My Husband Superstar

My Husband Superstar
Part 73


__ADS_3

Fany berangkat bekerja seperti biasa, namun kali ini seperti ada yang kurang darinya. Tidak ada lagi ciuman di keningnya sebelum berangkat.


Mood Fany hari ini benar-benar buruk. Daren pergi dari rumah, dan sampai sekarang tidak memberinya kabar. Khawatir ? tentu saja, walau ia marah pada suaminya, ia juga mengkhawatirkan keadaan pria itu, di mana semalam pria itu tidur? apa dia sudah sarapan?


"Woy." Kirana datang entah dari mana dan langsung mengebrak meja. "Masih pagi udah ngelamun aja, kesambet baru tahu rasa lo." ucapnya.


Fany tersentak mendengar gebrakan meja Kirana. Gadis itu menatap malas temannya dan melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda.


"Woh parah gue di cuekin." Kirana berkacak pinggang, namun Fany tak kunjung meresponnya.


"Lo ada masalah." Kirana menatap penuh selidik.


Fany meghela nafas panjang, baiklah tidak seharusnya ia membawa masalah pribadinya ke tempat kerja. Yang harus Fany lakukan hanya bersikap biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa.


Gadis itu meletakkan pensil di atas meja, bersandar di sandaran kursi dengan santai. "Ngapain lo ke ruangan gue? nggak ada kerjaan lo?"


Yang di tanya hanya cengegesan tidak jelas. "Gimana, lo senang-senang nggak sama keluarga Daren? mereka baik nggak sama lo? emang keluarga Daren seperti apa?" biasa jiwa kepo Kirana sudah mendarah daging.


"Mereka baik banget, nerima gue apa adanya." Jawab Fany senyum, mengingat bagaimana perlakuan keluarga Daren padanya, namun seketika senyumnya pudar mengingat bagaimana Daren semalam.


"Trus ada siapa aja di sana? gue dengar keluarga Daren termasuk keluarga berpegaruh di kota ini, tapi nggak ada yang tau siapa." cerocos Kirana.


Hanya mendengar guyonan pertanyaan Kirana mampu membuat mood Fany kembali membaik. Kirana memang mampu membuat Fany melupakan kesedihannya hanya dengan kelakuan konyol temannya itu. Sebesit ide gila muncul di kepalanya.


"Lo mau tau nggak gue bertemu siapa aja di sana? gue jamin lo bakal iri. Gue ketemu sama....." Fany mengantung kalimatnya menunggu bagaimana respon temannya si raja Kepo.


"Is cepetan gue udah penasaran setengah mati tau."


"Gue di sana ketemu, pak Kevin CEO Adhitama Grup, Direktur Angel Fasion Anindira, Mr. Dilan Adreas CEO Art Gelari, pak Elvan saudara pak Kevin, dan masih banyak lagi yang lainnya." Fany memanas-manasi Kirana.


"Aaaa, Demi apa lo nggak bohong kan? Fany napa lo nggak ngajak gue sih, gue ngefans banget sama mereka apalagi sama Istri pak Kevin desainer itu. Gue benar-banar iri sama lo." Kirana berteriak histeris, sungguh ia menyesal tidak ikut padahal Fany sudah mengajaknya.


"Lah napa lo salahin gue, gue udah ngak lo ya."


"Gue nyesel nggak ikut." Kirana menghentak-hentakkan kakinya.


"Itumah derita lo." Ejek Fany, Ia terus tertawa di atas penderitaan temannya.


"Emang keluarga Daren seperti apasih? kok mereka bisa sampai hadir?" Tanya Kirana penuh selidik.


"Itu...ge..gue." Mampus Fany harus ngomong apa sama Kirana, nggak mungkinkan Ia mengatakan bahwa mereka adalah keluarga inti Daren. Fany sudah berjanji tidak akan membeberkan berita itu.


"Gue nggak bisa ngasih tau lo." Final Fany.

__ADS_1


"Ck, loh mah gitu, main rahasia-rahasiaan." kesal Kirana. "Oh iya, mana ponsel lo, gue mau liat foto-foto lo sama mereka." Kirana meminta ponsel Fany.


"Gue nggak sempat foto sama mereka."


"Kok bisa!" teriak Kirana.


"Gimana mau foto, gue pulangnya aja di seret." gerutu Fany tanpa sadar.


"Fany !" teriak Kirana mengelegar di dalam ruangan membuat Fany menutup telinganya.


"Apansih lo Ran, bikin gue budek aja."


"Siapa yang berani nyeret lo? bilang sama gue, gue habisin tuh orang, bisa-bisanya dia nyakitin teman gue." amarah Kirana mengebu-gebu.


Kirana paling tidak suka jika ada yang menindas temannya.


"Ah lo mah salah dengar " alibi Fany, bisa di cecar pertanyaan kalau dia jujur.


"Nggak usah ngelak lo, gue udah ngerasa aneh pas lo baru datang tadi pagi. Makanya gue sengaja mancing lo, karena lo nggak akan jujur jika nggak di pancing kek gini Fany. Lo berantem sama Daren? cerita sama gue !" kali ini wajah Kirana terlihat serius.


Bukan Kirana namanya jika tidak mengetahui perubahan sikap Fany. Kirana sengaja meyinggung tentang pesta semalam untuk mancing temannya dan usahanya tidak sia-sia.


"Cerita sama gue." ulang Kirana.


Entah sudah keberapa kalinya Fany menghela nafas, namun mungkin menceritakannya pada Kirana dalah pilihan yang tepat.


"Kok bisa?"


"Gue nggak tau salah gue apa, tapi dari perkataan kak Daren, sepertinya di nggak suka gue dekat sama laki-laki lain." jelas Fany.


"Itu mah wajar, dia kan suami lo Fan, pasti di cemburu liat lo dekat sama pria lain."


"Iya gue tau, tapi nggak seharusnya juga dia bentak gue, kan bisa di bicarain baik-baik."


"Jadi udah baikan?"


"Boro-boro baikan, kak Daren pergi dari rumah." jujur Fany.


"Jangan lama-lama perang dinginnya, nggak baik." nasehat Kirana. "Lo mau ngasih kesempatan pelakor masuk kerumah tangga lo?" Kirana menakut-nakuti Fany.


"Ih lo mah ngomongnya serem banget." Fany begidik ngeri.


"Makanya baikan."

__ADS_1


"Gue nggak bakal hubungi dia duluan, kecuali di yang duluan hubungi gue, dia yang salah bukan gue." Kambuh sudah keras kepala Fany.


***


Entah, urat malu Daren sudah putus atau gimana, sekarang ia malah ikut Radit ke lokasi syuting. Padahal Syuting Drama frish love sudah lama brakhir dan memperoleh ranting yang lumayan tinggi, dan otomatis itu membuat job Daren semakin padat. Tapi khusus hari ini Daren libur.


" Assalamualaikum kakak ipar." sapa Nathan saat mendapati Daren ada di dalam ruang kerja bosnya yang tak lain adalah Radit.


" Waalaikumsalam." jawab Daren tanpa mengalihkan perhatiannya dari majalah, dan jangan lupakan kakinya dengan tidak sopan berada di atas meja.


"Kak Daren ngapain di sini? bukannya drama yang kakak bintangi sudah lama selesai?" tanya Nathan penuh selidik.


"Di usir." bukan, itu bukan suara Daren, melainkan suara menyebalkan Radit.


"Enak aja lo, gua nggak di usir ya. Catat baik- baik ! GUE KELUAR DARI RUMAH ATAS KEINGINAN GUE SENDIRI, DAN TIDAK ADA YANG BERANI NGUSIR GUE." tekan Daren.


"Lo bertengkar sama kak Fany? lo apain dia? lo nggak ngebentak apa lagi buat dia nangis kan? kalau sampai itu terjadi lo habis di tangan gue." Ancam Nathan mengulung lengan kemejanya hingga siku.


Daren hanya memperhatikan raut wajah kesal adik iparnya, seram juga jika sedang marah. Pikirnya


Radit senyum miring, saatnya pembalasan. "Lo tau nggak Than, kaka ipar lo ini nuduh Fany yang nggak-nggak, masa dia nuduh kakak lo selingkuh kan parah." Radit duduk di kursi kebesarannya setelah memanas-manasi keadaan.


Nathan mengepalkan tangganya, menatap pria di hadapannya.


-


-


-


-


-


-


-


-


TBC


Hayo apa yang bakal terjadi pada Daren?

__ADS_1


Jalan lupa ramaikan di kolom komentar ya.


...SELAMAT MEMBACA !!!...


__ADS_2