
Cinta berusaha memanggil suaminya karena saat ini ia merasa sangat haus. Tapi mengingat ia belum buang angin, akhirnya ia mengurungkan niatnya untuk memanggil Tuan Noah yang terlihat sangat pulas tidurnya.
"Baiklah. Lebih baik nonton televisi saja. Rasanya sudah sulit untuk memejamkan mataku saat ini." Ucap Cinta lalu menggapai remote tv yang ada di nakas sebelah brangkar nya.
Cinta mencari Chanel yang ia sukai dan ada drama Korea kesukaannya. Tapi ia merasa ada yang hilang dalam dirinya, tapi ia bingung apa yang hilang itu. Tiba-tiba ia mengusap perutnya yang sekarang sudah kembali rata.
"Astaga bayiku! Di mana bayiku? Bayiku! Noah...! Di mana bayiku!" Teriak Cinta histeris saat ia tidak mendapati bayinya di ruangan itu.
Merasa ada yang memanggilnya, Tuan Noah segera mengerjapkan matanya dan melihat istrinya sedang menangis sambil mencari bayi mereka.
Noah buru-buru bangkit dan langsung menghampiri istrinya.
"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah, akhirnya istriku siuman juga." Ucap Tuan Noah sambil memeluk istrinya yang masih terbaring.
"Noah!"
"Iya sayang!"
"Di mana bayi kita?"
"Dia berada di ruang NIKU dan di dalam inkubator. Usianya belum cukup untuk berada di suhu luar sayang." Ujar Tuan Noah buru-buru agar istrinya tidak lagi panik.
"Alhamdulillah! Aku kira bayi kita..?"
"Alhamdulillah bayi kita selamat sayang. Jangan panik lagi!"
"Apakah aku tidak bisa melihatnya?"
"Bisa. Tapi hanya di ponsel saja karena kamu belum pulih saat ini."
Tuan Noah mengambil ponselnya dan membuka galeri di mana foto bayinya yang sudah berada di dalam inkubator.
"Aku mengambil gambarnya usai mengumandangkan adzan dan Iqamah pada kupingnya." Ujar Tuan Noah sambil memperlihatkan wajah tampan putranya.
"Ya Allah, kenapa bayiku sekecil itu?" Tanya Cinta sedih.
"Beratnya tidak mencapai dua kilo dan sekarang dia harus berada di incubator." Ujar Tuan Noah.
"Tapi aku ingin melihatnya secara langsung."
"Iya boleh sayang! Tapi tidak sekarang. Kita harus minta iniin dulu sama dokter." Ujar Tuan Noah.
"Tapi aku haus sayang." Keluh Cinta lirih.
"Emang kamu sudah buang angin?"
__ADS_1
"Sudah! Saat kamu tadi tertidur."
"Baiklah. Tapi sebelum kamu minum sebaiknya kita tanya dokter dulu." Ucap Tuan Noah lalu memencet tombol nurse call.
"Emangnya kamu tidak percaya kepadaku?" Sungut Cinta kesal.
"Sayang!" Aku tahu kamu sangat haus tapi lebih baik memastikan perutmu suku daripada nanti beresiko.
"Selamat malam!"
"Malam dokter!"
"Permisi biar aku periksa perutnya dulu ya nona Cinta?"
"Baik dokter!"
"Apakah sudah buang angin?" Tanya dokter Lisa.
"Saya sudah buang angin dokter. Tolong jangan kebanyakan tanya dokter, apakah saya sudah boleh makan atau minum?" Tanya
Cinta lagi.
"Kalau begitu sekarang anda boleh minum dan makan!" ucap dokter Lisa.
Tuan Noah mengambil air hangat untuk istrinya dan membantu Cinta untuk duduk sambil bersandar. Usai meneguk air putih yang membasahi kerongkongannya, Cinta ingin menyicipi bubur ayam yang baru saja di antar oleh petugas dapur rumah sakit.
Tapi perasaan seorang ibu yang memiliki ikatan batin dengan putranya membuat Cinta merasakan ada sesuatu yang dialami bayinya saat ini.
"Sayang! Apakah bayi kita baik-baik saja?" Tanya Cinta penuh selidik.
"Insya Allah sayang bayi kita baik-baik saja." Ujar Tuan Noah berusaha tegar.
"Tapi perasaan saya kenapa nggak enak ya?"
"Mungkin kamu terlalu merindukan bayi kita dan ingin melihatnya membuat perasaanmu jadi gelisah memikirkannya." Timpal Tuan Noah.
"Bisa jadi seperti apa yang mas katakan. Tapi ASI ku sangat banyak mas. Tolong minta suster untuk memberiku pompa ASI dan botol susu baru!"
"Apakah kamu ingin memberikan ASI untuk bayi kita sayang?"
"Iya sayang."
"Baiklah aku akan meminta pada suster alat yang kamu butuhkan."
Tidak lama berselang, suster sudah membawa apa yang diminta oleh Cinta. Tuan Noah membantu istrinya untuk memerah ASI nya dan mengisi dua botol penuh. Setelah memompa ASI nya, Cinta meminta suaminya untuk memberikan ASI itu pada bayinya.
__ADS_1
"Sayang! Mungkin bayiku saat ini membutuhkan ASI dariku daripada susu formula. Bisakah kamu memberikannya langsung pada bayi kita?"
"Itu ide yang bagus sayang. Terimakasih Cinta. Aku ke ruang NIKU dulu sekalian mau gantiin Lea yang sedang menunggunya saat menjaga keponakannya saat ini." Ujar Tuan Noah.
"Astaga! Jadi gadis itu belum pulang ke rumah sampai saat ini? Kenapa harus menunggu bayi kita? bukankah ada suster yang menjaga bayi kita?" Tanya Cinta tidak mengerti.
Tuan Noah terlihat gugup. Ia pun langsung menjawab dengan santai agar istrinya tidak mencurigainya.
"Dua hanya ingin memastikan sendiri keponakannya dalam keadaan baik-baik saja. Makanya dia tidak ingin pulang." Ujar Tuan Noah berbohong.
"Ya Allah. Adik ipar ku yang satu itu baik banget. Sudah cantik, sholehahnya minta ampun. Semoga Allah akan memberikan jodoh yang terbaik untuknya seperti suamiku yang sangat tampan ini." Ujar Cinta bahagia.
"Baiklah. Aku ke ruang NIKU dulu ya sayang."
"Tolong ambil video babynya untuk aku sayang saat dia minum ASI dariku." Pinta Cinta.
"Siap sayang!" Tuan Noah mengecup bibir Cinta sekilas dan meninggalkan istrinya berdua dengan putrinya Honey.
Tanpa banyak kata lagi, Tuan Noah mengikuti permintaan istrinya. Buat Tuan Noah hubungan batin antara ibu dan anak salah satunya melalui ASI sang ibu. Mungkin dengan ASI ini, putranya bisa melewati masa kritisnya.
Di ruang NIKU, Tuan Noah bertemu lagi dengan Adiknya Lea yang duduk di depan ruangan tersebut sambil memantau putra dari kakaknya itu.
"Lea! Bagaimana dengan perkembangan baby?" Tanya Tuan Noah.
"Sama saja kak. Belum ada perubahan. Sepertinya dia kangen dengan ibunya. Apakah kak CINTA sudah siuman?"
"Alhamdulillah sudah Lea. Barusan kakak menyuapkannya makanan."
"Apa yang kakak bawa itu?" Tanya Lea sambil melihat kotak Tupperware yang ada di genggaman tangan kakaknya.
"Ini obat rindu untuk putraku Lea. Ini ASI nya Istriku. Mungkin kalau di berikan kepada baby ku, ia akan kembali segar." Ujar Tuan Noah penuh keyakinan.
"Apakah kak CINTA belum tahu kalau bayinya sedang kritis?"
"Aku tidak tega memberitahukan masalah berat ini pada Cinta. Lebih baik kita ikhtiar dulu dengan memberikan ASI dari ibunya untuk si baby. Siapa tahu dia bisa sembuh dan sehat lagi. Ujar Tuan Noah.
"Ya Allah! Semoga produk asli dari Allah ini mampu menyembuhkan keponakan aku."
Tuan Noah memanggil suster jaga untuk memberikan ASI untuk bayinya. Suster itu melakukan permintaan Tuan Noah walaupun ia tidak yakin dengan sugesti ayah si bayi.
Saat suster itu memberikan bayi itu secara perlahan menyodorkan DOT susu kepada bayinya Cinta dan Tuan Noah ini, Alhasil bayinya dengan cepat menyedot ASI dari ibunya itu.
Suster menatap wajah Tuan Noah dan Lea yang sedang menyaksikan aksi bayi itu saat meminum susu dari ASI ibunya sendiri.
"MasyaAllah. Rupanya dia sangat merindukan ibunya. Alhamdulillah ya Allah putraku sudah mulai pulih." Ucap Tuan Noah penuh haru.
__ADS_1
Adiknya Lea hanya mengusap air mata bahagia saat melihat tanda-tanda kehidupan pada keponakannya usai menghabiskan susu yang ada di botol itu.