
Daren dan Fany, menghampiri sepasang kekasih yang tegah menggendong seorang baby mungil dengan raut wajah bahagia.
Kevin tersenyum kala melihat kedatangan Daren. "Akhirnya kalian datang juga." ucapnya menepuk pundak Daren.
"Oma sama bibi mana?" tanya Daren saat tak melihat Oma Jelita dan bibi Ajeng.
"Masih di kamar kayaknya." jawab Kevin seenaknya.
"Elvan?"
"Belum datang dia."
"Oh." Daren be oho ria dan kembali memperhatikan istrinya.
"Maaf ya kak, aku nggak jenguk pas di rumah sakit." ucap Fany tidak enak.
"Santai aja kali Fan, gue tau Daren pasti sibuk." ucap Anin lembut.
Fany hanya tersenyum. Gadis itu memperhatikan beby mungil dalam gendongan Anin, baby itu terlihat mengemaskan wajahnya yang bulat dan sangat cantik, benar-benar bibit unggul.
Fany menguyel-uyel lembut pipi cubi baby itu. ia sangat gemas melihatnya.
"Gemes bagetsih ponakan auntie." ucapnya gemas. "Namanya siapa kak?" lanjutnya.
"Alana Seizha Adhitama." Sahut Anin melirik suaminya dan dibalas senyuman oleh Kevin.
"Cantik sama kek orangnya." puji Fany.
Fany tampak ragu mengutarakan keinginannya, namun ia sangat ingin. "Kak boleh aku gendong?" tanyanya takut-takut.
"Tentu saja." Anin menyerahkan Alana dengan hati-hati pada Fany.
Setelah Alana dalam gendongannya. Ia berdiri dan duduk di samping sang suami yang sedari tadi memperhatikannya.
"Lihat deh kak, gemas banget tau." ucap Fany.
"Kode tuh Ren." goda Kevin.
"Ck, tau gue." kesal Daren.
"Yang semangat dong ternaknya." ledek Kevin.
"Mas, emang peliharaan di ternak." protes Anin.
"Gue udah ternak tiap malam, belum waktunya mungkin." jawab Daren.
Sedangkan Fany sedari tadi menghiraukan pertengkaran kecil Daren Dan Kevin. Ia sudah sangat jatuh cinta pada baby di gendongannya.
Daren ikut mengelus pipi cubi Alana. "Nanti kalau ponakan Om udah besar jangan ngikutin sifat papa kamu ya." ucapnya.
"Ya jelas dia ngikutin sifat gue lah, kan gue papanya." ketus Kevin.
Fany dan Anin hanya tertawa kecil memperhatikan kedua pria itu.
"Nggak, gue nggak setuju." protes Daren.
"Nyari ribut lo sama gue."
"Lah papa muda gamuk." Daren tertawa, ia sangat puas berhasil membuat Kevin kesal.
"Gue nggak tega aja sama suaminya nanti, bisa kenal mental dia." lanjutnya.
Tamu-tamu mulai berdatangan, menghampiri Kevin dan Anin untuk memberikan selamat, membuat Daren dan Fany undur diri.
Sepasang kekasih itu memutuskan bergabung dengan tamu yang lainnya, duduk di salah satu meja kosong.
Di tegah-tengah acara Daren menjadi pusat perhatian para tamu, ada yang menatap aneh dan juga penasaran melihat sosok bintang terkenal ada di acara pebisnis terkenal.
Ya tidak ada yang tahu bahwa Daren salah satu keluar Adhitama, pasalnya pria itu tak pernah menyebutkan keluarganya di depan publik, ia takut para netizen mengusik keluarganya.
__ADS_1
"Kamu mau makan apa? biar aku ambilin?" Daren menarik kursi untuk Fany duduk.
"Terserah kak Daren saja." jawab Fany.
"Ok tunggu di sini ya." Daren mengusap lembut surai milik Fany dan berlalu pergi.
Sepeninggalan Daren, gadis itu sibuk dengan ponsalnya, ia merasa canggung berada di tagah-tehag pesta tanpa ada orang yang di kenalnya.
"Boleh saya duduk?" tanya seseorang.
Fany mendongak menatap Pria berjas putih di hadapannya.
"Nggak ada kursi kosong boleh ya." pria itu kembali bersuara.
Dengan ragu Fany mengangguk "Silahkan!" ucapnya.
Gadis itu kembali fokus pada ponselnya
"Nama gue Aldo." Aldo mengulurkan tangannya.
Fany tersenyum. "Fany." jawabnya tanpa menyambut uluran tangan pria itu.
"Kok muka lo kayak familiar gitu ya?" Aldo sedikit berfikir. "Oh gue ingat, lo istrinya Daren kan?" Aldo memastikan.
"Iya."
"Kok lo sendiri suami lo mana?" Aldo mulai sok akrab.
"Lagi ngambilin makan." jawab Fany.
Keduanya kembali terdiam hingga suara seseorang memecah keheningan di antara mereka.
"Ternyata lo disini."
"Baru datang lo?" tanya Aldo pada temannya.
"Istri orang, jangan lo godain udah punyan pawang dia." Aldo berkelakar.
Aldo dan temannya asik bercanda dan tertawa membuat Fany juga ikut tertawa mendegar candaan kedua pria di hadapannya.
***
Sakin asyiknya berbicara dengan Elvan, Daren melupakan tunjuannya. Dan sekarang pria itu buru-buru menemui Fany, ia takut istrinya akan ngambek karena di tinggal sendirian di tengah acara seperti ini.
Daren menghentikan langkahnya tak jauh dari meja Fany. Pria itu megempalkan tangannya dengan erat hingga kuku-kukunya memutih. Rahangnya mengeras melihat istrinya tengah tertawa bersama dua pria asing. Api cemburu benar-benar membakar hatinya saat ini.
Ia tidak suka ada seseorang yang membuat istrinya tertawa selain dirinya.
Dengan langkah tegap, Daren menghampiri Fany, menarik kasar pergelangan gadis itu dan membawanya keluar dari gedung menjulang tinggi itu.
"Sakit." rintih Fany, sudah lama Daren tak menyakitinya seperti ini.
Daren tak menjawab, membuka pintu samping kemudi dan menghempaskan tubuh mungil Fany begitu saja masuk kedalam mobil.
Brak
Daren membanting pintu mobil begitu keras, melajukan mobilnya di atas rata-rata.
Fany menunduk takut, sudah lama gadis itu tidak melihat wajah dan tatapan seram suaminya. Ia tidak tahu apa penyebab pria itu marah dan tidak tahu apa kesalahnnya.
Mau bertanya, Fany tidak punya cukup keberanian untuk itu.
***
Fany terus mengikuti langkah lebar Daren memasuki apartemen. Namun saat pria itu melangkah ke ruang tamu, Fany memutuskan berbelok dan melangkah ke kamarnya, mungkin dengan ini ia bisa menghindari pertengkaran antara mereka.
"Mau keman kamu!" suara bariton itu berhasil menghentikan langkah Fany.
"Ak...aku ngantuk mau tidur." jawabnya tanpa mau natap wajah menyeramkan Daren.
__ADS_1
"Siapa yang nyuruh kamu tidur!"
"Glek" gagal sudah ia menghindari kemarahan Daren, Fany melangkah dengan ragu mendekati Daren yang sedang duduk bertumpu kaki di ruang tamu walau ia tidak tahu apa kesalahannya.
"Jelasin!" titah Daren.
Fany terdiam, ia tidak tahu harus menjelaskan apa, kesalahnnya saja ia tidak tahu.
"Jawab gue Fany!" bentak Daren.
Fany mendongak memberanikan diri membalas tatapan tajam Daren.
"Aku harus jawab apa kak? aku bahkan tidak tahu kesalahanku?" tanyanya.
"Aku nggak suka kamu dekat dengan pria lain, aku nggak suka kamu tertawa dengan pria lain. Aku cemburu Fany!" bentak Daren.
Fany mengeleng, ia melangkah lebih dekat, meraih tangan kekar pria itu. "Kamu salah paham kak, itu tidak seperti yang kamu lihat." Fany berusaha menjelaskan.
"Nggak usah ngelak lo, gue liat dengan mata gue sendiri, lo mau selingkuh dari gue? mau cari yang lebih kaya dari gue iya? Seharusnya lo bersyukur gue nerima lo jadi istri gue. Lo itu hanya seorang pelayan!" bentak Daren tanpa sadar menyakiti hati Fany.
Fany reflek melepaskan gengaman tangannya, ia tidak menyangka Pria di hadapannya menghinanya dan menuduhnya yang tidak-tidak.
"Aku sadar kak, aku hanya seorang pelayan di sebuah butik. Aku tahu keberadaanku itu bagaikan aib untuk kak Daren. Kak Daren pasti malukan punya istri seorang pelayan seperti aku? Tapi satu hal yang kak Daren ingat, walau aku hanya seorang pelayan, aku nggak semurah itu akan menjual diri hanya demi uang kak. Aku tahu batasanku!"
Daren mengusap wajahnya kasar, ia kelepasan tadi. Sekarang ia menyesali perkataanya.
"Fany, aku nggak bermasuk ngomong gitu sama kamu" bujuk Daren mencoba meraih pergelangan tangan Fany, namun gadis itu terus mundur.
"Terimakasih kak, telah menyadarkan aku dari mimpi panjangku bahwa kita memang beda, aku nggak pantas buat kak Daren." ucapnya lirih.
Fany berbalik berlari, tapi bukan menuju kamar, melainkan menuju pintu utama.
Daren yang melihat itu, menyusul, takut kalau Fany pergi dari rumah.
"Mau kemana kamu?" Daren menahan tangan Fany yang hendak meraih gagang pintu.
"Aku capek kak, kepala aku pusing, aku ingin istirahat." jawabnya tanpa mau menatap Daren.
"Tapi kenapa harus pergi?"
-
-
-
-
-
-
-
-
TBC
Terima kasih para Reader karena bersedia mengikuti cerita author.
jangan lupa meninggalkan jejak dengan cara like, komen, dan votenya. Oh iya jangan lupa tambahkan sebagai cerita favorit para readers agar mendapatkan notifikasi setiap up.
Hay kakak-kakak tercinta, author potato juga ikut lomba You Are A WRITER season 5 loh.
Jika kakak-kakak tercinta suka dengan cerita author, jangan lupa dukung author dengan cara jangan biarkan vote nya kendor ya🙏😊.
Like dan komen kalian adalah semangatku😍🙏🥰🤭
...SELAMAT MEMBACA !!!...
__ADS_1