My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)

My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)
31. SAKIT YANG MENDERA!


__ADS_3

Memasuki usia kehamilan delapan bulan, Cinta mulai merasakan kepayahan. Atas saran dokter Lisa, Cinta sudah di perbolehkan melakukan operasi sesar agar bayinya bisa segera diselamatkan dan Cinta bisa terbebas dari sakit yang membelenggu tubuhnya.


Ibu Endang mengira putrinya sedang mengalami kontraksi. Padahal bukan itu yang dirasakan Cinta saat ini. Melainkan sakit yang menderanya saat ini adalah tumor rahim yang dideritanya.


Saat ini, Tuan Noah sedang berkoordinasi langsung dengan dokter Lisa yang akan membantu persalinan istrinya dalam operasi sesar.


Dokter Lisa memberikan pengarahan terlebih dahulu pada Tuan Noah agar lelaki tampan ini harus siap lahir batin menghadapi hal yang terburuk dan sudah saatnya harus memberi tahu keluarga yang lain terkait dengan penyakit yang diderita oleh Cinta.


Tuan Noah menyanggupi permintaan dokter Lisa karena ini sudah menyangkut nyawa Cinta yang bukan menjadi miliknya sendiri melainkan miliknya ibunya dan juga putrinya Honey.


"Tuan Noah! Aku akan berusaha menolong istri dan anakmu. Tapi tolong jangan rahasiakan lagi tentang penyakitnya kepada keluarga yang lain." Ujar dokter Lisa.


"Apakah ada kemungkinan operasi istri saya gagal dokter?"


"Saya tidak mengatakan itu, Tuan Noah. Saya hanya berharap semua keluarga harus mengetahui keadaan Istri anda sebenarnya karena kita tidak tahu apa yang bakalan terjadi nantinya."


"Dokter, tolong beri tahu saya keadaan istri saya menurut pengamatan secara medis." Pinta Tuan Noah lirih.


"Jika dirujuk pada catatan medis nona Cinta, jelas saja kondisinya tidak dalam keadaan baik-baik saja. Tapi kalau kita kembalikan kepada Allah, Insya Allah doa yang akan menyelamatkan keduanya.


"Dokter! Tolong selamatkan istri saya. Saya memang menginginkan bayi saya selamat, tapi saya hanya ingin tegaskan kepada dokter, kalau bisa tolong selamatkan istri saya." Ucap Tuan Noah sambil mengatupkan kedua tangannya.


"Baiklah Tuan Noah. Mohon doanya kami siap menjalankan operasi sesar malam ini pada istri anda. Bawalah Nona Cinta sekarang ke rumah sakit setelah menandatangani semua berkas persetujuan pernyataan sebagai wali pasien." Pinta dokter Lisa.


"Baiklah dokter. Kalau begitu saya akan menjemput istri saya usai menyampaikan penyakitnya Cinta."


Keduanya saling berjabat tangan. Tuan Noah segera pulang menemui keluarganya. Di perjalanan, Tuan Noah sudah memantapkan hatinya untuk terbuka kepada keluarganya.


...----------------...


Tuan Noah menemui Cinta terlebih dahulu di kamar mereka. Lea adiknya, sedang memberikan aroma terapi di kamar Cinta agar kakak iparnya itu bisa tidur dengan tenang.


Sudah dua malam Cinta tidak bisa tidur karena sakitnya. Lea yang sedari awal sudah mengetahui penyakit kakak iparnya membantu Cinta semampunya dengan mencari aroma terapi yang bisa menenangkan pikiran Cinta dan bisa mengurangi insomnia yang dideritanya.


Cek..lek!


Pintu kamar itu di buka secara perlahan. Lea segera bangkit dari duduknya menyambut abangnya itu. Tuan Noah mengecup pipi istrinya dengan lembut sambil mengusap perut Cinta. Wajah Tuan Noah sendiri terlihat lelah dan tertekan saat ini.


"Apakah dia sudah lama tidur, Lea?"


"Dia baru saja tidur kak. Biarkan dia istirahat dulu." Ujar Lea.


"Baiklah. Kalau begitu aku ingin bicara penyakitnya pada mama mertua dan Honey sebelum membawa Cinta ke rumah sakit.

__ADS_1


"Apa...? Jadi kak Cinta menjalani operasi sesar malam ini?"


"Iya Lea. Kita hanya bisa berdoa yang terbaik untuknya." Ucap Tuan Noah lirih.


"Ya Allah, aku sangat takut jika terjadi lagi musibah yang sama seperti almarhumah kak Tiara,


kak. " Ujar Lea cemas.


"Tolong tetap di sini menunggunya, aku ingin menemui mama mertua dulu."


"Baiklah kak."


Ibu Endang dan Honey sedang bercanda di ruang keluarga. Tuan Noah mendekati keduanya dan mulai menceritakan tentang istrinya. Ibu Endang sangat marah saat mengetahui kondisi putrinya.


"Kenapa harus merahasiakan penyakit Cinta pada mama, Noah?"


"Karena Cinta yang meminta aku untuk merahasiakannya, mama."


"Putriku sudah sakrat baru kamu ceritakan padaku, apa gunanya Noah?" Sesal ibu Endang.


"Ayah! Apakah kita akan kehilangan bunda?"


"Tidak nak! Jangan katakan itu. Bunda sudah berjanji tidak akan meninggalkan kita. Jangan takut karena kita harus mendukung bunda dengan doa." Ujar Tuan Noah menghibur putrinya.


"Mama! Tempat mama ada bersama aku, Honey dan adikku Lea. Jadi mama tidak perlu kuatir jika terjadi sesuatu kepada Cinta. Tidak! Aku tidak mau membayangkan hal yang menyeramkan tentang Istriku." Tepis Tuan Noah dari pikiran buruknya.


"Kak Noah...! Kak Noah..!" Pekik Lea dari atas lantai dua.


Tuan Noah segera berlari ke kamarnya." Ada apa Lea?"


"Lihatlah!" Kak Cinta pendarahan." Ujar Lea yang melihat banyak darah di seprei putih, di mana Cinta masih terlelap tidur.


Tuan Noah segera mendekati istrinya sambil mengguncang tubuh Cinta agar istrinya segera bangun.


"Cinta...! Cinta...!"


Cinta tidak merespon panggilan suaminya. Tuan Noah segera menggendong tubuh istrinya yang ternyata saat ini sedang pingsan. Tuan Noah segera menghubungi mobil ambulans untuk menjemput istrinya.


"Aku akan membawa Cinta ke rumah sakit. Kamu tolong katakan pelayan untuk bawakan koper milik Cinta yang sudah di siapkan di walk in closet." Pinta Tuan Noah pada adiknya Lea.


"Ya Allah, Cinta!"


Jerit ibu Endang yang melihat wajah pucat putrinya yang sudah seperti mayat hidup.

__ADS_1


"Mama dan Honey bisa ikut mobilnya Lea. Saya yang menemani Cinta di mobil ambulans." Ucap Tuan Noah terbata-bata.


"Ayahhhh...! Honey nggak mau Bunda meninggal."


Honey menangis histeris dalam pelukan ibu Endang.


"Sayang! Honey tidak boleh menangis. Honey harus berdoa." ujar Tante Lea ikut menangis.


"Tante dan nenek juga menangis. Kenapa honey di larang menangis?" Protes Honey.


"Ayo kita berangkat. Mobil ambulans sudah jalan." Ujar Lea kepada Honey dan ibu Endang dan siap mengendarai mobilnya sendiri menuju rumah sakit.


Sementara itu, Tuan Noah yang menemani istrinya di mobil ambulans melihat petugas medis sedang berusaha menolong istrinya dengan memasang beberapa peralatan medis pada tubuh istrinya.


Sampai tiba di rumah sakit, Cinta tidak sadarkan diri juga. Dokter Lisa sudah siap di depan pintu ruang operasi dengan timnya siap melakukan operasi sesar pada istriku Tuan Noah itu.


Tuan Noah hanya bisa mengepalkan kedua tangannya saat lampu merah di ruang operasi itu sudah menyala.


Tidak lama kemudian putrinya Honey dan ibu mertuanya bersama adiknya Lea sedang menghampiri dirinya.


"Apakah operasinya sudah di mulai?"


Tanya adiknya Lea sambil mencari tempat duduk di depan ruang operasi tersebut.


Tuan Noah hanya mengangguk. Honey meminta ayahnya menggendongnya. Tuan Noah menuruti permintaan Honey. Seakan ada kekuatan dari gadis kecilnya saat Honey memeluknya.


Tiba-tiba hatinya yang tadi gelisah mulai merasakan ketenangan.


"Ya Allah, ada apa dengan putriku? Kenapa pelukannya mampu menenangkan hatiku?" Tanya Tuan Noah dalam hatinya.


"Ayah!"


"Hmm!"


"Apakah ayah takut?"


"Tadi takut, tapi sekarang sudah mulai tenang."


"Ayah!"


"Iya sayang!"


"Bagaimana kalau bunda akan meninggalkan kita dengan seorang adik kecil?" Tanya Honey membuat wajah Tuan Noah kembali menegang.

__ADS_1


Deggggg...


__ADS_2