitu mudahnya membaca pikirannya sampai pria di sampingnya tau bahwa dia menyukainya?. Bukankah dia menyembunyikannya dengan sangat rapi, gadis itu tidak ingin seseorang mencintainya karena kasihan.
"Kamu cintakan sama aku? buktinya, kamu kesal saat aku pergi dengan Elina, makanya kamu keluar malam-malam dan berakhir di culik." pria itu kembali mengoda istrinya, ingin rasanya ia mencubit pipi istrinya yang sudah memerah seperti tomat.
"Aku tuh keluar karena suntuk bukan camburu." gerutu Fany.
"Lah siapa yang bilang kamu cemburu?" Daren tertawa.
"Nggak lucu tau." Fany mencebik memiringkan tubuhnya ke arah jendela berharap pria itu berhenti membahas tentang perasaan.
Tapi bukannya berhenti pria itu terus bertanya sampai mereka sampai di depan pintu apartemen.
"Ayolah Fan, kamu cintakan sama aku, jujur aja." pria itu belum menyerah untuk menggoda istrinya.
Gadis itu balik badan sebelum membuka pintu apartemen, menatap jenggah pria di hadapannya.
"Sudah puas bertanyanya? sekarang kita balik, apa kak Daren suka dan cinta sama aku?" tanya Fany dan masuk kedalam apartemen.
"Deg" pria itu tidak menyangka istrinya akan menanyakan perihal yang sama, apakah ia mencintai istrinya? atau hanya sekedar kasihan melihat istrinya terpuruk? ia belum dapat memastikan perasaanya, ia takut akan menyakiti istrinya dengan memberikannya harapan palsu.
"Kak !!!" teriak Fany dari dalam.
Pria itu buru-buru masuk takut istrinya kenapa-napa.
"Kamu kenapa...."
Bugh
Belum selesai pria itu betanya, seseorang menubruk tubuhnya dan memeluknya sangat erat.
"Terimakasih sudah mengingat ulang tahun aku kak." ucap gadis itu masih setia di dalam dekapan suaminya.
Ah pria itu lupa, bahwa hari ini adalah hari istimewah untuk istrinya, dan ia juga lupa bahwa ia menyuruh orang untuk mendekorasi ruang tamu se cantik mungkin. Tapi ada untungnya juga sih pendekor itu membersihkan ruangannya, jika tidak sudah pasti ia di omeli istrinya karena pulang-pulang mendapati rumah berantakan dan pecahan kaca berserakan di ruang tamu.
Pria itu meregangkan pelukan istrinya dan menarik gadis itu untuk duduk. "Tunggulah di sini !" ucapnya dan berlalu pergi kedapur.
Beberapa menit kemudian pria itu balik lagi dengan membawa kue yang sangat cantik di hiasi lilin di atasnya. "Selamat ulang tahun, maaf ya aku baru mengingatnya." ucap Daren meletakkan kue di atas meja menunggu Fany untuk meniup lilinya.
"Terimakasih kak, kak Daren ingat saja aku sudah bahagia." ucapnya meneteskan airmata, merasa haru, walau ini hanya perhatian kecil tapi ia sangat tersentuh, akhirnya suaminya memberikan perhatian padanya.
__ADS_1
"Tunggu apa lagi, ayo berdoa dan tiup lilinnya!" pinta Daren
"Ais agama islam itu di larang tiup lilin apa lagi berdoa sebelum tiup lilin." ucap Fany.
"Lah kenapa bukannya itu hal yang lumbrah?" ucap Daren.
Gadis itu memutar bola mata jenggah. "Dengarkan aku baik-baik !" pintanya yang hanya di angguki oleh suaminya.
"Dalam sejarah disebutkan bahwa menyalakan lilin adalah sebuah cara khusus seseorang untuk membayar semacam upeti kepada dewi bulan yang terdapat dalam mitologi Yunani, yakni dewi Artemis. Pada zaman dahulu, kue yang dipakai haruslah berbentuk bulat agar dapat melambangkan bulan dan lilin yang ditaruh di atasnya menyiratkan cahaya bulan. Sebelum orang-orang Yunani Kuno meniup lilin, mereka terlebih dahulu berdoa. Asap dari lilin yang melayang di udara dianggap sebagai penghantar doa-doa mereka kepada sang dewi. Oleh karena itu tradisi meniup lilin ketika seseorang ulang tahun termasuk ke dalam aktivitas keagamaan orang-orang Yunani Kuno. Lilin juga dapat diibaratkan sebagai cahaya kehidupan bagi menurut orang-orang non-muslim." ujar Fany.
"lalu kenapa? kita kan tiup lilin dan baca doa karena niat untuk merayakan ulang tahun bukan untuk menyembah." jawab Daren.
"Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: 'Barang siapa yang menyerupai dengan suatu kaum, maka ia bagian dari kaum itu.' [HR. Abu Daawud]." ucap Fany.
"Jadi maksud kamu, kalau kita merayakan ulang tahun dengan meniup lilin, kita juga bagian dari orang-orang itu?" tanya Daren.
"Tuh kak Daren tau." jawab Fany.
"Duh pintarnya istriku." ucap Daren dan mencubit pipi istrinya.
"Kak !!" kesal Fany menabok lengan suaminya.
"Akh sakit tau." keluh pria itu.
Seketika gadis itu panik saat melihat suaminya meringis kesakitan. "Maaf aku tidak sengaja." ucapnya.
"Mau ngapain?" tanya Daren.
"Mau ngobatin luka kakak, sekalian luka di tangan kak Daren." ucapnya bangkit dari duduknya.
"Trus mau kemana?" tanyanya lagi.
"Mau ambil kotak P3K kak."
"Oh, mati in dulu tuh lilinnya." perintahnya.
Gadis itu mematikan lilinnya dan beralih ke kamar untuk mengambil kota P3K. Ia mulai mengobati lengan suaminya yang terlihat memar.
"Ini kok bisa memar kak?" tanya Fany sembari mengobati lengan suaminya.
"Tadi terjatuh." kilah Daren yang nyatanya lengannya terluka karena mendobrak pintu kamar hotel yang sangat kuat itu.
Pria itu meringis, ia baru merasakan sakit di lenganya dan juga tangannya, namun sakit itu sedikit hilang saat melihat istrinya dengan telaten mengobati lukanya.
"Ini juga tangannya ngapain pake ninju tembok segala, emang tembok salah apa?" gerutu Fany membalut tangan suaminya dengan perban.
"Daripada aku mukul kamu." jawab Daren acuh.
__ADS_1
"Ia juga sih." lirih Fany.
Setelah berbincang cukup lama, mereka berdua memutuskan untuk tidur, dan tentu saja tidur terpisah di kamar masing-masing.
Namun bukannya tidur, gadis itu menangis di dalam kamarnya, merenungi nasibnnya, kenapa ia begitu bodoh tidak bisa menjaga dirinya, dan menganggap dirinya kotor.
"Apa aku masih pantas untukmu kak?" lirinya.
Bohong jika Fany baik-baik saja setelah kejadian itu, ia sedang tidak baik-baik, saja. Namun berusaha terlihat baik-baik saja di depan orang yang di cintainya agar orang itu tidak khawatir padanya. Ia sudah biasa menghadapi masalahnya sendiri, di tinggalkan oleh kedua orang tuanya, membuatnya dewasa sebelum waktunya.
"Ayah, di banyak cerita yang ku dengar, dan di banyak film yang ku tonton, anak perempuan akan menyandarkan kepalanya pada bahu tegas milik ayahnya, membiarkan air matanya membasahi bahu milik ayahnya. Tapi ayah, kenapa bahumu itu terlalu jauh untuk aku bersandar."
"Ayah Fany rindu, hiks...hiks...hiks."
-
-
-
-
-
TBC
Readers : kelihatan bahagia banget thor?
Author : tentu saja, hari ini kan hari senin.
Reader : lah ada apa dengan hari senin ?
Author : kalian semua mempunyai vote, kalian maukan memberikan vote kalian, untuk dukung babang Daren dan Fany?
Readers : tentu saja thor.
Author : Di tunggu loh🤭.
Author kelihatan maksa baget ya? 🤭
Terima kasih para Reader karena bersedia mengikuti cerita author.
jangan lupa meninggalkan jejak dengan cara like, komen, dan votenya. Oh iya jangan lupa tambahkan sebagai cerita favorit para readers agar mendapatkan notifikasi setiap up.
Hay kakak-kakak tercinta, author potato juga ikut lomba You Are A WRITER season 5 loh.
Jika kakak-kakak tercinta suka dengan cerita author, jangan lupa dukung author dengan cara jangan biarkan vote nya kendor ya🙏😊.
__ADS_1
Like dan komen kalian adalah semangatku😍🙏🥰🤭