
Hatiku berkecamuk saat Albert tiba-tiba tiba muncul di kehidupanku. Sejak pertemuan ku yang tak sengaja itu, mas Luki berubah sikapnya padaku. Ia cenderung diam tak banyak kata.
Aku harus menyelesaikan masalah ini secepatnya.
" Mas.. maafkan aku jika menyinggung perasaanmu."
Mas Luki mendesah pelan.
" Kalau kamu ingin hubungan kita serius, jaga sikap kamu. Kemarin kalian berpelukan kan? Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri. Kamu jangan menyembunyikan sesuatu darimu, Sit! "
Ucapan Mas Luki tajam bak panah melesat dari busurnya.
Aku menatapnya sendu. Aku sudah move on dari nya mas. Soal kemarin dia refleks memelukku."
"Tetapi kamu menikmatinya kan? " tanya mas Luki geram.
" Bukan begitu mas... aku.. "
"Sudah.. aku tak mau mempersoalkan hal sepele ini.
"Apa kamu sudah gak percaya lagi padaku? "
__ADS_1
"Itu tergantung sikapmu. Kalau kamu bisa jaga diri dan tidak neko-neko orang lain akan segan padamu." Mas Luki berbicara panjang lebar. Aku terpaksa menunduk. Apa yang ia ucapkan benar juga.
"Iya maafkan aku mas.. aku salah. Sebagai gantinya apa yang harus kulakukan padamu mas, untuk menebus kesalahanku? "
Mas Luki langsung menatapku. Senyum nakalnya terpancar dari bibirnya. Aku mengerucutkan bibirku, membuat mas Luki mendekat dan memegang bibirku dengan lembut. Ku pejamkan mataku dengan merasakan sentuhan demi sentuhan dari tangan kekarnya. Kamipun hanyut dalam suasana rindu yang sangat.
"Mas.. argh.. " aku mengerang. Kecupan lembut mas Luki membuatku merasakan sensasi itu.
" Apa kamu sudah siap untuk kulamar? "" tanya Mas Luki lembut sambil membeli rambutku yang panjang. Sesekali ia mencium ku bahuku. Aku menatapnya tak percaya. Kedekapkan badanku ke pelukannya.
" Mas sungguh- sungguh? "Aku masih tak percaya.
" Kapan aku bohong padamu, sayang? "
"Aku siap mas.. kapan kita ke orangtuaku. Tetapi maaf mas, aku orang yang miskin. Keluarga ku hidup sederhana di kampung. Apa mas tidak malu nanti jika melihat kondisi rumahku? "
"Jangan berkata begitu, Lis. Aku sangat mencintaimu. Kamu gadis baik-baik dan aku tidak salah memilihmu. Apapun keadaan keluargamu, aku menerima apapun yang akan terjadi nanti."
Kubenamkan wajahku di pelukannnya.
" Makasih sayang.. aku siap menunggumu."
__ADS_1
Mas Luki orang yang paling kucintai saat ini. Tempatku berlabuh tak kenal ruang dan waktu. Semoga cinta kami menyatu.
*Tempat kerja
"Kamu kok senyum- senyum sendiri sih, Lis. Tadi malam pasti ada yang spesial nih? " Meli sahabat ku heran melihat sikapku.
" Ah pingin tahu aja.. tetapi untuk sahabatku yang paling manis akan kubocorkan rahasia ini ya " celutukku untuk memancing penasarannya.
"Apa dong, kasih tahu kenapa? " Meli mukai cemberut.
Aku suka dengan sikapnya itu.
Buku-buku ku bisikkan sesuatu di telinganya. Meli langsung terbelalsk kaget, sambil menutup mulutnya dengan tangan.
"Hah yang bener.. so sweet deh kalo begitu. " Selamat ya, Lis. Semoga acaranya sukses." Meli memelukku erat.
"Makasih, Mel. Kamu memang sahabatku yang paling keren. O iya kamu juga wajib datang ya ke acara ku. Ajak cowok gebetanmu itu, "ledekku.
" Ih siapa sih.. aku gak punya cowok kok," protesnya.
"Danar maksudku.. " Aku berkata santai. Tetapi ia malah tertawa.
__ADS_1
"Hhh. ga ada di kamusku untuk jatuh cinta ma Danar, swear!" Meli berhenti tertawanya dan berubah menjadi serius. Ia menatapku sekilas dan melepaskan pandangannya ke depan.