
Cinta akhirnya mengalah juga pada suaminya yang tidak mau menemaninya masuk ke ruang poli dokter Lisa. Hal itu dilakukan oleh Tuan Noah agar istrinya tidak mudah terbakar cemburu jika harus bertemu dokter cantik dan Sholeh itu. Tuan Noah memilih untuk selalu menjaga hatinya agar cintanya lebih terarah untuk satu wanita saja yaitu istrinya Cinta.
"Baiklah. Kalau begitu aku akan menemui dokter Lisa sendirian tanpa kamu tapi duduk diam di sini dan jangan ke mana-mana!" Pinta Cinta.
"Iya sayang. Sekarang kamu masuklah!" Seru Tuan Noah karena tidak enak dengan pasien lain yang sudah menunggu antrian nama mereka dipanggil oleh suster.
Cinta memberi salam kepada dokter Lisa yang menyambutnya dengan salam juga sebagai sesama muslim. Cinta duduk di hadapan dokter Lisa dan mulai menyampaikan keluhannya selama masa kehamilannya.
"Silahkan berbaring nona Cinta!" Titah Dokter Lisa yang sudah siap mengoleskan jelly ke permukaan perut Cinta yang makin membesar tidak senormal dengan wanita hamil biasa karena adanya tumor ganas yang terlihat seperti kembaran anaknya karena tumbuh bersama di rahimnya Cinta.
"Dokter Lisa, aku selalu merasakan sakit pada bagian bawah perutku jika berhubungan dengan suami, apakah dokter bisa memberikan obat untuk meredakan sakitnya?" Tanya Cinta dengan berkata jujur.
"Itu pengaruh tumor yang makin menekan kandung kemih hingga saat berhubungan, akan terasa sangat sakit. Kalau saya memberikan obat pereda rasa sakit yang ada, akan mempengaruhi kondisi janin karena dosis obat ini sangat kuat. " Ujar dokter Lisa.
"Lantas apa solusinya Dokter?"
"Jika anda ingin menjalani proses kehamilan ini hingga menjelang persalinan, sebaiknya hindari hubungan suami-istri sementara waktu. Tapi kalau tidak enak dengan suami, lakukan saja dan resikonya anda tanggung sendiri karena itu adalah bagian tubuh anda yang akan merasakan sakit yang luar biasa." Ujar dokter Lisa apa adanya.
"Tapi tidak berpengaruh pada bayi saya kan dokter?"
"Tidak ada pengaruh pada bayinya tapi pengaruh itu adanya pada anda nya karena terlalu memaksakan diri untuk menyenangkan suami. Tapi ngomong-ngomong kenapa tidak membawa suami anda sekarang, supaya saya bisa menjelaskan kondisi terkini anda saat ini?" Tanya dokter Lisa.
"Anu dokter, saat ini suami saya sedang sibuk." Ujar Cinta bohong.
"Baiklah tidak apa, nanti anda harus memperlihatkan besarnya tumor setengah dari janin anda saat ini. Jadi saat nanti melahirkan secara sesar, kami akan mengangkat keduanya dan mudah-mudahan rahim anda akan aman karena darah nifas akan membantu membersihkan rahim anda." Ujar dokter Lisa.
Cinta manggut-manggut mengerti dengan penjelasan dokter Lisa tentang kondisinya saat ini.
"Dokter! apakah pertumbuhan tumor itu tidak mempengaruhi kondisi fisik bayi saya?" Tanya Cinta cemas.
"Alhamdulillah, bayi anda dilindungi selaput tersendiri hingga terhindar dari kontaminasi tumor yang ada disampingnya. Ini sangat jarang terjadi pada setiap bayi yang memiliki kantong selaput." Ujar dokter Lisa sangat bangga pada pasiennya ini karena penyakit yang dideritanya tidak menyebabkan bayinya terganggu.
__ADS_1
"Apakah saat perut saya makin membesar akan membuat saya makin menderita dokter?"
"Itu bagian tersulit nya, nona Cinta karena anda harus siap menerima resiko itu untuk bisa menyelamatkan si kecil. Kalau dilawan dengan obat untuk meredakan sakit yang anda derita saat kambuh maka anda harus siap kehilangan bayinya." Ujar dokter Lisa membuat Cinta memejamkan matanya sesaat.
"Terimakasih dokter Lisa. Kalau begitu saya permisi dulu." Ujar Cinta lalu meninggalkan ruang praktek dokter Lisa.
Tuan Noah tersenyum melihat wajah cantik istrinya tampak sumringah saat keluar dari poli kandungan. Cinta mengambil tempat duduk di sebelah suaminya sambil menjelaskan kepada sang suami tentang kondisinya.
"Apa kata dokternya sayang?"
"Alhamdulillah, semuanya baik-baik saja, asalkan kita mengikuti semua saran dokter Lisa untuk lebih berhati-hati dalam menjaga calon baby kita Noah." Ujar Cinta serius.
"Lantas bagaimana dengan kondisimu sendiri dan tumor itu, apakah aman untukmu?"
"Sayang, aku tidak bisa menjawabnya di sini. Lebih baik kita keluar dulu dari sini karena penjelasannya cukup panjang dan lebih sensitif." Pinta Cinta.
"Ok sayang."
Keduanya segera meninggalkan rumah sakit menuju mobil. Tuan Noah memaksa istrinya untuk menceritakan dulu apa saja keterangan dari dokter yang perlu mereka perhatikan saat ini, mengingat kondisi kehamilan Cinta yang sangat beresiko.
Tuan Noah menarik nafas berat karena Cinta terus-menerus mengulur waktu. Mobil itu memasuki area wisata kuliner. Tuan Noah membiarkan istrinya memilih tenda makanan mana yang disukainya saat ini.
Cinta ingin menyicipi soto mie Bogor dan gado-gado Bandung. Saat ini, gadis ini mengidam makanan khas Jawa Barat yang merupakan tempat asalnya.
Tuan Noah memesan makanan kesukaan istrinya pada pelayan. Sambil menunggu pesanan mereka, Tuan Noah kembali mendesak istrinya untuk menjelaskan kondisi terkini kehamilan Cinta.
"Sayang, cerita lah! jangan membuat aku mati penasaran." Pinta Tuan Noah.
"Jika aku menjelaskannya, apakah kamu mau menuruti permintaan dokter?" Tanya Cinta lirih.
"Insya Allah sayang demi kebaikanmu dan baby."
__ADS_1
"Aku minta maaf sebelumnya sayang. Jika anjuran dokter ini sangat merugikan kamu sebagai seorang suami." Ujar Cinta dengan penjelasan yang setengah-setengah.
"Bisakah kamu menceritakan semuanya tanpa harus menjedah perkataanmu?" Ujar Tuan Noah mulai kesal.
"Ya Allah sabar sayang! Begini, dokter Lisa menyarankan agar kamu tidak boleh menyentuhku maksudnya berhubungan intim selama aku hamil."
"Apakah itu akan menganggu bayi kita?"
"Bukan begitu sayang, justru itu akan menyakiti aku. Karena kalau kamu nya tidak hati-hati dalam memperlakukan tubuhku, maka aku akan merasakan sakit usai bercinta denganmu."
Deggggg...
"Berarti aku harus berpuasa selama empat bulan lagi agar kamu nyaman menjalani masa kehamilanmu?"
"Ya kira-kira seperti itulah sayang."
"Ya Allah, nasib-nasib." Batin Tuan Noah mulai setress.
"Tapi kalau kamu keberatan kita bisa melakukannya secara perlahan. Mungkin tidak begitu sakit jika kita melakukannya dengan hati-hati." Ujar cinta yang tidak tega melihat ekspresi wajah suaminya yang terlihat kecewa.
"Tidak apa sayang! Insya Allah aku kuat menahan diriku untuk tidak menyentuhmu hingga usai persalinan. Aku hanya ingin kamu sembuh dan kembali sehat seperti sedia kala." Ujar Tuan Noah menyemangati istrinya.
"Benar, kamu tidak apa sayang." Cinta memastikan lagi hati suaminya.
"Insya Allah, jika penyakit ini sudah terangkat dari tubuhku, aku siap melayani mu kapan saja sayang." Timpal Cinta menghibur suaminya.
"Benarkah? Aku akan mengingatmu jika kamu lupa sayang." Ujar Tuan Noah membuat Cinta tersipu malu.
"Permisi Tuan, nyonya, pesanannya." Ucap pelayan itu sambil meletakkan makanan untuk kedua tamu mereka.
"Terimakasih mbak!"
__ADS_1
Ucap Tuan Noah dan Cinta bersamaan.
...---------------- ...