My Lovely Girlfriend.

My Lovely Girlfriend.
Tanda Cinta.


__ADS_3

*


*


Berjalan di perusahaan Costra dengan masih memakai pakaian kasual. Lionel mengundang banyak perhatian karyawan karena tidak biasanya sang Presedir bergaya santai saat bekerja. Selain pakainya, yang lebih membuat karyawan bertanya tanya adalah senyuman di wajah yang tidak pernah di perlihatkan apalagi Lionel tersenyum saat tercetak jelas bekas tamparan di pipi kanan.


Apa mungkin Presedir mengalami perubahan setelah mendapat tamparan,? Siapa orang berani yang menampar presedir?, Mereka bertanya-tanya dalam pikiran tanpa berani bersuara..


Memasuki ruangan disana sudah ada Ellen dam Trek yang menunggu...


" Ada apa dengan wajah mu, Bos,?" Tanya Trek. Pagi pagi sudah mendapatkan tamparan anehnya wajah boss kenapa senang sekali..


Lionel berjalan melewati Trek dan Ellen menujuk kursi kerjanya. " Ini tanda cinta di pagi hari," Tersenyum sembari meraba wajahnya yang di tampar Berly setelah mencium paksa di mobil tadi. Terasa nyeri tapi juga menyenangkan saat menginggat bagaimana ciuman tadi berlangsung..


Trek semakin di buat bingung. Mana ada tanda cinta cap lina jari di pipi?, Ada ada saja. " Tamparan dari nyonya,bos?," Tanya-nya yang masih penasaran tamparan apa yang membuat orang menjadi bahagia dan senyum senyum sendiri..

__ADS_1


" Dari kekasih ku." Jawab Lionel singkat...


" APA?!!"


Bukan trek yang berteriak melainkan Ellen.. terkejut saja jika atasan yang di sukai sudah memiliki kekasih. Padahal yang dirinya tahu pria itu tidak pernah dekat dengan wanita selain dirinya. Ada suatu ketika juga Ellen mengira Lionel juga suka padanya karena pria itu hanya bertengkar dengannya saja dulu yang Ellen kira sebagai tanda tertarik..


Lionel memandang Ellen tak suka apa perlu se kaget itu.. dirinya adalah pria sempurna yang bisa mendapatkan wanita manapun jika dirinya mau. Tidak perlu kaget seperti itu. Satu satunya wanita yang tidak terposana padanya hanya Berly seorang wanita itu bak seperti belut yang susah di tangkap..


" Wah bos sudah punya kekasih,? Sejak kapan kenapa aku tidak tahu?," Tanya Trek..


Trek tidak berani bertanya lebih, Trek mendekat ke Lionel memberikan dokumen yang sedari tadi di bawa.


Lionel mengambil dokumen dari Trek. " Apa ini dokumen yang akan dikirim ke cabang hari ini Juga,?"


" Dokumen sudah sangat di tunggu setelah bos menandatangani akan segera di kirim." Jawab Trek.

__ADS_1


Lionel mengangguk atas jawaban Trek " Dan kau Ellen ambilkan es untuk mengompres wajahku!" Lionel memerintah tanpa melihat ke Ellen sembari sibuk menanda tangani berkas dari Trek.


Ellen tersentak kemudian wanita itu mengangguk dan berbalik pergi menuju pantry.. masih terkejut saja mendengar Lionel sudah punya kekasih. Bagaimana bisa? padahal dirinya yang dekat dengan pria itu tapi kenapa Lionel justru berpacaran dengan wanita lain?, Ellen jadi penasaran wanita seperti apa yang mendahului start darinya..


Mengambil es yang di minta Lionel.. Ellen kembali keruangan Presedir dengan suasana hati yang buruk.


" Biar aku bantu mengompres kan di wajahmu," Tawar Ellen yang sudah berada di dekat Lionel sembari membawa es batu di tangan..


" Tidak perlu!" Lionel menangkap tangan Ellen yang hampir menyentuh pipinya. " Aku akan melakukan sendiri, kau kembalilah bekerja." Lanjut Lionel mengambil alih es dari tangan Ellen..


" Oh Maaf.." Ucap Ellen segera menjauh dari Lionel.


" Hmm." Menjawab dengan deheman, Lionel kemudian menyerahkan dokumen yang sudah bertanda tangan kepada Trek supaya segera dikirim..


Penolakan dan sikap acuh Lionel itu membuat Ellen canggung karena masih ada Trek disana. Mungkin Trek berfikir dirinya tidak tahu diri karena menawarkan bantuan saat Lionel tidak memintanya. Padahal Trek yang berdiri tidak jauh dari Lionel bersikap biasa saja dan tindakan itu bukan masalah besar wajar jika sekertaris membantu atasannya. Setidaknya itulah yang di pikiran Trek..

__ADS_1


__ADS_2