
Tuan Teguh terpaku di tempatnya. Ia sangat mengenal Tuan Noah walaupun dia baru bertemu dengan Tuan Noah yang merupakan salah pengusaha ternama di Jakarta yang bergerak di dunia otomotif.
"Maaf Tuan Teguh!" Saya sekarang adalah wali dari Cinta dan itu berarti, saya adalah menantu di rumah ini. Saya yang akan bertanggungjawab atas hutang almarhum mertua saya pak Rahmat." Ucap Tuan Noah makin membuat Tuan Teguh makin keki.
"Ba..baik Tuan Noah!"
"Kamu bisa berurusan langsung dengan pengacaraku. Aku akan membawa pergi istriku dari Bandung. Pastikan sertifikat mertuaku di kembalikan kepadanya.
Dan satu hal lagi, aku sedang menyewa detektif untuk menyelidiki kasus perampokan uang mertuaku beberapa bulan yang lalu dan saya akan mengejar bandit itu dan menyeretnya ke jeruji besi." Tukas Tuan Noah membuat Tuan Teguh sudah panas dingin di tempat duduknya.
Tuan Noah pamit kepada ibu Endang yang masih menatap nanar kepada putrinya.
"Ya Allah. Aku kira ini hanya mimpi, tapi ini nyata bagiku karena putriku sudah menikah secepat ini." Tuturnya sambil mengemas air mata di pipinya.
"Mama, Cinta pamit ya mama. Mohon maaf atas kelakuan cinta pada mama karena ini semua Cinta lakukan untuk kebaikan kita agar tidak tertipu oleh kebaikan orang yang hanya memanfaatkan kemiskinan kita." Ucap Cinta sambil menyindir Tuan Teguh.
"Mama hanya merasa semuanya berjalan terlalu singkat. Ayahmu baru saja meninggalkan mama dan sekarang menyusul kamu yang akan mengikuti suamimu ke Jakarta." Ucap ibu Endang sedih.
"Apakah mama mau ikut tinggal bersama kami?" Tawar Tuan Noah yang tidak melihat mertuanya sedih.
"Tidak usah menantu, aku lebih nyaman tinggal di rumahku sendiri. Biar nanti saja kalau mama sudah merasa tenang, mama akan mengunjungi kalian di Jakarta." Ucap ibu Endang tegas.
"Baiklah, kalau begitu kami pamit dulu."
Tuan Noah mencium tangan lembut mertuanya penuh takzim. Ibu dari Cinta ini mengantar keduanya hingga masuk ke dalam mobil. Cinta melambaikan tangannya saat mobil sudah berhasil menghilang dari pandangan mamanya.
Setibanya di jalan raya, Tuan Noah melirik istrinya sambil mengulum senyumnya.
"Apakah kamu puas sayang?"
__ADS_1
"Puas dalam hal apa Noah?"
"Bukankah kamu tidak jadi menjual perawan mu padaku?"
Cinta tersenyum samar dan menatap wajah tampan suaminya.
"Kamu sendiri yang tidak mau beli." Ketus Cinta sambil menipiskan bibirnya.
"Karena kesucianmu tak ternilai harganya, mana mungkin aku hanya membayarmu terlalu murah, bukankah akan lebih baik jika di bayar dengan nyawaku seumur hidupku, sayang?"
"Kau ini rupanya seorang perayu ulung."
"Untuk apa merayu mu, bukankah saat ini kamu sudah menjadi milikku selamanya?" Tukas Tuan Noah.
"Kapan kita bisa terbang ke langit biru?" Goda ibu Cinta sambil mengedipkan matanya dengan gaya nakalnya.
"Astaga!" Ternyata kamu sangat nakal juga. Seperti kita malam ini tidak pulang dulu ke Jakarta."
"Aku yang akan ciptakan badai itu di kasur kita sayang."
"Cih! Kapan kamu bisa seriusnya Noah?" Tangan Cinta mencubit lengan Tuan Noah hingga membuat laki-laki tampan ini menjerit kesakitan.
"Aku akan membalas perbuatanmu ini sayang. Tunggu saja nanti di hotel!" Ancam Tuan Noah yang sudah tidak sabar ingin menggauli istrinya.
Tuan Noah tidak bisa melepaskan bayangan tubuh Cinta dari benaknya. Makin dia berusaha menepisnya makin ia tersiksa sendiri dengan bayangannya itu.
...----------------...
Setibanya di kamar, Tuan Noah ingin segera menggauli istrinya. Ia melakukan sesuatu, yang saat ini sangat dibutuhkan dirinya.
__ADS_1
Tuan Noah melucuti semua pakaian istrinya dan juga miliknya. Sekarang tampak tubuh keduanya sudah polos tanpa sehelai benangpun yang menempel di tubuh mereka.
Ciuman hangat Tuan Noah menjelajahi seluruh permukaan tubuh istrinya dan berakhir di belahan pangkal paha istrinya.
Cinta menjerit ketika bibir Tuan Noah mengecup lembut bunga yang baru menguncup belum pernah terjamah oleh kumbang lainnya. Desa*an dan lenguhan Cinta memicu gairah suaminya untuk terus melakukan serangan hingga akhirnya pertemuan kedua milik mereka yang kini terbenam dengan sempurna.
"Akkhhh, sayang!" Erangan erotis yang terlontar dari bibir Cinta, menambah semangat dan gairah yang tercipta pada dirinya, Tuan Noah. Suaminya memacu tubuh istrinya itu dengan lembut hingga tercipta decapan ritme permainan panas mereka sedang mencari kenikmatan yang belum mereka temukan.
"Akhhh, baby!" Tuan Noah pun menikmati cengkraman yang menjepit miliknya dengan begitu kuat dibawah sana.
Cinta menggigit bibir bawahnya karena menahan sakit pada bagian bawah perutnya. Tapi pengaruh rangsangan kuat yang diberikan suaminya itu, mengalahkan segalanya. Ia kini sudah melayang di awan biru lalu terhempas karena telah mendapatkan puncak kenikmatan yang didambakannya sejak tadi.
Tuan Noah pun demikian, setelah menahan gejolak malam pengantin yang tertunda selama mengurus urusan hutang piutang keluarga istrinya, kini akhirnya ia bisa menjebol juga gawang pertahanan dari kesucian istrinya yang pernah ditawarkan Cinta karena rupiah.
Pelan-pelan Tuan Noah bangkit dan melihat tubuh istrinya yang masih tergolek lemah dengan mata yang masih terpejam dan mulutnya meracau menyebut nama dirinya.
Bukan racauan Cinta yang jadi tumpuan pandangannya saat ini, namun noda merah pada seprei putih yang menjadi titik fokusnya kini. Ia begitu kaget mendapati istrinya yang masih terjaga kesuciannya.
Antara rasa haru dan bangga membaur menjadi satu saat ini.
"Astaghfirullah!" Jadi selama ini istriku sangat menjaga kesuciannya dengan baik, berarti aku lelaki pertama yang telah memetik mahkotanya." Tuan Noah merasa lelaki yang paling bahagia di dunia ini karena Cinta adalah wanita yang sangat teguh dalam menjaga dirinya dari pergaulannya sehari-hari.
Tuan Noah kembali memeluk istrinya dan menangis dibalik punggung Cinta. Merasa ada tangisan yang tertahan dengan tubuh suaminya yang terguncang hebat membuat Cinta membalikkan tubuhnya usai merasakan kenikmatan surgawi yang sudah mereka raih bersama.
"Sayang! Kenapa kamu menangis? Apakah kamu kecewa kepadaku?" Tanya Cinta tidak mengerti arti tangisan suaminya.
"Aku tidak tahu, apa jadinya jikalau aku tidak hadir di saat yang tepat, ketika kamu sangat membutuhkan uluran tangan seseorang, pasti kamu akan di manfaatkan oleh putranya tuan Teguh untuk mendapatkan sertifikat tanah itu dan mereka tidak akan menghargaimu sebagai wanita tapi akan memperlakukanmu dengan buruk." Ucap Tuan Noah.
"Ya Allah, sayang! Apakah aku sangat berharga untukmu, hingga kamu merasa sangat sedih seperti itu?" Tanya Cinta ikut terharu melihat ketulusan cinta suaminya pada dirinya.
__ADS_1
"Ya Allah, sayang! Kamu adalah segalanya bagiku setelah putriku Honey. Aku menyesal pernah mendiamkan dirimu karena kemarahan ku melihat putriku kesakitan seperti itu.
Tapi semuanya sudah berakhir dengan Tuhan mempertemukan lagi di momen yang tepat, di acara sekolah itu, hingga kita berbaikan secepatnya, walaupun di saat yang sama kamu harus mengalami musibah yang berturut-turut. Kehilangan ayah dan hutang piutang yang ditinggalkan oleh sang ayah padamu dengan memaksamu menikah dengan keluarga rentenir itu." Ucap Tuan Noah.