My Lovely Girlfriend.

My Lovely Girlfriend.
Matthew iba pada Lionel.


__ADS_3

*


*


Masih diam dengan mulut terbuka Flora dan Matthew sulit mempercayai apa yang baru di dengar. Meragukan telinganya sendiri mungkin umur semakin tua pendengaran nya juga ikut berkurang, Tapi tidak benar teryata pendengaran nya masih sangat baik terbukti saat Lionel kembali berkata jika mereka sudah menjadi sepasang kekasih sejak kemarin.. dan tidak ada keraguan lagi pendengaran keduanya masih berfungsi dengan baik..


" Kau yakin sedang menjalin hubungan dengan Berly,?" Merasa ada yang salah Matthew bertanya dengan jelas. Bukan apa, Lionel memiliki reputasi yang begitu baik kecuali terkenal datar dan dingin. Tapi untuk menjalin kasih dengan Berly itu meragukan karena reputasi Berly jauh dari kata baik.. bukan maksud merendahkan putrinya kali ini berbicara fakta.


" Iya kita sudah resmi jadi pasangan. Aku sampai membawakan bunga untuk Berly. Ini buktinya." Memperlihatkan bunga yang dibawanya kemudian di berikan ke Berly.


Reflek Berly mencium bunga pemberian Lionel. Ingin tahu saja, teryata bunga asli dan masih segar. Tapi tindakan itu di salah artikan oleh Flora dan Matthew bahwa keduanya benar-benar sedang jatuh cinta..

__ADS_1


" Tapi kau tahu kan Berly itu selain sombong. Boros dan berbicara kasar. Putriku itu juga di benci banyak orang karena sifatnya itu. Kau yakin masih ingin menjalin kasih dengan nya,?" Bukan berbangga diri atau bersorak dengan gembira sang putri bisa menaklukkan Lionel. Matthew justru membeberkan sifat buruk Berly di hadapan kekasih putrinya itu.


" Hmm kau dengar sendiri kan bagaimana aku memiliki perilaku buruk bahkan daddy ku sendiri mengakui itu. Apa kau masih kekeh menjadikan ku sebagai kekasih,? Cepat putus hubungan ini selagi aku masih memberimu kesempatan, nanti kau menyesal loh kalau tak kunjung putus dengan ku." Seakan menambah bumbu dalam daging Berly ingin Lionel sadar bahwa dirinya adalah wanita buruk di jagat raya..


" Baby. Semakin kau merendah rasa cinta ku justru semakin besar.. Calon Mertua tidak perlu khawatir. sifat apapun yang dimiliki berly meskipun sifat jelek sekalipun aku tidak masalah." Jawab Lionel menegaskan.


Dimananya perkataan ku yang merendah,? Itu bukan merendah tapi membicarakan Fakta. Wajah saja Tampan tapi otak minus.. tidak mau berlama-lama dengan drama Lionel. Berly menyambar kunci mobil berniat untuk menyelinap pergi ke kantor..


" Mau berangkat,? Biar ku antar ya,? Tadinya aku ingin makan pagi juga bareng kalian tapi berhubung pacarku ingin berangkat kerja pagi pagi apa boleh buat, aku harus mengantarnya." Bangkit dari duduknya.


" Awalnya iya tapi sekarang lebih penting mengantarkan kekasihku berangkat kerja." Tidak merasa tersinggung dengan perkataan Berly karena menumpang makan adalah salah satu dari rencananya.

__ADS_1


" Ck!!" Berdecak Kesal sembari melotot.


" Berly, jangan berkata kasar pada kekasihmu.. Kita bisa makan bersama lagian ini masih terlalu pagi untukmu pergi bekerja." Sela Matthew yang tidak tahan dengan perdebatan kekasih baru itu..


" Bagus. Calon mertua memang pengertian. Bagaimana baby kita makan dulu setelah itu baru ku antar kerja,?" Meraih tangan Berly dan berjalan bergandengan kearah meja makan mengikuti Flora yang berjalan di depan..


" Lepas!!" Menghempaskan tangan Lionel agar bisa terlepas tapi tidak bisa karena Lionel menggenggam dengan erat..


" Bersikap baiklah seperti anak anjing, baby. Kau tidak capek dari tadi marah marah dan terus berteriak aku saja yang mendengar capek loh." Berbica dengan pelan Lionel mengangkat tangan berly yang berada di genggam dan mengecup singkat..


Ohh romantis sekali Singa satu ini....

__ADS_1


Matthew yang berjalan di belakang. Melihat interaksi keduanya. Matthew menangkap jika hubungan keduanya cukup unik. Jika dilihat Lionel terlihat mencintai Berly. Terbukti sudah di bentak pun pria itu juga masih bersikap lembut dan acuh dengan perkataan kasar Berly.. melihatnya Matthew menjadi kasihan pada Presedir itu karena memilih Berly sebagai kekasihnya..


" Malang sekali nasib pria tampan dan kaya seperti mu harus jatuh cinta dengan putriku yang seperti itu." Berguman lirih sembari terus melihat yang dilakukan Berly dan Lionel.


__ADS_2