My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)

My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)
23. Tertangkap


__ADS_3

Sementara itu di luar sana, Tuan teguh sedang mengawasi orang sekitarnya untuk berjaga-jaga jika ada yang mendatangi rumah ibu Endang.


Tapi dia lupa bahwa sudah banyak polisi yang sedang menggunakan mantel hujan berwarna hitam menyergap area tersebut termasuk dirinya yang sedang duduk di dalam mobil sambil melihat-lihat keadaan sekitarnya.


Begitu melihat ada sekelebat bayangan hitam di depan mobilnya, tuan Teguh dengan cepat mengambil ponselnya untuk menghubungi anak buahnya.


Belum sempat ia berbicara, kepada anak buahnya, tiba-tiba kaca mobilnya di pecahin oleh polisi. Otomatis ponselnya langsung terjatuh karena saking kagetnya hingga ia menegang di tempatnya.


Di dalam rumah ibu Endang, polisi langsung menodongkan senjata ke arah penjahat yang sempat melakukan perlawanan, namun di lumpuhkan oleh polisi hingga mereka bisa dibekuk dan di bawa keluar oleh petugas polisi dibawah hujan yang masih mengguyur kota Bandung.


Ibu Endang segera di amankan oleh petugas, usai diberi cairan alkohol untuk menyadarkannya dari pingsannya.


Ketua RT dan RW membawa ibu Endang ke rumah pak RW untuk di tenangkan. Ibu Endang masih terlihat syok hingga ia tidak bisa memberikan keterangan apapun kepada polisi saat di tanya tentang kesaksiannya pada penjahat itu.


"Maaf ibu Endang! apakah kami bisa bertanya sesuatu kepada anda?"


Alih-alih untuk menjawab, ia hanya menatap kosong pada polisi yang bertanya itu kepadanya.


"Maaf pak polisi, mungkin tetangga kami masih sangat syok, sepertinya dia tidak mungkin menjawab pertanyaan Anda." Ucap pak RW.


"Baiklah pak RW. Besok pagi kami akan ke sini lagi, apakah ibu Endang perlu di bawah ke rumah sakit?" Tawar polisi tersebut.


"Tidak perlu pak, kami hanya ingin walinya sendiri yang mengurusnya." Ujar pak RW.


"Baiklah. Kalau begitu kami permisi pak RW." Ucap pak polisi meninggalkan rumah pak RW.


Polisi yang mengerti akan kejiwaan ibu Endang memaklumi kondisinya dan menitipkan Bu Endang pada pak RW dan istrinya untuk menjaga ibu Endang sampai putrinya Cinta datang ke Bandung.


Malam itu juga polisi menghubungi Tuan Noah dan menceritakan kronologi peristiwa yang terjadi pada ibu mertuanya. Tuan Noah sangat syok mendengar peristiwa tragis itu.


"Astaga!" Kenapa tidak di lakukan saat mereka baru masuk ke halaman rumah mertuaku?"


"Maafkan kami Tuan Noah! kami sempat berpikir bahwa rencana mereka tidak akan dilakukan di saat hujan sedang turun dengan derasnya.


Tapi saya sedang mengutus dua orang teman saya yang sedang mengawasi lokasi tersebut dengan menggunakan sepeda motor.


Dari kejauhan mereka melihat ada dua mobil berhenti di depan rumahnya ibu Cinta. Karena curiga mereka mengabari kami dan dalam waktu satu jam kami baru tiba di lokasi kejadian dan berhasil menggagalkan rencananya tuan Teguh dan komplotannya."


"Alhamdulillah terimakasih pak Beno. Besok pagi kami akan segera ke Bandung untuk melihat melihat keadaan ibu mertuaku." Ucap Tuan Noah lalu mengakhiri pembicaraan mereka.


Tuan Noah melihat istrinya yang saat ini sedang terlelap dalam tidurnya. Iapun tidak tega membangunkan istrinya, apa lagi mengabarkan kabar buruk.


"Sebaiknya saat sholat subuh, aku akan memberitahu Cinta tentang ibu mertua." Ucap Tuan Noah lalu memilih tidur lagi karena masih pukul tiga pagi.


Di malam yang sama kota Jakarta sedang di landa hujan deras yang mengakibatkan sebagian jalanan ibu kota sudah terendam banjir.


...----------------...

__ADS_1


Sekitar pukul enam pagi, keluarga itu melakukan dengan tenang dan seperti biasa ibu Cinta dan putri sambungnya Honey hendak berangkat ke sekolah.


Di pagi itu, Tuan Noah tetap mengantar keduanya hingga tiba di sekolah Honey. Di saat turun turun dari mobil, Honey di minta untuk masuk ke asramanya disambut ibu Dea, sementara Tuan Noah menahan istrinya sesaat.


"Sayang! sebaiknya kamu tidak mengajar hari ini." Pinta Tuan Noah sambil menggenggam tangan istrinya.


"Lho kenapa sayang?" Tanya Cinta terlihat heran saat melihat wajah suaminya tidak baik-baik saja.


"Kita harus ke Bandung karena mama mertua semalam sedang mengalami musibah perampokan."


Deggggg....


"Apaaa...?!"


"Tenanglah sayang, mama tidak mengalami kekerasan fisik dari para penjahat itu. Beliau sekarang berada di rumah pak RW. Kita harus ke Bandung untuk menengok beliau atau menjemputnya untuk tinggal bersama kita. Pasti saat ini beliau masih sangat syok berat pasca perampokan itu." Ujar Tuan Noah.


"Kenapa kamu baru mengatakannya? sementara aku belum sempat minta ijin kepada kepala sekolah." Ucap Cinta.


"Saya sudah kirim pesan kepada kepala sekolah. Saya sengaja tidak ingin memberi tahukan kepadamu di hadapan Honey karena dia pasti tidak ingin sekolah dan memaksa ikut dengan kita." Ujar Tuan Noah.


"Baiklah kita berangkat sekarang." Ucap Cinta lalu memasang lagi sabuk pengamannya.


Mobil mewah itu meluncur langsung ke Bandung dengan kecepatan di atas rata-rata. Cinta sangat cemas akan keadaan ibunya walaupun suaminya mengatakan ibunya baik-baik saja.


"Ya Allah, andai saja mama mau mendengarkan aku dan tinggal di rumahku sementara waktu, mungkin beliau tidak akan mengalami hal mengerikan itu.


Tuan Noah tetap fokus menjalankan mobilnya. Sementara Cinta membaca dzikir sepanjang jalan agar mereka bisa tiba di Bandung dalam keadaan selamat.


Setibanya di kota Bandung, keduanya sedikit bernafas lega walaupun belum sampai rumah pak RW untuk melihat ibu Endang.


Tapi mobil milik Tuan Noah sempat melintas di depan kediaman ibu mertuanya itu.


Rumah itu sudah di pasang garis polisi. Cinta meminta suaminya untuk berhenti sebentar karena ingin melihat keadaan rumahnya itu.


"Apakah harta sudah membutakan hati seseorang hingga ia tega melakukan apa saja hanya untuk mendapatkan harta haram itu?"


"Begitulah permainan hidup. Ia ingin memperkaya diri untuk menghancurkan orang lain demi ambisinya walaupun dengan jalan yang salah. Tidak peduli apa yang terjadi nantinya, yang jelas ia tetap berusaha untuk mendapatkan apa yang dia inginkan." Ujar Tuan Noah.


"Mana ada kejahatan masih bisa bertahan untuk mendukungnya melakukan kejahatan pada orang lain. Sehebat apapun ia menyusun rencana, tetap saja dia akan menemukan kendala karena Allah tidak akan mengijinkan dirinya mengusai harta orang lain.


Itu adalah warisan kakek nenekku yang didapatkan dengan cara yang halal. Sekeras apapun orang itu ingin memilikinya, ia akan hancur dengan sendirinya." Tukas Cinta.


Para tetangga Cinta, yang datang di lokasi kejadian, segera menghampiri Cinta. Dalam sekejap kumpulan ibu-ibu rempong memberikan empati mereka sambil menangis lebay.


Tetangga yang dulu selalu meremehkan keluarga Cinta saat ayah bangkrut dan sakit-sakitan, kini berubah seratus delapan puluh derajat begitu mengetahui Cinta sudah menikah dengan seorang pengusaha hebat.


"Ya Allah, neng Cinta! ke mana saja? mengapa baru datang? Untung para perampok itu tidak membunuh teteh Endang, kalau tidak kamu sekarang sudah menjadi anak yatim-piatu." Ujar ibu Lilis dengan wajah munafik nya.

__ADS_1


"Apakah kalian berharap mamaku cepat meninggal dalam musibah itu?" Tanya Cinta yang tidak suka mendengar ocehan tetangganya itu.


"Astaga! mana mungkin kami sejahat itu neng Cinta. Lagi pula teteh Endang sudah seperti saudara sendiri bagi kami." Ucap ibu Lilis membela diri.


"Ibu Lilis memang baik, tapi sayang kelihatan sekali ibu Lilis berharap mamaku bisa mati di peristiwa perampokan semalam.


Tidak usah terlalu banyak basis-basis karena kalian semua senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang. Permisi. Ayo sayang! sebaiknya kita ke rumah pak RW untuk melihat keadaan mama.


Cinta menarik pergelangan tangan suaminya untuk buru-buru meninggalkan halaman rumahnya untuk menjauhi para tetangganya.


"Cih! baru dapat suami orang kaya, sudah belagu. Apa lagi dapat seorang raja." Sindir salah satu dari mereka yang tidak suka melihat tingkah Cinta yang kurang bersahabat dengan mereka.


"Biarkan saja, nantinya juga ia bernasib sama seperti ibunya, memiliki suami yang usahanya juga akan bangkrut." Ibu Eny sambil terkekeh geli bersama dengan group ngerumpinya.


Mobil Tuan Noah kembali bergerak menuju rumah pak RW. Di sana sudah banyak polisi yang sedang berkerumun di depan rumah pak RW.


Ketika melihat kedatangan Tuan Noah, semuanya serentak berdiri menyambut pria tampan itu dengan sikap hormat.


Di situ juga sudah ada Bareskrim mabes polri kota Bandung, pak Beno yang akan menjelaskan kronologi peristiwa perampokan itu. Sementara Cinta berlalu di hadapan banyak polisi yang menatapnya kagum.


Ia tidak peduli dengan para polisi itu. Ia hanya ingin bertemu dengan ibunya yang saat ini masih terbaring di tempat tidurnya dengan tatapan kosong.


"Mama!" Pekik Cinta begitu melihat keadaan mamanya.


"Maafkan Cinta mama!" Tangis Cinta pecah sambil memeluk tubuh ibunya.


Bu RW menceritakan segalanya kepada Cinta tentang ibunya.


"Dari tadi ibumu tidak mau makan Cinta. Entah kenapa ibumu bisa seperti ini pasca kejadian itu."


"Ya Allah, mama ternyata mengalami trauma mendalam. sebaiknya mama segera di bawa ke rumah sakit." Lirih Cinta.


Gadis cantik ini keluar menemui suaminya dan menceritakan keadaan mamanya pada Tuan Noah.


Tuan Noah segera menghampiri ibu mertuanya dan ia berinisiatif untuk membawa mertuanya itu ke rumah sakit.


"Astaga! Jiwa mama sangat terguncang saat ini sayang." ucap Tuan Noah sambil membawa mobilnya menuju rumah sakit terdekat.


"Mengapa pak RW malah mendiamkan mama seperti itu, kenapa semalam mereka tidak langsung membawa mama ke rumah sakit." Keluh Cinta sambil memeluk ibunya.


"Tadi saya menanyakan pak RW tentang itu, tapi ia ingin menunggumu Cinta agar kita sendiri yang akan membawa mama ke rumah sakit." Ucap Tuan Noah.


"Tapi ini sudah kelamaan sayang. Mama butuh perawatan yang cepat. Tega banget sih orang itu pada mamaku."


"Tenanglah sayang! Insya Allah, mama tidak kenapa-kenapa kalau ditangani secara tepat. Kita doakan saja agar beliau kembali sadar dari traumanya." Timpal Tuan Noah meyakinkan istrinya.


Setibanya di rumah sakit, ibu Endang segera diperiksa keadaannya oleh dokter. Dokter memberikan obat penenang untuk ibu Endang agar otaknya lebih rileks.

__ADS_1


__ADS_2