My Lovely Girlfriend.

My Lovely Girlfriend.
Kiss..


__ADS_3

*


*


*


Setelah menumpang makan Lionel kekeh ingin mengantarkan Berly. Sudah di tolak dan di maki pun Lionel tidak peduli. Akhirnya berly terpaksa pergi ke kantor dengan di antar Lionel. Dari pada lelah berdebat mengakibatkan makanan yang di konsumsinya hilang sia sia akibat berdebat.


" Kau terlihat begitu tertarik padaku. Bukan sedikit tapi sangat banyak sampai tumpah tumpah.. berarti yang kau bilang kemarin bahwa kau sedikit tertarik padaku adalah bualan semata kan?" Tanyanya dengan mata memicing.


" Kemarin memang aku sedikit tertarik padamu. Tapi malamnya aku berubah pikiran. Aku bukan hanya tertarik saja tapi juga menyukai mu." Berkata dengan pandangan fokus ke jalan Lionel tidak berbohong sama sekali karena rasa suka pada Berly Tumbuh begitu saja di malam hari ketika dirinya tidak bisa berhenti memikirkan tentang wanita itu..


" Cepat sekali kau menyukai wanita yang baru kau temui,? Apa kau selalu seperti ini pada setiap wanita yang berpapasan dengan mu?," Tanya Berly. Tidak masuk akal saja rasa suka datang begitu cepat. Kecuali pria ini memang playboy cap buaya..


" Oh tentu tidak.. Aku hanya memperlihatkan sifat konyol dan prik ku padamu saja yang berarti kau adalah wanita pertama yang singgah di hati." Meraih tangan Berly untuk di letakkan ke dada bidangnya supaya wanita itu mendengar detak jantungnya yang berdetak cepat... Siapa tahu bisa ikut ketularan dan berakhir menyukainya Juga... Memiliki Imajinasi terlalu tinggi tidak salah bukan?.

__ADS_1


Berly menarik tangannya. " Bukan hanya itu dimataku kau sangat bodoh dan tak punya malu." Kelakar Berly...


"Tidak masalah jika di matamu. Asalkan bukan di mata orang lain." Sahutnya enteng.. jangan kan terlihat bodoh dan tak punya malu terlihat gila pun tk masalah jika itu Berly. Ya khusus berly kekasihnya saja jika orang lain sudah ku musnahkan dengan segera..


Bisa saja jawabannya dan itu semakin membuat kesal. Memalingkan wajahnya menghadap cendela mobil. Berly mulai bersiap ketika mobil sudah memasuki perusahaan..


Menarik pintu ketika mobil sudah berhenti. Di dorong pelan sedang dan keras pintunya tidak bisa terbuka.


" Buka aku mau keluar!" Menoleh melihat Lionel memintanya untuk membuka kunci setelah tahu jika Lionel sengaja menguncinya.


" Apa yang kau lakukan aku bilang buka pintunya!! Aku sudah kesiangan, aku ini hanya staf biasa bukan seperti kau mentang mentang Presedir bisa bolos seenaknya!!" Kata Berly yang sana sekali tidak paham kode dari Lionel. Wajar jika tidak paham Berly lebih suka to the point. berbicara langsung terlalu ribet untuk kode mengode..


Mendesah kecewa Lionel kembali memperagakan gerakan yang mengetuk pipinya tapi kali ini bibirnya sedikit monyong seperti ingin mencium.


" Apaan sih? Mau di gampar?!" Tanya Berly ketus tak sabar rasanya dengan tingkah Lionel yang bertele-tele..

__ADS_1


" Cium dulu baru kau boleh pergi." Kata Lionel. Dengan kode tak kunjung mengerti lebih baik mengatakan saja..


" What?!! Kau pikir aku ini kekasihmu sungguhan pakek minta cium segala?! Gk ada cium cium!" Tolak Berly tanpa repot repot berfikir dulu..


" Kau pikir perkataan ku yang mengatakan kita sepasang kekasih hanya kelucon belaka?!" Sulit di percaya jika Berly tidak menganggap serius ucapnya. Seharusnya wanita itu akan girang mendapat ajakan kencan dari seorang Lionel..


" Ya aku anggap itu omong kosong saja. Carilah wanita lain untuk kau kencani aku tidak minat berkencan dengan mu!"


" Why?, Kenapa kau tidak mau berkencan dengan ku,? Aku kaya tampan dan yang terpenting aku menyukai mu." Kata Lionel yang ingin tahu bagian mana dari dirinya yang membuat Berly tidak tertarik padanya..


" Tidak ada alasan lain selain aku tidak menyukai mu! Memangnya apalagi kita hanyalah orang asing yang bertemu dengan awal yang tidak baik.. kau juga belum mengenalku. Ku jamin kau akan menyesal setelah tahu bagaimana sifat asliku! Begini aku akan memberimu uang saja sebagai ganti rugi kejadian kemarin." Berkata panjang lebar berharap Lionel akan mengerti dan mengakhiri drama ini segera mungkin.. adapun daripada menjadi kekasih tanpa rasa suka sama suka lebih baik menjual barang branded nya saja untuk mengganti rugi..


" Tidak mungkin!! Aku sudah tidak menerima ganti rugi dengan bentuk uang.. Aku juga tidak akan menyesali pilihan ku!! Berniat mendorong ku pergi,? Jangan berfikir akan hal itu, karena kau sudah ku tandai!." Menarik tubuh Berly dan menempelkan bibirnya pada bibir Cherry yang sedari tadi menjadi fokus utamanya..


" Bicara mu mudah sekali, setelah mencuri hatiku kau akan lepas tanggung jawab dan berlari?, Oh tidak semudah itu." Batin Lionel sembari menekan tengkuk Berly yang ingin memberontak..

__ADS_1


__ADS_2