My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)

My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)
28. Perjuangan Cinta


__ADS_3

Usia kandungannya Cinta sudah memasuki lima bulan. Bertambah besarnya kehamilannya bertambah besar pula tumor ganas yang bersarang bersamaan dengan tumbuh kembang janinnya.


Rasa sakit yang Cinta rasakan pada perutnya mulai menderanya. Namun Cinta tidak pernah memperlihatkan sakitnya pada sang suami.


Rasa sakit itu makin menjadi jika suaminya sudah mengajak bercinta. Cinta harus mengigit bibir bawahnya dengan menggenggam seprei agar ia tidak berteriak di hadapan suaminya saat menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri.


Keringat dingin dengan wajah pucat membuatnya harus menahan tangisnya yang hampir saja pecah. Usai selesai bercinta, istri dari Noah ini segera berjalan tertatih-tatih menuju kamar mandi hanya untuk menangis di dalam sana.


"Mama... mama! Ini sangat sakit mama." Keluh Cinta sambil terisak.


Tuan Noah mengetuk pintu kamar mandi yang sengaja dikunci dari dalam oleh Cinta. Tuan Noah yang mengira istrinya sedang buang air besar menunggu lagi istrinya.


Cinta baru keluar jika sakit diperutnya mulai berkurang. Cinta keluar dengan tubuh yang sedikit membungkuk. Tuan Noah merasa curiga dengan perubahan jalan istrinya yang terlihat menahan sakit.


"Cinta! kamu kenapa sayang?"


Tanya Tuan Noah sambil mengernyitkan dahinya menatap heran Cinta yang terlihat makin pucat.


"Tidak apa apa sayang! Kamu terlalu kuat bercintanya, jadi milikku sedikit sakit." Ujar Cinta berbohong.


"Ya Allah, maafkan aku Sayang!"


"Tidak apa nanti juga akan hilang dengan sendirinya. Aku ingin tidur Noah, bolehkah?" Tanya Cinta dengan nafas tersengal.


"Tapi, wajah kamu sangat pucat dan tanganmu sangat dingin, Cinta."


"Kecilkan sedikit AC nya aku merasa sangat dingin saat ini."


"Mana mungkin kamu kedinginan kalau keringatmu makin banyak. Aku panggilkan dokter ya sayang."


"Tidak!"


Sergah Cinta setengah membentak suaminya. Tuan Noah terlihat makin heran dengan sikap ibu Cinta yang membuatnya sangat mencurigakan.


"Sayang, apa yang salah dengan perkataanku? kenapa kamu tiba-tiba marah? Aku hanya tidak ingin sesuatu terjadi kepada kamu dan calon bayi kita." Ujar Tuan Noah sambil menenangkan Cinta.


"Iya, aku tahu Noah, tapi jangan terlalu memperlakukan aku berlebihan dengan memanggil dokter. Aku bilang aku tidak apa dan hanya butuh istirahat.


Jadi tolong turuti permintaanku dan jangan memanggil dokter saat aku tidak membutuhkan mereka saat ini." Jelas Cinta yang takut ketahuan oleh suaminya.


"Baiklah. Istirahatlah sayang! Aku mohon maaf sudah membuatmu kesal." Ujar Tuan Noah lalu mencium bibir istrinya.


Tuan Noah beralih ke kamar mandi, sementara Cinta menangis di dalam selimutnya.


"Ya Allah, berilah hamba kekuatan fisik dan hati hamba. Jika ini bagian dari ujian untuk menghapus dosa-dosaku, maka bimbinglah aku di jalan yang Engkau ridhoi." Doa Cinta dalam tangisnya.


Cinta melafazkan istighfar tanpa batas hingga sakit itu hilang dari perutnya. Gadis ini akhirnya tertidur pulas dengan air mata masih menggenang di wajahnya.


Di dalam kamar mandi, Tuan Noah merasa terganggu dengan sikapnya Cinta. Ia mulai ingat akan istri pertamanya yang bersikap sama seperti Cinta saat ini.

__ADS_1


Tiara sering berbohong kepadanya saat mengandung Honey hingga usia kandungannya memasuki tujuh bulan baru di ketahui Tiara mengidap penyakit kangker hati.


Usai melahirkan Honey, Tiara menjalani kemoterapi secara rutin namun sayang, penyakit itu telah menggerogoti tubuhnya hingga akhirnya ia meninggal saat Honey berusia dua tahun.


"Apakah Cinta mengalami nasib yang sama seperti ibu kandungnya Honey?" Ucap Tuan Noah lirih.


Tuan Noah segera membersihkan tubuhnya begitu ingat dengan ibunya Honey. Ia begitu takut, jika hal yang serupa terjadi pada Cinta , istri keduanya itu.


Tuan Noah keluar dengan handuk putih membalut ke tubuh kekarnya. Melihat Cinta yang sudah terlelap, iapun mendekati istrinya itu. Sontak iapun kaget melihat wajah cantik itu terlihat sembab seperti habis menangis.


"Cinta, jangan sembunyikan apapun dariku, sayang! Aku tidak akan memaafkan diriku, jika aku harus kecolongan lagi untuk kedua kalinya." Batin Tuan Noah lalu tidur disebelah Cinta tanpa ingin mengenakan piyama tidur.


Ayah dari Honey ini tiba-tiba merasa takut kehilangan istrinya Cinta.


"Ya Allah, sudah cukup aku kehilangan istriku yang pertama. Jangan lagi mengujiku dengan mengambil lagi istri keduaku.


Jika aku banyak salah dan dosa dalam hidupku, maka ampunilah dosa-dosaku ya Allah." Ucap Tuan Noah dalam hatinya.


...----------------...


Keesokan harinya, Tuan Noah sengaja berkunjung ke rumah sakit di mana istrinya melakukan pemeriksaan di rumah sakit tersebut. Tanpa sepengetahuan Cinta, ia nekat menemui dokter Rachel yang pernah memeriksa kandungan Cinta.


Memang saat ini Cinta sudah beralih ke rumah sakit lain yang membuat ia nyaman berkonsultasi. Ia ingin dokter yang memiliki prinsip bahwa hidup mati manusia hanya Allah yang tentukan, bukan manusia itu sendiri.


Setibanya di ruang kerjanya dokter Rachel, Tuan Noah memperkenalkan dirinya sebagai suaminya Cinta.


"Begini dokter, beberapa bulan yang lalu, istri saya Cinta pernah memeriksakan kandungannya di sini. Saya hanya ingin tahu apa yang terjadi selanjutnya dalam pemeriksaan itu?


"Maaf Tuan Noah, apakah sampai saat ini istri anda Cinta, tidak memberi tahukan kondisi kehamilannya yang saat ini bermasalah?" Tanya dokter Rachel sebelum menjawab pertanyaan suami dari pasiennya.


"Tidak sama sekali dokter. Itulah sebabnya saya datang langsung menemui anda untuk mengetahui apa yang terjadi kepada istri saya?"


Dokter Rachel menghela nafas berat. Hampir setiap pasiennya selalu saja bersikap sama pada suami-suami mereka kalau sudah menyangkut nyawa sang calon bayi, jika mereka mendapatkan penyakit lain dalam tubuh mereka.


Seorang ibu akan melakukan apa saja hanya untuk melindungi bayi mereka walaupun tubuh mereka harus mengalami rasa sakit yang mendera setiap saat sampai mereka mampu melahirkan sang bayi, walaupun tidak semuanya selamat dari persalinan.


Ada yang meninggal dunia saat berhasil melahirkan bayinya dan ada juga keduanya meninggal bersamaan jika penyakit sang ibu bisa mempengaruhi kondisi bayinya. Itulah kasih seorang ibu yang tak bisa tertandingi oleh siapapun di dunia ini jika sudah menyangkut dengan anak.


"Begini Tuan Noah. Memang beberapa bulan lalu istri anda Cinta memeriksakan kehamilannya padaku.


Saat saya melakukan USG tiga dimensi pada bayinya, ternyata ada tumor ganas yang bersarang pada rahimnya bersamaan dengan bentuk embrio yang menempel di dinding rahim sang ibu." Ucap dokter Rachel apa adanya.


Deggggg... Wajah Tuan Noah terlihat pucat dengan jantung yang berdetak kencang saat mendengar penuturan secara langsung dari dokter Rachel tentang kondisi istrinya.


"Apa saran dokter saat mengetahui istri saya mengidap penyakit tumor rahim?"


"Saya meminta istri anda untuk melakukan operasi pengangkatan tumor dan harus mengorbankan janinnya. Namun sayang nona Cinta sama sekali menolak dengan keras saran dari saya.


Ia mati-matian mempertahankan kehamilannya dengan penuh keyakinan. Ia sangat yakin bahwa Tuhan akan menyelamatkan ia dan bayinya hingga menjelang persalinan." Ucap dokter Rachel tenang.

__ADS_1


Degggg..


"Apakah istriku menolak saran dokter itu?"


"Awalnya ia bertanya apakah masih punya kesempatan untuk hamil lagi pasca menjalani operasi itu. Saya bilang jika ia tidak punya kesempatan lagi untuk menjadi seorang ibu karena rahimnya juga ikut di angkat sekaligus." Ucap dokter Rachel apa adanya.


Deggggg...


"Pantas saja istriku menolaknya dokter, karena vonisnya cukup berat baginya jika ia tidak bisa lagi hamil pasca operasi." Ujar Tuan Noah yang baru memahami kondisi istrinya.


Apa lagi keinginan Cinta yang mau bertahan dalam sakitnya agar bisa melahirkan sang bayi tercinta.


"Baiklah dokter, kalau begitu saya permisi dulu. Terimakasih atas waktunya dan penjelasannya." Ujar Tuan Noah seraya menyalami dokter Rachel.


"Dengan senang hati Tuan Noah. Jika istri anda berubah pikiran, kami siap membantu mengatasi masalahnya, mengingat kehamilannya masih muda dan mungkin dengan jalan aborsi bisa sekaligus mengangkat tumor ganasnya sekaligus." Ujar dokter Rachel memberi solusi untuk Tuan Noah.


"Mungkin terdengar mudah untuk dokter Rachel dalam menyelesaikan kasus pasiennya. Tapi tidak semua solusi baik bisa ditanggapi baik oleh keluarga pasien atau pasien itu sendiri dokter.


Lagi pula, apakah dokter menjamin nyawa pasien akan selamat jika tetap menjalankan operasi itu?" Tanya Tuan Noah ingin memastikan janji dokter itu.


"Kalau itu kami tidak menjamin Tuan Noah, tapi sebagai dokter kami tetap berusaha menyelamatkan pasien dengan semampu kami dan tentunya ditunjang dengan peralatan medis yang sudah sangat canggih. Hanya itu ikhtiar kami Tuan Noah." Ujar dokter Rachel dengan persepsinya sebagai seorang dokter profesional.


"Baiklah dokter. Aku butuh waktu untuk memikirkan lagi yang terbaik untuk keluarga saya." Ujar Tuan Noah lalu meninggalkan ruang kerja dokter Rachel.


Tuan Noah menjalankan mobilnya sambil melamunkan istrinya Cinta. Ingin rasanya ia berteriak dan marah pada dirinya sendiri karena merasa lelaki paling sial membuat kedua istrinya harus menghadapi kematian.


"Ya Allah Apa yang harus aku lakukan untuk menolong istriku agar terbebas dari penyakit yang mematikan itu.


Apakah aku tidak pantas memiliki seorang istri hingga harus mengalami lagi duka yang sama?" Tanya Tuan Noah lirih.


Karena kurang fokus, Tuan Noah hampir menabrak mobil yang berlawanan arah di depannya. Sontak saja ia harus membanting setir ke kiri untuk menghindari tabrakan itu.


Bunyi deritan ban mobil dan aspal terdengar sangat nyaring memekakkan telinga bagi yang mendengarnya. Mobil mewah itu harus menabrak pohon karena sempat terperosok.


Umpatan dan makian dari beberapa pengendara yang hampir menjadi korban dari lamunannya itu. Ia hanya diam di tempatnya tanpa ingin keluar dari mobil. Tuan Noah seakan tidak peduli dengan apa yang ia dengar hari ini. Lagian ia merasa pantas mendapatkan cacian dari pengendara lain karena kecerobohannya.


"Astaghfirullah ya Rabb. Ampunilah aku ya Allah karena hampir membuat orang celaka hari ini." Ujar Tuan Noah menyalahkan diri sendiri.


Tidak lama ada orang yang menggedor mobilnya untuk mengetahui apakah Tuan Noah saat ini baik-baik saja atau mengalami cedera.


Tok... tok..


Tuan Noah menurunkan kaca jendelanya.


"Apakah anda baik-baik saja tuan?" Tanya salah seorang pengendara mobil.


"Saya tidak apa-apa tuan. Terimakasih atas perhatiannya." Ujar Tuan Noah.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi Tuan."

__ADS_1


__ADS_2