
Seorang kurir mengantarkan paket untuk ibu Cinta lengkap dengan satu set perhiasan mewah dari Tuan Noah.
Melihat nama pengirimnya, ibu Cinta langsung memeluk paket itu agar tidak terlihat oleh teman-teman gurunya.
Ia pun segera masuk ke kamarnya dan membuka paket itu dan hampir berteriak histeris.
"What's this..?" Tanyanya tertegun sambil menatap melebarkan lipatan gaun malam itu.
"Ya Allah!" Ini sangat berlebihan. Aku jadi sangat takut kalau perhatian Tuan Noah padaku seperti ini...?"
"Perhatian apa ibu Cinta?" Tanya ibu Dea yang sudah berada di balik punggungnya ibu Cinta.
Ibu Cinta tersentak kaget saat mendengar perkataan ibu Dea.
"Aiss!" Kamu hampir membuat aku jantungan Bu Dea." Omel ibu Cinta sambil memegang gaun miliknya.
"Wah!" Gaunnya cantik sekali. Ini dari siapa ibu Cinta?" Tanya Bu Dea sambil menyenggol gemas bahu ibu Cinta yang masih termangu.
"Tuan Noah!"
"Apaaa...?!"
ibu Cinta menutup mulutnya ibu Dea yang sangat syok mendengar nama Tuan Noah di sebut oleh ibu Cinta.
"Pelan kan suaramu atau kamar ini akan didatangi oleh teman guru yang lain."
"Ba... baik ibu Cinta! Maafkan aku!" Ucap ibu Dea melemah.
"Baiklah. Begini, ayah Honey mengundang kita untuk makan malam di rumahnya malam Minggu besok."
"Apa...?" Pekik ibu Dea lagi dan seketika diam, saat ibu Cinta menatapnya dengan tajam.
Ia memberi isyarat dengan tangannya yang berarti tutup mulutmu.
Ibu Dea kembali serius dengan undangan makan malam dari duda tampan itu.
"Jika Tuan Noah mengundang kita maka malam berdua, kenapa dia hanya mengirimkan gaun cantik ini untukmu saja, kenapa aku tidak mendapatkannya juga?" Tanya Bu Dea polos.
Degggg...
__ADS_1
Ibu Cinta terperangah. Ia memejamkan matanya sesaat lalu menjawab pertanyaannya ibu Dea dengan diplomatis.
"Apa artinya seorang lelaki dewasa mengirimkan kemewahan ini hanya untuk satu wanita?"
"Berarti dia naksir kamu ibu Cinta."
"Nah, pintar!" Itu jawabannya." tegas ibu Cinta.
"Terus mengapa dia mengundang aku juga?"
"Bukan dia yang mengundangmu, tapi aku yang ingin ditemani oleh kamu saat makan malam besok." Ucap ibu Cinta membuat ibu Dea baru memahami arti undangan itu sambil merotasi mata malas.
"Tapi, aku pasti akan menjadi nyamuk di sana." Gerutu Bu Dea.
"Jika kamu tidak mau, tidak apa, aku bisa pergi sendiri." Ucap ibu Cinta agak enggan memaksa ibu Dea untuk menemaninya ke rumah Tuan Noah.
"Tidak....tidak!" Aku mau ikut . Aku ingin melihat kemewahan istana duda tampan itu. Oh, beruntung sekali ibu Cinta, dia memilihmu untuk menjadi ibu sambung untuk putrinya Honey.
"My love for my Honey. Wow, keren!" Ucap ibu Dea merasa takjub dengan dua nama yang bersanding indah dalam ikatan ibu dan anak sambung.
Keduanya terkekeh bersama. Tak lama kemudian, bunyi lonceng untuk berkumpul di depan asrama melepaskan siswa mereka untuk di jemput masing-masing orangtuanya. Honey yang mengerti akan keterlambatan sang ayah memilih membaca buku komik kesukaannya.
"Apakah dia tidak mau menjemput putrinya Honey?" Keluh ibu Cinta terlihat kecewa.
Dalam sekejap halaman asrama mulai tampak sepi. Ibu Cinta berjalan dengan langkah gontai saat tidak ada lagi siswa yang akan dijemput oleh walinya kecuali Honey yang masih asyik dengan bacaannya.
Tidak lama kemudian mobil Lamborghini merah masuk ke gerbang itu sambil menyembunyikan klakson beberapa kali untuk memanggil sang pujaan hati.
Ibu Cinta segera berbalik melihat siapa gerangan yang datang. Senyumnya mengembang seketika sambil melambaikan tangannya. Namun ia malu sendiri saat kepala sekolah, Ibu Cyntia menatapnya heran.
Ibu Cinta segera masuk menemui Honey.
"Sayang!" Ayahmu sudah menjemputmu." Ucap ibu Cinta sambil membawa koper milik Honey.
Di luar sana, kepala sekolah sedang menyapa Tuan Noah dan berbincang sebentar sambil menunggu Honey.
"Ayah!" Pekik Honey sambil berlari menghampiri ayahnya.
Tuan Noah merentangkan kedua tangannya menyambut si buah hati. Sementara ibu Cinta berjalan anggun di belakang putrinya dan bergabung dengan kepala sekolah.
__ADS_1
Tuan Noah menatap wajah cantik ibu Cinta tanpa sungkan di depan kepala sekolah membuat pemilik manik indah itu tertunduk malu sambil merapikan anak rambutnya ke belakang telinganya.
Kepala sekolah yang mengetahui jika Tuan Noah sedang jatuh cinta pada ibu Cinta, pura-pura berdehem agar keduanya sadar masih ada dirinya di hadapan mereka.
"Ehm... ehm!"
Tuan Noah melemparkan pandangannya ke segala arah mengatasi kegugupannya.
"Honey, apakah kamu tidak ingin memiliki seorang ibu?" Tanya kepala sekolah.
"Aku sangat ingin memiliki seorang ibu yang sangat dicintai oleh ayahku." Ujar Honey membuat Tuan Noah dan ibu Cinta makin tersipu malu.
Kepala sekolah tersenyum puas sudah membuat keduanya malu dan iapun mengerti akan keadaan Tuan Noah yang ingin bicara sebentar dengan ibu Cinta.
"Tuan Noah!" Aku ke dalam dulu. Honey selamat berakhir pekan, sayang, semoga harimu menyenangkan." Ucap ibu Cintya lalu meninggalkan ketiganya.
Honey yang mengerti kalau ayahnya ingin bicara banyak dengan ibu Cinta memilih masuk ke mobil duluan di mana asisten pribadinya Aldo sedang menunggunya.
"Ternyata menunggu kepulangan putriku dari asrama, begitu lama juga yah, padahal sekolahnya hanya sampai lima hari tapi aku merasa sudah lima bulan tidak bertemu dengannya." Ucap Tuan Noah sambil menatap wajah ibu Cinta yang sudah seperti kepiting rebus karena ucapan Tuan Noah sebenarnya tertuju kepadanya.
Ibu Cinta hanya tersenyum sambil tertunduk malu.
"Bagaimana dengan hadiah yang aku berikan kepadamu? apakah kamu menyukainya ibu Cinta?"
Ibu Cinta hanya mengangguk.
"Kalau begitu, sampai bertemu besok malam ibu Cinta. Sopir ku akan menjemput kalian besok malam. Aku menunggu kedatangan mu cantik dan jangan lupa kenakan gaun yang aku berikan kepadamu." Ucap Tuan Noah lalu pamit pulang pada ibu Cinta yang masih tertunduk malu.
Mobil mewah itu kembali bergerak meninggalkan area sekolah menuju mansionnya Tuan Noah.
Ibu Cinta hanya menatap kosong ke arah pintu gerbang sekolah yang sudah di tutup oleh dua satpam sekolah itu.
"Aku ingin menghentikan waktu sesaat saja, jika bisa. Kenapa semuanya terasa singkat seperti ini." Keluh ibu Cinta.
Iapun kembali lagi ke paviliunnya sambil menatap ponselnya, jika ada telepon masuk dari Tuan Noah.
Keesokan malamnya, ibu Cinta sudah berdandan cantik ala kadarnya karena ia tidak punya makeup kecuali bedak dan lipstik. Ia tidak sempat untuk memanjakan dirinya karena gajinya hanya di kirim untuk pengobatan sakit sang ayah yang saat ini sedang menderita sakit jantung.
Gadis cantik ini juga tidak mengenakan gaun indah yang diberikan oleh Tuan Noah karena menjaga perasaan temannya Dea.
__ADS_1
Ia hanya mengenakan baju atasan lengan panjang berwarna hitam dan rok lebar berwarna krem. Walaupun tampil sederhana namun kecantikannya menutupi kesederhanaannya.