
Kehidupanku sekarang penuh makna. Bagaimana tidak? Mas Luki memberikan perhatian lebih padaku, sampai Meli iri dengan hubungan kami. Danarpun jaga jarak setelah tahu hubungan kami.
Hari ini banyak produk yang error atau Enji (istilah pabrik).Mas Luki terlihat tegang. Saat itu kulihat ia meeting dengan manajer produksi dan beberapa supervisor terlihat mereka tegang.
Hari ini terpaksa karyawan line auto mounting disuruh rework di PT Kotobuki, perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan Katolec.
Tiba di Kotobuki, kami langsung menuju ke tempat rework yang sudah ditentukan. Aku dan beberapa teman kerja mulai bekerja.
Sedangkan Mas Luki sibuk mengawasi beberapa kiriman PCB yang error. Aku mencuri pandang ke arahnya. "Kasihan banget kamu mas," desahku pelan.
"Kenapa kamu, Lis suntuk
banget?" tanya Meli.
" Gak apa-apa kok. Cuma kesal aja kenapa PCB yang error itu bisa lolos sampai sini?"
"Namanya kerjaan, pasti ada yang rusak dan ok. Sst ...Meli membisikkan sesuatu ke telingaku."
"Masa sih..."balasku cepat. Kata Meli, Linda yang bagian quality kontrol kerjaannya selalu gak beres.
Tiap bekerja selalu disambut oleh teman kerjanya yang naksir ma dia, jadinya produk yang harus dicek qualitynya bisa tercampur mana yang oke dan yang error.
__ADS_1
"Siap-siap aja kenapa SP (surat peringatan) bagi yang melanggar aturan." Aku menghela nafas berat. Aku takut dampaknya mengarah pada operator produksi.
"Ah... tidak..." teriakku.
Spontan Meli dan beberapa karyawan menoleh ke arahku. Mendadak wajahku pucat pasi melihat darah keluar dari jari tanganku. Seperti nya aku tergores lempengan material di dalam PCB.
Segera Meli memberitahu Mas Luki atas insiden ini. "Ah aku merepotkan dia lagi," desisku pelan.
Tak berapa lama leaderku datang dengan raut muka panik.
"Apa yang terjadi, Lis... kenapa tanganmu terluka?"
"Ya sudah ayo ke mess biar lukamu diobati dulu." Kalian lanjutkan pekerjaan ini. Ingat hari ini harus selesai," ucap Mas Luki tegas.
Teman - temanku mengangguk tanda siap melaksanakan tugas. Aku pun mengikuti mas Luki di belakang. Langkah nya cepat hingga aku harus setengah berlari.
"Kamu pasti lelah ya, Lis?" Mas Luki membuka pintu dan menyuruhku masuk.
"Gak ko pak..akunya aja yang gak hati-hati."
Mas Luki dengan cekatan mengambil kotak P3k di kotak obat dan membersihkan lukaku. Kupandangi wajahnya. Begitu sempurna di mataku.
__ADS_1
Sadar kalau diperhatikan, Mas Luki tiba-tiba menciumku! Aku langsung tersipu malu.
" Aku tau kamu kangen aku kan?" goda Mas Luki.
"Eh gak. baru kemarin ketemu kok kangen?"
"Udah jangan mengelak. Tatapan mas Luki jadi nakal.. beberapa saat kemudian kamipun melepas kerinduan yang sangat . Disela- sela aktifitas itu, tiba-tiba suara pintu diketuk orang.
"Pak Luki..maaf menggangu." terdengar suara orang di balik pintu.
" Mas... dicari tuh..."
Mas Luki melepaskan pelukannya, dan berkata," kamu istirahat di sini saja gak usah ikut rework. Nantia tambah parah lukamu."
Aku mau protes, cepat- cepat ia menutup mulutku dengan jarinya.
"Aku kembali ke line dulu... istirahatlah." Mas Luki tersenyum dan mendaratkan ciumannya ke pipiku.
Mas Luki selalu memanjakanku. Aku jadi tambah cinta. Segera kusandarkan tubuh ini di tempat tidur.
"Bagaimana dengan teman-temanku di sana? Maaf kan aku ya teman-temanku semua."
__ADS_1