My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)

My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)
48. Hamil


__ADS_3

Lea dan tuan Gunawan menikmati liburan mereka di salah satu kota yang ada di Austria.


Hotel yang di kelilingi oleh museum Albertina dan gedung Opera Wina. Hotel indah di lokasi yang fantastis, kamar suite superior dengan pemandangan kota. Tempat ini dekat dengan kesempurnaan.


Bagian terbaiknya adalah hotel yang tradisional ini terletak di pusat kota Wina yang memiliki transportasi karlsplatz menawarkan koneksi ke seluruh penjuru Wina dan terletak sejauh hanya 2 menit berjalan kaki.


Lea berdiri di atas balkon hotel memandangi indahnya kota Wina, namun tidak dengan hatinya saat ini yang tidak merasakan keindahan kota itu. Sebenarnya ia sangat rindu untuk kembali ke Indonesia setelah satu bulan meninggalkan tanah air tercinta.


Tuan Gunawan yang baru selesai dengan urusannya kembali menemui ratunya yang sedang duduk melamun sendirian. Tuan Gunawan tahu apa yang sedang dipikirkan oleh istrinya saat ini, dia tidak ingin melihat ratunya ini menangis setiap waktu walaupun dia sendiri sudah mencoba memberi pengertian kepada istrinya untuk menunda kepulangan mereka ke tanah air.


Tuan Gunawan menghampiri istrinya yang sedang melamun. Dengan cepat Tuan Gunawan menempelkan bibirnya yang hangat kepada Lea.


Mendapat kecupan dengan tiba-tiba mata Lea terbelalak dan ia sangat suka setiap kejutan yang diberikan suaminya yang mampu membuatnya bertahan walaupun kebahagiaannya belum terasa sempurna saat ini karena belum bisa bertemu dengan putri sambungnya Inggit yang juga sangat merindukannya kini.


Lea kembali diam usai mendapat kecupan dari suaminya lalu dia mulai membuka suara menyampaikan perasaan yang menyesakan dadanya pada suaminya tapi kata-katanya seakan tercekat di kerongkongannya.


Tuan Gunawan menatap wajah teduh istrinya berusaha menghibur ratunya.


"Sayang, tolong jangan melamun lagi, aku tidak ingin melihatmu bersedih, kita akan kembali ke Indonesia usai bulan madu di sini." Ucap tuan Gunawan lalu meraih bahu istrinya untuk ia dekap.


Tuan Gunawan ingin Lea bisa hamil anak mereka agar ia memiliki banyak keturunan. Ia juga sudah berkonsultasi dengan dokter agar mereka bisa memiliki anak kembar. Kini saatnya ia harus terus ikhtiar dengan melakukan perjalanan madu ke beberapa negara yang belum dikunjungi oleh Lea.


"Jika kamu bisa hamil, aku janji setelah melahirkan kita akan menetap di Jakarta selama dua tahun. Setelah itu aku tidak akan memaksamu untuk keliling dunia lagi." Ujar tuan Gunawan menghibur istrinya.


...----------------...


Selama tiga bulan keliling negara Eropa, akhirnya Lea di nyatakan hamil oleh dokter.


Awalnya keduanya tidak mengetahui kalau saat ini Lea sedang hamil karena gejala kehamilannya tidak seperti wanita hamil pada umumnya.


Setiap kali memesan makanan dan minuman, Lea selalu mencari makanan yang mengandung asam dan pedas.


Saat itu keduanya berada di Itali. Lea memesan pizza untuk dirinya sendiri tapi harus di taburi banyak paprika dan saus tomat yang banyak.


"Apakah itu tidak berlebihan, sayang?" Tanya Tuan Gunawan yang melihat Lea mengoles pizza-nya dengan banyak saos tomat dan saos cabe.


"Ini sangat enak mas Gun, apa kamu mau mencobanya, sayang?" Lea menyuapkan potongan pizza untuk suaminya.


Awalnya tuan Gunawan menolak karena tidak ingin merasakan asam dan pedas yang terlalu berlebihan, namun ia sangat takut kalau istrinya itu ngambek, jadi ia berusaha menerima potongan pizza yang disuap kan istrinya ke mulutnya.


Ketika memakannya wajahnya jadi berubah kecut dan kulit wajahnya menjadi merah. Ia hanya mengunyah sebentar lalu buru-buru minum.


Lea tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah suaminya yang berubah jelek.


"Kamu makin tampan sayang mencoba makanan ini." Ucap Lea geli.


"Bagaimana bisa kamu memakan itu dalam keadaan tenang tanpa merasakan pedas dan asam sedikitpun. Apakah kamu tidak takut perutmu sakit?" Tanya Tuan Gunawan sambil meneguk air putih yang ada di tangannya.


"Aku tidak punya masalah dengan makanan pedas sayang, jadi aku mau makan makanan kesukaan ku. Lagi pula kita berada di Itali saat ini, berarti aku sedang menikmati pizza asli negara ini." Ucap Lea sambil menyuapkan setiap potongan pizza ke dalam mulutnya.

__ADS_1


"Sayang, apakah menstruasi mu lancar setiap bulannya sangat lancar?" Tanya Tuan Gunawan terlihat curiga dengan istrinya.


Deggg....


"Astaga mas Gun!" Sepertinya sudah sebulan lebih aku tidak mendapatkan menstruasi." Ujar Lea yang baru menyadari dirinya tidak mendapatkan tamu bulanannya itu.


Selesaikan makananmu sayang!" Kita harus segera ke rumah sakit sekarang." Pinta Tuan Gunawan sangat antusias dengan pernyataan istrinya yang sudah telat haidnya.


"Sayang, jangan terlalu terburu-buru, aku ingin menikmati makananku." Pinta Lea.


"Ok, silahkan sayang!" Ujar Tuan Gunawan penuh kesabaran.


Ia tidak ingin banyak mengatur istrinya karena ia yakin saat ini, istrinya sedang hamil anak pertama mereka, tapi jika berada di posisi istri kedua, anak yang di kandung Lea menjadi anak ke dua bagi Tuan Gunawan.


"Aku mau naik wahana itu." Unjuk Lea melihat wahana air.


"Jangan sekarang sayang!" Saat ini kamu mungkin sedang hamil." Ujar Tuan Gunawan mencegah keinginan istrinya.


"Bukankah orang hamil itu harus dituruti semua kemauannya?" Ujar Lea sambil merajuk.


"Kalau itu membahayakan, yah tidak akan dikabulkan Lea."


"Baiklah, kalau begitu sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang." Ujar Lea yang tidak mau merengek lagi pada suaminya.


"Naik wahana nggak boleh, tapi setiap saat kamu selalu saja menjajah tubuhku. Dasar suami aneh!" Gumam Lea membatin.


"Lea... Lea!" Kamu ini masih saja manja. Apapun yang kamu pinta harus dituruti." Gumam Tuan Gunawan membatin.


Dokter mempersilahkan pasangan ini duduk dan menanyakan beberapa hal yang menyangkut kehamilan Lea.


Tuan Gunawan menjelaskan kecurigaannya pada istrinya melalui makanan yang dipesan oleh istrinya yang terlalu banyak mengandung asam dan pedas.


"Silahkan berbaring nyonya!" Aku akan memeriksa perutmu dengan USG." Titah Dokter Gabriel.


Dokter Gabriel mengarahkan stik USG pada perutnya Lea sambil melihat layar monitor untuk mendeteksi janin milik Lea.


Selamat Tuan, nyonya!" Di sini terdapat ada dua kantung janin yang menandakan bahwa kehamilan kedua anda adalah kembar." Ucap dokter Gabriel.


"Apa...?" Kami akan memiliki anak kembar?" Tanya Tuan Gunawan dengan wajah berbinar.


"Iya tuan, umur janin saat ini baru menginjak dua Minggu. Jika anda ingin kembali ke negara anda, silahkan!" Tapi tidak pada usia kehamilan yang saat ini sudah memasuki usia dua bulan untuk tidak melakukan perjalanan jarak jauh." Ucap dokter Gabriel.


"Terimakasih dokter, kami akan kembali secepatnya ke Indonesia" Ucap Tuan Gunawan lalu membantu istrinya turun dari ranjang pasien.


Tuan Gunawan mengecup bibir istrinya di depan dokter Gabriel. Lea terlihat sangat malu karena ia tidak pernah memperlihatkan kemesraannya di depan orang lain.


"Wanita yang hamil kembar proses pertumbuhan janinnya lebih cepat dari pada wanita yang hamil normal." Ucap dokter Gabriel.


"Berarti konsumsi makanannya lebih besar dari pada ibu hamil normal dokter?"

__ADS_1


"Di awal kehamilan tiga sampai enam bulan itu tidak masalah tapi tidak pada kehamilan yang sudah memasuki bulan ke tujuh hingga melahirkan, makanan padat perlu di kurangi.


Cukup buah dan sayuran dan protein yang dibutuhkan bayi dan ibunya harus memenuhi kebutuhan gizi mereka." Lanjut dokter Gabriel sambil menuliskan resep untuk ibu hamil ini.


Keduanya pamit dengan membawa bayi pertama mereka.


"Pantas saja, aku mudah lapar akhir-akhir ini. Aku kira cuacanya yang sangat dingin di sini membuatku ingin makan lebih banyak. Tapi, aku nggak mau gendut mas Gun." Ucap Lea sambil mengerucutkan bibirnya.


"Aku senang kalau kamu gendut sayang. Pasti lebih se*si." Ucap Tuan Gunawan menggoda istrinya.


"Sayang, ayahmu akan meninggalkan mama setelah melihat mama seperti gorila." Lea bicara dengan calon bayinya.


"Jangan fitnahin aku pada calon bayiku, sayang, aku tidak akan meninggalkanmu lagi karena kamu adalah bagian dari jiwaku.


Terimakasih sudah mengandung anakku dan ternyata mereka kembar, aku sangat bahagia." Ucap Tuan Gunawan sambil menggenggam tangan istrinya.


"Apakah kita akan kembali ke Paris?" Tanya Lea antusias.


"Lebih baik malam hari saja sayang. Lagian Paris itu sangat dekat" Ucap Tuan Gunawan.


"Kalau begitu kita naik kereta saja, aku ingin melihat daratan Eropa." Pinta Lea.


"Kalau naik kereta waktu tempuhnya hampir 14 jam, kalau pesawat hanya satu jam. Keadaan kamu saat ini sedang hamil muda dan itu sangat rentan dengan keguguran sayang." Ucap Tuan Gunawan kuatirkan keadaan istrinya.


"Ya sudah kita naik pesawat saja." Ucap Lea yang tidak ingin lagi berdebat.


Sekitar pukul tujuh malam, pasangan ini sudah berada di bandara untuk kembali ke Paris.


Tuan Gunawan menjaga Lea yang sedang menaiki tangga pesawat agar tidak terpeleset karena gadis ini masih memakai high heels.


Pasutri ini di sambut oleh pramugari cantik yang sudah senior.


Lea terlihat lega karena dua pramugari itu sangat santun kepadanya.


"Selamat malam nyonya!" Sapa keduanya dengan tersenyum ramah.


Lea mengangguk hormat kepada keduanya." Ternyata ku sangat pintar memilih pramugari.


Walaupun usia mereka cukup tua namun wajah mereka masih tetap cantik." Ucap Lea.


"Apakah kamu masih cemburu sayang pada mereka?" Kalau kamu masih cemburu, lain kali aku akan merekrut pramugari berkulit hitam." Ucap Tuan Gunawan.


"Walaupun berkulit hitam mereka masih terlihat cantik. Hitam bukan berarti buruk bukan?" Ucap Lea.


"Memang standard terbaik untuk pramugari yah, harus cantik dan langsing." Balas Tuan Gunawan.


Dalam hati Tuan Gunawan sangat senang karena istrinya saat ini sangat cemburu kepada dirinya.


Karena penerbangan kembali ke Paris pada malam hari, pasangan ini memilih tidur karena sangat lelah seharian jalan-jalan mengelilingi Itali.

__ADS_1


Sementara di Jakarta, kebahagiaan juga dirasakan oleh Tuan Noah dan Cinta. Ternyata Cinta juga saat ini sedang hamil.


"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah. Akhirnya aku memiliki anak lagi ." Ucap Tuan Noah penuh syukur.


__ADS_2