My Lovely Girlfriend.

My Lovely Girlfriend.
Sasaran Amarah!


__ADS_3

*


*


*


Berly mondar-mandir di ruang tunggu bandara. Wanita berparas cantik itu begitu gelisah sudah tiga jam menunggu tapi tidak ada tanda-tanda Badai akan berhenti kalau seperti ini bagaimana caranya ia bisa cepat menyusul Lionel...


" Apa tidak bisa kita berangkat sekarang saja?!" Sudah tidak sabar. rasanya Berly ingin mengumpati bawahan daddy nya walaupun itu semua di luar kendali mereka karena ini adalah sebuah fenomena alam yang tidak bisa di cegah atau di minta manusia..


" Tidak bisa Nona.. Badai terlalu bahaya dan kita tidak bisa mengambil resiko besar jika terjadi sesuatu selama penerbangan." Jawab Pilot pribadi Matthew..


" Lalu kau mau aku menunggu sampai kapan hah?! Aku sudah tiga jam menunggu seperti tunawisma di sini!" Mengangkat ketiga jarinya ke atas Berly meluapkan kekesalannya pada orang yang sebenarnya tidak bersalah..


" Begini nona melihat cuaca yang begitu buruk lebih baik kita melakukan penerbangan besok pagi demi keselamatan bersama. Landasan pacu pun tergenang air dan tidak memungkinkan untuk pesawat melakukan lepas landas." Dengan hati hati sang pilot mencoba menjelaskan pada sang nona. Melihat temperamen nona nya yang meledak-ledak juga membuatnya sedikit merinding..


" What!! Oh God!! Kalau jadinya seperti ini kenapa kau menyuruhku menunggu di bandara hingga tiga jam lamanya?!" Berly begitu marah jika sudah bisa memprediksi tidak ada harapan melakukan penerbangan di hari itu untuk apa memintanya menunggu dan setelah tiga jam kemudian baru menjelaskan?, Buang buang waktu saja!.


Sang pilot dan para kru yang ada disana hanya menunduk dan minta maaf.. apalagi yang bisa di perbuatnya selain meminta maaf. Menghentikan badai pun juga tidak bisa dilakukan karena mereka hanyalah manusia bukan Dewa..

__ADS_1


" Sudahlah melihat wajah jelek kalian semakin membuatku kesal saja!" Ucapan pedas keluar begitu saja dari bibir Berly. wanita itu lalu meninggalkan bandara dengan perasaan yang begitu kesal.. Urung sudah menyusul Lionel hari itu dan terpaksa akan menjadwalkan penerbangan ulang untuk hari esok..


*


*


*


Sementara itu Lionel sudah sampai di Fransisco setelah berada di pesawat berjam jam lamanya..


Kali ini Lionel menginap di hotel ia tidak menyewa apartemen karena dirasa urusannya akan cepat selesai.. ia juga memilih memesan ulang kamar hotel alih-alih menempati kamar yang sudah di pesan Ellen beberapa hari yang lalu alasannya adalah Lionel tidak ingin kamarnya bersebelahan dengan sekertaris nya ia memilih kamar yang terletak dua lantai lebih tinggi dari kamar Ellen. Dia melakukan itu karena tidak ingin kamarnya bersebelahan dengan sekertaris wanita itu takut saja jika Berly berpikir macam-macam apalagi dirinya juga lupa mengatakan pada sang kekasih jika perjalanan bisnis kali ini ia pergi bersama Ellen.


*


*


Sementara itu Berly yang tahu jika Lionel sudah sampai ke tempat tujuan mencoba menghubunginya dan ini kali pertama ia berinisiatif menelfon Lionel Lebih dulu sejak menjalin hubungan.. tapi sayangnya ponsel Lionel tidak dalam keadaan aktif jika saja Lionel tahu Berly menelfon dirinya lebih dulu pria itu pasti akan kegirangan. karena itu adalah moment yang di tunggunya sejak lama...


" Sebenarnya dimana pria itu?, Seharusnya saat ini sudah sampai di Fransisco sejak dua jam yang lalu tapi kenapa ponselnya tidak kunjung aktif!" Gerutu Berly dam kembali menghubungi Lionel. Lagi lagi yang menjawab adalah suara wanita yang tidak lain adalah suara operator..

__ADS_1


" Jangn bilang dia sudah lupa jika memiliki kekasih dan bersenang-senang dengan wanita sexy di sana! Tidak bisa di biarkan! Coba ku hubungi Trek siapa tahu terhubung." Menetralkan emosinya Berly mulai mencari nomer asisten pribadi Lionel...


" Ya hallo,Nona." Terdengar suara trek yang menyahut dengan hanya satu deringan saja..


" Kenapa ponsel Lionel mati?, Aku ingin berbicara dengannya bisakah kau berikan ponselmu padanya?," Kata Berly tidak sabaran..


" Itu itu Nona. Aku tidak ikut bersama Tuan, Ellen lah yang menemani Tuan Lionel." Sahut Trek sempat ragu ingin berbohong atau jujur dan pilihannya jatuh ke jujur saja toh bukankah sudah hal biasa jika sekertaris menemani atasan dalam perjalanan bisnis.


" APA?!! ELLEN KATAMU?! BRENGSEK!! BERANINYA DIA MEMBAWA WANITA LAIN DALAM PERJALANAN BISNISNYA!" Kata Berly meledak ledak dengan umpatan yang ditujukan untuk sang kekasih. wanita itu sudah seperti orang yang sudah di hianati..


" Nona.. Tenanglah Tuan Pergi bersama sekertaris Ellen bukan wanita lain.. Nona tidak perlu cemas." Dengan gugup Trek mencoba menenangkan Berly yang marah besar karena salah paham.


" Ellen juga seorang wanita, Bodoh!! Apa kau pikir si Ale ale itu Banci!" Cetus Berly.


" Nona Ma----


" Sudahlah!! Suara jelekmu membuat telingaku sakit!! Aku sampai bertanya tanya dari mana Lionel mendapatkan asisten bodoh dengan suara jelek seperti mu!!" Potong Berly yang lagi lagi meluapkan amarahnya dan kali ini yang mendapatkan sasaran adalah sekertaris malang sedunia, Trek..


Trek memandang ponselnya dengan lilung.. disini telinganya lah yang paling tersakiti oleh suara Nona Berly. Tapi kenapa justru dirinya yang dijadikan pelaku. wanita kalau sudah cemburu sangat mengerikan. Trek bergidik ngeri..

__ADS_1


__ADS_2