My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)

My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)
36. KESETIAAN


__ADS_3

Tiga bulan berlalu. Baby Kenzo tumbuh dengan sangat sehat. Sementara Honey seperti biasa hanya pulang ke mansion setiap akhir pekan. Ia hanya berada di rumahnya hanya dua hari. Honey hanya menghabiskan waktunya bermain dengan adiknya Kenzo.


Walaupun Baby Kenzo belum bisa melakukan aktivitas apapun kecuali berbaring telentang sambil becanda dengan sang kakak yang hobi mengajaknya bicara.


"Baby Kenzo! Aku hanya mengajarkan kamu setiap pekan hanya dua kali. Entah itu apa saja yang bisa aku ajarkan kepada kamu, kakak harap kamu harus ingat kak Honey ajarin." Ucap Honey mengikuti gaya gurunya.


Tuan Noah yang melihat putrinya seperti ibu guru mengajari adiknya membuat ia tergelitik untuk bertanya.


"Honey sayang!"


"Iya ayah!"


"Apakah kamu ingin punya cita-cita untuk menjadi seorang guru sama seperti bunda?"


"Maunya sih begitu ayah. Tapi Honey juga tertarik menjadi seorang pengusaha seperti ayah. Tapi sejak kehadirannya baby Kenzo, sepertinya baby Kenzo lebih pantas mengelola perusahaan ayah daripada Honey. Makanya Honey lebih senang memikirkan cita-cita Honey ke depannya nanti ingin seperti bunda." Ucap Honey.


"Sayang! Perusahaan milik ayah sangat banyak, jadi Honey bisa memilih perusahaan mana yang ayah inginkan." Ujar Tuan Noah yang tidak begitu suka putrinya menjadi seorang guru.


Walaupun dirinya sendiri memperistri seorang guru yaitu Cinta yang sekarang menjadi ibu sambung putrinya Honey.


"Ayah! Menjadi seorang guru itu lebih mulia dan nilai pahalanya sangatlah besar. Saat guru itu meninggal, ia akan menerima transfer pahala yang tak akan berhenti selama ilmunya itu bermanfaat untuk orang lain." Ujar Honey sambil melirik bundanya yang sedang menyusui adiknya.


"Mungkin ayahmu ingin kamu menjadi seorang pengusaha karena ayah lebih membutuhkan kamu mengurus perusahaan miliknya bersama adikmu Kenzo.


"Ya Allah ayah! Apa susahnya ayah menambah anak lagi dua atau tiga agar perusahaan ayah bisa diatasi mereka tanpa harus merepotkan aku." Ucap Honey dengan sok tahunya.


"Bagaimana sayang? Honey ingin kita memberikan dia adik dua atau tiga lagi untuk mengurus perusahaan kita?"


Cinta tidak mau menjawabnya. Ia hanya menatap tajam wajah suaminya yang sedang tersenyum mesum padanya. Tuan Noah mengangkat kedua jarinya membentuk huruf v seakan mengatakan, " Maaf sayang aku hanya bercanda."


Cinta menenangkan bayinya saat put*Ng miliknya sempat terlepas dari mulut kecilnya yang masih terlihat mengisap sisa makanan di lidahnya.


Honey yang asyik menatap adik bayinya tiba-tiba sudah terlelap disisi sang adik.

__ADS_1


"Sayang!"


"Biarkan aku pindahkan Honey!"


"Biarkan saja dia di situ sayang. Jangan usik kesenangannya!"


"Dia akan menindih adiknya." Ucap Tuan Noah sambil memberikan bantal guling untuk Honey agar tidak mengenai adiknya.


"Waktu untuk bersama keluarganya sangat sedikit. Dia pulang dengan membawa kerinduan setelah lima hari menunggu kesempatan emas ini bisa berduaan dengan adiknya malah kamu mengusiknya." Ujar Cinta yang sangat paham dengan psikologi putri sambungnya itu.


"Lantas aku tidur di mana sayang?" Pertanyaan protes sang suami yang tidak suka tempatnya di tempati putri pertamanya.


"Di sampingku! Apakah kamu tidak ingin tidur di sampingku?" Tanya Cinta membuat Tuan Noah menyimpulkan sendiri arti permintaannya Cinta.


"Benarkah aku boleh tidur di sampingmu?" Memastikan permintaan Cinta.


"Hanya tidur di sampingku sayang, bukan untuk melakukan hal lainnya." Ujar Cinta tegas.


Glekkkk...


Cinta terlihat senang pada suaminya yang kali ini jadi penurut karena ada putrinya Honey. Iapun memeluk suaminya dan mengatakan bahwa dia hari lagi ia siap melayani suaminya jika Honey sudah kembali ke asrama.


"Jangan ngambek seperti itu sayang! Cuma dua hari kamu puasanya, nanti Senin baru bisa bercinta lagi kalau putrimu sudah kembali ke asrama." bisik Cinta pada Tuan Noah yang sedang tidur membelakangi dirinya.


"Masalahnya, kalau sudah masuk hari kerja, setiap aku pulang kamu sudah terlelap sambil menyusui si baby." Keluh Tuan Noah sambil cemberut.


"Biar aku sudah tidur masih digerayangi bukan?" Sindir Cinta membuat suaminya cekikikan.


"Iya juga sih sayang. Pada akhirnya kita bercinta juga. Tapi libur dua hari kelamaan sayang. Kita pindah kamar lain yuk!" Ajak Tuan Noah.


"Tidak! Aku ingin tidur menemani anak-anak." Ujar Cinta ketus.


"Ya sudah, kalau begitu kita tidur." Ujar Tuan Noah mengalah juga pada istrinya.

__ADS_1


Keduanya tidur saling berpelukan menuju ke alam mimpi. Sementara Honey tidur disamping adiknya yang juga ikut terlelap usai menyusu pada sang bunda.


...---------------- ...


Keesokan paginya seperti biasa Tuan Noah mengajak Honey dan adiknya Lea berolahraga di taman belakang. Sementara Cinta sedang memandikan bayinya di bantu sang mama.


Pagi itu pelayan sudah menyiapkan keluarga itu sarapan pagi. Cinta segera membersihkan dirinya dan memberikan bayinya pada mamanya. Ibu Endang membawa cucunya untuk berjemur di matahari pagi yang mengeluarkan cahayanya yang masih lembut.


Sekitar satu jam kemudian keluarga itu sudah berkumpul di meja makan untuk menikmati sarapan pagi mereka.


"Bunda!" Panggil Honey.


"Iya sayang."


"Apakah bunda ingat dengan maminya Inggit?"


"Tentu saja. Hampir semua wali murid, bunda masih ingat semuanya. Emangnya ada apa Honey?" Tanya Cinta sambil mengunyah nasi uduknya.


"Ibunya Inggit lagi sakit parah bunda. Sepertinya vonis dokter tentang usianya ibunya Inggit hanya sebentar lagi." Ujar Honey terlihat ikut sedih.


"Apakah kamu sudah menghibur Inggit?" Tanya Tuan Noah.


"Aku sudah berusaha mendekatinya ayah, tapi Inggit selalu menolak aku, padahal aku hanya ingin menjadi temannya." Ujar Honey.


"Honey! Dulu saat ibumu meninggal kamu belum mengerti apa yang terjadi karena usia kamu masih dua tahun.


Bedanya sekarang Inggit sudah berusia lima tahun dan dia sudah mengerti rasanya akan ditinggal sang ibu dalam hidupnya. Itulah sebabnya dia tidak ingin ditemani oleh kamu atau siapapun. Dia ingin merenungi apa yang akan ia lakukan saat ibunya sudah tidak ada. Itulah sebabnya ia menghindarimu." Ujar Tante Lea.


"Mungkin saat itu Allah sangat menyayangi aku, hingga ia harus mengambil ibuku di saat aku masih kecil. Walaupun begitu aku tetap merasakan kesedihan saat ayahku tidak mau datang mengunjungi aku. Itulah sebabnya aku merasa sangat kesepian. " Ujar Honey , lagi-lagi membuat ayahnya merasa sangat bersalah.


"Tapi ayah sudah menebus kesalahan ayah dengan memberimu bunda terbaik untukmu yaitu bunda Cinta." Ucap Tuan Noah membuat semuanya terkekeh.


"Ayah bisa saja berkelit dari suatu kesalahan yang dilakukannya." sindir Honey menohok.

__ADS_1


"Ayo, kita doakan agar Allah memberikan yang terbaik untuk ibundanya Inggit." Ujar Cinta.


Mereka segera menghabiskan sarapannya dan membacakan surat alfatihah untuk ibundanya Inggit.


__ADS_2