My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)

My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)
10. Mendiamkan


__ADS_3

Tuan Noah segera berangkat ke rumah sakit di mana putrinya sedang di rawat. Tubuh gadis kecil itu sudah di pindahkan kamar VVIP.


Gadis kecil itu jadi sering mengalami muntah-muntah. Dokter sudah memberikan pereda mual namun Honey masih saja mengeluarkan cairan dari dalam perutnya.


Tuan Noah membuka pintu kamar putrinya dan mendapati putrinya Honey masih muntah di bantu ibu Cinta yang terus mengusap punggung gadis itu.


"Apa yang terjadi? Kenapa putriku bisa seperti ini?" Tanya Tuan Noah menahan geram.


"Tadi ada insiden kecil di sekolah karena...?"


"Terus tugasmu apa sebagai gurunya, hah?" Bentak Tuan Noah pada ibu Cinta yang langsung tersentak dengan perkataan Tuan Noah yang tidak ingin mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu.


Tidak lama datang dokter dan kepala sekolah ke kamar inap VVIP milik Honey. Melihat wajah Tuan Noah yang tak lagi bersahabat dengan ibu Cinta, ibu Cintya menjelaskan duduk perkaranya namun Tuan Noah merasa kecewa dengan kelalaian guru-guru di sekolah itu yang menyebabkan putrinya Haris mengalami ini semua.


Tuan Noah beralih menanyakan dokter yang sedang menangani keadaan putrinya.


"Apa yang dialami putri saya dokter? kenapa dia sampai muntah-muntah seperti ini?"


"Putri anda mengalami gegar otak. Itulah sebabnya ia muntah-muntah. Kami sudah memberikan obat untuk meredakan mual dan demamnya. Nanti Honey akan baikan lagi, Insya Allah. Ucap Dokter Nur Hayati.


Tuan Noah mendekati putrinya lalu memeluk tubuh putrinya yang sudah menyelesaikan muntahnya.


Kepala sekolah meminta maaf atas kejadian ini, namun ditanggapi dingin oleh Tuan Noah. Kepala sekolah bisa memaklumi keadaan suasana hati Tuan Noah saat ini dan ia meminta ibu Cinta untuk menjaga keadaan Honey dan dirinya sendiri langsung pamit pulang untuk menyelesaikan kekacauan yang belum beres di sekolah yang terjadi pada Inggit dan kawan-kawannya.


Ibu Cinta terlihat serba salah. Wajah Tuan Noah yang tidak lagi memandangnya sebagai kekasih ataupun sebagai wanita yang ditaksirnya. Wajah datar itu memandangnya dengan tajam seakan ingin mengulitinya hidup-hidup.


Sementara Honey kembali tertidur setelah diberikan obat penenang oleh suster. Ibu Cinta hanya duduk terpaku di sisi tempat tidur Honey, sementara Tuan Noah seakan tidak peduli dengan keberadaan ibu Cinta di sisi putrinya.


Merasa tidak di sapa maupun diajak bicara oleh Tuan Noah, ibu Cinta akhirnya pamit untuk kembali ke sekolah walaupun hatinya tidak tega meninggalkan Honey yang masih terbaring lemah.


"Permisi Tuan Noah!"


"Hmm!"


"Mungkin anda ingin bersama dengan Honey, sebaiknya saya pamit pulang kembali ke asrama." Ucap ibu Cinta hati-hati dengan wajah tertunduk sedih.

__ADS_1


"Silahkan! Terimakasih sudah membawa putriku ke rumah sakit." Ucap Tuan Noah ketus.


"Dengan senang hati Tuan Noah! Kalau ada apa-apa, tolong kabarin sayang."


"Hmm!" Acuh Tuan Noah sambil memperhatikannya ponselnya.


Ibu Cinta mengambil tas miliknya dan langsung meninggalkan kamar inap Honey begitu mendapatkan respon dingin Tuan Noah kepadanya.


"Ya Allah, ada apa ini? Mengapa Tuan Noah seakan menyalahkan aku Ats kecelakaan putrinya." Keluh ibu Cinta yang merasa Tuan Noah telah menghukum dirinya.


Sementara di dalam kamar inap VVIP milik Honey, Tuan Noah masih kelihatan marah pada ibu Cinta.


"Aku kira dia bisa menjadi seorang ibu yang baik untuk putriku Honey, ternyata dia hanya berperan layaknya sebagai guru biasa untuk putriku." Keluh Tuan Noah yang tidak peduli dengan pemaparan kepala sekolah jika ini semua hanya suatu kecelakaan dan diluar jangkauan guru.


...----------------...


Dua hari dirawat di rumah sakit, kini kesehatan Honey berangsur membaik. Honey diijinkan oleh dokternya untuk bisa pulang kembali ke rumah dan beristirahat yang cukup sebelum menjalani lagi aktivitasnya sebagai pelajar.


Tante Lea mengajak gadis kecil itu untuk mengobrol namun Honey terlihat dingin karena dia hanya ingin ngobrol dengan ibu Cinta.


Tuan Noah berusaha melepaskan obsesi putrinya pada ibu Cinta agar putrinya bersikap wajar pada ibu Cinta dan tidak melihat ibu Cinta sebagai figur yang patut ia cintai.


"Ayah!"


"Iya sayang!"


"Honey ingin bertemu dengan ibu Cinta."


"Tapi, ibu Cinta sangat sibuk di asrama mengurus teman-temanmu." Ucap Tuan Noah bohong.


"Setidaknya Honey ingin bicara dengan ibu Cinta."


"Tadi ayah barusan menghubungi ibu Cinta, tapi ibu Cinta bilang belum bisa bicara dengan Honey saat ini kecuali Honey harus cepat sehat supaya bisa sekolah lagi."


"Apakah ayah sedang membohongi Honey?"

__ADS_1


Degggg....


"Untuk apa berbohong, apakah kamu tidak percaya dengan perkataan ayah barusan?"


"Maafkan Honey, ayah!" Tapi Honey sangat kangen pada ibu Cinta." Rengek Honey namun tidak membuat Tuan Noah luluh.


"Honey! Semua guru itu pasti memperlakukan siswanya dengan adil. Ia harus bisa menyayangi semua siswa-siswinya tanpa tebang pilih termasuk menyayangi Honey. Jadi ayah mohon agar Honey tidak bergantung pada ibu Cinta lagi mulai saat ini." Ucap Tuan Noah tegas membuat Honey terlihat bingung.


Tuan Noah meninggalkan kamar putrinya bersama adiknya Lea yang merasakan keanehan pada sikap kakaknya yang berubah drastis pada ibu Cinta semenjak insiden yang terjadi pada Honey.


Di asrama sekolah ibu Cinta terlihat gelisah sedari tadi memperhatikan ponselnya yang tidak mau berbunyi sekalipun.


"Apakah aku saja yang menghubungi Tuan Noah untuk menanyakan keadaan Honey?" Tanya ibu Cinta penasaran.


Ibu Cinta lalu menghubungi nomor ponsel Tuan Noah, namun Tuan Noah melihat nama ibu Cinta sengaja mendiamkan wanita yang baru sehari ia menyatakan cintanya.


Berulang kali ibu Cinta menghubungi ponsel Tuan Noah, namun lelaki ini tidak bergeming sedikitpun.


"Apakah dua saat ini sangat marah kepadaku hingga tidak menganggap aku ada lagi dihatinya? baiklah Tuan Noah, rupanya cintamu hanya semanis jambu. Habis manis sepah dibuang." Kesabaran ibu Cinta mulai hilang pada sosok ayah dari siswa kesayangannya, Honey.


"Ibu Cinta!"


"Iya Bu Dea."


"Apakah ibu Cinta sudah mengetahui keadaan Honey?"


"Entahlah!"


"Apakah ibu Cinta tidak menghubungi Tuan Noah untuk menanyakan...?"


"Dia tidak mau mengangkat panggilan dariku. Dia menyalahkan kecelakaan putrinya kepadaku. Dia tidak ingin lagi berurusan denganku, kalau begitu aku juga tidak mau tahu tentang dia kecuali putrinya Honey." Sungut ibu Cinta kesal.


"Astaga! Kenapa Tuan Noah jadi menyalahkan dirimu?"


"Entahlah!"

__ADS_1


Ibu Cinta menarik selimutnya by dan menutupi wajahnya. Ia tidak terima dengan sikap Tuan Noah yang sengaja mendiamkan dirinya gara-gara kecelakaan Honey.


"Baiklah. Kalau cara kamu seperti itu dengan mendiamkan aku, jangan harap aku akan memaafkan dirimu. Kamu kira aku tidak bisa apa membalas perbuatanmu padaku." Batin ibu Cinta lalu memejamkan matanya.


__ADS_2