My Leader Is My Love

My Leader Is My Love
Prita si misterius


__ADS_3

Aku sudah pasrah tak kutemukan kunci di lemari dapur yang biasa Mas Luki simpan di sana.


"Ayo Kak, kita bermain ke depan saja ya, " bujukku. Tetapi Hendra malah menangis, sambil menunjuk bunga yang baru mekar di belakang rumah.


"Pintunya tak bisa dibuka, sayang. Nih mama lihatin. Aku mencoba membuka pintu kembali, dan Kreek.. pintu terbuka. Aku terbelalak kaget tak percaya.


" Tidak mungkin... tadi aku buka sulit sekali, kenapa sekarang bisa terbuka? Tiba-tiba bulu kudukku berdiri.


Si kembar mengajakku bermain di belakang rumah. Aku pun ragu untuk keluar, ada sesuatu yang akan terjadi.


Tetapi entahlah, aku tak tahu. Banyak keganjilan yang kurasakan saat Prita bermain ke sini. Aku jadi inget Ibu komplek yang suruh berhati-hati dengannya.


Si kembar kembali mengagetkanku dengan mengajak ke taman. Akupun menuruti kemauan mereka.


Dengan keberanianku yang tersisa, aku ajak mereka ke taman belakang. Semilir angin dan sejuknya pepohonan membuatku nyaman berlama-lama di sini. Hilang rasa takutku.


Tak terasa kami bermain di taman hampir mendekati sore. Mana si kembar belum kumandikan lagi.


Saat akan kubuka pintu belakang, tiba-tiba pintu terkunci . Aku panik seketika.


Segera aku mencari alat yang bisa membantuku mendobrak pintu itu.

__ADS_1


Belum sempat aku mencari alat itu, tiiba-tiba pintu terbuka sendiri. Aku langsung membawa si kembar masuk.


Tubuhku bergetar memikirkan apa yang barusan terjadi.


"Ayo Nak kita ke kamar saja ya," kataku panik. Aku gak mau anakku ketakutan melihat hal-hal yang berbau mistik.


Untung si kembar nurut dengan kedua tangannya memegang bunga yang sedang mekar tadi. Aroma bunga mawar itu menusuk hidung, sangat wangi.


Aku segera menelpon suamiku, tetapi kuurungkan karena tiba-tiba ada orang mengetuk pintu.


Jantungku berdecak kencang saat melihat siapa yang bertamu. "Prita..."


Pikiranku kalut, ingat pesan ibu tetangga yang suruh hati-hati terhadap Prita. Oke aku akan berusaha mengikuti saran ibu gendut itu.


Aku dan si kembar tetap di dalam kamar hingga Prita pergi dari rumahku. Beberapa saat tak ada suara orang mengetuk pintu. Suasana menjadi sepi mencekam. Si kembar masih asyik bermainan bola.


Aku melangkah dengan berjingkat mengintip ke lubang pintu kamar. Aroma wangi menyeruak di sekelilingku, membuat kulitku merinding. Ada apa ini?


Tiba-tiba ponselku berdering. Aku segera mengambil ponsel yang kutaruh di atas meja. Hatiku lega melihat siapa yang menelponku. Mas Luki...


"Hallo Mas, kapan pulang. Aku takut sekali."

__ADS_1


"Kenapa, Lis. Apa yang terjadi?"


"Aku diteror hantu, Mas."


"Iya aku segera pulang, jangan ke mana-mana dan tutup pintu kamarmu rapat-rapat."


"Iya Mas, cepat pulang ya, aku takut sekali."


Dan Tut.. telpon terputus.. Aku harus bercerita tentang kejaduan aneh pada suamiku. Siapa tahu ia bisa membantuku.


Kulirik jam dinding...


Angka yang sama waktu kejadian kemarin sore.. .


Prita tak ada lagi, keberanian diri menunggu mas Luki di depan tivi. Saat menyetel TV, aku dikejutkan oleh Prita yang sudah masuk dan berjalan kearahku. Sontak aku berdiri sambil menggigil ketakutan.


Prit... Prita? Apa benar kamu Prita!? " Aku menatapnya tak percaya. Prita tersenyum misterius.


"Aku juga ingin rumah ini. Apa aku salah mbak Lisa?" tanyanya penuh dengan keanehan.


.

__ADS_1


__ADS_2