My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)

My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)
20. Honey


__ADS_3

Honey menggedor pintu kamar ayahnya berkali-kali ketika mengetahui kalau ayahnya sudah menikah dengan gurunya sendiri ibu Cinta.


Tuan Noah segera keluar menemui putrinya itu dan sekaligus meminta maaf karena tidak sempat mampir lagi ke puncak karena urusan bulan madunya bersama sang istri.


Tok... tok..


"Noah, aku ke kamar mandi dulu dan tolong jangan biarkan Honey melihat aku dulu." Pinta Cinta sambil berlalu ke kamar mandi.


"Baik sayang, jangan kelamaan mandinya!"


"Siap suamiku!"


Tuan Noah membuka pintu kamarnya dan langsung tersenyum pada putrinya yang menatap wajah ayahnya penuh dengan noda lipstik.


"Wajah ayah kenapa?"


"Emang kenapa wajah ayah?"


Tanya Tuan Noah sambil mengusap wajahnya dan melihat ada noda lipstik di tangannya.


"Astaga!"


Tuan Noah merasa sangat malu pada putrinya dan pun buru-buru masuk ke kamarnya.


"Sebentar ya sayang! Honey tunggu ayah di ruang keluarga, lima menit lagi ayah akan menemui kamu, ayah mau pipis dulu." Ujar Tuan Noah memberi alasan pada Honey yang menatapnya bengong.


"Iya ayah!"


Honey berjalan menuju ruang keluarga sambil berpikir keras, mengapa wajah ayahnya belepotan dengan lipstik.


"Apakah ibu Cinta sedang merias wajah ayahku? Aneh sekali. Masa belajar merias pada wajah ayah?" Gumam Honey lirih.


"Sayang! Kenapa kamu masuk lagi? Aku belum selesai mandi." Ujar Cinta sambil keramas rambutnya.


"Lihatlah wajahku! penuh dengan lipstik membuat Honey jadi banyak nanya."


Cinta mengulum senyumnya menahan tawa melihat tampang suaminya terlihat lucu.


"Sekalian saja mandi sayang, jangan cuci muka lagi. Sudah tanggung." Ucap Cinta seraya menarik tubuh suaminya merapat pada dirinya.

__ADS_1


"Apakah kamu ingin memandikan aku?"


"Hmm!"


Tuan Noah terlihat girang karena dimanjakan istrinya. Keduanya tidak bisa melakukan ritual mandi dengan banyak sentuhan karena mereka harus melunasi hutang penjelasan pada putri mereka, Honey.


Dalam sepuluh menit, keduanya keluar dengan menggunakan baju santai. Cinta memakai dress longgar berwarna pink selutut, sementara Tuan Noah mengenakan kaos berkerah warna hitam dan celana pendek berbahan kaos.


Keduanya turun dari tangga sambil bergandengan tangan. Honey dan Lea saling menatap satu sama lain karena mereka tidak menyangka proses pernikahan keduanya begitu singkat.


Cinta menghampiri keduanya, pertama yang ia memberikan ciuman cipika-cipiki kepada adik iparnya Lea, baru putri sambungnya Cinta.


"Kak Noah!" Apa kalian sengaja merahasiakan pernikahan dari kami? mengapa cepat sekali proses pernikahannya?" Tanya Lea penasaran.


"Semuanya serba dadakan Lea. Ini semua karena ayah dari Cinta meninggal dunia dan beliau meminta putrinya untuk menikah dengan seorang rentenir karena hutang.


Cinta sangat terguncang saat itu dan aku harus menyelamatkannya sebelum dua di ambil oleh bajingan itu." Ujar Tuan Noah apa adanya.


"Hmmm! pantesan, saat asisten kak Noah sampaikan kepada saya kalau kalian akan menikah, saya bingung kenapa terburu-buru dan dia pun tidak menjelaskan alasannya. Dan sekarang saya sudah mengerti kalau pernikahan instan itu sangat romantis kedengarannya, kayak di film-film Bollywood gitu." Ucap Lea dengan pandangannya tentang pernikahan dadakan.


"Ayah! Harusnya ayah mengajak Honey juga saat melayat ayahnya ibu Cinta. Tapi syukur deh, ibu Cinta terlihat tidak begitu sedih saat ayah menggantikan kesedihannya dengan menikahinya." Ucap Honey senang.


"Apakah kamu setuju memiliki ibu sambung adalah gurumu sendiri Honey?" Tanya Tuan Noah ingin meminta pendapat putrinya.


"Sejak pertama kali bertemu dengan ibu Cinta, Honey sudah jatuh cinta dengannya sebelum ayah mengenal ibu Cinta.


Saat itu, ibu Cinta belum mengetahui kalau Honey adalah anak piatu. Ibu Cinta memperlakukan Honey lebih dari teman-teman Honey.


Di saat itulah Honey berani curhat kepada ibu Cinta tentang kesepian Honey tanpa ibu dan kesedihan Honey yang tak pernah dikunjungi ayah." Ucap Honey dengan mata berkaca-kaca.


Tuan Noah memeluk putrinya dan merasa sangat lega, bahwa putrinya sudah memilih calon istri buat dirinya.


Ibu Cinta memeluk kedua orang yang sangat cintai ini. Sementara Tante Lea hanya merasakan haru yang luar biasa sore hari itu.


"Terimakasih putriku! Ayah tidak salah memilih ibu sambung untukmu." Ucap Tuan Noah lembut.


"Apakah aku akan tetap di sayang ayah dan bunda, jika kalian nanti melahirkan adik bayi untuk Honey?" Tanya Honey membuat kedua orangtuanya terkekeh.


"Insya Allah sayang." Janji Tuan Noah pada putrinya.

__ADS_1


"Tapi ayah, Honey ingin melihat bunda mengenakan gaun pengantin yang paling cantik saat pesta pernikahannya nanti, apakah kalian sudah merencanakannya?"


"Astaga! Ayah sampai tidak memikirkan hal itu sayang. Terimakasih sudah mengingatkan ayah. Bagaimana Cinta apakah kamu ingin kita merayakan pernikahan kita?" Memastikan pendapatnya Cinta.


"Kalau tidak dirayakan, bagaimana orang lain bisa tahu kalau kita ini adalah suami istri." Timpal Cinta tegas.


"Baiklah, nanti biar Lea yang akan menghubungi Tante Hera yang merupakan desainer ternama di tanah air ini." Ucap Lea ikut partisipasi dalam rencana pesta pernikahan kakaknya.


"Ayah, aku mau pakai gaun pesta secantik punya bunda juga." Rengek Honey manja."


"Katakan saja semua yang kamu inginkan kepada Tante Lea dan bundamu, hmm." Ujar Tuan Noah.


Dreetttt..!


Bunyi ponsel tuan Noah terdengar merdu. Pria tampan ini melihat siapa yang memanggilnya. Ternyata dari pengacaranya Tuan Oscar.


"Hallo Tuan Noah!"


"Hallo Tuan Oscar!"


"Begini Tuan Noah. Saya mau menyampaikan urusan hutang mendiang mertua anda sudah beres. Sertifikat tanah milik ayahnya nona Cinta sudah di kembalikan oleh Tuan Teguh pada ibu Endang. Tugas saya sudah selesai Tuan Noah." Ucap tuan Oscar sekalian pamit kepada Tuan Noah yang membalas dengan ucapan terimakasihnya kepada Tuan Oscar.


Tuan Noah menyampaikan kabar baik itu kepada keluarganya. Cinta sangat berterimakasih kepada suaminya yang telah menyelamatkan barang berharga milik ayahnya dari tuan rentenir itu.


"Permisi nona Cinta!" Apakah anda mau makan sesuatu?" Tanya Kepala pelayan.


Cinta merasa bingung karena belum paham dengan tradisi makan sore di rumah suaminya. Tante Lea membantu menjawab pertanyaan kepala pelayan Lusy.


"Siapkan saja cemilan seperti biasanya Bibi Lusy."


"Baik nona Lea."


Cinta menanyakan tradisi itu pada adik iparnya Lea. Dengan senang hati menjelaskan semuanya pada kakak iparnya itu.


"Kak Cinta sampaikan saja apa yang ingin keluarga ini makan, entah itu makanan ringan maupun makanan berat pada kepala pelayan. Nanti kepala pelayan yang akan menyampaikan kepada Chef pribadi kita." Ujar Tante Lea.


"Baik. Terimakasih atas penjelasannya Lea."


Tuan Noah mendapatkan panggilan lagi dari detektif Ronald

__ADS_1


"Tuan! Saya sudah menemukan orang yang merampok uang milik ayah mertua anda. Ternyata dalang dari perampokan berencana ini di lakukan oleh Tuan Teguh. Sahabat almarhum sendiri. " Ucap detektif Ronald membuat Tuan Noah tersentak.


"Apaaaa..?


__ADS_2