
Hari-hari ku begitu sunyi tanpa ia disampingku. Memang pengaruh cinta begitu kuat bisa mengalahkan rasa, mood dan semangat. Begitu pula aku.. sejak ditinggal ke Jepang, semangat kerjaku turun. Meli yang tahu penyebabnya berusaha menghiburku.
Malam minggu
" Lis.. jalan yuk.. kamu suntuk kan mikirin doi? Gimana kalau kita nonton. Aku punya 2 tiket nih khusus untuk kamu, " tawar Meli. Kalau sudah ada maunya aku tak bisa menolak walaupun aku gak mau ke mana-mana saat ini.
"Ajak Danar aja, sapa tau mau, " kataku kemudian. Anak itu serasa menghilang di telan bumi sejak aku dan Mas Luki pacaran.
"Ah.. gak asyik ngajak dia, penakut kayak cewek. Mending ma kamu.. mau ya? "
"Oh.. iya hari ini ada film bagus lho, sesuai seleramu horor. "
" Film apa? " tanyaku antusias. Kalau sudah masuk horor, minat ku langsung muncul. Bisa berjam-jam melototin cerita itu mengalahkan drakor.
"Bangsal 13! " seru Meli. Matanya berbinar dan membulat berharap aku tertarik dan berhasil.
Aku tersenyum, " ok.. aku ganti baju dulu. "
__ADS_1
"Yes.. "Meli tersenyum kearahku sambil mengepalkan tangan ke samping.
Setelah beres semuanya, kamipun pergi ke Mall lantai 2. Sampai di sana.. betapa antrinya pengunjung di akhir pekan ini.
Mereka mungkin ingin mencari hiburan sepertiku., yang jomblo maupun yang berpasangan menyatu di deretan antrian.
" Bisa lama nih, Mel kalau begini. " kataku ketus.
" Sabar namanya aja bioskop, pasti banyak yang datang ke sini. Apalagi film nya keren-keren, " timpalnya antusias. Meli bersenandung sambil memainkan ujung rambutnya.
Ciri khas dia kalau lagi menunggu. Wajah manisnya selalu ceria, tetapi aku heran hingga saat ini belum mau pacaran. Saat kutanya ia malah menjawab dengan entengnya belum menemukan pangeran yang bisa menaklukkan hatinya. Aku hanya menggelengkan kepala.
Akhirnya kami bisa masuk ke dalam bioskop setelah melalui antrian panjang.
Penuh sekali di dalam, Meli dengan lincah nya menggandeng tanganku dan duduk paling depan. Aku sempat mau protes tapi ia tetap melangkah ke depan.
" Mel.. masa duduk paling depan sih? "
__ADS_1
" Sst ..jangan cerewet.. ikuti aku aja. " Akupun menyerah. Mungkin ia gak mau melihat adegan porno orang-orang yang ada di belakangnya. Nonton film hanya modus untuk menyalurkan nafsu.. ada-ada saja. Tetapi benar juga sih, selama ini ku perhatikan banyak pasangan yang belum sah ada di tempat ini dan melakukan aksinya.
"Mel. lihat belakang mu, " godaku sambil berbisik.
" Ih.. ogah.. tuh lihat sudah mulai filmnya." Meli mengingatkanku sambil mencari sesuatu didalam tasnya. Sebuah kain, aku sudah bisa menebak untuk apa kain itu. Dasar penakut..
Aku fokus menonton film horor yang super bagus itu.. cerita tentang suster ngesot yang dipasung di dalam tanah. Dan dia bersumpah siapa yang berani mengetuk pintu bangsalnya dia akan meneror sampai orang itu kehilangan nyawa. Begitulah garis besar isi cerita nya.
Mas Luki lagi ngapain ya sekarang. Tiba-tiba aku teringat mas Luki. Apa ia tetap kerja kalau malam minggu seperti ini. Rasa rindu semakin membuncah tatkala ada pesan masuk di ponselku.
"Mas Luki.. " aku tepekik dalam hati. Sudah seminggu tak ada kabar, ia tiba-tiba menghubungiku.
" Hallo sayang, sedang apa kamu sekarang? " dengan memasang emot love yang lucu.
Aku segera membalas nya, " nonton ma Meli di bioskop. "Sayang.. aku kangen, "imbuhku di pesan WA.
"Sabar sayang.. nanti juga kita bersatu. "
__ADS_1
Aku tersenyum bahagia. Kubalas pesannya dengan emoticon love yang banyak.. Meli hanya cemberut melihat sahabatnya berbagi kebahagiaan dengan kekasihnya.