My Lovely Girlfriend.

My Lovely Girlfriend.
Menginaplah


__ADS_3

*


*


*


Mobil memasuki wilayah Luxury apartement. Awalnya Berly hanya akan mengantarkan Lionel hanya sampai lobby saja tapi rasa kemanusiaan membuat Berly tidak tega apalagi tadi juga sempat mampir di apotik untuk membeli obat oles . Lionel pasti akan kesusahan tanpa bantuan orang lain saat mengaplikasikan obat itu di bagian wajah yang terluka..


Dan disinilah sekarang. Berly sedang mengobati luka Lionel dengan hati dan lembut pasalnya Lionel terus berteriak kesakitan saat jarinya baru menyetuh wajah luka itu. Sebenarnya Berly merasa sangat kesal karena Lionel terlalu berlebihan..


" Done!. Ck. Kau berteriak seperti sedang dianiaya saja." Decak Berly. Menutup kembali kemasan obat yang masih tersisa..


" Memang. Dianiaya Cintamu." Celutuk Lionel..


Bely mengabaikan itu, mengambil tas miliknya." Aku pulang. Telepon lah asisten atau sekertaris mu jika perlu sesuatu." Kata Berly ingin segera pulang. Bagaimanapun mereka berdua adalah manusia dewasa yang punya ketertarikan dengan lawan jenis. Tinggal di ruangan hanya berdua saja membuat Berly takut akan bisikan setan yang mungkin saja mendera.


" Trek sedang cuti sakit jadi aku tidak bisa meminta tolong padanya." Dusta Lionel.. Sorry kepada Trek bukan berarti mendoakan sakit tapi ini demi masa depan percintaan boss mu..

__ADS_1


" Lalu sekertaris mu,?" Tanya Berly.


" Dia perempuan dan sudah memiliki tunangan tidak tepat jika memintanya untuk datang ke apartemen atasan di luar jam kerja." Lagi lagi Lionel berdusta dengan berbica omong kosong demi membuat wanitanya tinggal..


Berly meletakkan kembali tas miliky di atas meja. Hal itu membuat Lionel diam diam tersenyum tanpa sepengetahuan Berly. " Kau merepotkan sekali!!" Omel Berly..


" Berdirilah ku antar ke Mansion orang tuamu saja!" Putus Berly.. tidak mungkin kan Lionel di biarkan tinggal sendiri dengan keadaan seperti ini?, Apalagi salah satu lengannya terluka karena menghantam Meja bar. Bagaimana jika pria itu membutuhkan sesuatu dan tidak ada seseorang yang membantu..


" Tidak.. Nanti mommy akan banyak bertanya." Tolak Lionel..


" Lalu mau bagaimana,?" Tanya Berly menghela nafas lelah..


" WHAT?!! Itu tidak mungkin!!"


" Kenapa,?" Tanya Lionel berpura-pura bodoh..


" Apa maksudmu dengan kata kenapa,? Sudah jelas kita itu wanita dan pria dewasa. apa jadinya jika kita tinggal di ruangan yang sama?," Kata Berly. Huh mana bisa dirinya tinggal dengan Lionel hanya berdua semalaman bisa bisa dirinya bisa tergoda dengan tubuh proporsional itu..

__ADS_1


" Jika sesuatu terjadi ya terjadilah kita kan pasangan kekasih, apa yang kau takutkan dengan itu." Sahut Lionel..


Berly berdecak kesal dengan tanggapan enteng Lionel.. " lebih dari itu aku jauh lebih takut kau akan menerjang ku dengan buas.!" Kata Berly disertai dengan bergedidik seperti orang ketakutan..


" Aku saja sedang terluka mana kuat menerjang mu. Yang ada justru aku yang khawatir kau akan mengambil kesempatan meraba tubuh berotot ku." Kata Lionel sembari mengangkat ujung kemeja hingga memperlihatkan perut dengan roti sobek yang membuat Berly meneteskan air liur..


Glek!!!! Berly menelan salivanya yang hampir keluar...


" Nah benar kan ku bilang.. baru melihat perutku saja kau sudah meneteskan air liur apalagi kalau sudah melihat bagian lain." Kata Lionel dengan senyum nakal di wajah nya..


Malu karena sudah tertangkap basah. Berly membuat ekspresi kesal untuk menutupi rasa malunya. " Shut up!! Itu hanya refleks karena aku itu wanita normal. Wanita normal mana yang tidak bereaksi ketika melihat pemandangan itu!!" Sahut Berly. mengelak dengan alasan yang masuk akal.


Berly bangkit dari duduknya dan pergi dengan tergesa-gesa ke sebuah kamar untuk melarikan diri.. Berly tidak perduli kamar milik siapa yang di masuki itu.


Blam!!!


Suara pintu yang di banting dengan keras lalu terdengar suara kunci dari dalam..

__ADS_1


Lionel menggeleng pelan sembari tersenyum." Imutnya.." Guman Lionel menatap pada pintu yang tertutup rapat...


__ADS_2