
*
*
*
Bastian menyusuri jalanan sepi yang terdapat banyak pohon Cemara di sekitar. Jlan itu begitu sepi karena masih milik pribadi keluarga Costra. Bastian terus mengemudiikan mobilnya hingga melihat seorang wanita memakai dres berwarna dusty dengan rambut di kepang dua dan tidak lupa kacamata bulat yang bertengger di hidung wanita itu.. Bastian menghentikan mobilnya sesuai ciri ciri yang di katakan Berly wanita itu sudah pasti si lolipop yang di carinya..
Bastian membuka kaca mobilnya. " Hei kau?!" Panggil Bastian yang menghentikan langkah pelan Lolly. Ya Lolly memilih berjalan menuju Mansion selepas kepergian sopir taxi tadi padahal Berly sudah berkata supaya menunggu jemputan utusan Berly tapi dari pada berdiam diri Lolly memutuskan untuk berjalan dengan perlahan sembari menunggu toh jalan keluar masuk menuju Mansion Besar Costra hanya ada satu jalan yang di lewati nya..
Lolly memandang pria tampan berambut pirang itu dengan mulut terbuka. Terpesona,? Ya Lolly terpesona dengan pria yang memanggilnya itu..
" Apa kau memanggilku.?" Tanya Lolly selembut mungkin beda saat sedang berbicara dengan Berly..
" Ya kau, Cepat masuk ke dalam mobil!! Berly mengutus ku untuk menjemput mu," kata Bastian yang tidak ingin membuang banyak waktu bersama wanita aneh berkepang dua itu. Bagaimana Bastian tidak merasa aneh jika Lolly terus mengedipkan matanya aneh sembari memainkan ujung rambut berkepangnya seperti tersipu. Bastian jadi bergidik. dari mana Berly mengenal wanita aneh ini dan menjadi temannya..
Tidak menolak ataupun bersikap sok jual mahal. Lolly segera membuka pintu sebelah Bastian begitu tahu jika pria tampan itu di tugaskan untuk menjemputnya.. dengan semangat layaknya mendapatkan bonus lembur Lolly ingin mendudukkan bokongnya di kursi penumpang sebelah Bastian tapi Urung saat dengan teganya Bastian menyuruh Lolly duduk di belakang dengan alasan tidak nyaman jika mengemudi ada yang duduk di sampingnya.. padahal alasan sebenarnya Bastian sedikit takut dan risih dengan Wanita aneh ini.
Dengan sedikit Kecewa Lolly turun dari mobil dan berpindah ke jok belakang gagal sudah ingin tebar pesona dengan pria tampan itu... Penampilannya boleh cupu tapi jika menyangkut pria yang di sukainya Lolly akan maju trrus pantang mundur..
" Ngomong ngomong Siapa nama mu.. dan apa hubungan mu dengan Berly,?" Tanya Lolly penasaran..
Bastian melirik sekilas Lolly melalui spion tengah dan kembali fokus kedepan.. Selain aneh rupanya wanita itu begitu kepo urusan orang lain.. " Kau tidak perlu tahu namaku dan mengenai hubungan ku dengan Berly Itu bukan urusanmu." Sahut Bastian malas..
__ADS_1
Lolly tampak mengerutkan bibirnya teryata Pria tampan bertampang ramah ini sangat tidak bersahabat. Namun begitu Lolly terlanjur jatuh cinta pada pandangan pertama.
.
" Gawat.. apa yang harus kulakukan aku jatuh cinta pada pria keren ini ." Batin Lolly mengigit kukunya dan matanya pun tak beralih dari kaca spion untuk memandangi wajah tampan Bastian apalagi Bastian mengemudi dengan satu tangan dan tangan satunya bersandar di pintu untuk menyangga kepalanya itu terlihat begitu sexy di mata Lolly.
Dan tidak lama kemudian mereka sudah sampai di Mansion. Bastian turun dengan tergesa dan masuk lebih dulu meninggalkan Lolly. Bastian sudah tidak tahan dan merasa risih karena terus di tatap wanita bermata empat itu...
Lolly yang di tinggal segera berlari kecil menyusul Bastian bak seorang anak ayam yang tidak ingin di tinggal induknya..
Bastian duduk di kursi yang sudah di sediakan sesuai undangan karena acara sudah di mulai karena mc sudah mulai menyapa para undangan.. dan sialnya wanita yang membuatnya risih tadi memiliki tempat duduk di sebelahnya..
" Hai?" Lolly melambaikan tangannya dan tersenyum pada Bastian..
" Sabar.. semua butuh proses dan perjuangan." Batin Lolly menyemangati Dirinya sendiri..
Tak lama kemudian acara sakral di mulai sebelum acara pesta yaitu janji suci pernikahan..
Berly berjalan bersama Matthew sang daddy. Berly begitu cantik dengan gaun pernikahannya wanita itu tersenyum di balik tudung putih yang menutupi wajahnya ketika melihat Lionel yang menantinya di ujung dengan senyuman di wajah tampannya.
Matthew menggenggam tangan putrinya dan menyerahkannya pada Lionel. Pria paruh baya itu juga mengatakan sesuatu pada Lionel sebelum akhirnya turun dari altar untuk kembali duduk di sebelah Flora..
Lionel dan Berly saling menebar Senyum kemudian Lionel menuntun wanitanya untuk menghadap pada pastor...
__ADS_1
" Lionel Emmanuel Costra, will you accept Kimberly Konelius as your betrothed wife to God in holy marriage? Will you love her, comfort her, respect and care for her both when she is sick and when she is healthy, and forget anyone else but only love her, as long as you are both live in this world?." Kata sang pastor pada Lionel..
" Yes, I do." Sahut Lionel menatap Berly...
Kemudian sang pastor beralih pada Berly. " Kimberly Kornelius, would you accept Lionel Enmanuel Costra as a husband matched by God in a holy marriage? Will you love him, comfort him, respect and care for him both when he is sick and when he is healthy, and forget about other people but only love him, as long as you both live in this world?"
" Yes, I do." Jawb Berly mantap...
Dan pendeta pun menyatakan mereka resmi menjadi pasangan suami istri. Dan mengijinkan Lionel untuk mencium pengantinnya..
Lionel membuka tudung yang menutupi wajah cantik istrinya keduanya saling melempar senyum ke bahagian di penuhi cinta dan perlahan wajah keduanya mendekat dan bibir mereka saling bersentuhan. Mereka berciuman lembut di hadapan para tamu kali ini hanya ciuman yang berlimpah cinta bukan ciuman penuh nafsu saat sedang berdua...
" I love You." Bisik Lionel menghentikan ciumannya sejenak
" I love you too." Sahut Berly dan keduanya saling berciuman kembali...
Acara terus berlanjut sampai melempar bunga para lajang yang belum menikah segera berkumpul untuk menangkap bunga yang konon akan membuat mereka cepat ikut menyusul jika beruntung mendapatkan bunga yang di lempar sang pengantin.. tak terkecuali Lolly yang kali ini dengan antusias menempatkan posisi di paling terdepan untuk mendapatkan bunga itu. Dalam pikiran Lolly jika dia mendapatkan bunga pasti dia akan segera menikah dengan pria tampan berambut pirang yang menjemputnya tadi.. memang orang kalo sudah jatuh cinta akan bertindak dan berpikir di luar nalar...
Lolly menunjuk dadanya saat tak sengaja bertatapan dengan Berly. Berly yang sedikit paham pun mengarahkan lemparan pada Lolly ya walaupun nantinya meleset setidaknya Berly sudah berusaha supaya Lolly mendapatkan bunganya..
Tapi sejenak ruangan yang tadinya ricuh oleh teriakan para lajang kini mendadak sepi setelah bunga yang di lempar pengantin mendarat tepat di pangkuan Bastian yang duduk dengan santai di kursinya yang memang tidak jauh dari Berly yang melempar bunga.. Berly juga bingung kenapa Bunga yang di lemparnya bisa meleset begitu jauh dari targetkan...
Bastian tersentak mendapati bouquet bunga yang mendarat di pangkuannya apalagi melihat semua mata tertuju padanya membuatnya merasa sedikit aneh.. tanpa banyak pikir Bastian melempar bunga itu kebelakang dan kembali memasang wajah santai..
__ADS_1
Semua orang melongo mendapati bunga yang mereka rebutkan dibuang Begitu saja bak tidak ada harganya.. sementara Lolly langsung berlari memungut bunga yang tergeletak di lantai bagi Lolly bunga itu lebih berharga lagi karena sudah di sentuh pria pujaannya. Lolly menegang erat erat bunga itu seakan takut akan dirampas seseorang. Lolly Sudah berasa memiliki bunga pemberian dari Bastian...