My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)

My Love For My Honey ( Cintaku Untuk Sayangku)
43. Tersinggung!


__ADS_3

Begitu mendengar adiknya pergi tanpa pamit pada istrinya, Tuan Noah makin meradang.


"Mengapa Lea bisa lepas dari pengawasan mu Cinta? Dan kenapa dia nekat pergi dengan tuan Gunawan padahal aku sudah melarangnya untuk berhubungan dengan laki-laki itu." Bentak Tuan Noah murka membuat Cinta tersentak.


"Kamu datang-datang marah padaku tanpa memberi penjelasan kepadaku tentang semua ini, bagaimana aku bisa paham Noah!" Teriak Cinta tidak terima mendapat omelan dari Tuan Noah.


Cinta segera ke kamarnya karena tidak enak pertengkarannya didengar oleh ibu kandungnya. Tuan Noah segera mengejar istrinya ke kamar.


Di dalam kamar, pertengkaran kembali terjadi, Tuan Noah menyampaikan alasannya untuk tidak menerima tuan Gunawan menikahi adiknya karena status tuan Gunawan yang sudah menjadi seorang duda dengan satu anak.


"Kenapa kamu menolak tuan Gunawan dengan statusnya duda beranak satu?"


"Itu karena adikku masih gadis tulen." Ucap Tuan Noah tanpa pikir panjang.


"Wah, hebat sekali kamu Noah! Kamu melarang adikmu yang masih gadis berhubungan dengan duda anak satu, lantas bagaimana denganku yang sebelumnya sama statusnya dengan Lea adikmu dan kamu juga seorang duda?" Tanya Cinta dengan nada tinggi.


Tuan Noah bingung untuk menjelaskannya. Walaupun dipaparkan berdasarkan pandangannya, tetap saja ia merasa tidak mempan membuat CINTA mengerti akan dirinya sebagai seorang kakak.


"Karena aku kakaknya, aku ingin memberikan terbaik untuk dirinya, aku ...aku..!" Tuan Noah merasa lidahnya tiba-tiba kelu karena ditatap istrinya dengan penuh amarah.


"Kamu baru menjadi seorang kakak sudah begitu egois oada adikmu sendiri, bagaimana perasaanmu, jika saat itu aku juga menolakmu dengan alasan yang sama?" Tanya Cinta.


"Aku tidak akan menyerah untuk mendapatkanmu."


"Sekarang, apa yang kamu katakan sedang dilakukan oleh tuan Gunawan. Adikmu jadi pembangkang dan tuan Gunawan jadi nekat.


Mungkin saat ini mereka sedang merancang rencana untuk mempersiapkan diri mereka jika kamu tetap kekeh dengan pendirianmu." Ucap Cinta terlihat kesal.


"Terserah! Jika mereka pulang, aku tetap tidak setuju dengan hubungan mereka." Pukas Tuan Noah.


"Walaupun mereka saat ini sudah tidur bersama?" Sindir Cinta membuat Tuan Noah tersentak.


"Tidak mungkin! Adikku Lea tidak akan mengkhianati ku."


"Jangan terlalu percaya diri suamiku, karena cinta dua orang dewasa di saat hubungan mereka terhalang, yang ada mereka malah makin nekat untuk melakukannya. Hanya kamu satu dari seribu lelaki yang masih mau menjaga kesucianku sampai kamu mendapatkan aku dengan cara yang halal. Tapi kamu tidak bisa menjamin kalau saat ini adikmu Lea masih menjaga kesuciannya." Ancam Cinta tak mau kalah.


Ia sangat setuju jika Lea menjadi ibu sambung untuk Inggit. Hanya Lea yang mempunyai sifat keibuan yang dibutuhkan Inggit saat ini.


Apa lagi kea sangat mengerti arti kehilangan seorang anak pada ibunya karena mengingatkan dirinya pada Honey kecil yang dirawatnya seperti anak sendiri pasca kematian istri pertama suaminya Noah.


Atas pertimbangan itu, Cinta sangat mendukung hubungan cinta antara tuan Gunawan dan adik ipar kesayangannya Lea.


"Aku akan mendukung cintamu Lea. Aku akan menekan kakakmu yang egois ini untuk menyetujui hubungan kalian." Batin Cinta.


Cinta pura-pura ngambek di hadapan suaminya. Ia harus bersandiwara agar suaminya luluh dan mau menerima tuan Gunawan sebagai adik iparnya.


Tuan Noah merasa sangat bersalah atas ucapannya yang sangat kasar pada istrinya. Ia mendekati istrinya untuk meminta maaf.


"Maafkan aku, sayang! Mungkin kamu merasa saat ini aku egois dan tidak adil. Tapi aku hanya ingin Lea menikah dengan lelaki singel dan memiliki anak sendiri dari hasil pernikahan mereka."


"Tahu kalau itu menjadi pertimbangan mu tentang adikmu, aku seharusnya mempertimbangkan kembali untuk menikah dengan duda sepertimu. Lebih baik aku pilih Danis yang masih bujangan daripada duda sepertimu." Ujar Cinta sarkas.


Deggggg..


"Cintaaaa!" Bentak Tuan Noah makin meradang.

__ADS_1


"Kenapa? Kamu marah? sakit hati? Kalau merasa tidak ingin tersaingi dengan seorang bujangan, harusnya kamu mempertimbangkan perasaan adikmu yang sedang jatuh cinta pada duda anak satu itu!" Pekik Cinta yang makin menyudutkan suaminya.


"Jadi kamu mendukung Lea menikah dengan duda itu?"


"Iya! Hanya Lea yang memiliki hati yang tulus pada Inggit. Jika wanita lain masuk ke kehidupan Inggit, mungkin anak itu hanya mendapatkan sandiwara cinta ibu tirinya di hadapan ayahnya daripada cinta sejati seorang ibu sambung tanpa harus mencari perhatian suaminya dengan berpura-pura mencintai putri tirinya."


Tuan Noah menyimak penjelasan istrinya tentang arti ketulusan cinta. Ia bisa merasakan kedekatan Honey dengan Cinta istrinya tanpa ada sandiwara di dalamnya.


Jika ia tidak mendapatkan Cinta untuk menjadi ibunya Honey dan memilih janda, mungkin Honey akan menjadi korban kemunafikan seorang perempuan serakah yang hanya menguasai dirinya sendiri dan mungkin juga hartanya.


"Bukanlah pikiranmu, Noah. Jika kamu begitu egois dengan tuan Gunawan untuk Lea, setidaknya kamu bisa memikirkan nasib Inggit yang ingin merasakan ketulusan cinta seorang ibu sambung dalam membesarkan dirinya hingga ia dewasa." Imbuh Cinta bijak.


Tuan Noah segera bangkit dari duduknya menuju balkon. Ia butuh sendiri saat ini untuk merenungi perkataan istrinya. Ia juga sangat menyayangi Inggit sama halnya seperti putrinya Honey.


"Mengapa harus adikku Lea, Gunawan? Apakah tidak ada cinta tulus yang dimiliki oleh wanita lain untuk menjadi ibu sambungnya putrimu Inggit?" Lirih Tuan Noah.


Cinta tidak ingin lagi ikut campur. Ia hanya berdoa agar suaminya mempertimbangkan kembali penolakannya pada lamaran tuan Gunawan pada Lea.


Sementara itu di apartemen, tuan Gunawan dan Lea sedang kasmaran saat ini. Keduanya masak bersama lalu nonton film barat kesukaan mereka dan sesekali terlibat ciuman romantis yang bisa mereka lakukan..


Banyak sekali cemilan yang mereka pesan tanpa harus keluar rumah. Waktu yang dilalui keduanya begitu singkat, hingga akhirnya tidak terasa sudah pukul sembilan malam, Lea tidak ribut untuk pulang. Tuan Gunawan menawarkan untuk mengantar gadis ini pulang, namun Lea tidak bergeming sedikitpun.


Tidak lama Cinta menghubungi adik iparnya itu. Lea mengangkat panggilan dari kakak iparnya.


"Hallo Lea!"


"Hallo kak!"


"Kamu di mana?"


"Lea! ini sudah malam! sebaiknya kamu pulang. Tidak baik berduaan dengan laki-laki sebelum menikah."


"Aku tidak mau melihat wajah kak Noah. Dia akan melarang aku berhubungan dengan mas Gunawan. Aku mencintai mas Gunawan kak Cinta!" Tegas Lea.


"Aku mengerti perasaan kamu Lea, tapi aku harap kamu juga harus jaga reputasi Keluargamu dan harga dirimu sebagai gadis.


Aku sudah meyakinkan kakakmu untuk menerima tuan Gunawan menjadi suamimu."


"Benarkah? Apakah kakak Noah sudah setuju dengan hubungan kami?"


"Insya Allah, dia sudah setuju. Sekarang kamu pulang ya! Kakak tunggu kamu di depan teras rumah." Pinta Cinta penuh kelembutan.


"Iya kak, Lea pulang sekarang." Ujar Lea yang tidak ingin mengecewakan kakak iparnya.


Tuan Gunawan mengecup lagi bibir Lea." Rasanya aku ingin menikahimu sekarang Lea." Ujar tuan Gunawan lalu memeluk lagi Lea dengan erat.


"Antarkan aku pulang ya mas!"


"Hmm!"


"Apakah besok kita bisa ketemu lagi?"


"Insya Allah! Akan aku usahakan."


"Aku akan menjemputmu!"

__ADS_1


"Tidak usah sayang! Aku akan ke sini sendiri."


"Baiklah."


Keduanya berjalan menuju tempat parkiran. Tidak lama mobil mewah sedan merah itu sudah bersaing dengan mobil lainnya di jalan raya utama menuju kediaman Tuan Noah.


Karena jarak tempuhnya cukup dekat dari apartemen tuan Gunawan dan mansion tuan Noah, kekasihnya Lea ini sengaja menjalankan mobilnya dengan santai.


"Lea!"


"Hmm!"


"Besok kita menikah aja di KUA tanpa persetujuan kakakmu atau tidak, yang penting kita menikah. Yang penting sudah sah di hadapan Allah.


Kita bisa menikah lagi untuk urusan catatan sipil sebagaimana syarat sahnya negara." Pinta tuan Gunawan.


"Kita lihat saja nanti sayang! Jika kakakku masih keras kepala juga, kita akan mengambil jalan pintas untuk nikah di kantor agama." Ujar Lea tegas.


Tidak terasa mobil mereka sudah tiba di depan pintu gerbang utama mansion Tuan Noah.


Penjaga keamanan di mansion Tuan Noah membuka pagar itu lebih lebar. Tuan Gunawan memasuki halaman yang sangat luas itu dan parkir sedikit jauh dari teras rumah Tuan Noah agar bisa berjalan bergandengan tangan dengan Lea.


Benar saja, kakak iparnya Cinta sudah menunggu Lea dengan sabar di depan teras. Lea menggenggam tangan kekasihnya dengan erat.


Ia berharap agar kakaknya tidak bersama dengan Cinta saat ini. Tuan Gunawan menguatkan hati kekasihnya agar hadapi saja konsekuensinya tanpa mundur selangkah pun.


Cinta buru-buru berdiri begitu melihat tuan Gunawan dan Lea yang sudah berdiri di depannya. Lea dan tuan Gunawan mengucapkan salam, di sambut Cinta.


"Maaf kak! Lea baru pulang."


"Masuklah ke kamarmu Lea! Kakak ingin bicara sebentar dengan Tuan Gunawan." Ucap Cinta.


"Baiklah kak!" Lea melirik kekasihnya dan minta ijin masuk."


"Selamat bobo sayang! semoga mimpi indah!" Ucap tuan Gunawan cuek.


"Silahkan duduk Tuan Teguh Gunawan!" Titah Cinta dengan gayanya yang anggun.


"Terimakasih teteh!"


"Begini tuan Gunawan! Aku paham dengan perasaan kamu dan Lea yang saat ini sedang dilanda asmara. Tapi aku juga tidak menyalakan suamiku atas prinsipnya yang tidak ingin melihat adiknya menikahi seorang duda anak satu.


Tapi demi putri mu Inggit, aku berusaha sekuat mungkin meyakinkan suamiku untuk menerima kamu menjadi suaminya Lea. Maka dari itu, aku mohon jangan mengecewakan Lea dan buat dia bahagia." Pinta Cinta sungguh-sungguh.


"Baiklah teteh! Aku berjanji akan membahagiakan Lea."


"Besok kalian bisa menikah di kantor agama setempat. Bawa semua berkas dokumen pribadi yang dibutuhkan sebagai perlengkapan administrasi.


Siapkan syarat-syarat rukun nikahnya. Sampai jumpa besok siang!" Ucap Cinta singkat.


"Terimakasih teteh! terimakasih untuk pengorbanannya untuk membela cinta kami. Kalau begitu saya permisi dulu teteh!


Tuan Gunawan segera beranjak pergi dari kediaman Tuan Noah dengan perasaan bahagia.


"Alhamdulillah ya Allah! Akhirnya aku bisa menikahi kekasihku Lea."

__ADS_1


Ujar tuan Gunawan lalu menjalankan mobilnya keluar dari gerbang utama itu sambil memberikan tips untuk satpam.


__ADS_2