My Leader Is My Love

My Leader Is My Love
ciuman pertama


__ADS_3

Ciuman Pertama


Setelah memberikan kopi cinta, aku meninggalkan Pak Luki sendirian. Segera aku bergegas tuk mandi dan memakai baju yang paling kusukai.


Celana panjang dan dress berbunga. Rambut kubiarkan terurai. Rambut lurus dan panjang kesukaanku dari kecil, ibu suka mendandani anaknya semanis mungkin.


Dan itu terbawa hingga aku dewasa saat ini. Bibir kuoleskan lipglos tipis, aku ga suka menor dan wajah kusapu bedak tipis juga. Setelah beres semua kumematut diri di cermin. "Sempurna. "decakku puas.


Kulihat Pak Luki menyeruput kopi dan saat melihatku, ia terkejut. Aku jadi kikuk. Jangan-jangan ia tak suka dengan penampilan ku.


"Wah... cantik sekali kamu, Lis. Aku jadi pangling. pak Luki tersenyum nakal kearahku.


"Makasih ya Pak." Aku berjalan mendekat.


"Lis...Aku ingin bicara padamu, penting sekali. Apa kamu siap mendengarnya?"


Aku ingat tujuan ia ke rumah.


"Saya siap pak." jawabku setenang mungkin. Walau itu sulit.


Pak Luki menatapku lembut, diraihnya tanganku di pangkuannya

__ADS_1


"Aku mencintaimu, Lis. Apa kamu mau menjadi calon istriku?"


Aku kaget mendengar nya. Antara senang dan terharu menyertai batinku.


"Kok diam... apa kamu sudah memiliki pacar?" tanyanya ragu-ragu.


"Gak punya kok pak, saya hanya kaget saja. Kenapa Bapak menyukai saya?" ah pertanyaan bodoh," batinku.


"Kamu yang aku cari selama ini. Aku suka dengan kepribadianmu, cantik dan baik. Pak Luki berkata dengan sungguh-sungguh.


"Saya bersedia pak..." aku menunduk malu-malu. Kulihat wajah pak Luki berbinar.


"Baik Pak... eh mas... " aku tersipu malu. Seperti nya mas Luki sungguh-sungguh menyatakan isi hatinya pada ku.


"Baiklah kalau begitu gimana kalau kita jalan?"


"Wah boleh juga nih mas, sebagai tanda kalau kita sudah jadian ya?"


" Iya sayang." Aku bergetar mendengar mas Luki menyebutku sayang.


Tiba-tiba ia mencium pipiku dengan mesranya.Aku tersipu malu... begitu indahnya malam ini.

__ADS_1


"Mas... aku bahagia. banget malam ini. Aku kira hanya aku yang menyimpan rasa itu,"kataku lirih.


"Tidak sayang.Aku sudah jatuh hati saat kamu masuk kerja waktu itu. Maaf ya aku marahin kamu waktu itu."


"Iya mas..tapi kalo mas marah tambah ganteng lho," godaku.


"Masa sih. ya udah besok aku marahin. kamu terus ya," katanya me ngancam.Dicubitnya dagu ku dengan gemas. Aku meronta kesakitan hingga aku jatuh di pangkuannya.


Jantungku terasa mau copot saat dada kami bersentuhan. Mas Luki menatap ku lekat. Beberapa menit berlalu kamipun hanyut dalam buaian cinta yang memabukkan.


Beruntung tak ada yang melihat adegan ciuman yang cukup lama itu , karena teman-teman sudah pergi bermalam minggu keluar.


" Mas...sudah ya.." kataku merajuk.Aku kelelahan mengimbangi kemampuan mas Luki dalam hal berciuman. Sungguh dahsyat, ia melumatkan bibirku hingga puas.


" Kenapa sayang..aku masih ingin..ia tak melanjutkan kata-katanya keburu aku menutup mulutnya.


"Sst ..sabar sayang, aku gak mau kita kebablasan." Wajahku menunduk setengah menyesal.


" Baiklah sayang..o iya aku pesan kalau pas di tempat kerja, kamu panggil pak ya. Aku mau hubungan kita ini jangan sampai bocor..Masalahnya kamu masih baru di sana, aku takut jadi masalah dengan kontrak kerjamu." Mas Luki menatapku serius.


Aku mengerti posisiku.Akupun men yetujui kesepakatan itu.

__ADS_1


__ADS_2