My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)

My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)
24. Hukuman


__ADS_3

Tuan Noah menyerahkan kasus perampokan rumah mertuanya yang dilakukan oleh tuan Teguh dan komplotannya, pada pengacaranya. Ia menginginkan pria itu dihukum seumur hidup sesuai dengan perbuatannya.


Danish sangat syok saat mengetahui kejahatan ayahnya pada keluarga Cinta sangat merasa malu pada gadis itu. Ia begitu malu untuk mendatangi kantor polisi untuk melihat keadaan ayahnya.


Namun ia juga penasaran atas motif ayahnya dalam melakukan kejahatannya itu pada keluarga Cinta. Sudah berulang kali polisi memintanya untuk mendatangi ayahnya namun Danish belum siap dengan semua itu. Apa lagi wartawan mendatangi kediaman dan perusahaan mereka saat ini.


"Mengapa engkau mempermalukan diriku ayah?" padahal selama ini kehidupan kita sudah sangat dibandingkan orang lain." Gumamnya lirih.


Tuan Teguh memang sudah tidak memiliki istri karena keduanya sudah bercerai saat usia Danish masih sangat kecil. Tuan Teguh yang saat itu masih sangat kere membuat istrinya tidak betah hidup bersamanya.


Ia memilih cerai dari suaminya dan menikah lagi dengan lelaki yang lebih kaya. Itulah pukulan berat bagi tuan Teguh karena istrinya lebih memilih harta daripada dia dan putranya.


Itulah mengapa tuan teguh berambisi untuk memiliki banyak harta untuk memperlihatkan kepada mantan istrinya bahwa dia juga bisa menjadi pria hebat dan sukses Untuk mendirikan perusahaan sendiri.


Namun sayang kekayaan yang dia banggakan itu tidak membuat istrinya menyesal meninggalkannya karena istrinya sudah bahagia dengan suami barunya yang jauh lebih kaya dari pada Tuan Teguh.


Dari situlah, Tuan Teguh ingin menguasai tanah milik mendiang sahabatnya Rahmat untuk lebih memperkaya diri. Alih-alih untuk menjadi lelaki kaya, justru penjara sedang menanti proses hukum untuk dirinya.


Seminggu kemudian, Tuan Noah dan istrinya membawa pulang ibu Endang ke Jakarta. Walaupun kondisinya sudah membaik namun ibu Endang tidak ingin banyak bicara pada putrinya kecuali ada hal yang paling penting.


"Lebih baik kita ajak mama makan makanan kesukaannya di tempat yang terbuka. Mungkin mama akan merasa nyaman dan tenang di sana." Ucap Tuan Noah ingin menghibur ibu mertuanya.


"Benar ide kamu sayang, kita makan siang di rumah makan Sunda saja sayang karena itu makanan favorit Mama. Mama suka makan gurame asam manis dan sayur asam." Ucap Cinta membuat mamanya tersenyum.


"Apakah mama suka?"


Ibu Endang hanya mengangguk senang.


"Alhamdulillah, akhirnya mama mau merespon ajakan aku." Ucap Cinta sambil mencium punggung tangan ibunya dengan perasaan haru.


Tuan Noah membelokkan mobilnya ke restoran Sunda. Cinta dan ibunya turun duluan untuk mencari saung yang cukup nyaman untuk mereka bertiga.


Cinta melihat menu yang ada restoran tersebut. Ia memesan nasi liwet, sayur asam, ikan gurame asam manis, empal gepuk, sambal, tahu tempe sebagai pelengkap menu makan siang mereka bertiga hari ini.


Sekitar lima belas menit menunggu, pesanan mereka sudah datang. Ibu Endang terlihat tergiur dengan hidangan di depannya.


"Ini makan kesukaan ayahmu juga Cinta. Mama sangat kangen sama ayahmu," Ujar ibu Endang dengan raut wajah sedih.


"Mama, kita mau menikmati makan siang ini. Tolong jangan sedih, entar makanannya malah jadi nggak enak." Ucap Tuan Noah .


"Iya mama, kita makan dulu ya! sedihnya di simpan dulu." Ucap ibu Cinta lalu menyuapkan ibunya sebentar.


"Mama mau makan sendiri saja Cinta." Pinta ibu Endang merasa malu pada menantunya, Tuan Noah.


"Baik mam. Makanlah yang banyak setelah itu kita pulang ke Jakarta. Mama harus berkenalan dengan putri cantik, cucu mama, namanya Honey. Mama akan jatuh cinta padanya setelah melihatnya." Ucap Cinta yang sudah sangat merindukan putri sambungnya itu.

__ADS_1


Ketiganya sudah membisu dengan mulut penuh makanan sambil mendesis karena kepedasan namun sangat nikmat di lidah.


...----------------...


Tiba di Jakarta sekitar jam empat sore. Honey dan Tantenya Lea menyambut ibu Endang dengan hangat.


"Nenek!" Teriak Honey pada neneknya walaupun ia belum berkenalan secara resmi.


"Nenek Kenalkan namaku Honey dan ini Tanteku Lea, adik kandung ayah. Selamat datang di rumah kami ya nek! semoga nenek betah di sini." Honey terlihat makin cerewet sore itu.


Lea menyalami ibu Endang dan mengucapkan selamat datang pada ibu malang itu. Cinta mengajak ibunya istirahat di kamar yang sudah disiapkan pelayan. Namun ibu Endang masih ingin mendengar celotehan cucu sambungnya Honey.


"Kamu sangat cantik Honey." Puji ibu Endang sambil mengusap pipinya Honey.


"Nenek juga masih terlihat cantik. Terimakasih sudah mengijinkan ibu Cinta menjadi ibunya Honey." Ucap Honey tulus.


Ibu Endang merasa terharu mendengar ungkapan hati gadis kecil yang duduk disampingnya itu.


"Ya Allah, anak ini lebih membutuhkan sosok ibu dan aku telah berdosa saat menolak status ayahnya yang sudah duda dengan anak satu. Maafkan aku ya Allah." Batin ibu Endang yang mulai suka dengan sosok Honey.


Cinta dan Tuan Noah pamit untuk ke kamar mereka. Keduanya ingin istirahat karena berapa malam ini harus menunggu ibu Endang di rumah sakit secara bergantian.


Ibu Endang mengerti keadaan keduanya. Honey dan Lea memahami kelelahan keduanya dan tidak keberatan jika ditinggalkan.


Setibanya di kamar, Cinta langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur karena matanya sudah tidak bisa lagi kompromi untuk menatap wajah siapapun.


Honey dan Lea mengantar ibu Endang ke kamarnya saat melihat ibu Endang juga ingin istirahat. Honey dengan setia tidur di sebelah nenek sambungnya itu sambil bermain game di ponselnya.


Tante Lea kembali ke kamarnya untuk melanjutkan nonton drama Korea yang sempat dijeda karena menyambut kedatangan keluarga kakaknya.


...----------------...


Satu bulan kemudian, proses hukum yang saat ini sedang dilalui oleh Tuan Teguh, kini sudah bergulir di pengadilan negeri Bandung. Pria paruh baya itu menjalani sidang pertamanya dengan berbagai banyak pertanyaan yang diajukan kepadanya.


Putranya Danish terlihat menemani ayahnya untuk terakhir kalinya. Sidang itu berlangsung seru saat perkaranya itu digelar dengan banyak saksi yang memberatkan terdakwa atas kasus perampokan uang dan juga yang terjadi di rumahnya ibu Endang.


Ditambah lagi pengakuannya yang ingin memiliki sertifikat tanah milik pak Rahmat membuat hukumannya yang semula dua puluh tahun kini berubah menjadi seumur hidup.


Tapi masih ada kasasi untuk naik banding agar hukumannya diturunkan. Danish merasa hidupnya ikutan tamat dengan kesalahan yang dilakukan ayahnya.


Setelah proses sidang selama tiga bulan berlangsung, akhirnya pengadilan negeri Jakarta menjatuhkan hukuman kepada tuan teguh dengan hukuman seumur hidup.


Rasa penyesalan yang sangat mendalam yang dirasakan oleh Tuan Teguh atas keserakahannya yang ingin menunjukkan kepada mantan istrinya menjadi sebuah kehancuran bagi dirinya dan saat ini perusahaannya mau tidak mau di pegang oleh putranya Danish.


Setelah di jatuhin hukuman seumur hidup atas kejahatannya, seminggu kemudian Danish baru sempat menjenguk ayahnya di penjara. Karena ia baru merasa aman dari serangan pemburu berita.

__ADS_1


"Apakah sekarang ayah sudah puas menjatuhkan reputasi ayah sendiri karena ambisi ayah yang ingin menyaingi suaminya mama?" Sindir Danish dengan pertanyaan menohok.


"Setidaknya ayah sudah berusaha untuk membuktikan kepada ibumu bahwa ayah bisa membahagiakan kamu dengan memenuhi semua kebutuhanmu.


Jika ayah gagal, dia akan merebutmu dari sisi ayah dan ayah tidak ingin kehilanganmu setelah kehilangan dirinya." Ujar tuan Teguh dengan wajah tertunduk.


"Astaga ayah! Hanya karena aku ayah berkorban untuk semua ini dan sekarang apakah ayah merasa sudah menang dari ibu?"


"Setidaknya kamu sudah dewasa dan tidak akan mencari perempuan itu."


"Harusnya ayah berjuang dulu untuk menjadi orang kaya baru ayah menikahi ibu. Dengan begitu ayah tidak menyesal seperti ini."


"Ibumu dulu orang baik, hanya pergaulan lingkungan yang mendesaknya ingin memiliki apa yang dimiliki oleh tetangga dan teman-temannya.


Setiap kali ia meminta dibelikan ini dan itu untuk menyaingi orang lain, ayah tidak bisa memenuhinya hingga akhirnya ia bekerja dan mencari uang sendiri untuk memenuhi kebutuhannya dan ayah mengijinkan dia bekerja.


Tapi sayang, saat ia mendampingi terus bosnya ia mulai berubah dan pada akhirnya dia meminta cerai pada ayah."


"Apakah ibuku selingkuh?"


"Entahlah, tapi kami bercerai baik-baik dan setelah melewati masa iddahnya akhirnya ia menikah dengan bosnya itu."


"Baiklah ayah, sudah cukup ayah terobsesi dengan ibu, sebaiknya ayah banyak bertobat atas kejadian ini. Aku tidak akan memaafkan kalian berdua karena kebodohan kalian yang membuat aku sangat malu untuk menatap dunia." Ucap Danis lalu meninggalkan ayahnya di ruang pertemuan itu.


"Danish..!" Panggil Tuan Teguh, namun Danish sudah terlanjur kecewa kepada ayahnya.


Di depan halaman penjara karena tidak hati-hati berjalan, ia menabrak seorang wanita. Dan saat melihat sosok wanita itu ia sangat terkejut.


"Maafkan saya nyonya!" Ucap Danish sambil memungut barang bawaan nyonya itu dan menyerahkan ke tangan wanita itu.


"Danish!"


"Ibu!" Pekik Danish tertahan.


Danis merasa salah tingkah sendiri. Ia hendak bergegas pergi untuk menghindari ibunya, namun tangannya di pegang dengan erat oleh wanita yang telah melahirkannya itu.


"Danish! Ibu ingin bicara denganmu, nak!"


"Tidak ada yang perlu dibicarakan ibu. Saat ini meninggalkan aku dan ayah, di saat itu, Danish merasa ibuku telah meninggal dunia dan aku tidak mungkin bicara dengan orang yang sudah aku anggap mati." Ujar Danish sarkas.


"Danish! apakah ayahmu sudah mencuci otakmu untuk membenci ibu kandungmu sendiri?"


"Ha..ha...!" ibu kandung? ibu kandung yang mana ya? ibu kandung yang tega lari ke pelukan lelaki kaya yang bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dengan barang mewah yang selama pernikahan dengan ayahku tidak bisa ia miliki?"


"Danish! jaga perkataanmu itu. Ayahmu yang bajingan itu lebih mementingkan ambisinya untuk mendapatkan uang dengan cara yang haram dan ibu membuat ibu muak dengan tindakan ayahmu.

__ADS_1


Dia menjual tanah sahabatnya dengan harga. mahal tapi dia malah mengambil separuhnya dan mengatakan tanah itu tidak memiliki nilai jual dengan harga tinggi dan itu membuat ibu muak saat ia ingin menyenangkan ibu dengan harta haram!" Pekik nyonya Raisya membuat Danish terhenyak.


Deggggg...


__ADS_2