My Husband Superstar

My Husband Superstar
Part 60


__ADS_3

Dua hari telah berlalu, namun masalah yang di timbulkan Nara belum juga mereda, membuat keduanya tidak pernah keluar rumah selain hal penting, takutnya mereka akan di serbu para reporter.


Fany menatap dirinya di depan cermin, gadis itu memutuskan untuk bekerja hari ini, ia sudah bosan tinggal di rumah terus, apa lagi sifat jahil suaminya semakin menjadi-jadi.


"Rapi banget yang, mau kemana?" tanya Daren saat melihat istrinya keluar dari kamar.


"Mau kerja kak."


"Nggak usah kerja yang." cegah Daren.


"Aku harus kerja kak, apa lagi sekarang kak Daren nggak kerja lagi." ucap Fany, bukan niat ia menyinggung perasaan suaminya, ia hanya ingin menjadi istri yang berbakti pada suaminya.


"Nggak usah kerja, aku masih bisa nafkahin kamu."


"Tapi---"


"Dosa yang, ngebantah perintah suami, mau jadi istri durhaka kamu, hm?" ancam Daren.


Daren menarik tangan istrinya ke meja makan, menarik kursi dan mendudukkan istrinya.


"Duduk dan makan!" perintah Daren lalu menyodorkan sepiring nari goreng kehadapan istri tercintanya.


Fany menatap piring berisi nasi goreng di hadapannya itu, ia ragu memakan buatan suaminya, pasalnya ini pertama kalinya ia melihat suaminya memasak.


"Enak nggak?" Fany memastikan.


"Di coba dong sayang." ucap Daren dengan senyuman di wajahnya.


Dengan ragu Fany memasukkan sesendok nasi goreng kedalam mulutnya. Ia angguk-angguk kan kepalannya.


Detik kemudian gadis itu mengangkat ke dua tangannya dan memberi dua jempol pada suaminya. "Enak banget kak." puji Fany.


Daren tersenyum, ternyata tidak sia-sia ia belajar semalam lewat YouTube.


"Gemas banget sih istri aku, jadi pengen cium." Daren menguyel-uyel pipi istrinya membuat bibir gadis itu manyun.


Cup


Satu kecupan mendarat di bibir mungil Fany.


"Kak."


"Dalem sayang?" ucap Daren lembut membuat pipi gadis itu merona merah.


Daren kembali mengelus pipi istrinya. "Pipi kamu merah banget yang, pake blush on nya kebanyakan ya?" goda Daren.


"Ais kak." sungguh jantung Fany di buat olah raga di pagi hari, kenapa semakin hari sikap suaminya semakin manis sih?


Suara ketokan pintu membuat keduanya berhenti bersenda gurau. "Siapa ?" tanya Fany.

__ADS_1


Daren mengedikkan bahunya tanda tidak tahu.


Fany hendak bangkit dari duduknya namun segera di cegah oleh Daren. "Biar aku aja, kamu lanjutin makan !" ucap Daren dan melangkah untuk membuka pintu apartemen. Tapi sebelum itu ia mengitip, siapa tahu yang bertamu pagi-pagi hanya pengacau.


"Assalamualaikum."


"Selamat pagi calon kakak ipar."


Sapa Keysa dan Nathan barengan.


" Waalaikumsalam." jawab Daren dan kembali menghampiri istrinya tanpa mempersilahkan tamunya masuk. Niat hati ingin bermesraan pagi-pagi bersama istrinya tercinta, terganggu dengan kedatangan adik iparnya.


Tau sendirikan gimana sikap dan sifat Daren? pria yang tidak punya sopan santun, dan berhati dingin. Akan tetapi tidak berlaku saat bersama istri tercinta.


"Siapa? kok mukanya di tekuk gitu?" tanya Fany.


"Nathan sama Keysa." jawab Daren datar.


"Kok nggak di ajak masuk sih kak, kebiasaan deh." gerutunya menghampiri sepasang manusia yang ternyata sudah ada di ruang tamu.


"Ngapain di ajak masuk, kalau nggak di ajak aja usah nyelonong masuk." jawab Daren.


Fany melotot mendegar jawaban suaminya, ada ya manusia seperti suaminya ini? tidak menghargai tamu sama sekali. "Kak, nggak boleh ngomong gitu ih." gadis itu mencubit perut suaminya.


"Sakit yang." Daren meringis mengusap perutnya.


"Udah pada sarapan belum?" tanya Fany.


"Udah calon kakak ipar." jawab Keysa antusias.


"Kebetulan sarapannya juga udah habis." ucap Daren.


Keysa dan Nathan hanya bisa tertawa menanggapi kelakuan Daren, mereka sudah terbiasa mendapatkan semprotan pedas dari mulut pria itu.


Apalagi keduanya tahu kenapa Daren saat ini kesal saat menyebutnya, tentu saja karena ingin bermesraan dengan kakaknya.


Ya Fany sudah mejelaskan semuanya pada Nathan, bagaimana keduanya menikah sampai di mana Daren mengatakan cintanya. Jika tidak, sudah pasti Nathan dan Daren sekarang babak belur karena berkelahi.


"Oh iya ada apa kalian kesini pagi-pagi?" tanya Fany.


"Oh iya gue sampai lupa kak, jadi gua datang kesini mau ngasih kabar bahagia ke kalian berdua." ucap Keysa dengan senyuman sok misterius.


"Nggak usah sok misterius lo." timpal Daren.


"Ini juga baru mau ngomong, nggak sabaran banget sih jadi orang." gerutu Keysa.


"Untuk sementara waktu proyek Drama Frish love di hentikan, karena masalah lo. Gue sebenarnya mau nemuin pak Radit, mau ngancem gitu, bilang kalau lo sampai di keluarin dari proyek itu, gue juga ikut keluar. Gue kan pemeran utama, otomatis proyek itu akan rugi besar dan terhenti untuk selamanya jika gue berhenti. Tapi pas gue mau masuk di ruangan pak Radit, gue dengar dia bertengkar dengan produsen." jelas Keysa.


Keysa mulai menceritakan apa saja yang ia dengar saat Radit bertengkar dengan produsen lebih tepatnya pak rudi.

__ADS_1


Flasback on


Karena kepo, Keysa mengintip di balik pintu ruangan Radit yang kebetulan sedikit terbuka.


Brak


Radit mengembrak meja kerjanya saat mendegar penjelas tidak masuk akal pak Rudi. Bagaimana bisa pak Rudi seenaknya menyuruh Radit mengelurkan Daren begitu saja.


"Sudah saya bilang, saya nggak akan mengeluarkan Daren dan mengantinya dengan pemain baru."


"Otak anda di simpan di mana pak Radit? apa anda tidak berfikir, bahwa kehadiran Daren dalam drama ini akan merugikan proyek kita? Masalah yang di timbulkan Daren sangat besar." Rudi tak kalah kesalnya dengan Radit.


"Dengar pak Rudi, menganti pemain tidak semudah yang anda fikir, tidak semua orang bisa mendalami karekter dalam drama, dan karakter ini hanya cocok di perankan oleh Daren ! Dan juga di mana salahnya? apa salah seorang aktor menikah? ingat pak, aktor juga punya privasi dan kehidupan pribadi, mereka juga berhak bahagia."


"Saya tahu, tapi apa anda pikir drama ini akan memperoleh ranting tinggi jika pemerannya mendapat masalah? jawabannya tidak !" jelas Pak Rudi.


"Tidak semua orang berfikiran seperti pak Rudi. Saya yakin di luar sana masih banyak pengemar Daren, dan tidak mungkin juga drama ini tidak laku hanya masalah sepeleh seperti ini." Radit tetap pada pendiriannya.


"Tetap saja, anda harus menganti mengeluarkan Daren dalam drama ini agar tidak ada masalah lagi."


"Saya tidak bisa mengganti aktor yang telah saya pilih sendiri pak, pilihan saya sudah tepat. Jika pak Rudi tidak setuju dengan keputusan saya lebih baik proyek ini di hentikan saja !"


"Jika Anda menghentikan proyek di tengah jalan, kerugian akan sangat besar pak Radit!" Rudi mengeram kesal, bagaimana bisa ia bekerja sama dengan sutradara keras kepala seperti Radit. Jika saja bukan karena kemampuan Radit yang selalu membuat Drama menjadi luar biasa, sudah di pastikan Rudi tidak akan bekerja sama dengannya.


"Saya tidak peduli." jawab Radit.


Flashback Off.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Jangan lupa ramaikan di kolom komentar, agar author semangat up setiap hari.


SELAMAT MEMBACA !!!

__ADS_1


__ADS_2