
*
*
*
Berly berdiri di gazebo menghadap kearah kolam renang.. Wanita cantik itu hanya menggenakan gaun tidur tipis bertali sepageti, di tangannya ada gelas berisikan wine putih yang menemaninya dalam dinginnya malam..
Lionel yang baru pulang dari kantor melihat kearah Berly dari kamar. Mereka kini berada di Vila dan akan tinggal beberapa di sana sekaligus mencari suasana baru.. Setelah melepaskan jasnya Lionel berjalan menuju Gazebo...
" Memikirkan sesuatu,? Kenapa berdiri dengan pakaian tipis kau bisa masuk angin nanti." Bisik Lionel yang memeluk Berly dari belakang..
Berly menyesap Wine-nya satu tangannya mengusap lengan Lionel yang melingkar di perutnya. " Aku hanya ingin menikmati suasana malam saja. Apa kau sudah makan malam?," Berly membalikkan tubuhnya menghadap Lionel..
Lionel menggeleng dan menarik tubuh kekasihnya lebih merapat ke tubuhnya.. " Aku ingin memakanmu." Sahut Lionel sembari menunduk hingga dahinya menempel di dahi Berly.
Berly memukul dada Lionel dengan gemas. " Kau berubah lebih mesum berkali kali lipat kurasa."
Lionel terkekeh pelan sembari menurunkan tali gaun kekasihnya. " Tapi kau juga lebih menyukai ku yang mesum bukan,?" Ucap Lionel mengucup bahu Berly yang sudah terbuka..
" Ya kau benar aku menyukaimu yang mesum." Sahut Berly melempar gelas di tangannya ke kolam renang dan melompat melingkar kedua Kakinya di pinggang Lionel..
Lionel terseyum dan mereka saling memanggut di gazebo.. puas berciuman dengan posisi itu Lionel lalu membaringkan Berly di sofa yang ada di gazebo.. Lutut Lionel berada di antara kedua paha Berly. Lionel melepaskan kancing bajunya dengan saling menatap dengan Berly..
" You're so hot, Honey." Ucap Berly matanya menatap kagum pada tubuh kekasihnya tangannya pun tidak bisa diam dan terulur mengusap perut berotot Lionel.
Lionel mengambil tangan Berly yang mengusap perut sixpack nya dan membawanya ke bibirnya untuk di kecup.. Lionel membungkuk kan tubuhnya dan menyambar bibir kekasihnya yang sudah bagaikan nark*ba yang membuatnya ketagihan jika tidak menghisapnya dalam jangka waktu panjang.
Mereka berciuman dengan penuh gairah di bawah langit malam. " Apa kita akan melakukannya di sini?," Tanya Berly di sela ciumannya..
" Why not? Akan lebih seru bercinta di sini dan berlanjut di kolam renang, Baby." Bisik Lionel yang sudah akan ke permainan inti..
Berly sedikit menjerit saat Lionel masuk.. yah selalu seperti itu ketika bercinta dengan Lionel. Ia akan merasakan sedikit nyeri begitu Lionel memasukinya..
__ADS_1
" Kau selalu menjerit di awal percintaan, Baby." Lionel terkekeh dan mulail bergerak..
" Kecilkan milikmu sedikit supaya aku tidak menjerit!" Sahut Berly dengan tangan mencengkram rambut Lionel merasakan gerakan yang selalu membuatnya terlena..
" Kau tidak akan puas jika aku mengecilkan nya.. kau ingin milik ku hanya sebesar ibu jari kau tidak akan puas jika itu terjadi, Baby." Sahut Lionel. Pria itu lalu mengakat Berly untuk duduk di atasnya. " Bergeraklah!!" Ucap Lionel menepuk pantat kekasihnya dengan gemas..
Berly mencium bibir Lionel dan bergerak dengan mendominasi.. ******* erangan dari keduanya memenuhi kazebo.. tidak hanya bermain di sofa saja Lionel juga mengajak bermain di kolam renang. Kursi santai yang ada di tepi kolam. Berlanjut di kamar mandi dan berakhir di ranjang.. keduanya sama sama menggebu.
*
*
" Morning Baby." Sapa Lionel sembari memainkan rambut Berly..
" Morning, Honey." Sahut Berly mengusap pipi kekasih tampan nan hot nya.
" Ingin melakukan sesuatu hari ini,? Jalan jalan misalnya,?"
Berly mengerutkan alisnya. " Kau tidak bekerja,?"
" Oh so sweet.. Thank You Honey." Sahut Berly mengecup bibir Lionel. Nampaknya wanita itu sudah lupa akan kekesalannya pada Lionel karena sebelumnya Berly belum memaafkan Lionel sepenuhnya tapi setelah bercinta dengan gila tiba tiba wanuta itu berubah pikiran..
" Aku sudah di maafkan sepenuhnya?," Lionel mendekatkan tubuhnya pada Berly..
" Emmm.. I love you." Ucap Berly..
" Oh. Really?" Tanya Lionel terkejut dengan ungkapan cinta dari Berly..
" Of course. I Love you. I Love you so much." Ucap Berly tersenyum menyakinkan Lionel..
" Oh my!! Thank you, Baby. I Love you too so bad!!" Lionel meyesap bibir Berly lama.
" Oh Wait!!" Berly menahan dada Lionel..
__ADS_1
Lionel menatap penuh tanya. Pria itu terlihat bingung dengan aksi pencegahan dari kekasihnya. Ini waktu yang tepat untuk mulai bercinta kembali. Tapi kenapa berly mencegahnya?,.
" Honey. Apa semalam kau menggunakan pengaman?,"
Lionel berfikir sejenak kemudian menggeleng.. mana sempat ia mengambil pengamanan.. " Kita bercinta di gazebo mana ada pengamatan." Sahut Lionel kembali menyesap leher kekasih. Lionel begitu santai tanpa merasa bersalah.
Bug!!
" Aww Baby kita sudah berbaikan kenapa kau memukul lagi." Lionel mengaduh..
" Berbaikan kepala mu!!. Ini masa subur ku bagaimana jika aku hamil!" Ucap Berly kesal...
Lionel membeku sejenak kemudian mata pria itu berubah menjadi cerah berbinar. Hamil? Ya itu yang di harapkan nya selama ini. Tentu saja ia akan senang jika Berly hamil.. " Ya bagus. jika kau hamil kita akan menjadi orang tua." Sahut Lionel tidak mengerti maksud Berly sama sekali..
Berly Menoyor kepala Lionel.. " Masalahnya nya aku belum siap kita masih begitu muda untuk memiliki baby." Sahut Berly geram..
" Apanya yang muda.. Aku sudah hampir berumur tiga puluh tahun sedangkan lau sudah berumur dua puluh enam tahun." Sahut Lionel terkekeh geli..
" Bukan masalah umur saja. aku belum siap merawat baby. Bagaimana jika aku tidak menjadi mommy yang baik untuk mereka." Ucap Berly menunduk.. ya masalahnya bukan hanya umur atau ia tidak ingin menikah dengan Lionel.. dia mencintai Lionel. tentu pikirannya Juga mengarah ke pernikahan tapi itu nanti bukan sekarang.. ia masih labil dan tidak terkendali untuk menjadi seorang ibu itulah kenapa ia selalu mewanti-wanti Lionel untuk berhati-hati ketika Bercinta. Dan semalam di luar kendalinya dirinya pun lupa menginggatkan Lionel...
" Kita bisa belajar bersama. Semuanya sudah terjadi tidak mungkin kan aku menarik benihku kembali menggunakan sedotan." Ucap Lionel yang menganggapi perkataan kekasihnya dengan random..
" Honey. Seriuslah okey!!" Bentak Berly kesal karena Lionel bisq bercanda dalam suasana seperti ini..
" Aku tidak bercanda. Aku serius kita bisa belajar merawat baby kita bersama jika memang kegiatan semalam berbuah hasil." Ucap Lionel mengusap perut terbuka berly dengan lembut..
Berly menoleh menatap Lionel dengan dalam.. " Trust me! Kita akan menjadi orang tua yang baik." Kata Lionel yang menenangkan kegundahan Berly..
" Ya kita bisa belajar dan kehamilan belum tentu terjadi juga.. kita tidak menggunakan pengaman hanya semalam saja." Ucap Berly menyakinkan dirinya jika belum tentu benih Lionel tumbuh di rahim nya..
" I love you." Ucap Lionel..
" Love you too.." sahut berly dan keduanya saling memberi kecupan..
__ADS_1
" Benih ku akan tumbuh di rahim mu, sayang.. aku yakin karena walaupun hanya semalam yang tidak menggunakan pengaman tapi aku terus keluar di dalam bahkan berulang kali" batin Lionel tersenyum senang..