My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)

My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)
32. GELISAH


__ADS_3

Setelah cukup lama menunggu, akhirnya lampu merah yang berada di atas pintu kamar operasi akhirnya padam juga. Itu berarti menandakan bahwa operasi sesar pada persalinan Cinta sudah selesai.


Tuan Noah langsung bangkit dari duduknya menghampiri pintu kamar operasi itu dengan wajah tegang. Masalahnya, tidak terdengar suara bayinya.


Cek lek...


Dokter Lisa keluar menemui keluarganya Cinta. Ia melihat wajah-wajah tegang lagi cemas menanti hasil dari operasi sesar yang sangat beresiko itu. Dokter Lisa membuka masker dan kaca matanya lalu berbicara pada keluarga pasien.


"Bagaimana kondisi istri saya dokter?"


Tanya Tuan Noah langsung tertuju pada istrinya Cinta daripada bayinya.


"Alhamdulillah, keduanya selamat dari maut. Bayi anda berjenis kelamin laki-laki, Tuan Noah. Tapi ibunya masih perlu perawatan karena kami baru mengangkat bayinya belum tumornya.


Jadi masih harus menunggu lebih lama lagi." Ujar dokter Lisa.


"Tapi bagaimana dengan bayi saya yang tidak terdengar tangisannya dokter?" Tanya Tuan Noah penasaran.


"Oh itu! Bayi anda terlahir dengan en caul. Kelahiran en caul adalah kelahiran bayi yang masih berada di dalam kantung ketuban yang masih utuh. Kelahiran ini umumnya bukan suatu proses yang berbahaya, baik bagi ibu maupun bayi. Sebaliknya, proses kelahiran ini bisa memberi manfaat tersendiri untuk bayi.


Pada beberapa kasus dengan risiko kelahiran yang tinggi, kelahiran en caul bisa mencegah janin dari risiko tersebut.


Untuk bayi yang harus terlahir sangat prematur, kelahiran en caul bisa mencegah bayi dari cedera yang mungkin terjadi selama persalinan.


Kantung ketuban yang masih utuh dapat membantu melindungi janin dari tekanan yang dapat terjadi akibat kontraksi selama proses kelahiran. Oleh karena itu, kelahiran en caul bisa mencegah bayi mengalami memar.


Sementara itu, pada kelahiran normal, kelahiran en caul dapat menurunkan risiko kepala janin tersangkut ketika leher rahim (serviks) belum terbuka cukup lebar.


Jadi, bayi anda tidak menangis saat ini karena masih berada di dalam kantung ketuban yang utuh dan sekarang sedang disayat dengan pisau bedah oleh tim saya untuk mengeluarkan bayi anda dari kantung ketuban tersebut, supaya ia bisa menangis sekaligus akan dipotong tali pusarnya dan menyedot cairan lendir dari mulutnya." Jelas dokter Lisa secara mendetail kepada Tuan Noah.


Tidak lama kemudian, terdengar suara bayinya. Tuan Noah dan keluarganya langsung sujud syukur.


Dokter Lisa kembali lagi ke kamar operasi untuk melakukan operasi lanjutan yang akan mengangkat tumor ganas yang masih bersarang di rahim Cinta.


Walaupun mereka masih harus menunggu nasib Cinta yang belum tuntas operasinya, namun kehadiran sang bayi sudah mengobati perasaan duka mereka selama menunggu kedatangan bayi itu.


Bayi dengan bobot hanya 1.9kg itu kini di masukkan ke dalam inkubator. Tuan Noah di minta untuk mengumandangkan adzan pada bayinya di ruang NIKU.


Tuan Noah bersama keluarganya menuju ke ruang tersebut dan melihat sang pewarisnya sudah hadir ke dunia dengan wajahnya yang sangat mirip dengannya.


"Ayah! Mengapa adikku dikurung di dalam kaca itu?" Protes Honey.


"Supaya adikmu tetap hangat karena belum cukup umur untuk hadir ke bumi. Lagi pula berat badannya belum normal seperti bayi lahir normal lainnya." Ujar Tuan Noah menjawab pertanyaan putrinya.

__ADS_1


"Terus, kenapa kita belum ketemu bunda? Adik bayi sudah lahir ayah."


"Bunda masih harus dioperasi karena masih ada penyakit di perut bunda mu yang harus di obati."


"Ya Allah, berarti kita harus menunggu lama lagi ya ayah?"


"Sepertinya begitu, sayang."


"Ayah! Honey pingin bunda juga selamat seperti adik bayi."


"Aamiin!"


"Ayo, kita ke bunda lagi!"


Ketika mencapai ruang operasi, dua orang Suster berlarian sambil membawa satu kotak putih yang entah isinya apa. Yang jelas itu membuat Tuan Noah kembali panik.


"Suster ada apa dengan istriku?"


"Pasien mengalami pendarahan akut."


Deggggg..


"Apakah tumornya sudah berhasil di angkat?"


Tuan Noah limbung di tempatnya Berdiri. Ia tidak kuat lagi menahan beban di hatinya jiwa terjadi sesuatu kepada istrinya Cinta.


"Ya Tuhan! Jangan biarkan Istriku menderita lagi. Ampunilah dosa-dosaku dan dosa istriku ya Robby. Jika penyakit ini bisa mengugurkan dosa-dosa kami, kamu ikhlas menerima ujian darimu Ya Allah. Tapi aku mohon jangan pisahkan aku dan istriku dengan kematian." Ujar Tuan Noah sambil bersimbah air mata.


"Ayah!"


Honey menghampiri ayahnya yang duduk di atas lantai sambil menangis.


"Ayah! apakah bunda sedang ada masalah?"


"Iya sayang. Tapi, dokter sedang berusaha menyematkan bunda." Ujar Tuan Noah sambil memeluk putrinya.


"Ayah! Apakah kita tidak boleh memiliki seorang ibu dalam hidup kita?"


"Jangan berkata seperti itu! Bunda pasti selamat, jangan menyerah Honey!" Ujar Tuan Noah menghibur putrinya.


"Kakak!" Panggil Lea yang baru pulang dari ruang NIKU.


"Ada apa Lea!"

__ADS_1


"Bayi kakak sepertinya tidak bisa bertahan." Ujar Lea sambil menangis.


"Kenapa Lea?"


"Entahlah kak. Tapi dokter sedang menangani bayi kakak."


"Ya Allah. Ujian apa ini yang Engkau timpakan kepada kami?" Seru Tuan Noah makin frustasi.


"Ada apa kak?"


"Lea! Cinta juga sedang kritis saat ini. Ia juga mengalami pendarahan."


Degggg...


"Astaghfirullah! Ya Allah kenapa bisa barengan seperti ini?" Keluh Lea sambil terisak.


Tuan Noah memeluk adiknya itu. Keduanya menumpahkan perasaan yang menyesakkan dada mereka karena begitu takut kehilangan untuk kedua kalinya wanita yang hadir dalam hidup mereka.


"Kak Noah, apakah kita akan kembali berduka?" Tanya Lea seraya menguraikan pelukannya dari tubuh kakaknya.


"Insya Allah, itu tidak akan pernah terjadi lagi Lea." Ujar Tuan Noah yakin.


"Apa yang membuat kak Noah seyakin itu?"


"Karena janji Allah pada hambaNya yang beriman. Jika Dia tidak akan menguji hambaNya di luar dari kesanggupan hambaNya dan aku rasa, aku tidak akan sanggup menjalani ujian yang diberikan Allah untuk kedua kalinya." ujar Tuan Noah kembali melemah.


"Benar juga kak. Kenapa kita sampai lupa dengan janji Allah dalam Al-Qur'an." Ujar Lea kembali semangat.


"Kalau begitu, aku kembali lagi ke ruang NIKU, mau melihat baby." Ujar Lea buru-buru lari ke tempatnya semula.


"Kalau ada apa-apa dengan si kecil segera kabarkan kepadaku." Pinta Tuan Noah.


"Siap kak Noah!" Ujar Lea sambil mengangkat kedua jempol nya.


"AYAH!" Panggil honey.


"Ada apa sayang?"


"Honey lapar dan haus." Pinta Honey dengan rengek manjanya.


"Baiklah kalau begitu kita ke


kantin rumah sakit." Ujar Tuan Noah sambil mencolek hidung hidung putrinya.

__ADS_1


__ADS_2