My Leader Is My Love

My Leader Is My Love
CLBK


__ADS_3

Rasa kesalku menyeruak saat Albert dan Lia memamerkan kemesraan mereka. Bukan karena aku cemburu, tetapi aku gak habis pikir kedua monster itu selalu menghantui hidupku. Dimanapun berada, seolah selalu menjadi bayang-bayang di mataku.


Mas Luki hari ini pergi keluar kota, ada kerjaan yang harus diurus di sana. Sementara hatiku sedikit was-was jika pangeranku berbuat macam-macam di sana. Apalagi godaan wanita cantik diluar sana seperti bunga bertebaran di sarang lebah.


"Kok ngelamun, Dek?" tanya suamiku keluar dari kamar. Aku berhentu sejenak, menyiapkan sarapan pagi untuknya. Nafasku kuhirup dengan pelan.


"Sebenarnya aku takut jika Mas jauh darimu. Gak tahu hati ini begitu terluka, Mas." Suaraku parau seiring mataku yang mulai sembab. Aku mengingat perjalan hidup kami yang berliku, dan kami berhasil mengatasi setiap rintangan demi rintangan. Itu semua karena kekuatan cinta kami.


"Oalah, Dek. Kirain apaan." Mas Luki segera memelukku dengan erat. "Jangan khawatir sayang, aku gak akan macam-macam di sana. Bukankah cintaku hanya untukmu seorang?" Mas Luki menatapku lekat, membuat jantungku berdegup kencang. Mata elang yang bersembunyi di balik kaca matanya tak sanggup kutatap lagi. Mata itu yang membuatku terlalu mencintainya.


"Iya Mas, aku cuma khawatir saja. Wajar kan seorang istri mengkhawatirkan suaminya di luar sana? " tanyaku pelan. Aku menunduk malu, seakan beban di pikiranku terlepas.


"Lihat wajahku, Lis. Apa ada kebohongan selama ini, aku tak pernah berbuat aneh kan diluar sana? " tanyanya kemudian. Aku mengangguk. Ah begitu rapuhnya diriku.

__ADS_1


"Demi keluarga kita, dan dede di perutmu, aku akan selalu setia dengan keluarga ini dan cintaku, milikku." Kini ia begitu bergetar mengucapkan kata terakhirnya. Aku terkesima mendengarnya. Aku semakin erat memeluknya.


"Sudah, ya sayang Nanti suamimu telat. Aku sudah lapar nih..."


Aku baru tersadar dengan pekerjaanku. Dengan cekatan aku taruh nasi goreng kesukaannya di meja makan dan segelas teh manis tersaji di sana. Si kembar masih tidur di kamarnya, sedangkan Mbok Minah beberapa hari ini pulang kampung ada kerabatnya yang sedang sakit.


"Hmmm... sepertinya aku agak kewalahan nanti bersama si kembar, " kataku dalam hati.


"Dek... apa yang kaupikirkan?" tanya mas Luki seperti bisa membaca pikiranku.


"Aku akan bawa orang untuk membantumu merawat si kembar. Sebentar lagi ke sini, okey." Mas Luki menegang tanganku erat. Sebenarnya aku sudah tahu sebelumnya. Aku tahu sifat mas Luki yang tidak tegaan terhadap istrinya.


"Makasih ya, sayang." Aku kecup pipinya, membuat mas, Luki salah tingkah dan menatapku intens.

__ADS_1


"Makasih sayang, aku akan segera kembali, jika urusan di sana selesai."


Setelah semuanya beres, kuantar suamiku sampai depan pintu. Sebelum pergi, ia peluk tubuhku erat dan mengecup perutku yang mulai membuncit. Ada perasaan damai di hatiku.


Detik perdetik mas Luki mulai meninggalkan rumah. Hanya dia yang selalu kupanjatkan padanya, semoga selalu dalam lindungan Nya.


Aku langsung menutup pintu kamar dan menengok si kembar dalam kamarnya. Rumah yang luas terasa sepi tanpa mas, Luki. Langkahku terhenti saat melihat handphone suamiku tergeletak di meja.


Dengan perasaan campur aduk kuambil ponsel miliknya. Beberapa panggilan tak terjawab nampak di layar ponsel. Pasti rekan kerjanya meneleponnya beberapa menit yang lalu. Semoga mas Luki segera kembali dan mengambil ponsel yang tertinggal.


Tetapi hatiku kembali tertegun saat membaca kontak yang menghubungi suamiku berkali- kali itu. Lia??


next...

__ADS_1


maaf viewers, lama gak update cerita karena sedang sakit... selamat menikmati episode selanjutnya.


__ADS_2