My Husband Superstar

My Husband Superstar
Part 55


__ADS_3

Daren yang mendegar seseorang mengucap salam, segera bangkit dari duduknya dan menghampiri tamu tersebut.


" Waalaikumsalam, kak Kevin udah pulang?" sambut Daren dengan senyuman mengembang.


Bugh !!!


Satu pukulan tepat mengenai wajah Daren membuat sudut bibir pria itu berdarah.


"Mas !" teriak Anin, dan menarik lengan Kevin agar tidak memukul Daren untuk kedua kalinya.


Fany yang mendengar teriakan seorang wanita segera berlari ke ruang tamu dan mendapati suaminya tersungkur di lantai.


"Kak Daren." panggil Fany membimbing suaminya untuk berdiri.


"Sudut bibir kak Daren berdarah, aku obatin ya." lanjut Fany menyentuh sudut bibir suaminya dan itu membuat Daren meringis.


Sunggu pukulan Kevin bukan main-main kerasnya.


"Udah aku nggak apa-apa sayang." ucap Daren menggenggam tangan istrinya.


Ia bahkan tidak marah sama sekali, ia tahu Kevin pasti marah besar padanya karena berani kabur dari rumah.


Bibi Ajeng dan Oma Jelita yang melihat keributan itu hanya bisa diam menyaksikan. Sementara Anin diam karena tidak tahu permasalanhannya, dan tidak mengenali seseorang yang telah di pukuli suaminya barusan. Ralat, bukan tidak mengenali, ia hanya heran kenapa Idol terkenal itu bisa ada di kediaman Adhitama.


"Sudah punya nyali kamu pulang kerumah?" Kevin menyeringai.


"Maaf." lirih Daren.


Ini pertama kalinya Fany melihat suaminya lunak di depan seseorang.


"Udah, nggak usah sedih gitu, gue hanya beri lu pelajaran, sekarang gua udah nggak marah lagi." ucap Kevin mengembangkan senyumnya.


"Udah waktunya makan siang, kita makan siang dulu yuk." usul Ajeng di angguki oleh yang lainnya.


Fany melayani suaminya, begitupun dengan Anin melayani Kevin.


Mereka makan dalam diam, tidak ada yang berani membuka suara, suasana terasa canggung.


Daren sekali-kali melirik Anin.


"Hmm, ngapain lu ngeliatin istri gue?" tanya Kevin memecah keheningan.


"Oh istri kak Kevin, kirain siapa." jawabnya santai.


Suasan kembali canggung hingga mereka selesai makan, Oma Jelita dan Ajeng memutuskan untuk mengerjakan pekerjaan masing-masing, sementara kedua pasangan itu berkumpul di ruang tamu.


"Ngapain lu diam gitu hah? lu takut sama gue?" Kevin memecah keheningan.


"Siapa juga yang takut sama kak Kevin, orang cuma nggak tau mau bahas apa?" jawab Daren, ya begitulah keduanya jika bertemu.


"Oh iya, kenalin istri gue, cantik kan?" Daren merangkul istrinya dan memperkenalkan pada Kevin.


"Fany." ucap Fany menangkupkan tangannya di dada.


"Kevin, kakaknya Daren." ucap Kevin.


"Cantikan juga istri gue." Kevin tidak mau kalah merangkul Anin.


"Anin." Anin megulurkan tangannya pada Fany dan dengan senang hati gadis itu menyambutnya.


"Tunggu, tadi mas Kevin bilang, kakaknya Daren? kok aku nggak tahu." protes Anin yang tidak tahu bahwa selama ini, Idol terkenal itu adalah adik suaminya.


"Emang, kak Kevin nggak pernah cerita sama kakak? wah parah lu nggak perkenalin gue sama istri lu." kesal Daren.


"Diam lu, nggak usah kompor." pinta Kevin, bisa berabe urusannya kalau istrinya marah.


"Kak Daren juga nggak pernah cerita keluarga kak Daren sama aku." ucap Fany kesal.


"Mampus lu." ledek Kevin.


"Mas !" Anin mencubit perut Kevin.

__ADS_1


"Iya sayang, ia, nanti aku jelasin." ucap Kevin mengecup punggung tangan istrinya.


Sementara di kursi satunya lagi, Daren membujuk Fany yang sedang ngambek.


"Jangan marah ya, aku janji akan jelasin semuanya di rumah." bujuk Daren.


"Janji?"


"Iya sayang aku janji." ucap Daren mengelus puncuk kepala istrinya.


"Nggak mau nanti, mau nya sekarang?" ucap Anin manja.


Kevin mengehal nafas, ia harus ekstra sabar, ngadepin istrinya yang sedang hamil muda.


"Sayang, maaf aku memang nggak pernah ceritain Daren sama kamu, sumpah aku lupa yang." ucap Kevin dengan nada selembut mungkin.


"Wah parah lu kak, sama adik sendiri lu lupa, gimana istri lu nanti?" kompor Daren.


"Kak udah, jangan tambah memperkeruh suasana, kasian kak Kevin." Fany mencubit lengan suaminya.


"Fan, umur kamu sekarang berapa?" tanya Anin.


"Dua satu kak." jawab Fany cangung, walau ia sangat bahagia ternyata desainer panutannya adalah kakak iparnya sendiri.


"Masih muda ya."


"Emang umur kak Anin berapa?" tanya Fany.


"Dua tujuh, udah tua kan ya." canda Anin.


"Tapi masih cantik." puji Fany.


"Bisa aja kamu Fan."


"Jalan-jalan yuk." ajak Anin.


"Boleh kak." Fany mengaguk dengan semangat.


"Mau jalan-jalan sama Fany, boleh ya !" izin Anin.


"Hati-hati, jangan sampai lelah, ingat kamu nggak sendiri."


Anin menghela nafas, Ia akui selama ia hamil Kevin semakin posesif padanya.


"Iya mas Aku tahu, lagian cuma jalan-jalan di sekitar rumah ini nggak jauh-jauh." jawab Anin.


Kevin mengelus perut rata istrinya. "Jagain bunda ya, jangan nakal." ucap Kevin dan megecup perut Anin.


"Iya ayah." jawab Anin menirukan suara anak kecil.


"Kak Aku ikut kak Anin ya." pamit Fany.


"Iya sayang hati-hati ya, jangan jauh-jauh." ucap Daren dan mengecup kening istrinya.


"Iya bawel." jawab Fany.


Akhirnya kedua wanita itu pergi juga dan menyisakan kakak beradik yang sudah lama terpisah.


"Cepat juga ya lu move on sama mantan istri lu." ledek Daren.


"Mantan istri pala lu." kesal Kevin.


"Lah bukannya pas gue balik dari Amerika, lu di tinggal sama istri lu, karena lu masih cinta sama mantan pacar lu." jawab Daren tanpa dosa, untung Anin sudah pergi.


"Dia orang yang sama DAREN DANUWINARTA." ucap Kevin penuh tekanan.


"Oh rujuk, kirain cari yang baru." Daren mengauk-angguk.


"Makanya jangan kabur dari rumah, liat, bahkan lu nggak tahu kakak ipar lu sendiri." jelas Kevin.


"Ngga udah ungkit-ungkit masa lalu napa, gue udah pulang jadi ngga ada lagi yang perlu di ungkit-ungkit." kesal Daren yang selalu di pojokkan.

__ADS_1


Kevin melirik arloji di pergelangan tangannya. "Gue balik ke kantor dulu ya, ada meeting soalnya." Pamit Kevin bangkit dari duduknya.


"Oh yaudah, sekalian gua juga mau pulang." ucap Daren ikut bangkit dari duduknya.


"Loh nggak bermalam lu Ren?" tanya Kevin, Ia mengira adiknya itu akan menginap.


"Lain kali aja kak, masih sibuk syuting soalnya." jawab Daren.


"Yah padahal gue ngajak Anin kesini suapaya ada temannya." ucap Kevin.


Ya Kevin sebenarnya juga sudah tidak tinggal di kediaman Adhitama, ia sekarang tinggal di rumah barunya bersama istri tercinta dan calon anaknya.


Setelah kepergian Kevin, Daren dan Fany juga pamit pada Oma Jelita dan juga bibi Ajeng.


"Oma, bibi, Daren pulang dulu ya, lain kali Daren datang lagi." ucap Daren menyalami satu persatu tangan mereka.


Gadis itu hanya mengikuti apa yang di lakukan Daren, maklumlah Fany masih cangung dengan Bibi Ajeng dan juga Oma Jelita.


"Oma, bibi, kak Anin, Fany pulang dulu ya." pamit Fany.


"Iya sayang, lain kali mampir kesini ya, temenin Oma sama bibi." ucap Oma Jelita mengelus rambut Fany.


"In sya allah Oma." jawab Fany.


"Kalau kamu butuh bantuan, jangan sungkan hubungin kakak ya." ucap Anin, yang sudah tahu ternyata gadis itu juga suka menggambar, Tapi sayangnya Fany tidak melanjutkan sekolahnya.


"Iya kak." jawab Fany senyum.



Nih yang pengen liat babang Kevin😊



Bumil juga ada loh😍



Eits jangan lupain babang Daren juga🤭



Neng Fany juga ikut ah😊


-


-


-


-


-


-


-


-


-


TBC


Gimana-gimana? udah kangennya sama mas Kevin dan neng Anin?


kalau gitu kita kembali fokus sama kehidupan Babang Daren dan neng Fany di part selanjutnya ya.


Jangan lupa ramaikan di kolom komentar, agar author semangat up nya.


SELAMAT MEMBACA !!!

__ADS_1


__ADS_2