
Seorang gadis keluar dari kamarnya dengan gaun yang sedikit terbuka di bagian leher dan lengannya, membuat pria di hadapannya menundukkan padangannya.
"Gimana udah bagus belum?" tanya Keysa berputar-putar di hadapan Nathan. Ya gadis itu adalah Keysa.
"Boleh aku larang kamu?" tanya Nathan melemparkan pandangannya ke arah lain.
"Mau larang apa?" tanya Keysa.
"Apa kamu mau menurutiku jika aku melarangmu memakai pakain terbuka seperti itu?"
"Maksud kamu, kamu nyuruh aku menutup aurat?" Keysa mengerutkan keningnya, mana mungkin ia menutup aurat padahal dirinya saja belum mengucapkan dua kaliamat syahadat.
"Aku tidak menyuruhmu untuk itu, karena aku tahu agamamu, tapi setidaknya jangan berpakaian terbuka seperti itu, banyak orang di bawah." jelas Nathan.
Tanpa protes apapun, Keysa kembali masuk kedalam kamarnya dan menganti gaunnya dengan yang lebih tertutup.
Gadis itu kembali menghampiri Nathan, dengan pakaian yang sedikit tertutup, Dress dengan lengan panjang, di bawah lutut.
"Gimana?" Keysa kembali berputar-putar di hadapan Nathan.
Nathan mengembangkan senyumnya dan menganggukkan kepalanya.
Munafik jika Nathan tidak menyimpan rasa pada gadis di hadapannya. Tapi ia juga sadar bahwa ia dan Keysa tidak akan mungkin bisa bersatu. Selain agama yang berbeda, orang tua Keysa sepertinya tidak suka padanya.
"Tunggu apa lagi ayo kita turun temui taman-teman ku !" ajak Keysa menarik lengan kokoh Nathan yang terbalut kemeja hitam.
Ya Keysa mengadakan pesta di rumahnya, entah tidak ada yang tahu mengapa ia mengadakan pesta padahal hari ini bukanlah hari istimewa, bahkan ulang tahun gadis itu masih lama.
"Maaf gue lama ya." sapanya pada teman-teman yang hadir di pestanya.
"Santai aja kali sya." sahut teman-temannya.
"Oh iya hampir lupa, kenalin Pacar gue, Nathan." ucap Keysa memperkenalkan Nathan pada teman-temannya.
"Cie sekarang udah nggak jomblo lagi." celetuk teman Keysa.
Nathan melongo mendegar penuturan Keysa. Sejak kapan ia pacaran dengan gadis di sampingnya, bahkan mengungkapkan perasaannya tidak. Jujur saja Ia tidak ingin menjalin hubungan haram dengan seorang wanita. Walau Nathan bukan pria yang terlalu mendalami agama, tapi ia tahu cara menghormati dan memuliakan seorang wanita.
Nathan diam saja di salah satu kursi, ia sibuk dengan ponselnya.
"Keysa !" panggil seorang wanita dengan pakaian seksi yang baru saja datang.
"Ambar, apa kabar?" Keysa cipika-cipiki.
"Baik." ucap Ambar.
"Oh iya bentar lagi gue ulang tahun loh." lanjut Ambar.
"Oh ya kapan?" tanya Keysa.
"Bulan depan, lo ada waktu kan?" tanya Ambar.
"Tunggu sebentar." Keysa menolehkan kepalanya ke arah Nathan. "Than, jadwal syuting bulan depan gimana." Tanya Keysa.
"Hmm, sepertinya padat banget deh sya." jawab Nathan seadanya.
"Dengar kan? gue nggak punya waktu bulan depan, tapi tenang saja kado gue tetap nyusul kok." janji Keysa pada Ambar.
__ADS_1
"Janji ya."
"Ia gue janji, lu mau hadiah apa?" tanya Keysa.
"Gue dengar-dengar ada tas akan di luncurkan minggu depan loh, gue mau itu aja." jawab Ambar.
"Yaudah, nanti gue kirimin pas ultah lo." Keysa mengiyakan begitu saja permintaan Ambar.
"Gue kesana dulu ya."pamit Ambar dan mengampiri teman-teman lainnya.
Keysa menghampiri Nathan. "Kamu capek ya? maaf karena mengajakmu kepesta." ucap Keya mendartkan tubuhnya di kursi tepat di hadapan Nathan.
"Kalau kamu capek, masuk aja nggak papa." ucap Keysa.
"Yaudah aku masuk ya." ucap Nathan dan bangkit dari duduknya.
Nathan mendaratkan tubuhnya di salah satu sofa ruang keluarga Keysa. Kepalanya terasa pusing.
Pria itu memejamkan matanya, baru saja akan terjung ke alam mimpi, Ia merasakan ada seseorang duduk di pangkuannya. Pria itu membuka matanya dan tersentak saat mendapati salah satu teman Keysa duduk di pangkuannya.
"Astagfirullah !" sentak Nathan mendorong tubuh gadis itu agar turun dari pangkuannya.
Nathan bangkit dari duduknya dan menjauh dari gadis itu. "Lo kan temannya Keysa? ngapain di sini?" tanya Nathan.
"Bosan gue di luar, mending disini sama lu." ucap Ambar mengusap dada bidang Nathan yang terhalang kemeja itu.
Nathan menghempaskan tangan Ambar. "Maksud lo apaan?" tanyanya.
"Lo nggak usah sok bego, gue tahu lo deketin Kaysa karena mau morotin hartanya kan? gue itu sudah hapal sama laki-laki seperti lo, ini bukan pertama kalinya Keysa di deketin laki-laki seperti lo." tuduh Ambar.
Marah? tentu saja Nathan marah, harga dirinya serasa di injak-injak di hadapan gadis itu. Tapi bukan itu masalahnya. Ia malah merasa kasihan melihat gadis di hadapannya yang lebih tidak punya harga diri, menawarkan dirinya pada laki-laki yang bukan mahromnya. Apa gadis itu tidak memikirkan orang tuanya di rumah?
Nathan tersenyum, senyum yang sangat tulus. Membuat Ambar berbinar, sepertinya rencanya untuk memikat laki-laki itu berhasil.
"Kenapa lo tega ngelakuin ini pada Keysa? lo tahu gue dekat dengan Keysa lalu kenapa lo berusaha mengoda gue? dia bahkan menggapmu teman, tapi kamu berbuat seperti ini di belakangnya."
Ambar tertawa mendegar pertanyaan Nathan. "Teman macam apa yang bahkan lupa ulang tahun temnnya sendiri." Ambar senyum miris.
"Kamu tahu?" Nathan menjeda kalimatnya. "Wanita jika punya akhlak nilainya satu. Jika punya kecantikan berlipat sepuluh. Jika punya kekayaan berlipat seratus. Jika punya kedudukan dan keturunan bangsawan maka berlipat seribu. Namun jika nilai satu itu hilang darinya yaitu akhlak, maka yang tersisa hanya nilai kosong. Maka wanita tidak akan bernilai tanpa adanya akhlak." ucap Nathan bagai sebuah tamparan bagi Ambar.
Tanpa banyak kata, Ambar meninggalkan Nathan begitu saja.
Nathan menghampiri Keysa yang sedang becanda ria dengan teman-temannya. "Loh kamu nggak istirahat." tanya Keysa.
"Aku nggak bisa istirahat di sisi sangat berisik." ucap Nathan datar.
"Terus mau kamu apa?" tanya Keysa.
"Aku mau suruh semua temanmu pulang, aku ingin istirahat !" titahnya tak terbantahkan.
Keysa terdiam, mendengar perintah Nathan dan juga suara Nathan yang sedikit meninggi, ini pertama kalian Nathan bersikap seperti itu selam ia mengenalnya.
"Baiklah kalau itu mau kamu." ucap Keysa.
Gadis itu berjalan mengambil salah satu mic di atas meja.
"Maaf teman-teman, pestanya sampai di sini saja." ucap Keysa.
__ADS_1
"Huuh."
"Kalau nggak niat pesta ngga usah ngajak.
"lo ngusir kita?"
Berbagai teriakan dan cibiran di tunjukan pada Keysa, tapi gadis itu menghiraukannya, ia lebih memilih Nathan ketimbang teman-temannya.
Nathan menghampiri Keysa yang sedang berdiri di pinggir kolam, setelah teman-teman gadis itu pergi.
"Maaf." ucap Nathan, ia merasa bersalah karena ke egoisannya Keysa mendapatkan cap tidak baik dari teman-temannya.
"Udah nggak apa-apa, aku tahu yang kamu lakukan untuk kebaikanku, makasih." ucap Keysa mengebangkan senyumnya.
"Kamu nggak marah aku ngusir teman-teman kamu?" tanya Nathan.
"Aku lebih baik kehilanga banyak teman, dari pada kehilang seseorang sepertimu." jujur Keysa.
"Jangan terlalu yakin padaku, mungkin aku lebih buruk dari mereka." ucap Nathan.
Keysa tersenyum. "Aku melihat semuanya tadi." ucapnya, ya ia melihat semua kejadian di ruang tamu tadi, tapi ia tidak ingin menyela, ia ingin lihat bagaimana seorang Nathan yang selama ini ia kagumi, apakah dia sama seperti laki-laki lain pernah dekat denganya.
"Apa kamu tidak kecewa?" tanya Nathan.
"Kecewa? aku sudah kebal untuk itu, aku juga tahu mereka berteman denganku karena uangku, salah satunya Ambar, aku tahu ulang tahunnya bukan bulan depan, tapi sudah lewat." jelas Keysa.
"Lalu kenapa kamu mengiyakan permintaanya?"
"Aku harus apa? jika aku menolak, mereka akan menjauhiku, aku hanya perlu pura-pura bodoh di depan mereka, agar mereka ingin berteman dengaku." ucap Keysa sendu.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
TBC
Yang rindu ama babang Daren dan neng Fany di tahan dulu ya. Kali ini author munculin dedek Keysa dan bang Nathan.
Semoga suka, jangan lupa dukungannya ya. Vote, komen, dan likenya, jangan lupa hadiah-hadiahnya jugaš¤.
SELAMAT MEMBACA !!!!
__ADS_1