My Lovely Girlfriend.

My Lovely Girlfriend.
Keputusan Megan.


__ADS_3

*


*


*


Tiga hari kemudian Lionel sudah di perbolehkan pulang dan kini pria itu sudah berada di London. Begitu menginjakkan kakinya di London. Lionel langsung menemui sang kekasih di mansion.. tapi tentu tidak semulus itu jalanya untuk bertemu Berly mengingat kejadian saat mereka bertemu begitu kacau..


Dan ini kali kedua Lionel kembali berkunjung ke Mansion Kornelius jika hari pertama yang Lionel hadapi adalah Matthew tapi kali ini berbeda..


" Untuk apa kau datang kesini lagi. Tidak puaskah kau membuat adik ipar ku terluka hatinya?!" Tanya Lula sembari melipat tangannya di dada. Wanita hamil itu terlihat tidak respect bahkan terkesan sangat tidak menyukai Lionel datang untuk menemui adik iparnya setelah cerita Berly tempo hari. Lula sudah mengecap Lionel sebagai seorang penghianat cinta pada sang adik iparnya..


" Aku ingin bertemu kekasihku.. Aku bisa menjelaskan semuanya. Yang dilihat Berly tidak sesuai yang dia pikirkan." Sahut Lionel yang masih berdiri di depan pintu karena Lula tidak membiarkan dirinya masuk kedalam mansion..


Lula tertawa mengejek. " Ck. Kekasih? Kau masih merasa jika Berly kekasihmu? Lupakan saja! lebih baik kau pulang sana!" Usirnya.


Lionel menahan rasa kesalnya kalau wanita ini bukan kakak ipar Berly dan tidak hamil sudah di lemparnya ke jurang.. " Aku tidak akan pergi sebelum bertemu kekasihku." Kata Lionel penuh penekanan.

__ADS_1


" Siapa yang datang kak? Kenapa lama sekali?!" Teriak Berly dari dalam wanita itu sedang duduk di sofa sembari memakan camilan sesekali melihat laptopnya.. Berly heran kenapa kakak iparnya lama sekali setelah mengatakan ingin melihat siapa tamu yang datang. Padahal tidak perlu repot-repot membuka pintu untuk tamu toh ada pelayan yang membukanya ibu hamil memang terkadang begitu aneh bersikap..


" HONEY!!" Lionel menerobos masuk kedalam saat Lula sedikit lengah karena mendengar teriakkan dari berly.


" Hey! Sudah ku bilang jangan menemui Berly!!" Teriak Lula tapi terlambat karena Lionel sudah berdiri di depan sofa tempat Berly bersila.


Berly menatap sekilas pria yang tiga hari tidak di lihatnya bohong jika dirinya berkata tidak rindu. Ia begitu merindukan pria ini dan merindukan sentuhannya yang memabukkan. Wajah tampannya terdapat bekas pukulan yang belum memudar membuatnya sedikit merasa bersalah. " Berly meletakkan laptopnya ke samping. " Ada Apa?" Tanyanya dengan suara datar..


Lionel berjongkok dan memegang kedua tangan Berly. Lionel menatap kekasihnya itu dengan kerinduan yang mendalam.. "Sorry baby. I Miss you so much." Kata Lionel mencium tangan Berly berulang kali..


Berly menarik tangannya. " Rindu? Apa saat kau melakukan itu dengan sekertarismu kau masih ingat jika kau memiliki ku?" Suara Berly terdengar remeh.


" No. No honey. Aku tidak melakukan apapun dengannya. Aku bisa menunjukan cctv jika kau mau. Please percayalah padaku aku hanya mencintaimu dan tidak memiliki hubungan apapun dengan wanita itu, dia berniat menjebakku. Okey sorry aku mengakui jika aku terlalu bodoh hingga masuk jebakan dan beruntung hal buruk tidak terjadi.. maafkan aku kau boleh menghukum ku kembali. kau boleh memukul ku lagi sepuas yang kau inginkan." Ucap Lionel dengan tatapan memohon dan ketakutan disaat yang bersamaan..


" Benar kau memang pantas ku hukum kembali." Berly memukul dada Lionel untuk meluapkan emosi yang tersisa..


" Sorry and I Love you so so so much," Lionel menarik Berly dalam pelukannya dan mengecup kepala kekasihnya walaupun wanita itu terus memberontak...

__ADS_1


" Aku belum memaafkan mu." Lirih Berly pada akhirnya Berly juga membalas pelukan Lionel. Tidak bisa di pungkiri ia sudah jatuh dalam pesona Lionel..


" Aku tahu. aku akan terus meminta maaf sampai kau memaafkan ku." Sahut Lionel.


*


*


" Apa yang kau lakukan?, Lionel itu adik iparku Ellen!! Aku tahu kau menyukainya tapi aku tidak menyangka kau melakukan itu!" Ucap megan terdengar begitu kecewa.. bagaimana tidak kecewa jika sahabatnya bisa melakukan hal licik pada adik iparnya..


" Maafkan aku Megan. Aku menyesal sungguh. Rasa cinta membuat ku melakukan hal gila tanpa berfikir.." Sahut Ellen. Ia begitu menyesal dengan keputusan yang diambilnya tanpa berpikir panjang. Hanya demi menuruti ambisinya Ia akan kehilangan sahabat satu satunya yang sudah ia anggap sebagai kekuarga. Ia juga menyakiti banyak orang dengan perbuatannya bukan hanya menyakiti sesama wanita.


Megan membuaang nafasnya kasar. Walaupun ia memaafkan Ellen mungkin Keluarga besar suaminya sudah memandang berbeda kepada sahabatnya ini.. " Sungguh aku sampai tidak mengenali mu lagi. Ellen.. Aku memaafkan mu tapi mungkin Keluarga besar Suamiku tidak. Dan itu artinya kita tidak berteman dengan intens seperti dulu.. aku tidak membencimu kau masih temanku dan kita sudah melewati banyak hal bersama dari dulu. hanya saja persahabatan kita mungkin sedikit berubah.. Ellen aku berharap kau melupakan Lionel. Cinta tak bisa di paksakan kau tahu benar hal itu.. Aku selalu mendoakan supaya kau mendapatkan pria yang baik dan bisa menjagamu.. Maaf aku harus pergi. Suamiku sudah terlalu lama menunggu. Kau boleh menghubungi ku kapan pun kau mau. Kita masih berteman dan kau masih memiliki ku." Ucap Megan mengusap bahu Ellen yang bergetar sebelum pergi dari restoran..


Megan sebenarnya tidak kuasa mengatakan hal itu. Tapi itu adalah konsekuensi yang harus di hadapi Ellen supaya tidak melakukan hal yang menjijikkan lagi supaya Ellen bisa berfikir panjang dengan keputusan yang di ambilnya. Megan hanya berharap Ellen kembali seperti dulu bukan sebagai wanita yang jahat seperti sekarang.


Ellen tersisak sembari memangkup wajahnya. Menyesal pun sudah tidak berguna lagi ia telah kehilangan sahabatnya hanya karena berambisi akan cintanya. Ellen tahu Megan Kecewa terhadapnya.. Megan adalah orang baik dan dia masih memaafkan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2