
"Apakah kamu sudah puas menikmati menara Eiffel, sayang?" Tanya tuan Gunawan melihat istrinya serius menikmati terpaan angin segar diatas menara Eiffel.
"Iya sayang! Tunggu sebentar lagi kita turun." Ucap Lea.
Angin mulai menerpa rambut panjang milik Lea. Gadis ini makin kelihatan cantik dengan wajah imutnya. Tuan Gunawan sengaja menyisihkan anak rambut Lea ke balik kuping gadis itu.
"Apakah kamu kedinginan?" Tanya Tuan Gunawan yang tidak di jawab apapun oleh Lea.
"Sayang! Kamu bisa mendengarkan aku?"
"Mas Gun bicara apa? Lea tidak dengar karena anginnya sangat kencang."
"Kalau begitu kita turun saja, aku tidak mau kamu masuk angin dan sakit."
"Baiklah. Tapi nanti kita nonton bioskop ya mas?"
"Iya sayang. Nanti kamu bisa belanja apapun yang kamu suka." ujar tuan Gunawan yang ingin memanjakan istrinya.
"Terimakasih sayang! Kamu sangat baik sekali." Ujar Lea lalu mengecup bibir suaminya sesaat.
Sementara itu di Jakarta Cinta sedang menggendong bayinya sambil menyusui bayinya tersebut. Ia mendendangkan lagu agar bayinya bisa cepat tidur.
"Sayang, cepatlah tidur karena hari masih panjang. Ayahmu belum datang karena saat ini, ia sedang mencari nafkah untuk kita." Ucap Cinta lalu membaringkan putranya di tempat tidur bayi.
Ia lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya untuk menyambut suaminya pulang kerja.
Ketika sudah rapi, Tuan Noah yang baru pulang dari perusahaannya menyapa dulu bayinya.
"Sstttt!" Pelan kan suaramu!" Dia baru saja tidur." Ucap Cinta lalu menarik suaminya dan membuka dasi dan jas milik suaminya.
"Ternyata kamu sudah mandi duluan. Kamu sangat wangi sayang." Puji Tuan Noah sambil mencium ceruk leher istrinya.
"Sebaiknya kamu juga mandi setelah itu kita makan malam bersama." Ucap Cinta sambil mendorong tubuh suaminya menuju kamar mandi.
"Tapi Aku ingin bercinta dulu denganmu sebelum aku mandi sayang." Pinta tuan Noah sangat manja pada Nikita.
"Jangan sekarang!" Nanti saja kalau kamu sudah bersih." Ucap Cinta menolak tegas ajakan suaminya.
Tuan Noah masuk ke kamar mandi sambil menggerutu. Iapun buru-buru mandi agar bisa bercinta dengan istrinya.
"Tunggu ya sayang!" Sebentar lagi kita akan bercinta." Ucap Tuan Noah yang sudah tidak sabar ingin bercinta dengan istrinya.
Ia pun tidak ingin mengenakan pakaian santai rumah, tapi hanya menggunakan kimono agar mudah melepaskannya ketika bercinta dengan istrinya nanti.
"Sayang, aku sudah mandi dan wangi." Ucap Tuan Noah sangat semangat.
__ADS_1
Ketika keluar dari ruang walk in closet, Tuan Noah sangat terkejut mendapati istrinya sedang menyusui putra mereka Davin.
Cinta tertawa cekikikan melihat milik suaminya yang sudah menegang di balik baju kimono yang ia pakai.
"Aduh baby!" Kenapa harus sekarang bangunnya?" Gerutu Tuan Noah kepada putranya yang sedang menyedot makanannya pada dada ibunya, Cinta.
"Yah, kasihan deh, Ayah kamu sayang." Ucap Cinta makin terkekeh.
"Kamu senang melihatku sengsara seperti ini, Cinta ?" Tanya Tuan Noah kesal pada istrinya yang menganggap remeh permintaannya.
"Lagian kenapa kamu menginginkannya sekarang?" Padahal aku sendiri sudah bilang nanti malam saja kita bercinta." Ucap Cinta cuek.
"Kalau begitu aku akan meminta pelayan. untuk mengantarkan makanan ke kamar kita." Ucap Tuan Noah yang malas keluar untuk makan bersama di ruang makan sementara ibu mertuanya sedang berada di Bandung dan adiknya Lea sudah menikah. Tinggal mereka bertiga yang ada mansion tersebut.
Tok...tok...
Tuan Noah segera membuka pintu kamarnya..
"Permisi Tuan! Kami ingin menyajikan makanan di dalam kamar Tuan.
"Silahkan bibi!"
Tidak lama kemudian, dua orang pelayan meminta ijin masuk ke kamar mereka dengan mendorong kereta makanan.
Tuan Noah menantikan istrinya menidurkan bayi mereka.
"Sayang!" Bobo dulu ya, Bunda mau makan dulu sama ayahmu." Cinta membaringkan lagi bayinya di boks tempat tidur bayinya.
Ia pun menghampiri suaminya dan menyiapkan makanan untuk Tuan Noah terlebih dahulu baru dirinya. Keduanya menikmati hidangan makan malam mereka dengan nikmat.
"Makan yang banyak sayang, supaya baby kita cepat besar!" Pinta Tuan Noah menyemangati istrinya yang sulit sekali makan banyak.
"Aku tidak kuat makan sebanyak Noah ." Ucap Cinta dengan merotasi mata malas pada suaminya.
"Apakah perlu aku suapin?" Tanya Tuan Noah lalu mengambil piring Cinta dan menambahkan beberapa lauk di atas piring istrinya.
"Kamu kira aku kuli makan sebanyak ini?" Protes Cinta kesal.
"Apakah kamu ingin bayi kita. nanti kurus, sayang?"
"Bukankah ada susu formula untuk membantunya tumbuh?" Gerutu Cinta.
"Tapi itu tidak sama dengan ASI sayang. Keunggulan ASI yaitu menjaga imun tubuh si bayi yang rentan terhadap penyakit.
Manfaat ASI eksklusif paling penting ialah bisa menunjang sekaligus membantu proses perkembangan otak dan fisik bayi. Hal tersebut dikarenakan, di usia 0 sampai 6 bulan seorang Bayi tentu saja sama sekali belum diizinkan mengonsumsi nutrisi apapun selain ASI, sayang." Ucap Tuan Noah membuat istrinya terkekeh.
__ADS_1
"Ya Allah, si ayah makin ke sini makin protektif terhadap bayinya. Keren nih si ayah." Ujar Cinta memuji sang suami yang begitu peduli pada dirinya dan juga bayi mereka.
Cinta menghabiskan makan malamnya tanpa banyak protes.. Begitu pula dengan Tuan Noah. Usai menyelesaikan makan malamnya, Tuan Noah mengeluarkan lagi piring kotor dan meletakkan di luar kamarnya.
Pelayan segera membereskan piring kotor itu dari kamar Tuan Noah.
Cinta melihat lagi bayi sebentar sebelum naik ke tempat tidur. Tiba-tiba pikirannya melayang pada Lea yang saat ini sedang bulan madu. Ia juga memikirkan kata-kata yang harus ia sampaikan kepada Honey dan Inggit jika bertanya tentang Lea.
...---------------- ...
Seperti biasa Jumat sore, Tuan Noah menjemput lagi putrinya Honey dan Inggit secara bersamaan. Inggit sangat suka bisa menginap lagi di rumah Honey.
Ketika sudah berada di dalam mobil, Inggit memberanikan diri untuk bertanya tentang ayahnya pada Tuan Noah.
"Paman Noah! apakah ayahku sudah melupakan aku hingga ia menyerahkan tugasnya sebagai ayah untuk menjemputku pada paman?"
Degggg...
"Sayang! saat ini ayah Inggit sedang keluar negeri. Ada urusan bisnis katanya. Mungkin dua tiga hari lagi ayahmu pulang dan pulang." Ucap Tuan Noah mulai bersandiwara.
"Inggit! Kalau ayahmu menjemputmu sendiri berarti kamu tidak bisa menginap di rumahku dan bermain dengan Tante Lea." Ujar Honey.
Deggggg..
"Benar juga apa katamu Honey. Aku sampai lupa kalau menginap di rumahmu sangat asyik bisa bermain dengan Tantemu itu. Coba kalau Tante Lea mau menjadi ibu sambung aku, pasti hidupku akan bahagia seperti kamu Honey yang mendapatkan ibu Cinta sebagai ibu sambung mu." Ujar Inggit polos.
Deggggg..
Tuan Noah tersentak mendengar keinginan besar Inggit yang ingin memiliki adiknya Lea sebagai ibu sambungnya.
"Dasar gadis bodoh! Saat ini ayahmu sudah merasa menang karena mendapatkan adikku yang masih perawan tulen." Batin Tuan Noah.
"Ayah?"
"Hmm!"
"Mengapa kita tidak menjodohkan saja paman Gunawan dengan Tante Lea, pasti seru." Ujar Honey makin membuat ayahnya tambah gusar.
"Itu urusan orang dewasa anak-anak, jadi tolong jangan ikut campur!"
"Bukankah urusan ayah dulu sedang jatuh cinta dengan bunda Cinta saat sedang melakukan pendekatan juga menjadi urusan aku juga?" Tanya Honey membuat wajah Tuan Noah salah tingkah.
"Oh, jadi kamu yang menjodohkan ayah kamu dengan ibu Cinta, Honey?" Selidik Inggit.
Degggg..
__ADS_1