My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)

My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)
9. Kekacauan Pagi Ini


__ADS_3

Ibu Cinta memberikan beberapa pilihan jenis kue dan roti yang mudah untuk dibuat dan tidak memakan waktu. Ada yang bisa di simpan selama dua hari atau lebih.


"Apakah kalian mau buat kue supaya bisa di coba oleh orangtua kalian?" Tanya ibu Cinta.


"Apakah kami boleh persembahkan hasil buatan kue dan roti kami untuk orangtua kami?" Tanya Megan.


"Boleh sayang!" Ujar ibu Cinta.


"Kalau begitu aku buat roti sosis yang diatasnya ditaburi keju kraft." Ujar Regi.


"Aku mau buat roti coklat." Ucap Honey.


Dan tiga temannya ingin buat roti keju dan roti kacang coklat.


Mereka membuat adonan roti terlebih dahulu sesuai porsinya.


Semua bahan di masukkan ke dalam mikser khusus untuk adonan roti hingga tekstur adonan itu kalis sesuai yang mereka inginkan. Ibu Cinta hanya mengarahkan cara pembuatannya selebihnya anak-anak yang melakukannya sendiri.


Adonan roti di diamkan selama satu jam dengan menutup wadahnya dengan serbet di atasnya agar adonan roti itu mengembang sempurna.


Sementara menunggu adonan roti mengembang, keduanya menyiapkan toping dan isian untuk roti tersebut.


Kesibukan mereka yang menyita perhatian pada kegiatan pagi itu membuat para guru sangat bangga dengan ketrampilan anak-anak yang cukup cekatan dalam melakukan apapun. Itu berarti pengakuan mereka tentang masak bersama atau membuat kue bersama dengan ibu mereka benar adanya karena mereka cukup lihai melakukannya.


sementara Honey yang selalu memperhatikan chef-nya di mansion saat chef itu membuat kue dan roti membuatnya sangat kagum. Ia selalu menunggu kue dan roti itu matang untuk dicicipi bersama tantenya Lea.


Bagi Honey tidak menjadi sulit karena ia sangat mahir melakukannya juga.


Inggit yang melihat Honey masih santai menunggu adonan rotinya mengembang berusaha merusak kegiatan kelompok itu dengan bullyan nya yang menyakitkan Honey.


"Mana mungkin kamu bisa membuat rotinya Honey, bukankah kamu tidak punya ibu?"


"Aku memang tidak punya ibu, tapi aku punya chef handal di mansion. Aku selalu memperhatikannya saat ia membuat kue dan roti untuk keluargaku." Timpal Honey masih terlihat santai.


"Sekarang adonan roti kita sudah mengembang." Ucap ibu Cinta meminta Honey mengeluarkan adonan roti itu dari wadahnya.


Karena masih kesal dengan bullyan dari Inggit membuat Honey ingin membalas gadis itu.


Ia menuangkan tepung terigu yang cukup banyak di atas meja makan yang sangat panjang itu.


Dengan sekali hentak ia membanting adonan roti itu di atas tepung hingga mengenai wajah Inggit dan teman-temannya yang ada di hadapan mereka.

__ADS_1


Dalam sekejap wajah Inggit dan teman-temannya sudah berubah menjadi putih.


"Honey! Pekik Inggit yang terlihat kesal dengan perbuatannya Honey.


"Ternyata kamu lebih cantik dengan bedak tepung terigu itu Ucap Honey sambil cekikikan dengan teman kelompoknya.


Ibu Cinta yang ingin marah menahan tawanya melihat wajah Inggit dan teman-temannya yang sudah bermandikan dengan tepung terigu.


Honey pura-pura serius membentuk adonan roti dengan isian coklat blok yang sudah ia siapkan.


Inggit dan teman-temannya segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Rasakan pembalasanku, kamu belum tahu siapa aku, gadis nakal!" Umpat Honey sambil melihat suhu oven yang disesuaikan waktu kematangannya yang hanya berlangsung selama sepuluh menit.


Sekitar lima belas menit kemudian, roti milik kelompok Honey itu, siap di hidangkan di depan meja juri yaitu kepala sekolah, wakil dan bendahara sekolah yang sedang menyicipi hasil buatan siswa TK itu.


Penilaian terbaik dalam hasil buatan kue dan roti itu di berikan kepada kelompoknya Honey. Melihat itu Inggit dan teman-temannya tidak terima.


Mereka yang sudah mengantongi selai strawberry untuk menyiram kepala Honey sebagai bentuk bakas dendam.


Saat Honey menyimpan roti untuk ayahnya, di lemari dapur, ia pun di panggil oleh ibu Cinta untuk segera bergabung lagi dengan teman yang lain. Melihat kedatangan Honey, Inggit bersembunyi di balik pintu dan menyiram saus strawberry itu di kepala Honey.


Keributan tidak terelakkan terjadi di ruangan itu. Honey mengejar Inggit dan teman-temannya hingga gadis itu jatuh karena menginjak saus strawberry yang sudah jatuh berceceran di lantai yang jatuh dari atas kepalanya.


Honey menangis merasakan sakit kepada kepalanya membuat Inggit dan teman-temannya tertawa terbahak-bahak melihat penderitaan Honey.


Ibu Cinta berlari menghampiri siswa kesayangannya itu dan menggendongnya.


"Ibu Cinta!" Kepala Honey sakit ibu. Honey merasa sangat pusing." Keluh Honey melemah.


"Ya Allah, sayang!" Ucap ibu Cinta sambil mengusap kepala belakang Honey yang sudah benjol.


"Astaga!" Kepalamu benjol sayang." ibu Cinta membaringkan tubuh gadis itu di tempat tidurnya.


"Ibu, Honey ngantuk." Ucap gadis kecil itu langsung terlelap.


Ibu Cinta merasa Honey tidak baik-baik saja. Sepertinya gadis kecil ini pingsan.


Ia segera menghubungi ayah Honey yaitu Tuan Noah tanpa bicara dulu pada ibu kepala sekolah.


Sementara di perusahaan Tuan Noah sedang ada meeting dengan para pemegang saham, sementara ponselnya sendiri masih berada di ruang kerjanya.

__ADS_1


"Ya Allah! Kenapa Tuan Noah tidak mengangkat ponselnya." Gumam ibu Cinta lirih.


Ibu Cinta menghubungi kepala sekolah, ponsel itu juga tidak di angkat karena kepala sekolah sedang memberi hukuman kepada Inggit dan teman-temannya yang sudah membuat Honey jatuh.


"Ya Allah!" Aku harus bagaimana menolong gadis kecil ini?"


Ibu Dea yang baru masuk ke kamar anak-anak berhenti sesaat saat mendengar ada yang menangis.


"Ibu Cinta ada apa Honey?"


"Sepertinya Honey pingsan ibu Dea. Dia baru habis jatuh langsung tidur."


"Astaga!" Aku bilang kepala sekolah dulu."


Bu Dea segera berlari menuju ruang kepala sekolah. Dalam sepuluh menit kepala sekolah sudah berada di kamar para siswa.


"Ada apa ibu Cinta ?" Tanya ibu Cintya cemas.


"Honey pingsan ibu." Ucap ibu Cinta panik.


Kepala sekolah mengusap pipi gadis malang itu dan ternyata Honey sudah terserang demam.


"Astaga! Badannya sangat panas. Sebaiknya kita bawa Honey ke rumah sakit." Titah ibu Cintya lalu meminta sopir untuk menyediakan mobil sekolah.


Ibu Cinta menggendong Honey yang terlihat makin lemah. Dalam sekejap mobil operasional sekolah itu sudah meninggalkan sekolah tersebut menuju rumah sakit.


Tuan Noah merasakan saat ini hatinya tidak tenang. Ia sudah berkali-kali menghela nafasnya yang terasa sangat berat.


"Ya Allah! Ada apa denganku?" Batinnya, lalu meminta ijin untuk meninggalkan meeting itu duluan.


Tuan Noah ingin mengambil ponselnya yang ia tinggalkan di laci meja kerjanya.


Ia membuka ponsel itu dan melihat banyaknya panggilan masuk dari satu nama yaitu ibu Cinta.


"Astaga! Kenapa gadis ini menghubungi aku berkali-kali?" Gumamnya lirih.


Ia menghubungi lagi ibu Cinta yang saat ini sudah menunggu di depan ruang IGD.


Tidak lama kemudian ponsel ibu Cinta diangkat." Hallo Tuan Noah!"


"Hallo, apa yang terjadi ibu Cinta?"

__ADS_1


"Tuan Noah! Honey saat ini berada di ruang IGD RS." Ucap ibu Cinta sambil menangis.


"Apaaa!"


__ADS_2