My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)

My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)
19. Menikmati Kebersamaan


__ADS_3

Keesokan harinya, Tuan Noah dan Cinta cek out dari hotel itu dengan hati yang bahagia. Senyum keduanya terukir indah tak terlepas dari dua wajah rupawan ini.


Tuan Noah tidak langsung pulang ke mansion, keduanya menuju ke pasar raya. Di sana Tuan Noah ingin Cinta memilih lengerie se*si untuk dipakai di malam-malam selanjutnya.


Sebenarnya Cinta pingin sekali minta dibelikan Baju yang lainnya, namun ia bingung harus mulai dari mana. Tapi untuk saat ini, ia ingin menyenangkan hati suaminya dengan memilih beberapa lengerie yang ada di konter tersebut.


Puas memilih barang yang disukai suaminya, keduanya menyerahkannya ke kasir dan dibayar sesuai dengan harganya.


Cinta meneruskan langkahnya bersama sang suami, namun ia berhenti melihat model-model busana cantik untuk usianya, di konter khusus untuk busana khusus untuk wanita.


"Apakah kamu ingin gaun atau yang lainnya, yang kamu sukai?" Tanya Tuan Noah yang melihat istrinya sedang serius menatap gaun yang lainnya.


"Hhm!" Cinta mengangguk.


"Alhamdulillah terimakasih sayangkuh, aku senang jika kamu meminta apapun padaku tanpa sungkan dan mulai saat dan seterusnya, kamu harus memegang ini sebagai nyonya Noah." Ucap Tuan Noah seraya memberikan black card untuk istrinya, dengan tersenyum ceria.


Bukan hanya dress dan gaun yang di pilih Cinta, tapi ia juga memilih dan memantaskan busana yang akan dipakainya komplit dengan jilbabnya. Walaupun busana yang diambilnya belum kelihatan sempurna, yang masih terbatas fashion semata, tapi Tuan Noah memakluminya karena dia tidak ingin istrinya memakai pakaian muslim hanya setengah hati.


"Apakah kamu ingin belajar baju muslim juga sayang?" Tanya Tuan Noah penasaran.


"Iya, pingin belajar menutup aurat." Ujar Cinta sekenanya.


Dengan niat menutupi aurat saja itu sudah bagus tidak perlu harus langsung sempurna. Semua butuh proses dalam berhijrah. Tidak perlu memaksakan diri kalian jika ilmu belum sepadan dengan iman. Adanya iman perlu adanya ilmu. Itu yang tersirat dalam pikiran Tuan Noah sekarang.


"Noah, coba lihat, bagus nggak?" Tanya Cinta dengan tingkah polosnya.


Gaya remaja yang genap berusia genap 23 tahun ini, memilih pakaian nyaman untuk dirinya saja.


"Cantik sayang." Tuan Noah memuji Cinta yang sudah mengenakan jilbab sesuai style-nya.


Cinta begitu senang mendengar pujian suaminya. Ia kemudian memilih beberapa busana lainnya. Tuan Noah membiarkan itu karena Cinta membeli hal yang bermanfaat untuk dirinya. Setelah mengemas belanjaannya. Tuan Noah mengajak Cinta untuk makan di salah satu food court yang ada di dalam gedung pasar raya tersebut.


Cinta memilih makanan ringan seperti somay sedangkan Tuan Noah memilih makanan berat seperti ayam bakar. Keduanya menikmati makanan mereka sambil membahas apa saja.


Tuan Noah tidak ingin membahas hal yang menyakitkan tentang masalah hutang mendiang ayah mertuanya, yang membuat isterinya hampir menikah dengan keluarga rentenir , ia lebih senang membahas hal lainnya karena hatinya saat ini sedang kasmaran dengan istrinya.


"Sayang, aku ingin sekali mengunjungi kampung halamanmu, apakah kamu tidak ingin membawaku ke sana?" Tanya Cinta sambil mengunyah makanannya.


"Apakah kamu mau ke sana?" Tuan Noah ingin Cinta memintanya sendiri untuk berkunjung ke rumah keluarganya di kampung, bukan dirinya yang meminta itu.


"Tapi kedua orangtuaku sudah meninggal. Hanya aku dan adikku Lea saja yang memilih tinggal di kota saat kedua orangtuaku meninggal saat orangtuaku meninggal, aku baru tamat kuliah."


"Tapi setidaknya aku ingin melihat kota Medan dan ingin berkunjung ke pulau Samosir. Katanya pulau itu sangat penting indah. Aku penasaran dengan pesonanya." Pinta Cinta manja.


"Ok, siap tuan putri, kita akan liburan bersama putri kita Honey. Tiga hari lagi kita berangkat ke sana dengan penerbangan pertama." Ujar Tuan Noah yang sudah menyelesaikan makanannya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Alhamdulillah terimakasih ya sayang! sudah traktir aku hari ini dan mengajak aku berbelanja." Wajah Cinta kelihatan berbinar.


"Sampai mansion dipakai ya sayang, aku mau melihatnya." Ucap Tuan Noah serius.


"Masa di mansion pakai jilbab?" Cinta sedikit protes dengan permintaan suaminya.


"Bukan busana muslimnya sayang, tapi lingerie yang aku maksud." Tuan Noah tersenyum nakal.


"Cih dasar suami, yang ingat cuma itu aja dipikirannya." Cinta pura-pura cemberut.


"Mau aku cium kamu disini?"


"Tidak! Jangan gila sayang. Aku tidak mau." Cinta menggeleng kepalanya dengan cepat.


"Tapi kita sudah suami istri, apa masalahnya?"


"Walaupun kita suami istri lebih nyaman dilakukannya di tempat yang tertutup tidak harus di umbar do depan umum." Kilah Cinta.


...----------------...


Tidak terasa mobil mereka sudah memasuki halaman mansion. Tuan Noah membuka pintu mobil untuk istrinya dan mengambil belanjaan Cinta lalu memberi kunci mobil pada pelayannya untuk memasukkan mobilnya ke garasi.


Tuan Noah mempersilahkan Cinta masuk ke rumahnya sebagai sebagai istrinya yang sah.


Para pelayan berbaris dengan rapi untuk menyambut nyonya baru mereka.


"Selamat datang Nyonya muda!" Ucap mereka serentak.


"Terimakasih! Perkenalkan namaku Cinta dan aku sekarang menjadi nyonya muda di rumah ini..


Mohon kerjasamanya dan bantu saya untuk menjaga ketenangan dan kenyamanan selama berada di rumah ini." Ujar Cinta hangat.


"Siap nyonya muda!"


"Permisi, saya mau ke kamar dulu." Ujar Cinta pamit kepada para pelayannya.


Keduanya menaiki tangga saling bergandengan tangan. Walaupun begitu keduanya masih tetap saling berceloteh menuju kamar mereka.


Cinta yang makin cerewet ketika sudah berdamai dengan suaminya. Musibah yang menimpa istrinya, membawa manfaat untuk keduanya lebih intim dan tidak lagi saling menjaga image.


Tuan Noah menahan tubuh sang istri untuk memperkenalkan kamarnya kepada istri barunya itu.


"Sayang! Ini adalah kamar kita. Aku harap kamu menyukai desain interiornya karena aku sempat merenovasinya untuk menghilangkan sebagian kenangan bersama almarhumah ibunya Honey." Ujar Tuan Noah lalu membuka pintu kamarnya.


Cinta masuk ke dalam kamar suaminya itu dan menatap sesaat isi kamar itu dengan penuh takjub.

__ADS_1


Kamar tidur yang didesain begitu mewah dengan sentuhan klasik modern hingga terlihat sangat hangat dan elegan.


"Ya Allah sayang! Ini sangat bagus dan cantik. Aku pasti betah berada di dalam kamar ini." Ujar Cinta sambil berjalan menyusuri kamar pribadinya itu.


"Aku tidak akan membuatmu meninggalkan kamar ini lama-lama karena aku ingin kamu segera hamil dan memberikan adik untuk Honey."


"Apakah persyaratan seorang suami yang baru menikah harus bisa memberikannya keturunan?" Sindir Cinta.


"Bukan begitu sayang, kita inikan pasangan pengantin baru. Jadi tujuan utama orang menikah selain sebagai nilai ibadah, pastinya berniat untuk meneruskan keturunan agar ia dapat mewarisi semua yang dimilikinya untuk anak dan keturunannya nanti " Ujar tuan Noah meyakinkan istrinya.


"Ok, insya Allah sayang! Kita akan ikhtiar dan berdoa agar keinginanmu bisa segera terwujud." Ujar Cinta penuh harap.


"Terimakasih sayang atas pengertiannya."


Cinta langsung masuk ke walk in closet untuk mencoba lengerie yang dibelinya sesuai permintaan suaminya.


Tuan Noah menunggu di pembaringan dengan tidak lagi mengenakan pakaiannya.


Debaran jantungnya makin kencang menunggu perubahan sang istri ketika menggunakan gaun tidur se*si itu.


Cinta yang sudah siap dengan lingerie menatap lagi tubuhnya untuk menambah keyakinan dirinya agar tampil menawan di hadapan suami tercinta.


Cinta melangkah ke kamarnya berhenti sesaat dan melihat ekspresi wajah sang suami.


"MasyaAllah." Hanya kata itu yang terucap dari bibir Tuan Noah.


"Sayang apakah kamu suka?" Cinta tersipu malu menanyakan hal aneh ini pada suaminya.


Bukannya menjawab pertanyaan istrinya, Tuan Noah malah menghampiri dan menggendong Cinta untuk dibawa ke ranjang empuknya. Tubuh Cinta dibaringkan dan iapun sudah tidak lagi berbasa-basi.


Tuan Noah kembali meneguk kenikmatan dari tubuh istrinya. Ciuman dari wajah, bibir, leher jenjang milik istrinya dan lama menikmati benda kenyal yang terdapat di tubuh istrinya.


Desa**an nafas saling memburu merasakan sensasi yang luar biasa dari milik partner ranjang yang cukup imbang dalam permainan panas ini.


Cinta berteriak histeris kala miliknya mendapatkan serangan dari milik sang suami yang sudah memasuki area terlarangnya.


Tubuh keduanya merasakan getaran seribu volt listrik yang menghasilkan ion-ion cinta yang menari indah di dalam gairah cinta yang sudah memuncak di atas ubun-ubun yang siap memuntahkan lahar keduanya untuk menyemai benih dalam rahim yang siap menampung calon penerus tahta kerajaan bisnis keluarga sang suami.


.


Baru saja keduanya mengistirahatkan tubuh mereka, terdengar suara Honey yang memanggil keduanya.


Baik Tuan Noah maupun Cinta baru ingat kalau mereka telah melewatkan sesuatu karena sudah melupakan kegiatan ibu Cinta sebagai guru yang sedang membimbing siswanya di villa.


Tapi, ia kembali ingat bahwa kepala sekolah sudah mengijinkannya untuk cuti selama masa berkabung keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2