My Lovely Girlfriend.

My Lovely Girlfriend.
Titik jenuh.


__ADS_3

*


*


*


Berly terbangun dari tidurnya. Wanita itu meraba ranjang mencari Lionel.. matanya terbuka lebar ketika mengingat jika Lionel akan pergi ke Fransisco..


" Dia sudah berangkat dan tidak membangunkan ku?. Berly bersila di atas ranjang lalu meraih ponsel di atas nakas. Berly memeriksa ponsel siapa tahu ada pesan dari Lionel.. dan benar saja kekasihnya itu mengiriminya pesan sebelum lepas landas..


" Apa yang kau takutkan aku bahkan sudah tidak pergi ke Club sejak terakhir kali kau bertengkar dengan Bastian." Berly melempar ponselnya ke ranjang setelah membalas pesan Lionel. Pesan Lionel lebih banyak ke peringatan supaya ia tidak ini dan itu. Lionel sudah melebihi daddy Matthew tapi entah kenapa itu justru membuat Berly senang karena dengan Lionel melakukan itu pria benar benar peduli padanya..


Berly beranjak dari ranjang menggulung rambutnya tinggi dan berjalan ke kamar mandi... Hari ini dia akan pergi ke kantor setidaknya disana ada Lolly yang bisa di ajak berbicara dan dia goda.


Satu jam kemudian Berly tampak cantik ia langsung menuju ke perusahaan sang daddy.. Sesampainya di Perusahaan Berly berpapasan dengan Matthew di lobby.


Matthew menatap putrinya yang sudah satu minggu tidak pulang ke Mansion itu dengan pandangan menelisik.

__ADS_1


Berly yang merasakan tatapan tidak biasa dari sang daddy sedikit risih. " Dad. Jangan menatap ku dengan aneh begitu!" Tegur Berly menghampiri sang daddy tidak lupa juga melabuhkan kecupan di pipi pria paruh baya itu..


" Belakangan ini daddy sangat susah bertemu dengan mu. Apa kau sudah melupakan daddy setelah mendapatkan kekasih?!" Sindir Matthew. Ia sangat susah bertemu dengan putrinya sendiri padahal ia bekerja di tempat yang sama. Setiap kali di jam istirahat ingin mengajak berly makan siang putrinya itu sudah di jemput Lionel. Dan ketika waktu pulang kerja lagi lagi putrinya itu sudah pulang dengan Lionel.. ingin bertemu dengan putrinya saja sudah seperti ingin bertemu ratu..


" Bukan begitu dad.. daddy kan pernah muda jadi daddy pasti sudah tahu hubungan ku dengan Lionel masih di masa hot hot nya. Jadi harap maklum jika aku lebih sering bersama Lionel." Sahut Berly terlalu blak blak an. Ia sama sekali tak merasa canggung mengatakan itu oada daddynya..


Matthew membulatkan matanya. Jari telunjuk mendorong dahi putrinya dengan keras. " Nakal!!"


" Daddy sudah tahu sejak lama jika aku nakal jadi berhentilah mendorong dahi ku!" Jawab Berly sembari mengusap dahinya..


" Malam ini pulanglah!" Kata Matthew dan merangkul putrinya sembari berjalan..


" Berapa lama dia berada disana?," Tanya Matthew.


" Sekitar dua minggu katanya." Jawabnya acuh.


Matthew menghentikan langkahnya. " Selama itu?,"

__ADS_1


Berly mengangguk sebagai jawaban dan kembali mengajak daddynya supaya melangkah kembali..


Matthew menghentikan langkah putrinya dan memegang kedua bahunya. " Lionel pergi selama dua Minggu dan kau tidak ikut?,"


" Dua Minggu terlalu lama jadi aku tidak bisa ikut." Sahut Berly. Bingung juga dengan reaksi sang daddy aku yang di tinggal kenapa daddy yang heboh?.


Matthew cukup terkejut dengan putrinya. Lionel adalah pria dengan banyak wanita yang menginginkannya, jika hubungan putrinya dan Lionel sudah sangat jauh seperti ini apalagi sudah tinggal bersama sejak berkencan. Kenapa berly tidak ikut bersama Lionel apalagi pria itu pergi selama dua Minggu mungkin juga bisa lebih. Bukan hanya itu Berly juga tampak biasa saja seperti tidak khawatir jika ada yang menggoda Lionel. Dulu ketika ia masih berpacaran dengan Flora. Istrinya itu akan ikut kemana pun ia pergi ketika melakukan perjalanan bisnis. Tapi kenapa putrinya begitu percaya diri tidak takut kah jika prianya di curi?.


" Jangan terlalu cuek,, setiap manusia ada batas kesabaran.. saat ini Lionel mungkin masih selalu mengutamakan dirimu dan tidak perduli dengan balasan darimu.. jadi ketika ia menemukan seseorang yang membuatnya nyaman dan perhatian dengannya jangan menyesal jika Lionel berpindah hati.. daddy hanya memberikan saran menurut pengalaman daddy hidup selama lima puluh tahun ini.. Tunjukkan perhatian mu padanya sebelum kau menyesalinya." Kata Matthew.. melihat bagaimana cinta dan sayang nya Lionel pada putrinya cukup membuatnya terharu tapi juga sedikit takut jika pria sebaik itu akan mengalami dimana merasa lelah dan meninggalkan putrinya karena Berly yang terlalu cuek .


Berly tertegun sejenak yang dikatakan daddy benar. " kalau begitu bolehkah aku libur dan menyusul Lionel,?" Tanya Berly yang tiba-tiba merasa takut jika di Fransisco Lionel akan menemukan wanita yang bisa mengerti dan mencintainya.


" Pergilah. Jangan biarkan dia tergoda dengan wanita lain." Ucap Matthew mengompori..


" Jangan harap!! Tak akan ku biarkan pria ku di rebut ataupun sebaliknya aku juga tidak akan membiarkannya melirik wanita lain selain diriku!! Enak saja sudah merasakan seluruh tubuhku dan akan mencampakkan ku!!" Ucapnya emosi sembari membayangkan bagaimana jika yang dikatakan daddynya benar..


" Dad aku pinjam pesawat pribadi daddy. Aku akan menyusul pria ku sekarang juga." Kata Berly dan bergegas keluar dari perusahaan itu tanpa menunggu jawaban dari daddynya.

__ADS_1


Matthew menggeleng melihat kelakuan putrinya yang bar bar. Pria paruh baya itu lalu menelfon bawahannya untuk menyiapkan penerbangan untuk putrinya.. kurang baik apa aku ini. yang menjadi menantuku sangat beruntung memiliki mertua yang begitu baik seperti ku.. Narsisnya..


__ADS_2