
Tuan Gunawan membawa pulang istrinya setelah Lea cukup kuat fisiknya untuk melakukan perjalanan kembali ke tanah air Indonesia.
Pesawat jet pribadi itu sudan siap tinggal landas. Tuan Gunawan menjaga Lea agar gadis itu tetap merasa aman dan nyaman.
"Sayang! Di pesawat ini aku sengaja membawa dokter kandungan untuk memeriksa keadaan kamu. Jika kamu merasa perutmu sakit, katakan saja ya!"
"Iya sayang! Tapi sekarang sedang tidak sakit, aku hanya ingin kita cepat tiba di Indonesia. Aku merindukan putriku Inggit. Aku merindukan mereka semua."
"Aku juga sayang. Aku juga sangat merindukan mereka." Timpal Tuan Gunawan agar istrinya tahu kalau dia juga lebih tenang berada di Indonesia ketika Lea sedang hamil besar seperti ini.
Karena waktu tempuh ke Indonesia untuk sangat lama, keduanya memilih tidur agar tiba di Indonesia kembali segar.
Dalam waktu tempuh 16 jam lebih lama perjalanan, akhirnya pesawat itu tiba juga di Indonesia.
Keduanya di sambut oleh keluarga mereka yang sudah menjemput.
Tuan Noah membawa keluarganya ikut serta dalam menjemput adiknya Lea bersama suaminya tuan Gunawan.
Inggit dan Honey pekik kegirangan ketika melihat Lea turun dari pesawat dengan membawa perutnya yang cukup besar.
Bukan hanya Lea yang hamil saat ini justru Cinta juga sedang menanti kelahiran anak keduanya walaupun sebenarnya ketiga untuk suaminya.
"Hai Tante Lea!"
"Hai mama..!"
"Ayah..!"
Panggil Inggit dan Honey bergantian memeluk kedua orang yang mereka cintai.
"Mama..! Apakah benar Inggit akan punya adik kembar?"
Tanya Inggit sambil mengusap perut ibu sambungnya.
"Iya sayang!"
Lea membelai rambut panjang Inggit yang duduk di sebelahnya.
"Inggit! kita akan sama-sama memiliki dua adik. Jadi kamu tidak perlu lagi iri padaku karena Allah langsung menghadiahi kamu dua adik bersamaan." Timpal Honey.
"Iya Honey! Aku Adi kembarku adalah cewek semua biar seru."
"Berarti ayahmu nggak punya teman. Paman Gunawan paling ganteng sendiri." Timpal Honey membuat semuanya cekikikan.
__ADS_1
"Alhamdulillah kalian tiba dengan selamat. Aku sangat kuatir, kalau kamu tiba-tiba melahirkan di atas pesawat." Ujar Cinta.
"Kalau bisa, aku ingin lahiran bareng kak Cinta." Timpal Lea.
"Sepertinya sangat seru kalau kita bisa seperti itu."
"Tapi kak Cinta, kenapa kak Cinta bisa hamil lagi padahal rahim kak Cinta sudah diangkat saat melahirkan Davin?" Tanya Lea.
"Yang mereka angkat hanya satu rahim saja Lea dan satu lagi masih layak di pertahankan." Ujar Cinta.
"Ko bisa ka, wanita punya dua rahim?"
"Kebanyakan wanita tidak menyadari bahwa ia memiliki dua rahim sampai ia hamil dan menjalani pemeriksaan USG. Jika wanita dengan uterus didelphys menjalani pemeriksaan USG pada usia 8 minggu, dokter biasanya akan mendapati kondisi adanya dua rahim ini.
Namun jika pemeriksaan USG baru dilakukan setelah usia kehamilan 20 minggu, biasanya rahim yang berisi bayi akan menutupi rahim lain yang kosong tersebut. Sehingga, kondisi adanya dua rahim atau uterus didelphys bisa saja tak terdeteksi." Ujar Cinta mengulangi lagi penjelasan dokter saat ia konsultasi.
"Auhhght!"
Tiba-tiba Cinta merasa perutnya mengalami kontraksi.
Wajah panik Noah spontan mengusap pinggang istrinya.
"Apakah sangat sakit sayang?" Tanya Tuan Noah panik.
"Honey dan Inggit sama Tante Lea ya." Ujar Lea.
"Iya Tante!" Ujar Honey merasa sangat tegang saat ini.
Inggit menenangkan sahabatnya ini. Iapun menatap wajah cantik ibu sambungnya yang terlihat tenang. Tuan Noah mencari rumah sakit terdekat di sepanjang jalan tol yang mereka lewati.
Namun Cinta ingin melahirkan di rumah sakit yang sama saat ia melahirkan putranya Davin.
Tidak lama kemudian, rumah sakit yang di maksud Cinta sudah di depan mata. Mobil mewah itu langsung berhenti di lobi rumah sakit dan dua suster sudah menyambut istrinya Noah setelah dihubungi oleh tuan Noah.
Cinta langsung dibawa ke ruang bersalin di ikuti keluarganya.
Saat brangkar Cinta di dorong masuk ke kamar bersalin tiba-tiba saja Lea merasa ketubannya juga pecah.
"Astaghfirullah! Apa ini?" Tanya Lea bingung.
Tuan Gunawan yang sudah berpengalaman dengan almarhum isteri pertamanya, menyadari bahwa air ketuban Lea sudah pecah.
"Sayang! air ketuban kamu sudah pecah. Sebaiknya kamu ikut masuk ke kamar bersalin." Pinta Tuan Gunawan yang langsung menggendong istrinya untuk masuk ke kamar bersalin.
__ADS_1
Jadilah dua ayah menemani kedua istri mereka di dalam ruang bersalin.
"Wah! Ternyata apa yang diinginkan Tante Lea jadi kenyataan kalau mereka ingin melahirkan bersamaan." Ucap Honey girang.
"Horeee! Kita hari ini dapat dia tiga adik bersamaan." Ujar Inggit sambil berjingkrak.
"Untung saja adikku Davin tinggal bersama nenek Endang di rumah, kalau tidak kita akan menjaganya seharian." Ujar Honey penuh syukur.
Hampir satu jam mereka menunggu, tiba-tiba saja sudah terdengar tangis tiga bayi saling bersahutan di dalam sana.
Kedua manik legam gadis kecil nan cantik ini saling berpelukan dan mengucapkan selamat. Rasa bahagia tergambar jelas pada raut wajah keduanya.
Dalam satu jam, kedua ibu mereka di pindahkan ke kamar inap yang sama atas permintaan Lea yang tidak ingin berjauhan dengan kakak iparnya Cinta.
Ketiga bayi mereka di bawah serta dalam kamar inap tersebut.
Baik Tuan Noah maupun Tuan Gunawan menempati masing-masing kursi yang ada sisi tempat tidur istri-istri mereka yang hanya di kasih pembatas kain gorden tersebut.
"Wah, ternyata adik bayiku kembar cowok-cewek jadi mereka sepasang dan adikmu cewek Honey berarti sepasang juga dengan baby Davin." Ujar Inggit.
Keduanya menatap wajah ketiga bayi mereka yang diletakkan satu boks yang cukup panjang untuk tiga orang bayi.
"Ayah!"
"Siapa nama adikku ayah?"
"Nadia!" Ujar Cinta.
"Bagaimana dengan adik kembar ku ayah, siapa nama mereka? Tanya Inggit.
"Chika dan Chiko." Ujar Lea.
Keduanya terkekeh mendengar nama adik-adik mereka yang sudah diberikan oleh kedua ibu mereka.
Keluarga itu saling bercengkrama dan menceritakan pengalaman lahiran tadi. Akhirnya tuan Noah menemukan kebahagiaannya menikahi Cinta sebagai ibu sambung untuk Honey dengan memberikan dua adik untuk gadis kecilnya yang dua tahun merasa kesepian dan merindukan sosok seorang ibu yang bisa melimpahkan dirinya dengan perhatian dan kasih sayang seorang ibu.
Demikian pula dengan Inggit yang tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan seorang ibu sambung yang merupakan Tante kandung dari sahabatnya sendiri Honey. Dalam waktu singkat Allah mengembalikan kebahagiaan yang pernah hilang dengan hadirnya sepasang adik kembar untuknya.
Status dua duda ini telah di cabut dari diri mereka usai mendapatkan dua bidadari cantik yang merupakan gadis tulen.
Happy ending..
**TAMAT**
__ADS_1