
*
*
*
" Jadilah pacar ku selama empat bulan jika dalam jangka waktu itu kau tidak kunjung tertarik padaku. Kita bisa mengakhiri hubungan ini." Lionel menampilkan mimik wajah yang begitu serius saat mengatakan itu.
" Aku tahu, kau jatuh cinta pandangan pertama padaku kan,? Mangkanya kau tidak ingin uang dariku dan justru memintaku menjadi kekasihmu dengan alasan sebagai ganti rugi?," Menutup mulutnya yang menganga. Berly tidak bisa memikirkan hal lain selain mungkin pria ini jatuh cinta pandangan pertama padanya.. tidak kaget juga karena dirinya adalah wanita cantik wajar jika pria ini jatuh pada pandangan pertama.. Biarin di bilang narsis toh kenyataannya benar bahwa wajahnya begitu cantik..
" Tidak sejauh itu.. tapi kuakui aku sedikit tertarik padamu. Hanya sedikit." Sahut Lionel memperlihatkan jari jempol dan telunjuk yang ia renggangkan hingga berjarak setengah cm.
" What??!!"
" Sudah kau itu kebanyakan memekik membuat telingaku sakit. Sini berikan Ponsel mu padaku!" Mengadahkan tangannya supaya Berly memberikan ponsel.
" Untuk apa meminta ponsel ku?" Berly menyembunyikan ponsel miliknya di balik tubuh..
__ADS_1
Tanpa berniat menjawab Lionel mengambil ponsel yang di sembunyikan Berly dengan mudah karena tubuhnya yang jauh tinggi dari Berly..
Lionel mengangkat tinggi ponsel itu agar Berly tidak bisa menjangkaunya mengetik nomernya di ponsel Berly dan memanggil nomor itu dengan ponsel Berly. Selesai itu Lionel juga menamai nomernya di ponsel Berly dengan My Handsome Boyfriend..
" Kau harus menjawab panggilan ku saat aku menelpon mu nanti, Baby. Karena kau adalah kekasih ku." Menyerahkan ponselnya kembali pada Berly lalu Lionel menggandeng Roy dan berjalan keluar dari Toilet meninggalkan Berly yang masih memahami statusnya yang berubah tiba-tiba.
" Sampai jumpa lagi, Aunty!" Teriak Riang Roy sembari melambaikan tangannya..
Ini lagi bocah, tidak lihat apa kesedihan tercetak jelas di wajahku. Dan siapa juga yang mau berjumpa lagi dengan kalian!!.
Setelah kedua pria beda usia itu hilang dari pandangan-nya barurah Berly menginggat akan daddynya. Jangan sampai sang daddy itu pingsan di parkiran atau jalanan. Dengan tergesa-gesa Berly keluar dari Toilet sembari mencoba menghubungi sang daddy..
Sampai di Mansion. Berly berlari ke dalam mengabaikan sapaan para pelayan yang memandang bingung pada anak majikannya itu. Penampilannya yang jauh berbeda dari ketika berangkat ke pesta pun juga mengundang tanya para pelayan. High Heels yang sudah tidak dipakai dan di tenteng. Rambut acak acakan dan ekspresi panik bercampur cemas yang tercetak di wajahnya..
" DAD!!! MOMMY,, KAKAK!!" Berly berteriak memanggil semua keluarganya sembari mencari cari sang daddy.
Ben dan Lula yang saat itu sedang mengobrol di sofa segera bangkit dan menghampiri adiknya sang seperti hilang akal mencari sesuatu..
__ADS_1
" Hey ada apa,?" Ben memegang bahu adiknya mengamati wajah cemas adik satu satunya itu.. Ben mengira mungkin terjadi sesuatu yang buruk di pesta yang membuat adiknya seperti ini..
" Kak Daddy. Daddy hmmmm A--
" Daddy,? Ada apa dengan daddy,?" Potong Ben. Ya ngomong-ngomong soal daddy nya baru saja lima menit yang lalu daddynya itu mengabari sedang menjemput sang mommy di acara kumpul-kumpul. Dan menyuruhnya untuk memberitahu Berly saat adiknya itu pulang. Dan saat ini Berly pulang dengan keadaan yang tidak bisa di bilang baik dan terus memanggil daddy..
" Kakak. Daddy hilang.. tadi daddy menelfon ku. daddy bilang seperti ingin pingsan dan memintanya aku datang ke toilet tapi setelah aku sampai toilet daddy tidak ada.. aku sudah mebekfon tapi ponsel Daddy mati.. kak bagaimana jika terjadi sesuatu pada daddy,?" Wajahnya begitu cemas sekali.
Ben tahu sekarang daddynya mungkin menjemput mommy tanpa mengabari Berly dan secara tidak langsung membuat Berly cemas karena sebelumnya daddy mengadu seperti ingin pingsan.. " Sudah tak perku cemas daddy baru menghubungi kakak.. pria tua itu sedang menjemput mommy. Dia baik baik saja." Menepuk kepala adiknya pelan.
" What?!! Daddy menghubungi kakak dan bilang sedang menjemput Mom,?"
" Iya baru lima menit yang lalu." Sahut Ben..
Berly menjatuhkan tas dan High heels-nya. " Astaga daddy benar-benar membuat ku gila.. Aku begitu cemas sementara daddy sedang bersama Mom, oh god!!." Menjatuhkan dirinya ke lantai tidak punya tenaga. Tenaganya habis terkuras karena pria tua yaitu daddy Matthew..
Merasa kasihan Lula membantu adik iparnya berdiri dan membawanya ke kamar. Sementara Ben mengikuti di belakang sembari membawa tas dan High heels yang di ambilnya dari lantai..
__ADS_1
Ini sih memang Daddy yang keterlaluan. Dirinya saja ikut kesal apalagi Berly yang mengalaminya..-