My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)

My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)
29. Bujukan


__ADS_3

Ketika malam tiba, Tuan Noah mengajak Cinta untuk berbincang serius tentang apa yang ia sudah ketahui hari ini. Walaupun hatinya sangat kecewa pada sikap Cinta yang sedang berbohong kepadanya, namun ia tetap tidak ingin Cinta merasa bersalah.


"Sayang, usia kandungan mu sudah memasuki lima bulan, kapan kamu mengajak aku untuk melihat pertumbuhan calon bayi kita?" Pancing Tuan Noah ingin melihat ekspresi wajah istrinya.


"Kamu pasti sudah mengetahui kalau gambar USG itu terlihat buram dan hasilnya kadang membingungkan." Seru Cinta yang ingin menghindari suaminya agar tidak ikut dengannya saat cek-up lagi ke rumah sakit.


"Tidak apa, sesekali aku ingin menemanimu ke rumah sakit." Paksa Tuan Noah serius.


"Ya, Allah. Bagaimana ini? Jika suamiku ikut, maka semuanya akan terungkap." Batin Cinta.


"Sayang, ada apa? Kenapa tiba-tiba kamu diam? apakah kamu tidak suka kalau aku ikut menemanimu cek-up kehamilanmu?"


"Astaga, mana mungkin aku tega membiarkan kamu tidak mengetahui keadaan bayimu sayang?"


"Kalau begitu aku ingin besok kita ke rumah sakit dan berangkat bersama." ujar Tuan Noah dengan tegas.


Degggg....


"Jangan besok, bagaimana kalau lusa saja sayang kita ke rumah sakitnya?" Kilah Cinta.


"Tidak, aku mau besok. Lusa aku ada pertemuan di Singapura." Ucap Tuan Noah bohong.


"Sial! Aku tidak bisa lagi berkelit kalau cara seperti ini."


"Aku ingin memastikan kamu dan janin mu baik-baik saja."


Cinta tidak bisa berkata apa-apa lagi selain menangis saat ini. Tuan Noah langsung merangkul istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Aku tahu, kamu sedang membohongi aku, bukan? Aku tahu kamu saat ini mengidap penyakit tumor rahim yang bersarang bersamaan dengan calon bayi kita. Aku tahu semua Cinta." Ujar Tuan Noah ikut berurai air mata.


"Aku sangat takut kehilangan bayiku. Tidak ada lebih membahagiakan seorang wanita yang sudah menikah adalah bisa mengandung seorang anak dari suami yang sangat ia cintai."


"Tapi, kita sudah punya Honey, sayang. Apakah tidak cukup dia ada dalam hidup kita? kami hanya punya kamu, Cinta. Aku tidak tahu lagi bagaimana hidupku jika aku harus kehilangan kamu juga."


"Tidak! aku tidak akan meninggalkanmu. Aku tidak mau Honey kehilangan sosok ibu lagi. Kalian berdua kekuatanku, tolong dukung aku, sayang!"


"Dulu ibunya Honey berkata yang sama seperti dirimu, tapi dia tidak bisa bertahan hingga akhirnya meninggal kami berdua.


Sekarang aku dihadapkan dengan ujian yang sama, apakah aku cukup kuat nantinya saat aku harus kehilangan kamu juga?"


"Aku janji sayang, tidak akan terjadi apapun asalkan kita yakin ada Allah yang akan menolong kita. Rahasia ajal ada di tanganNya, kenapa harus takut mati, jika doa adalah senjata untuk orang yang beriman." Ujar Cinta sambil terisak.


"Sayang, kenapa tidak diangkat saja tumor dan bayi kita, mumpung dia belum besar." Bujuk Tuan Noah frustrasi.


Cinta mendorong tubuh suaminya lalu berdiri di hadapan suaminya dengan wajah terlihat kecewa. Ia tidak menyangka suaminya tega memintanya untuk melakukan aborsi hanya untuk mempertahankan dirinya.


"Aku kira kamu seorang muslim yang taat. Aku kira kamu kuat menghadapi ujian ini bersamaku dengan mengandalkan Allah sebagai pemilik hidup kita. Ternyata kamu tidak lebih dari seorang pecundang Noah." Ujar Cinta hendak meninggalkan suaminya yang terpaku diam dengan air yang mengalir deras.


"Aku takut mengambil keputusan yang salah. Aku pernah dihadapkan masalah yang sama. Tapi apa Cinta? apa yang ku dapatkan dengan keyakinan itu. Tiara tetap meninggal juga.


Sekarang di saat aku bisa bangkit dari kegelapan duka selama dua tahun hingga aku dipertemukan lagi denganmu, apakah aku harus menderita lagi. Mengurus dua anak dengan hati lara. Apakah aku bisa? kenapa bukan aku yang mati saja supaya aku tidak perlu terluka karena kehilanganmu." Teriak Tuan Noah putus asa.

__ADS_1


Cinta terdiam. Ia juga tahu bagaimana suaminya dulu melarikan kesedihannya dengan terus bekerja hingga melupakan putrinya Honey.


Bahkan gadis itu merasakan dampak kesedihan ayahnya seakan menganggap ia tidak ada di dunia ini, saking beratnya menghadapi rasa kehilangan seorang istri.


Cinta memeluk suaminya dengan erat. Keduanya sama-sama menangis.


"Aku belum tentu akan selamat dari meja operasi, kalau kamu masih memaksa aku untuk aborsi anak kita demi nyawaku." Ujar Cinta dengan memegang prinsipnya.


"Cinta!" Lirih Cinta Tuan Noah sedih.


"Tolong jangan memaksa aku sayang. Beri aku kesempatan untuk menjadi seorang ibu. Aku mohon ridho darimu suamiku!" Pinta Cinta dengan wajah memelas.


"Tapi...?"


"Sstt!"


Tugas kita hanya ikhtiar dan berdoa. Selebihnya kembalikan semua ujian ini kepada Allah. Kita tidak punya hak untuk mendikte Allah kecuali memohon dengan penuh ketulusan.


Sudah saatnya kita lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah. Banyak melakukan kebaikan agar Allah akan mengangkat penyakit ku." Ujar Cinta menghibur suaminya.


"Baiklah sayang. Jika kamu sangat yakin bisa melewati ujian ini dan berjanji tidak akan meninggalkan kami, insya Allah mulai saat ini aku tidak akan berhenti memohon kepada Allah dan melakukan kebaikan apapun agar bisa menua bersamamu." Ujar Tuan Noah mendukung keinginan istrinya.


"Terimakasih suamiku. Mulai saat ini aku sudah lebih tenang menjalani masa kehamilanku dan tidak perlu membohongi kamu terus-menerus."


"Tapi kalau merasa sakit, tolong jujur kepadaku jangan sembunyikan lagi sakit mu, hmm!"


"Insya Allah sayang, aku tidak akan mengulanginya lagi." Ujar Cinta.


"Tapi sayang, tolong jangan sampai mama dan Honey mengetahui ini. Aku tidak mau mama jatuh sakit karena memikirkan aku. Dan Honey akan kehilangan semangat hidupnya jika mengetahui penyakitku." Pinta Cinta.


"Tapi aku tidak menjamin untuk ke depannya jika sewaktu-waktu penyakitmu akan kambuh sayang."


"Aiss! kau ini sulit sekali diajarkan kerjasama untuk berbohong dalam kebaikan." Ujar Cinta sambil manyun.


"Boleh sayang, tapi ada imbalannya."


"Apa..?" Tanya Cinta tidak mengerti.


"Ini dan ini!"


Ujar Tuan Noah sambil menunjukkan aset berharga milik istrinya dengan wajah mesum.


"Cih! Apakah tidak ada hal lainnya dalam pikiranmu, suami mesum?"


"Tidak ada, karena itu sangat mahal nona Cinta." Canda Tuan Noah.


"Ok sayang, boleh kalau hanya untuk bisa menutup mulutmu agar tidak ghibah tentang penyakit ku kepada putriku Honey dan mama."


"Tapi, apakah tidak apa jika kita bercinta, sayang? bagaimana kalau kamu tiba-tiba sakit seperti semalam?"


Deggggg...

__ADS_1


"Apa....? jadi semalam kamu mengetahui kalau aku sedang merasakan sakit?"


"Iya sayang. Karena itulah aku nekat menemui dokter Rachel untuk mengetahui apa yang terjadi sebenarnya kepadamu." Ujar Tuan Noah terus terang.


"Ya Allah, rupanya kamu sulit sekali untuk dibohongi."


"Karena aku belajar dari pengalaman dengan ibunya Honey yang memiliki kesamaan sifatnya sama sepertimu, yaitu sama-sama membohongi suami." Sindir Tuan Noah membuat Cinta tersipu malu.


...----------------...


Keesokan harinya, pasangan suami istri ini berangkat ke rumah sakit berdua. Cinta meminta suaminya untuk pindah ke rumah sakit lain yang memiliki dokter yang tidak hanya mengandalkan medis sebagai media untuk menyembuhkan pasien namun dokter spesialis kandungan juga harus memiliki kehebatan secara spiritual dalam menangani pasiennya.


Tuan Noah memahami permintaan istrinya dan mau saja menuruti ibu Cinta untuk pindah ke rumah sakit yang sudah istrinya itu rekomendasikan.


"Sayang, bagaimana kamu bisa mengetahui kalau rumah sakit itu memiliki dokter yang sangat luas ilmu agamanya?" Tanya Tuan Noah penasaran.


"Awalnya aku tidak mengetahui kalau ada dokter yang jam terbangnya sudah tinggi tapi sangat Sholehah peringainya.


Saat aku mampir sholat di salah satu mesjid saat masuk waktu dhuhur, ada seorang ibu yang seusia dengan mamaku melihat aku sholat sambil menangis.


Rupanya, ibu itu seorang ustadzah. Dia kemudian menanyakan problematika yang sedang aku hadapi dan aku menceritakan tentang masalahku.


Dan akhirnya dua merekomendasikan rumah sakit di mana seorang dokter spesialis kandungan wanita yang sangat luas ilmu agamanya. Itulah sebabnya aku tertarik dan mencoba konsultasi kepadanya." Ujar ibu Cinta.


"Bagaimana kesan pertama yang ia sampaikan kepadamu saat mengetahui kalau kamu mengidap penyakit tumor rahim?"


"Orang yang memiliki imannya kuat selalu mengembalikan semuanya kepada Allah karena manusia itu memiliki keterbatasan ilmu." Ujar ibu Cinta.


"Baiklah. Sepertinya orangnya menarik dengan semua nasehat spiritualnya." Ujar Tuan Noah memuji kehebatan dokter yang bernama Lisa.


"Tapi kamu tidak naksir sama dokternya kan sayang?" Tanya ibu Cinta terlihat curiga pada sang suami.


"Setiap pujian yang dilontarkan kepada wanita lain dari sang suami tidak berarti ada bentuk rasa suka kepada orangnya sayang." Timpal Tuan Noah.


"Awas saja kalau kamu suka." Ujar Cinta mulai cemburu.


"Sayang, kalau seperti ini caranya, aku tidak akan menemui dokter itu. Kamu saja nanti yang masuk, aku tunggu di luar saja." Ujar Tuan Noah yang tidak ingin debat.


"Makanya sekagum apapun kamu pada wanita lain, tolong jangan puji wanita lain di hadapan aku karena akan mengurangi rasa percaya diriku sebagai istrimu." Ujar ibu Cinta tegas.


"Iya sayang. Aku tidak akan mengulanginya lagi, sayang. Aku minta maaf jika ucapan ku tadi menyinggung perasaanmu." Ucap Tuan Noah sambil menggenggam satu tangan ibu Cinta lalu di cium tangan lembut istrinya.


Tidak lama kemudian, mobil mewah itu masuk ke pelataran parkiran rumah sakit. Tuan Noah memarkirkan mobilnya dengan sempurna lalu mengajak ibu Cinta turun.


Keduanya langsung masuk ke lift yang tersedia di tempat parkir itu. ibu Cinta mendaftarkan terlebih dahulu di bagian administrasinya lalu mengambil nomor antri di poli kandungan di mana dokter Lisa sedang praktek hari ini.


Keduanya duduk di kursi tunggu pasien sambil menunggu panggilan dari suster jaga. Setelah menunggu hampir dua puluh menit, tidak lama kemudian, nama ibu Cinta di panggil juga.


Tuan Noah yang sudah berjanji tidak akan masuk ke ruang praktek dokter Lisa membuat Cinta merasa sangat kesal.


"Ayo sayang, temani aku!"

__ADS_1


"Kamu saja masuk sendiri sayang, biar aku tunggu di sini." Ujar Tuan Noah acuh.


__ADS_2